HARI PAHLAWAN
119 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kerupuk Mesuji - Mesuji - Lampung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Lampung

Di sebuah daerah terpencil bernama Desa Wiralaga, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, di sana lah sebagian besar penduduk Mesuji asli tinggal. Mereka membangun tempat tinggal di tepian sungai. Ya, orang menyebutnya Sungai Mesuji. Dahulu ketika hutan masih lebat transportasi menuju Jakarta bisa langsung dilalui lewat sungai tersebut. Di sungai itu banyak sekali ikan yang hidup dan berkembang biak. Salah satunya ikan lele merah dan ikan gabus. Kedua jenis ikan itu sering digunakan warga setempat untuk membuat makanan olahan seperti ikan asin gabus dan kerupuk. Penduduk di sana menyebutnya kerupuk Mesuji. Bentuknya bulat kriting besar dan rasa ikannya begitu menyolok. Midah (50), warga Wiralaga memproduksi kerupuk tersebut sampai 5 kuintal per bulan. "Kerupuk ini menjadi makanan sehari-hari orang Mesuji hampir setiap ibu-ibu di sini bisa membuat kerupuk ini," kata Midah yang ditemui Senin (7/11/2016). Kami punya kesempatan melihat pembuatannya. Ikan lele sungai terl...

avatar
Naufalrasyid
Gambar Entri
Ketan Lapis - Lampung - Lampung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Lampung

Salah satu makanan khas Lampung yang kerap disajikan sebagai menu khas saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha masih bisa ditemui di sejumlah pasar tradisional yang ada di Lampung adalah lapis ketan. Ketan lapis memang dibuat dengan cara sederhana layaknya membuat lemang yang dimasukkan dalam bumbung bambu. Perbedaannya, ketan lapis dibuat cukup menggunakan proses pengukusan. Ketan lapis biasanya dijualnya dengan harga Rp3.000 per buah. Proses pembuatan dimulai dengan pengukusan beras ketan yang sudah direndam. Beras diaru atau dimasak setengah matang dalam dandang khusus bersama dengan santan kelapa. Selanjutnya dicetak berbentuk bulatan sembari menyiapkan daun pisang kepok untuk pembungkus. Bulatan bulatan ketan setengah matang selanjutnya dibungkus dengan daun pisang sebanyak empat bulatan dan ditali menggunakan plastik atau biasanya janur kelapa. Di hari raya atau hari besar, lauk pauk biasanya rendang kambing dan opor ayam sementara saat hari biasa lauk diganti deng...

avatar
Riani Charlina
Gambar Entri
Tupping
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Lampung

Di Lampung, ada tradisi seni topeng. Tupping namanya. Seni topeng ini berkembang dari daerah Kalianda, Lampung Selatan. Tupping merupakan topeng kayu dengan berbagai ekspresi wajah dan karakter tokoh yang berbeda-beda. Karakter yang ditampilkan dalam tupping antara lain karakter ksatria yang sakti, tetua yang bijaksana, kesatria berwatak kasar, ksatria berwibawa, putri yang lemah gemulai, anak-anak yang sedang bersedih, dan tokoh jenaka. Karakter topeng yang ditampilkan disesuaikan dengan kisah yang ditampilkan dalam pertunjukan. Pada masa lalu, keberadaan tupping dianggap memiliki nilai sakral yang tinggi. Karena itu, jumlah tupping di suatu daerah amat spesifik, tidak dapat ditambah, dikurangi, atau ditiru. Kesakralan tupping pun membuat tidak sembarang orang dapat mengenakan topeng ini. Di daerah Kuripan, misalnya. Tupping di daerah ini berjumlah 12 buah dan masing-masing hanya dapat digunakan oleh orang dari garis keturunan tertentu. Sementara, tupping dari daerah Canti...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tradisi Pesta Sekura
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Lampung

Topeng merupakan salah satu ragam kesenian yang tidak dapat dipisahkan dari khazanah budaya tradisional Lampung. Seni topeng asli Lampung telah berkembang sejak provinsi paling timur di Pulau Sumatera ini berada di bawah Kesultanan Banten. Secara garis besar, ada beberapa jenis seni topeng yang berkembang di Lampung. Salah satunya adalah tradisi  sekura  yang berasal dari daerah pesisir barat Lampung. Sekura  merupakan jenis topeng yang digunakan dalam perhelatan pesta  sekura . Seseorang dapat disebut ber- sekura  ketika sebagian atau seluruh wajahnya tertutup. Penutup wajah dapat berupa topeng dari kayu, kacamata, kain, atau hanya polesan warna. Untuk menambah kemeriahan acara,  sekura  bisa dipadukan dengan berbagai busana dengan warna-warna meriah atau mencolok. Pesta  sekura  merupakan perhelatan rutin yang diadakan oleh masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Pesta rakyat ini selalu diadakan ketika menyambut Ha...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kisah Sidang Belawang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Pada Jaman Dahulu kala, di daerah Lampung, ada seorang raja yang memiliki tujuh orang istri. Dari ketujuh istri tersebut, hanya istri yang terakhir memiliki anak. Anak itu seorang laki-laki dan diberi nama Sidang Belawan. Setelah tumbuh dewasa, Sidang Belawan gemar menangkap ikan di sungai dengan menggunakan jala. Suatu hari, ketika ia sedang menjala ikan di sungai, bukannya ikan yang diperoleh melainkan sebuntal rambut yang amat panjang. “Hai, kenapa ada buntalan rambut di sungai ini?” tanyanya dengan heran. Penasaran dengan buntalan rambut itu, Sidang Belawan pun memasukkannya ke dalam saku celananya lalu berjalan menuju ke hulu sungai. Ketika hendak menebar jalanya di sebuah lubuk di dekat pancuran, tiba-tiba pandangan Sidang Belawan tertuju pada 7 bidadari yang sedang asyik mandi di lubuk itu. Sebelum para bidadari itu melihat, Sidang Belawan cepat-cepat bersembunyi di balik sebuah batu besar. Dari balik batu itu, ia mengamati gerak-gerik para bidadari terseb...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Kisah Ratu Melinting dan Ratu Darah Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Ratu Dipugung atau Ratu Galuh mempunyai dua orang anak laki-laki. Anak pertema bernama Seginder Alam dang yang kedua bernama Gayung Gerunggung. Seginder Alam mempunyai seorang anak gadis yang bernama Putri Sinar Kaca, sedangkan Gayung Gerunggung juga mempunai seorang anak gadis yang bernama Putri Sinar Alam. Kala itu datanglah Sultan Banten ke Lampung, ia melihat cahaya terang yang memenacar dari bumi ke langit. Sultan mendapat firasat bahwa di Pugung ada seorang putri yang dapat mengakibatkan hal baik jika menikah dengannya. Ratu Dipugung menunjukkan cucunya yaitu putri Seginder Alam yang tak lain adalah Putri Sinar Kaca. Dan kemudian Sultan pun menikahi Putri Sinar Kaca. Beberapa lama setelah Sultan menikahi Putri Sinar Kaca, Sultan memutuskan untuk kembali sementara ke Banten tanpa Putri Sinar Kaca. Belum lama Sultan berada di Banten, ia melihat kembali cahaya terang yang memenacar dari bumi ke langit seperti yang ia lihat sebelum menikahi Putri Sinar Kaca. Sang S...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Candung
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Lampung

Golok menurut bahasa Lampung disebut candung atau laduk. Golok adalah alat bantu senjata yang digunakan sehari-hari baik di dapur maupun di ladang. Ternyata sampai kini pande golok masih dijumpai didaerah lampung, yaitu daerah Menggala, Lampung Utara.     Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/01/senjata-tradisional-lampung/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Rampak Alu
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Lampung

Rampak Alu merupakan golok yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang ada kaitannya dengan kegiatan ibu-ibu di dapur. Golok seperti ini biasanya berkualitas rendah, tidak banyak unsur bajanya dan kurang tajam. Pande golok Menggala juga memproduksi golok dapur, bahan bakunya berasal dari komponen mobil yang tidak terpakai, yaitu per mobil bekas. Golok dapur biasanya tidak dilengkapi dengan sarung (wrangka), sedang cara penyimpanannya sembarang karena cukup disisipkan di dinding sudut-sudut dapur.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/01/senjata-tradisional-lampung/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Cerita Putri Siluman Dari Lampung part 1
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Alkisah, di satu negeri di daerah Lampung, Indonesia, ada seseorang raja yang telah beberapa puluh th. mengarungi bahtera rumah tangga berbarengan permaisurinya, tetapi belum dikaruniai seseorang anak. Sang raja tak sabar lagi menginginkan selekasnya memiliki putra yang nantinya bakal menukar kedudukannya. Ia juga mulai putus harapan lantaran beragam jenis usaha sudah dikerjakannya, namun belum satu membawa hasil. Satu hari, saat sang raja tengah cerita rakyat duduk termenung seseorang diri di singgasananya, mendadak seseorang pengawal istana datang menghadap. “Ampun Baginda, bila kehadiran hamba mengganggu ketenangan Baginda! ” lapor pengawal itu. “Kabar apa yang bakal anda berikan pengawal? ” bertanya sang raja. “Ampun, Baginda! Mudah-mudahan berita yang hamba bawa ini yaitu berita senang buat Baginda, ” kata si pengawal. “Kabar apakah itu, hai pengawal? Cepat katakan kepadaku! ” seru sang raja. “Ampun, Baginda...

avatar
Sobat Budaya