Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu peninggalan kerajaan mataram islam yang didirikan padatahun 1744 oleh pakubuwono ii, dengan tujuan menggantikan keraton kertasura yang hancur akibat perang geger pecinan pada tahun 1743. Keraton ini terl kurang lebih 20km arah tenggara keraton kertasura, lebih tepatnya Desa Sala yang namanya diubah setelah Keraton selesai dibangun. Di Keraton Surakarta Hadiningrat, terdapat tempat yang bernama Sesana Semewa. Pada Sesana Semewa, terdapat sebuah bangsal yang letaknya paling tinggi di Keraton. di bangsal tersebut terdapat tempat penyimpanan pusaka keraton yang bernama Kanjeng Nyai Setomi. Benda pusaka ini hanya dikeluarkan 2 kali setahun yaitu pada upacara sekaten dan menjelang idul adha. Di depan tempat penyimpanan pusaka keraton tersebut terdapat lantai kotak khusus. Lantai kotak tersebut merupakan tempat dimana sri sultan berdi mengucapkan sumpah sebelum diangkat menjadi raja. Raja bersumpah di hadapan para abdi dalam. ...
Benthikan Benthikan merupakan sebutan salah satu permainan tradisional di daerah saya, yaitu Semarang. Biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil (± 6-12 tahun). Benthikan ini tidak bisa dimainkan sendiri, tetapi harus ada lawannya. Jadi, jumlah pemain minimal 2 orang. Benthikan biasanya dimainkan di lapangan kampung. Benda-benda yang dibutuhkan untuk permainan ini cukup sederhana dan pastinya mudah didapat. Seperti dua buah kayu berdiameter kecil berukuran panjang dan pendek (biasanya ranting pohon dikotil). Selain itu, dua buah batu bata. Cara bermainnya juga cukup sederhana. Yang pertama, pastinya suit terlebih dahulu dari perwakilan tim. Tim yang menang (A), biasanya mendapat giliran untuk bermain. Sedangkan yang kalah (B) biasanya mendapat giliran untuk berjaga. Meletakkan dua batu bata secara bersisihan dengan memberi celah sedikit pada bagian tengahnya. Kemudian meletakkan kayu yang pendek di atasnya. Salah satu dari tim A berkesempatan m...
ANYAMAN PANDAN DESA GRENGGENG KABUPATEN KEBUMEN Tahukah kalian di Desa Grenggeng Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah mulai terkenal sejak anyaman pandan khas buatan penduduk Desa Grenggeng mulai diminati masyarakat Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri mengingat daya tarik dari anyaman pandan itu sendiri. Dan sejak beberapa tahun terakhir Desa Grenggeng sudah di nobatkan menjadi desa anyaman paling maju di kebumen. Bahkan tahun 2016 sempat memegang rekor muri dengan penganyam terbanyak. Di Desa Grenggeng hampir semua penduduk sana memiliki lahan yang di tanami pandan, bukan sekedar pandan biasa tetapi pandan yang tumbuh di Desa Grenggeng ini sangat besar. Atas potensi ini, rata rata penduduk Desa Grenggeng bermata pencaharian sebagai pengrajin. Anyaman pandan dapat dibuat berbagai bentuk benda dengan fungsi pakai maupun fungsi hias seperti tas, topi, sandal, tempat tisu, dompet, hiasan meja, ataupun souvenir perikahan. Dengan ke...
Bancakan weton dilakukan tepat pada hari weton kita lahir ( Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing ). Dalam tradisi Jawa, setiap orang sebaiknya dibuatkan bancakan weton minimal sekali dalam seumur hidup, namun lebih baik dilakukan setahun sekali. Menurut adat jawa setiap anak yang baru lahir, orang tuanya membuat bancakan weton pertama kali pada saat usianya menginjak hari ke 35. Anak yang sering dibuatkan bancakan weton secara rutin oleh orangtuanya, biasanya hidupnya lebih terkendali, lebih hati-hati, tidak liar, ceroboh, dan jarang sekali mengalami sial. Menurut kepercayaan orang jawa seorang anak yang sakit-sakitan, sering jatuh , dan nakal, setelah dibuatkan bancakan weton si anak tidak lagi sakit-sakitan, dan tidak nakal lagi. Bahan – bahan yang diperlukan untuk membuat bancakan weton Tujuh Sayuran Kangkung dan kacang panjang merupakan sayuran yang wajib ada dalam sebuah bancakan weton, untuk selebihnya tidak ada larangan s...
Stasiun Solo Balapan adalah stasiun kereta api terbesar di Kota Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian 93 meter di atas permukaan laut ini terletak di Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari. Nama Balapan bukan berarti balap kendaraan, namun merupakan nama kampung yang terletak di dekat stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun yang menjadi titik pemberangkatan utama kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal. Berbagai kereta kelas eksekutif, bisnis dan kelas campuran berhenti untuk menaikturunkan penumpang di stasiun ini. Adapun untuk kereta api kelas ekonomi umumnya dilayani di Stasiun Purwosari yang terletak beberapa kilometer ke arah barat stasiun ini. Fitur yang tersedia di stasiun ini antara lain adanya skybridge yang merupakan jembatan layang penghubung stasiun ini menuju Terminal Tirtonadi yang terletak beberapa ratus meter di sebelah utara stasiun ini. Keberadaan halte Bus Kota BST Solo membuat stasiun ini merupakan stasiun yang terintegrasi ban...
Kini, wilayah Losari yang terletak di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah menunjukkan bahwa pengaruh Islam dari Cirebon juga kental mewarnai dan mempengaruhi penyebaran Islam di Kabupaten Brebes. Hal ini terbukti lewat jejak sejarah Kompleks Makam Pulosaren di Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Gerbang kompleks makam ini menggunakan arsitektur khas Keraton Cirebon. Di dalam kompleks makam ini juga terdapat kuburan tokoh penyebar Islam di Losari, Pangeran Angkawijaya atau Panembahan Losari. Masyarakat sekitar menyebutnya Mbah Pulosaren. Berdasarkan serat keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Panembahan Losari, atau Pangeran Angkawijaya yang makamnya berada di pemakaman Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes merupakan cucu salah seorang Wali Songo, yakni Syarif Hidayatullah atau dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Panembahan Losari adalah anak dari perkawinan pasangan Pangeran Pasarean atau Pangeran Mas Muhamad Arifin bin Syeikh Syarif Hidayatullah...
Masjid Menara Kudus atau Masjid Al Manar (Masjid Menara) dengan nama resmi Masjid Al Aqsa Manarat adalah masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus sejak tahun 1549 Masehi (956 Hijriah) . Lokasi saat ini berada di Desa Kauman , Kecamatan Kota Kudus, Jawa Tengah . Ada keunikan dari masjid ini karena memiliki menara yang serupa bangunan Candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Budha sehingga menunjukkan terjadinya proses Akulturasi dalam pengislaman Jawa. Masjid ini pada zaman dahulu hanyalah sekedar masjid di tengan tanah lapang dan juga dikelilingi oleh para pedagang-pedagang. Namun saat ini, kondisi masjid sudah sangat baik dan juga bersih karena adanya penertiban para pedagang. Bahkan saat ini, area masjid sudah dijadikan area khusu pejalan kaki. Masjid Menara Kudus terdapat beberapa bagian didalamnya, Menara Kudus, Masjid dan areal Makam Sunan Kudus. Pa...
Tradisi Ingkung di Masjid Banyumudal Kebumen merupakan salah satu kota kecil di Jawa Tengah. Sekalipun kecil, kota tempat saya tinggal ini mempunyai beberapa keunikan tradisi yang beragam di setiap desanya. Salah satunya yaitu tradisi ingkung di Masjid Banyumudal Kuwarisan, Desa Panjer, Kecamatan Kebumen. Tradisi ini diadakan setahun sekali saat tahun baru hijriyah bulan Muharram/Syura. Tradisi ini diadakan untuk memperingati dan mendoakan sesepuh dan ulama yang membawa masuk agama Islam ke daerah Kebumen, khususnya di daerah Kuwarisan. Acara ini di dilaksanaka hari Jum'at Kliwon bulan Muharam. Apabila pada bulan tersebut tidak ada hari Jum'at Kliwon, maka acara ini diadakan di hari Jum'at Pon. Peserta acara ini adalah warga Muslim daerah Kuwarisan asli dan warga daerah lain yang sudah mempunyai hubungan keluarga dengan warga kuwarisan (misal melalui pernikahan). Setiap keluarga membuat ingkung (ayam yang dimasak utuh) dan tumpeng untuk dikumpulkan. Jumlah ingk...
PRASASTI PLUMPUNGAN Prasasti Plumpungan (juga disebut Prasasti Hampran) adalah prasasti yang tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti ini ditemukan di Desa Beringin, Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Plumpungan sudah berumur kurang lebih 1268 tahun, sebab angka tahun pembuatan prasasti ini adalah tahun 750 Masehi. Prasasti ini dipercaya sebagai asal mula kota Salatiga. Sejarah Singkat Prasasti Plumpungan Prasasti Plumpungan diperkirakan dibuat pada hari Jumat tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi. Naskah tersebut ditulis oleh seorang citraleka (sekarang dapat disebut sebagai penulis, penggarap naskah atau pujangga) yang dibantu oleh sejumlah pendeta (resi) dan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta. Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum tetang status tanah perdikan atau swatantra bagi suatu daerah yang dahu...