Adat Nusantara
530 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Candi Tandihat 1
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Situs Biaro/Candi Tandihat I berada di Desa Tandihat, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Secara astronomis, situs ini berada di koordinat N1.37409 E99.75404 dengan luas areal ± 3.500 m2 dan luas bangunan + 36 m2. Batas-batas situs, antara lain: sebelah Utara berbatasan dengan kebun sawit, sebelah Selatan berbatasan kebun sawit, sebelah Barat berbatasan dengan kebun sawitdan sebelah Timur berbatasan dengan kebun sawit. Situs ini telah teregistrasi sebagai Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20111017.04.000415 dan telah mendapatkan penetapan dari kementerian dengan SK Menteri NoPM.88/PW.007/MKP/2011 dan pada saat ini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh. Situs Biaro/Candi Tandihat I dalam kondisi terawat, memiliki fasilitas pelindungan berupa pagar situs, papan nama situs, papan larangan, meunasah dan juru pelihara. Biaro/Candi Tandihat I (Sijoreng Belanga I) terletak di Desa Tandihat, Kecamatan Barumun Tengah, Kabup...

avatar
Rizki Kitiang
Gambar Entri
Candi Tandihat 2
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Situs Biaro/Candi Tandihat II berada di Desa Tandihat, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Secara astronomis, situs ini berada di koordinat 1º22’42.0”N 99º45’20.7”E dengan luas areal ± 2.400 m2 dan luas bangunan + 20 m2. Batas-batas situs, antara lain: sebelah Utara berbatasan dengan jalan setapak, sebelah Selatan berbatasan kebun sawit, sebelah Barat berbatasan dengan kebun sawit dan sebelah Timur berbatasan dengan kebun sawit. Situs ini telah teregistrasi sebagai Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20111017.04.000416 dan telah mendapatkan penetapan dari kementerian dengan SK Menteri NoPM.88/PW.007/MKP/2011 dan pada saat ini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh. Situs Biaro/Candi Tandihat II dalam kondisi terawat, memiliki fasilitas pelindungan berupa pagar situs, papan nama situs, papan larangan, meunasah dan juru pelihara. Candi Tandihat II/Joreng Belanga II terletak di Desa Tand...

avatar
Rizki Kitiang
Gambar Entri
Tarian Tortor Sibunga Jambu
Tarian Tarian
Sumatera Utara

Masyarakat Batak Toba mengenali lima ragam seni yang hidup dan terus bertahan dalam tatanan budaya mereka, kelima ragam seni tersebut adalah Seni Tari (Tortor), Seni Musik (Gondang Sabangunan), Seni Kerajinan (Martonun), Seni Sastra (Umpasa), Seni Rupa (Gorga). Kekerabatan pada masyarakat Batak memiliki dua jenis, yaitu kekerabatan yang berdasarkan pada garis keturunan atau geneologis dan berdasarkan pada sosiologis. Semua suku bangsa Batak tentunya memiliki marga, inilah yang disebut dengan kekerabatan berdasarkan geneologis. Sementara kekerabatan berdasarkan sosiologis terbentuk melalui perkawinan. Masyarakat Batak Toba dalam hal ini para orang tua dan para petua-petua adat setempat awalnya berkumpul pada satu perkampungan dengan masyarakat lainnya yang bermarga sama. Mereka berniat mengadakan acara ucapan syukur atas kesehatan yang masih diberikan kepada keluarga terutama putra-putri mereka yang sudah mulai menginjak kedewasaan. Disinilah para orang tua berinisiatif mengadakan su...

avatar
Widra
Gambar Entri
ULOS BATAK SEBAGAI CENDERA MATA KHAS SUMATERA UTARA
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Bagi masyarakat suku Batak khususnya Batak Toba, kain ulos adalah barang adat yang bernilai tinggi dan tidak dipandang dari harga beli kain ulos dimaksud. Namun sebelum membahas tentang ulos, kami ingin bercerita tentang eksistensi masyarakat Batak Toba saat ini di tengah masyarakat Sumatera Utara. Bila dilihat dari jumlah komunitas atau jumlah penduduk berdasarkan etnik dan sub etnik, masyarakat Batak Toba tidak bisa disebut sebagai komunitas terbesar dari masyarakat suku Batak secara umum. Masih ada Batak Simalungun, Batak Mandailing, Karo dan Pakpak meskipun mereka menolak disebut Batak, namun dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Batak Toba dipandang lebih dominan dibandingkan masyarakat Batak lainnya. Lebih dari itu sebagian orang Indonesia khususnya di luar Sumatera Utara menganggap bahwa suku Batak itu hanya ada satu. Bila dilihat dari realita hari ini, semua sub etnik Batak memiliki kain ulos masing-masing bahkan di antara kain ulos yang beredar di tengah masyarakat, setiap...

avatar
Aira Handayani
Gambar Entri
Upacara Mengket Rumah Mbaru
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mengket Rumah Mbaru adalah salah satu upacara adat dalam suku Karo, Sumatra Utara. Mengket dalam bahasa Karo berarti masuk, dan mbaru berarti baru. Secara harafiah, mengket rumah mbaru adalah upacara yang diadakan orang Karo saat hendak memasuki rumah yang baru. Biasanya acara ini melibatkan keluarga besar dan rakut sitelu.Upacara ini tergolong sebagai pesta sukacita dan mulia, karena upacara ini menggambarkan kesuksesan tuan rumah (penyelenggara pesta). Dalam suku Karo, ada empat tingkatan upacara adat mengket rumah mbaru, yakni: Sumalin jabu Sumalin jabu adalah acara mengket rumah mbaru yang paling sederhana. Biasanya hanya dihadiri keluarga inti dan rakut sitelu yang terdekat. Biasanya hanya dihidangkan lauk berupa ayam saja (4-5 ekor) dan nasi. Mengkah dapur Mengkah dapur adalah upacara mengket rumah yang memerlukan musyawarah (runggun). Biasanya tetap dihadiri oleh rakut sitelu dan keluarga besar. Hidangan yang diberikan pada upacara adat ini berupa seekor babi atau k...

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Adat Erdemu Bayu
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Upacara erdemu bayu merupakan upacara pesta perkawinan. Suatu pesta upacara yang melibatkan banyak orang baik itu dari pihak pengantin pria maupun wanita, kalimbubu, anak beru dan sembuyak. Dalam perkawinan Karo, pihak wanita masuk kedalam pihak pria dan pihak pria harus membayar tukur (mas kawin) kepada pihak kalimbubu.

avatar
Widra
Gambar Entri
Ukiran Gorga
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Gorga adalah kesenian ukir ataupun pahat yang biasanya terdapat pada bagian luar (eksterior) rumah adat Batak Toba dan alat kesenian (gendang, serunai, kecapi), dan lain sebagainya. Gorga dapat disebut sebagai corak atau motif yang tidak hanya dipahat/diukir tetapi juga dilukis, dan pada umumnya Gorga Batak hanya menggunakan cat tiga warna: merah, hitam, dan putih. Gorga ada dekorasi atau hiasan yang dibuat dengan cara memahat kayu, namun sekarang ini sudah sebagian direlif dengan Semen pada rumah-rumah batak permanen dan kemudian mencatnya dengan tiga macam warna. Warna yang tiga macam ini disebut tiga bolit. Bahan-bahan untuk Gorga ini biasanya kayu lunak yaitu yang mudah dikorek/dipahat. Biasanya nenek-nenek orang Batak memilih kayu ungil atau ada juga orang menyebutnya kayu ingul. Kayu Ungil ini mempunyai sifat tertentu yaitu antara lain tahan terhadap sinar matahari langsung, begitu juga terhadap terpaan air hujan, yang berarti tidak cepat rusak/lapuk akibat kena sengatan ter...

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Menanda Tahun
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Menanda Tahun Merupakan salah satu upacara adat yang sakral yang dilakukan oleh masyarakat Pakpak. Salah satu marga yang rutin melakukannya yaitu Marga Manik Sisada Rube yang terletak di Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Pelaksanaan Menanda Tahun dilaksanakan sekali dalam setahun biasa dilaksanakan menjelang musim tanam dan dilakukan di Delleng Simenoto Desa Kecupak I. Tujuan dari Menanda Tahun adalah agar tidak menyalahi apa yang dipercaya sebagai ketentuan-ketentuan penguasa alam gaib bagi kelestarian ekosistem, sehingga demikian usaha-usaha pertanian dan perladangan memperoleh izin dan keberkahan dari mereka (penguasa alam gaib).

avatar
Widra
Gambar Entri
Batak Pustaha
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Pustaha, dikenal juga sebagai pustaka dalam kelompok bahasa Batak Utara dan laklak dalam bahasa Simalungun, adalah naskah tradisional Batak yang utamanya digunakan oleh pendeta adat Batak (Datu) sebagai catatan pribadi mengenai ilmu kedukunan (hadatuan). Naskah ini terbuat dari olahan kulit kayu yang dilipat-lipat dan ditulisi dengan surat Batak, seringkali dengan selingan gambar dan diagram esoteris. Isi utama pustaha merupakan pembahasan ilmu hadatuan yang seringkali diselingi dengan gambar dan diagram esoteris. Kadang, cuplikan legenda atau mitos asal-muasal disertakan untuk memberikan konteks makna pada aspek hadatuan tertentu. Secara garis besar, ilmu hadatuan yang dibahas di dalam pustaha dapat dibagi menjadi tiga macam ilmu: ilmu menyambung hidup, menghancurkan hidup, dan meramal. Isi pustaha ditulis menggunakan surat Batak dan varian bahasa Batak arkais yang disebut hata poda, secara harfiah berarti "bahasa amanat". Bahasa ini khusus digunakan oleh para Datu dan calo...

avatar
Widra