Peri Dalam masyarakat Jawa, Peri adalah setan perempuan berkaki kuda. Apabila berpapasan di depan akan tercium bau wangi, tapi setelah lewat akan meninggalkan bau busuk. Peri sering mencegat orang terutama laki2 di perempatan atau jembatan pada malam hari. Biasanya lalu minta diantar ke suatu tempat. Ujung-ujungnya tempat yang dimaksud adalah daerah2 gelap seperti kebun, danau, sungai, atau kuburan. Dan saat itu baru ketahuan kalo ternyata dia adalah Peri. Orang yang bertemu Peri biasanya tak akan bertahan hidup lama. Setelah bertemu akan sakit keras dan segera meninggal. Sumber: http://hendrobuwono.blogspot.com/2009/07/hantu-dalam-kepercayaan-jawa.html
Girilawungan adalah nama sebuah kerajaan yang pernah ada di tanah Sunda, tepatnya di Majalengka, Jawa Barat. Istilah “girilawungan” berasal dari kata ngalawung dalam bahasa Sunda, yang berarti “berhadap-hadapan”. Menurut cerita, pernah terjadi suatu peristiwa ngalawung di sebuah tempat sehingga tempat itu kemudian dinamakan Girilawungan. Dahulu di tanah Pasundan, ada seorang raja bernama Pangeran Giri Layang . Ia masih keturunan Raja Pajajaran. Pangeran Giri Layang adalah seorang raja yang arif dan bijaksana. Dalam memerintah negara, ia dibantu oleh adik perempuannya yang bernama Putri Giri Larang dan seorang patih bernama Endang Capang . Suatu hari, Pangeran Giri Layang sedang bercakap-cakap dengan adiknya di pendopo istana. Putri Giri Layang berkata kepada kakaknya, “Kanda, Dinda ingin mengatakan sesuatu. Tapi, sebelum...
Masjid Agung Jawa Tengah adalah masjid yang terletak di Semarang , provinsi Jawa Tengah , Indonesia . Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006 . Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah. Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter. Di l antai 19 untuk menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang. Pada awal Ramadhan 1427 H lalu, teropong di masjid ini untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat Rukyatul Hilal oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong canggih dari Boscha . Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi . Payung...
Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...
Ada hal yang unik di Desa Danaraja, salah satu desa yang terletak di bagian selatan kabupaten Tegal. Peninggalan bersejarah dari Ulama Syekh Maulana Mahgribi saat menyebarkan ajaran Islam di wilayah Desa Danaraja Kecamatan Margasari merupakan bukti masuknya Islam di wilayah Kabupaten Tegal, bahkan hampir setiap tahun usai menjalankan sholat Idul Adha atau yang dikenal dengan Lebaran Haji di gelar acara Kirab Pusaka oleh masyarakat setempat. Sebuah bangunan masjid, piring panjang (sebuah piring yang dapat menampung hampir 20 ltr beras yang sudah masak) yang menjadi peninggalannya beliau juga meninggalkan pusaka kitab yang terkenal yaitu "Kitab Rambang" sebuah kitab yang terbuat dari daun serta bertuliskan sangsekerta, namun yang menjadi keanehan masyarakat sekitar makna yang tersirat dalam kitab tersebut setiap tahunnya dapat berubah. "Acara ini hanya menjadi agenda di desa, sebenarnya masyarakat Desa Danaraja menginginkan acara ini masuk dan menjadi agenda di pemerintah daerah s...
Tedak Siten adalah ritual yang dilakukan untuk bayi yang baru belajar berjalan. Biasanya dilakukan pada usia 7-8 bulan. Rangkaian upacaranya terdiri dari: 1. Bayi dituntun untuk berjalan melewati sejumlah makanan bernama 'jadah' yang sudah diwarnai dengan 7 warna (merah, putih, hitam, kuning, biru, jingga, ungu) yang menggambarkan jalan kehidupan yang harus dilalui si bayi pada waktu dewasa nanti. 2. Diteruskan dengan ritual naik tangga. Bayi dituntun menaiki tangga yang terbuat dari tebu yang menggambarkan harapan agar bayi memiliki ketangguhan dalam menjalani kehidupan. (Tebu merupakan kependekan dari antebing kalbu yang berarti kemantaban hati.) 3. Selanjutnya bayi dimasukkan ke kurungan ayam yang berisi barang-barang berupa uang, alat tulis, mainan, di mana bayi akan memilih salah satu barang tersebut. Ini menggambarkan cita-cita bayi di masa depan. 4. Bayi dimandikan dengan air kembang. Ini berfungsi untuk membersihkan bayi dari segala ma...
Suatu menara yang dibangun di halaman keraton surakarta yang telah berdiri sejak masa kerajaan Amengkurat I. Arsitektur yang melegenda ini karena telah berumur 236 tahun. Menara ini dipercaya dalam mitos kejawen adalah tempat pertemuan raja dengan ratu laut Nyi roro Kidul. Hal ini diperkuat dengan letak menara tersebut yang letaknya segaris lurus dengan pintu keluar kota Surakarta #oskm2018
Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...
Pasar Kembang Weleri merupakan salah satu tradisi tahunan yang berasal dari Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah berupa hadirnya penjual dan pembeli bunga yang berasal dari penjuru daerah untuk melakukan tradisi jual-beli bunga tersebut menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pasar Kembang ini tentunya berbeda dengan pasar kembang lain karena setiap daerah bahkan kecamatan pun memiliki tradisi sendiri. Pasar Kembang Weleri ini biasanya dibedakan menjadi 2, yaitu Pasar Kembang Cilik dan Pasar Kembang Gedhe. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah waktu pelaksanaan. Pasar Kembang Cilik diadakan pada H-2 Hari Raya Idul Fitri, sedangkan Pasar Kembang Gedhe diadakan pada H-1 Hari Raya Idul Fitri. Selain perbedaan waktu, perbedaan lain adalah jumlah penjual pembeli dimana pada Pasar Kembang Gedhe jauh lebih ramai dan sesak daripada Pasar Kembang Cilik. Pasar Kembang dimulai malam hari sampe pagi keesokan harinya. Bunga yang dijual berbagai macam dari mulai bun...