Asil produksi rumahan penduduk desa Tenganan yang bernilai tinggi adalah kain tenun Gringsing , pengerjaannya menggunakan tehnik ikat ganda atau dobel ikat, memerlukan proses dalam kurun waktu yang cukup lama dari 2-5 tahun. Tenganan sendiri merupakan salah satu desa Bali Age (penduduk Bali asli) yang masih mempertahankan warisan-warisan budaya serta tradisi yang diwariskan oleh leluhurnya seperti tradisi mekare-kare atau perang pandan dan perang pisang, serta sejumlah aturan adat yang masih lestari sampai sekarang, sehingga membuatnya menjadi salah satu objek wisata di Bali yang memiliki budaya serta tradisi unik, banyak wisatawan lokal maupun asing berkunjung ke sini, untuk bisa menyaksikan lebih dekat keberadaan desa Tenganan. Kain tenun Gringsing memang memiliki nilai seni dan mutu luar biasa. Penamaannya berasal dari bahasa Bali dengan asal kata "Gring" berarti sakit dan "Sing" artinya tidak, sehingga secara utuh menjadi kata "tida...
Orang Asmat tidak mengenal dalam hal mengubur mayat orang yang telah meninggal. Bagi mereka, kematian bukan hal yang alamiah. Bila seseorang tidak mati dibunuh, maka mereka percaya bahwa orang tersebut mati karena suatu sihir hitam yang kena padanya. Bayi yang baru lahir yang kemudian mati pun dianggap hal yang biasa dan mereka tidak terlalu sedih karena mereka percaya bahwa roh bayi itu ingin segera ke alam roh-roh. Sebaliknya kematian orang dewasa mendatangkan duka cita yang amat mendalam bagi masyarakat Asmat. Suku Asmat percaya bahwa kematian yang datang kecuali pada usia yang terlalu tua atau terlalu muda, adalah disebabkan oleh tindakan jahat, baik dari kekuatan magis atau tindakan kekerasan. Kepercayaan mereka mengharuskan pembalasan dendam untuk korban yang sudah meninggal. Roh leluhur, kepada siapa mereka membaktikan diri, direpresentasikan dalam ukiran kayu spektakuler di kano, tameng atau tiang kayu yang berukir figur manusia. Sampai pada akhir abad 20an, para pemuda...
Suku Asmat adalah suku yang menganut Animisme, sampai dengan masuknya para Misionaris pembawa ajaran baru, maka mereka mulai mengenal agama lain selain agam nenek-moyang. Dan kini, masyarakat suku ini telah menganut berbagai macam agama, seperti Protestan, Khatolik bahkan Islam. Seperti masyarakat pada umumnya, dalam menjalankan proses kehidupannya, masyarakat Suku Asmat pun, melalui berbagai proses, yaitu : Kehamilan, selama proses ini berlangsung, bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung alau ibu mertua. Kelahiran, tak lama setelah si jabang bayi lahir dilaksanakan upacara selamatan secara sederhana dengan acara pemotongan tali pusar yang menggunakan Sembilu, alat yang terbuat dari bambu yang dilanjarkan. Selanjutnya, diberi ASI sampai berusia 2 tahun atau 3 tahun. Pernikahan, proses ini berlaku bagi seorang baik pria maupun wanita yang telah berusia 17 tahun dan dilakukan...
Rumah Panggung Kayu adalah salah satu rumah tradisional Bugis yang berbentuk persegi empat memanjang ke belakang. Dalam falsafah dan pandangan hidup mereka terdapat istilah sulapa’ èppa, yang berarti persegi empat, yaitu sebuah pandangan dunia empat sisi yang tertujuan untuk mencari kesempurnaan ideal dalam mengenali dan mengatasi kelemahan manusia (Elizabeth Morrell, 2005: 240) Dari segi struktur dan konstruksi bangunan, kedua jenis rumah tersebut terdapat perbedaan yang terletak pada ukuran rumah dan status sosial penghuninya. Pada umumnya, Saoraja lebih besar dan luas daripada Bola yang biasanya ditandai oleh jumlah tiangnya. Sementara perbedaan status sosial penghuninya dapat dilihat pada bentuk tutup bubungan atap rumah yang disebut dengan timpak laja. Bangunan Saoraja memiliki timpak laja yang bertingkat-tingkat yaitu antara 3 - 5 tingkat, sedangkan timpak laja pada bangunan Bola tidak bertingkat alias polos (Izarwisma, dkk., [ed.], 1985: 27) &n...
Kebaya adalah salah satu pakaian adat untuk wanita dari jawa barat yang biasanya dipakai saat acara acara tertentu, seperti upacara penting, upacara pernikahan, acara acara resmi, dll. Kebaya biasanya dipadukan dengan kain batik untuk bawahannya, modell kebaya juga sangat bervariasi.
Daun Dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr.) biasa ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Bagian tanaman yang bisa digunakan untuk pengobatan adalah seluruh tanaman, dari mulai akar hingga daun. Para nenek moyang kita sering menggunakan daun dewa untuk mengobati berbagai penyakit seperti luka terpukul, pendarahan, batuk darah, muntah darah, mimisan, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa, pembekuan darah, tulang patah dan pendarahan setelah melahirkan. Perlu diketahui bahwa daun dewa ini berbeda dengan daun dari tanaman mahkota dewa. Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk pengobatan tradisional. Manfaat Daun Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa. Manfaat Umbi Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur), perdarahan sehabis melahi...
Kemangi mempunyai nama latin Ocimum basilicum yang berarti tumbuhan beraroma. Hal ini merujuk pada aroma khas yang keluar dari daun kemangi . Di Indonesia sendiri kemangi lebih sering dimanfaatkan sebagai pelengkap berbagai jenis masakan untuk menambah aroma yang menggugah selera. Salah satunya adalah pepes. Namun, selain digunakan sebagai bumbu masak daun kemangi juga bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini tidak lepas dari kandungan senyawa yang terdapat di dalamnya. Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Nah, di bawah ini merupakan beberapa manfaat daun kemangi bagi kesehatan pria dan wanita. 1. Meredakan demam & masuk angin Daun kemangi mampu meredakan demam dan masuk angin yang diderita oleh balita. Caranya Ambil beberapa daun kemangi, kemudian diremas bersama bawang merah dan minyak kelapa, lalu dioleskan ke perut, dada, dan punggung balita. 2. Menyehatkan mata dan mulut Vitamin A dalam daun kemangi memil...
Kunyit merupakan salah satu rempah yang biasa dijadikan bumbu dapur. Hampir setiap masakan lezat dari Indonesia tidak luput dari kunyit sebagai bumbunya. Selain dijadikan sebagai bumbu masak, kunyit yang memiliki nama latin Curcuma Domestica Val ini juga sering dijadikan jamu dan bahan ramuan obat tradisional. Malahan belakangan ini, semakin marak produk-produk kecantikan dengan menggunakan bahan dasar kunyit. Hal tersebut tidak lain karena kunyit memang bermanfaat untuk kecantikan. Salah satunya untuk menghaluskan kulit dan menghilangkan noda hitam di wajah. Manfaat dan Khasiat Kunyit Antioksidan dan fitonutrien dalam kunyit meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Hal ini membantu dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga membuat Anda sehat. Kurkumin yang terkandung dalam kunyit juga hadir dengan antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, dan sifat anti-glikemik. Sifat ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga mencegah beberapa p...
Kenduri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah,dan sebagainya. [1] Kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebuatan Selamatan atau Kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat Jawa ) telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke Nusantara . [1] Dalam praktikya, kenduri merupakan sebuah acara berkumpul, yang umumnya dilakukan oleh laki-laki , dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dari sang penyelenggara yang mengundang orang-orang sekitar untuk datang yang dipimpin oleh orang yang dituakan atau orang yang memiliki keahlian dibidang tersebut. [2] [3] Seperti : Kiyai. [2] [3] Pada umumnya, kenduri dilakukan setelah ba'da isya, dan disajikan sebuah nasi tumpeng dan besek (tempat yg terbuat darr anyaman bambu bertutup bentuknya segi empat yang dibawa pulang oleh seseorang dari acara selame...