Anu Beta Tubat pada dasarnya adalah praktek gotong royong, dimana beban satu orang sama-sama dipikul, yang dilakukan oleh masyarakat Maybrat di Provinsi Papua Barat. Anu Beta Tubat di catat sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2017. https://twitter.com/PuBudaya
Dalam Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Tahun 2019, Tari Srar sebagai seni pertunjukan tarian daerah asal suku Moi Kabupaten dan Kota Sorong. Sraar artinya menari sambil menginjakkan kaki/menghentakan kaki ke bumi sebagai suatu rasa. https://twitter.com/PuBudaya
Tari Magasa merupakan salah satu tarian tradisional masyarkat suku Arfak, Provinsi Papua Barat. Tarian ini bernunsa kebersamaan secara masal oleh penari pria dan wanita, dengan saling bergandengan tangan membentuk memanjang. Tarian ini disebut tari ular karena bentuk barisan seperti ular. Biasanya tari magasa ditampilkan diberbagai acara yang bersifat adat, hiburan, ataupun budaya. Dahulu fungsi tari ini dilakukan untuk merayakan kemenangan ataupun keberhasilan dalam melakukan sesuatu dan menyambut para tamu kehormatan yang berdatangan. Selain itu, tarian ini juga dimaknai sebagai simbol dari persatuan dan rasa kebersamaan dari masyarakat Suku Arfak, tanpa memandang umur, gender, dan juga status sosial. Para penari akan menari dengan saling bergandengan dan membentuk formasi memanjang. Gerakan ini didominasi oleh gerakan yang melompat ke samping secara bersama-sama dan juga satu arah dengan formasi melingkar, melengkung dan juga lurus. Tari ini diiringi dengan syair atau lagu...
Mamade sendiri artinya adik dari ibu kita, cara panggilnya seperti itu. Suku Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat selalu mempertahankan budaya Kawin Mamade. Bukan artinya, adik dari ibu kita yang di kawini, melainkan marga yang dimiliki oleh sang mempelai wanita sama seperti ibunya. Akan tetapi, mereka tidak memiliki hubungan darah atau satu turunan keluarga yang sama. Di Ayamaru sendiri, terdapat beberapa marga yang sama tetapi berbeda kampung halamannya. Misalnya marga "Kareth", marga ini ada di beberapa kampung sekaligus. Misalnya kampung Karta, Kampung Yokhwer, dan Kampung Yukase. Meski sang mempelai wanita dengan marga sama tidak ada hubungan darah sama sekali, tetap dianggap mamade. Alasannya seperti tadi, marganya sama. Peraturan adat jika Kawin Mamade, maka harta yang dikeluarkan sendiri tidak terlalu besar atau mahal. Nah, Ayamaru sendiri dalam proses pembayaran menggunakan Kain Timur. Kain Timur inilah yang menjadi bahan untuk mempertahankan proses bayar har...
Tepung tepuk tawar adalah suatu upacara adat budaya melayu Riau peninggalan para Raja-raja terdahulu. https://twitter.com/SayeBudaye
Tarian momutuih robek merupakan salah satu varian tarian silat yang dilakukan dalam perayakan pernikahan. Kesenian ini berkembang di kalangan masyarakat Melayu di Rokan Hulu. Para penarinya terdiri atas seorang pendekar dari pihak pengantin perempuan dan seorang lagi pendekar dari pihak pengantin laki-laki. Pendekar pihak laki-laki berada di depan pintu gerbang dan pendekar pihak perempuan berdiri di halaman rumah pengantin perempuan. Di antara mereka direntangkan tali berhias yang disebut robek. Pisau atau gunting biasanya ditancapkan di tengah gerbang atau terselip di pinggang pendekar pihak pengantin laki-laki, dan ia berusaha memotong tali robek agar putus, sehingga pengantin laki-laki bisa segera masuk menemui pengantin perempuan. Akan tetapi pendekar pihak perempuan akan berusaha menghalang-halangi pendekar yang datang dengan menunjukkan kejantanannya, seolah-olah memberikan peringatan agar bertindak hati-hati di negeri orang dan bagaikan pagar pelindung sang pengantin perempuan...
Ini salah satu Tari Zapin yang diberi namA Tari Zapin Lancang Kuning. Tari Zapin adalah sebuah tarian tradisional khas Riau yang dianggap sebagai buah alkulturasi Budaya Arab dan Budaya Melayu di masa silam. https://twitter.com/SayeBudaye
Suku Tolaki merupakan salah satu suku yang ada di nusantara. Suku yang mendiami wilayah Kendari dan Konawe, Sulawesi Tenggara, ini dikenal mempunyai kebudayaan nomaden dan hidup secara bergotong-royong. Dalam budaya suku Tolaki terdapat sebuah cerita rakyat yang berkisah tentang Kerajaan Padangguni atau yang saat ini bernama Konawe. Cerita tersebut mengisahkan tentang Mokoli Ramandalangi, yaitu Raja Konawe yang jatuh cinta kepada Wekoila. Masyarakat Konawe percaya bahwa Wekoila merupakan titisan ratu adil yang turun dari langit. Singkat cerita, meraka pun saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Sebelum jatuh cinta kepada Wekoila, Raja Mokoli Ramandalangi sempat memberi harapan cinta kepada seorang perempuan lain yang bernama Anamia Ndopo. Merasa sakit hati, saat acara pernikahan berlangsung, Anamia Ndopo menyamar sebagai penari lariangi dan membunuh Raja Mokoli Ramandalangi. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Raja Mokoli Ramandalangi memberikan sesuatu sebagai tanda k...
Sebuah legenda beredar dari kaki Gunung Karampuang, Kabupaten Sinjai, Sulswesi Selatan. Legenda tentang seorang manusia sakti bernama To Manurung yang turun dari langit dan memberikan sejumlah pesan dan pengetahuan baru bagi warga desa: tentang tatanan hidup sederhana dan pentingnya kebersamaan. Pengetahuan itu hingga kini masih ditaati para pengikutnya yang hidup mengucilkan diri di sebuah desa adat yang disebut Karampuang. Desa yang terletak sekitar 31 kilometer dari pusat Kota Sinjai ini, memang mencerminkan suatu desa tradisional yang ketat memegang teguh amanah para leluhur. Konon, asal kata dari Karampuang tersebut diambil dari kata Karaeng dan Puang. Penamaan ini akibat dijadikannya lokasi itu sebagai pertemuan antara Kerajaan Gowa (Karaeng) dan Kerajaan Bone (Puang). Dalam legenda Karampuang juga dikisahkan bahwa asal mula adanya daratan di Sinjai berawal dari Karampuang. Dahulu daerah ini adalah wilayah lautan sehingga yang muncul ke permukaan adalah beberapa daerah saja,...