Bahan-bahan 1 porsi 100 gram toge 50 gram kulit melinjo 1 potong tempe 4 siung bawang merah 3 siung bawang putih 6 cabe rawit merah secukupnya Garam 1 sdt Penyedap rasa secukupnya Air 1 sdm minyak goreng Langkah Potong tempe berbentuk dadu, lalu bersihkan kulit melinjo dan iris halus memanjang cuci hingga bersih. Iris cabe...
Bahan-bahan 50 lembar daun melinjo muda 1 buah kecil pepaya mentah,potong dadu 1 sachet santan instan 2 lembar daun salam secukupnya Air bersih Bumbu halus 5 butir bawang merah 4 siung bawang putih 2 butir kemiri,sangrai 1 sdt ketumbar 1/2 jari kelingking kunyit 1/2 ruas kencur 1/2 ruas lengkuas secukupnya Garam secukupnya Gula pasir secukupnya...
Bahan-bahan 2 bungkus melinjo (suir selera) 1 papan tempe (potong dadu) Minyak secukupnya (7 sdm) 1 sdt kecap manis Bumbu halus : 8 biji cabe kriting 12 biji cabe rawit 8 siung bawang merah 2 siung bawang putih 1/2 bagian buah tomat 1 buah kemiri 1 sdt garam 1/2 sdt masako 1/2 sdt gula pasir 1/2 terasi udang saset Langkah ...
Tradisi Upacara Kalang Obong merupakan upacara kematian yang masih dipertahankan oleh masyarakat Kalang. Identifikasi suku Kalang dalam pengertian budaya Kalang obong ini merupakan sebutan untuk segolongan orang atau suku bangsa yang tersebar di Pulau Jawa, terutama di daerah Jawa Tengah. Kata “Kalang” berasal dari Bahasa Jawa yang artinya batas. Orang Kalang adalah sekelompok masyarakat yang diasingkan dalam kehidupan masyarakat luas, karena dahulu ada anggapan bahwa mereka berbahaya. Orang Kalang dibagi menjadi dua golongan, yaitu (1) Golongan Kalang Obong adalah golongan Kalang dari laki-laki yang berhak untuk mengadakan upacara obong; (2) Golongan Kalang Kamplong merupakan golongan Kalang dari keturunan perempuan yang tidak berhak mengadakan upacara obong karena dianggap tidak murni lagi, sebab suaminya berasal dari luar Kalang. Ada tiga alasan mengapa upacara obong masih dipertahankan oleh masyarakat Kalang: Upacara obong dilihat dari faktor keyaki...
Orang Samin mempunyai ajaran sendiri yang berbeda dari masyarakat lain. Komunitas Samin pada prinsipnya sangat menjunjung tinggi ajaran yang dianutnya, yaitu ajaran yang dikembangkan oleh Samin Surosentiko. Karl Jasper, asisten Residen Tuban dan Tjipto Mangunkusomo – penentang gigih terhadap kebijakan dan eksploitasi Kolonial Belanda – melakukan penelitian ‘gerakan’ Samin. Kesimpulan keduanya hampir sama, menyatakan bahwa ‘gerakan’ Samin adalah sedikit banyak gabungan antara ajaran Hindu dan anarkisme petani arkais, sebagai respon terhadap kontradiksi yang disebabkan oleh dominasi colonial Belanda dan eksploitasi kapitalis. Samin dianggap sebagai gerakan yang paling lama bertahan di Jawa sejak ‘digerakan’ oleh Samin Surosentiko (diperkirakan lahir pada tahun 1859 di Desa Ploso Kediren, dekat Randu Blatung), diperkirakan pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Ciri dan ajaran-ajaran orang Samin cenderung pasif, jujur, bebas dari ikatan...
Pada tahun 2008, Solo memiliki satu destinasi baru yang patut dikunjungi oleh para pelancong apalagi para pecinta batik. Rumah Batik Danar Hadi adalah perpaduan cagar budaya dan museum batik. House of Danar Hadi akan membuat siapapun yang memasukinya terkesima dan teringat akan kemewahan aristokrat Jawa di masa lalu. Bangunan ini adalah bagian dari sejarah kuno Jawa. Di area yang hampir seluas 1,5 hektar ini, terletak satu bangunan utama yang dikenal dengan sebutan nDalem Wuryoningratan yang aslinya merupakan rumah utama keluarga Wuryaningrat. nDalem Wuryoningratan dibangun sekitar tahun 1890-an oleh arsitek Belanda di bawah pengawasan Patih Dalem K.R.A Sosrodiningrat sebagai hadiah pernikahan untuk anaknya, Wuryaningrat, yang mempersunting anak perempuan Sri Susuhunan Pakubuwono XVI. Gaya Kolonial Eropa sangat kental pada eksterior bangunan ini, tetapi tata letak ruangan tetap mengikuti adat dan kebiasaan Jawa; dengan adanya pendhapa yang luas, pringgitan untuk menerima tam...
sumber : Arsip foto Museum Puro Mangkunegaran Museum Puro Mangkunegaran berada di dalam kompleks istana Mangkunegaran. Museum ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah milik Puro Mangkunegaran yang dikumpulkan sejak tahun 1926. Museum Puro Mangkunegaran dibuka untuk umum pada tahun 1968 dan dikelola oleh Pariwisata Mangkunegaran. Museum Puro Mangkunegaran dibuka setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu jam 08.30-14.30 WIB serta hari Kamis dan Minggu jam 08.30-14.00 WIB. Tiket masuk museum untuk wisatawan domestik sebesar Rp 10.000/orang dan wisatawan mancanegara sebesar Rp 20.000/orang (belum termasuk pemandu). Setiap pengunjung museum akan ditemani oleh seorang pemandu ( guide) berkeliling bangunan-bangunan utama yakni Pendopo Ageng, Pringgitan , Dalem Ageng, Keputren, dan Pracimosono . Selain memberikan informasi kepada pengunjung, pemandu juga akan memberikan arahan kepada pengunjung tentang aturan di istana. Pengunjung akan dib...
Arca Siwa Trisirah adalah arca dewa siwa berkepala 3 (Tiga), arca ini ditemukan di reruntuhan candi di kompleks percandian Dieng, dataran tinggi dieng memang dikenal sebagai wilayah peradaban hindu pada masa mataram kuno dan awal persebaran hindu di tanah jawa. Arca ini juga merupakan bukti adanya aliran Hindu yang memuja siwa pada masa awal peradaban hindu di tanah jawa. Saat ini Arca tersebut dapat kita jumpai di Musium Kailasa Dieng. Arca ini sangat unik karena sangat jarang ditemukan di candi dan situs-situs lainya di Indonesia.
Luas Museum Ranggawarsito mencapai 8.438 meter persegi, terdiri dari pendapa, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran, gedung deposit koleksi, dan berdiri di atas lahan seluas dua hektar lebih. Sebagai museum provinsi terbesar dengan didukung kekayaan lebih dari 50.000 koleksi, Museum Jawa Tengah Ronggowarsito dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung. Fasilitas tersebut antara lain 4 gedung pameran tetap, masing-masing terdiri dari 2 lantai; dan satu ruang koleksi emas. Sembilan ruang pameran/galeri Museum Jawa Tengah Ronggowarsito sebagai berikut: 1. Gedung A: Galeri Geologi (Lantai I) Gunungan Blumbangan: tradisi Gunung Blumbangan dirancang oleh Raden Patah pada abad ke-15. Gunungan menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya. Lukisan Alam Semesta Koleksi Kosmologika: berupa lukisan-lukisan galaksi, proses terbentuknya planet, atmosfer Bumi; se...