Ritual
Ritual
Adat Istiadat Masyarakat, Ritus dan Perayaan-perayaan Jawa Tengah Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal
Kalang Obong Kendal
- 29 Desember 2018

Tradisi Upacara Kalang Obong merupakan upacara kematian yang masih dipertahankan oleh masyarakat Kalang. Identifikasi suku Kalang dalam pengertian budaya Kalang obong ini merupakan sebutan untuk segolongan orang atau suku bangsa yang tersebar di Pulau Jawa, terutama di daerah Jawa Tengah. Kata “Kalang” berasal dari Bahasa Jawa yang artinya batas. Orang Kalang adalah sekelompok masyarakat yang diasingkan dalam kehidupan masyarakat luas, karena dahulu ada anggapan bahwa mereka berbahaya. Orang Kalang dibagi menjadi dua golongan, yaitu  (1) Golongan Kalang Obong adalah golongan Kalang dari laki-laki yang berhak untuk mengadakan upacara obong; (2) Golongan Kalang Kamplong merupakan golongan Kalang dari keturunan perempuan yang tidak berhak mengadakan upacara obong karena dianggap tidak murni lagi, sebab suaminya berasal dari luar Kalang.

Ada tiga alasan mengapa upacara obong masih dipertahankan oleh masyarakat Kalang:

  1. Upacara obong dilihat dari faktor keyakinan Upacara ini dilaksanakan setelah satu tahun meninggalnya almarhum, atau dalam Bahasa Jawa disebut sependhak
  2. Upacara obong dilihat dari faktor sejarah, Dapat diuraikan dari zaman Hindu hingga zaman Mataram. Diketahuinya golongan Kalang bersamaan dengan kedatangan agama Hindu yang dibawa oleh orang India ke Indonesia.
  3. Upacara obong dilihat dari faktor budaya Upacara obong yang dilakukan oleh masyarakat Kalang di Desa Montongsari sampai sekarang masih dipertahankan karena adanya akulturasi kebudayaan, yaitu akulturasi agama Hindu dan Islam. Walaupun mayoritas penduduk menganut agama Islam, tetapi mereka masih memelihara tradisi tersebut.

Tujuan utama mengadakan upacara obong adalah untuk melaksanakan amanat para leluhur masyarakat Kalang, supaya anak cucu mereka menyempurnakan arwah para nenek moyang. Dampak dari upacara obong dilihat dari faktor kepercayaan adalah menimbulkan rasa tenang dan tenteram, karena pihak keluarga yang ditinggalkan merasa sudah tidak punya beban tanggungan kepada orang tua yang telah meninggal dunia. Dampak sosial kemasyarakatannya adalah menciptakan gotong-royong, dapat terlihat pada saat diadakannya upacara obong tersebut, masyarakat saling bantu tanpa pamrih atau mengharapkan imbalan dari yang mengadakan upacara

Sumber : Buku Pentapan WBTB 2018

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tahu Sumedang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Tahu Sumedang adalah kuliner khas dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang terkenal karena teksturnya unik: bagian luar garing dan renyah, sementara bagian dalamnya lembut serta berongga. Tahu ini dibuat dari kedelai pilihan yang diolah menjadi tahu, kemudian digoreng hingga berwarna kuning keemasan. Tahu Sumedang biasanya dinikmati selagi hangat dengan cabai rawit hijau atau sambal, sehingga rasa gurihnya semakin terasa. Camilan sederhana ini sangat populer sebagai oleh-oleh maupun teman perjalanan karena praktis, lezat, dan memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan pada tahu goreng biasa.

avatar
Radenwandika
Gambar Entri
Surabi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Surabi adalah jajanan tradisional khas Sunda yang terbuat dari adonan tepung beras dan santan, lalu dimasak di atas tungku atau cetakan tanah liat. Teksturnya lembut di bagian tengah dengan pinggiran yang sedikit renyah, serta memiliki aroma gurih khas santan dan daun pisang. Surabi biasanya disajikan dengan berbagai pilihan topping. Versi tradisional umumnya memakai oncom, sedangkan versi manis dapat diberi gula merah, kinca, cokelat, keju, durian, atau aneka topping modern lainnya. Cita rasanya yang sederhana namun kaya membuat surabi menjadi camilan hangat yang cocok dinikmati kapan saja.

avatar
Radenwandika
Gambar Entri
Sambal Rampai
Makanan Minuman Makanan Minuman
Lampung

Sambal rampai merupakan salah satu sambal tradisional khas Lampung yang memiliki keunikan pada penggunaan tomat rampai, jenis tomat berukuran kecil dengan rasa asam segar. Sambal rampai umumnya dibuat dari campuran cabai, tomat rampai, bawang, terasi, dan bumbu pelengkap yang diulek hingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan sedikit asam. Sambal ini biasanya disajikan sebagai pelengkap ikan bakar, lalapan, maupun hidangan khas indonesia lainnya. Resep sambal rampai: 10 buah Cabai rawit merah 10 buah cabai rawit hijau 3 buah cabai merah 4 buah Tomat kecil (rampai) 1/2 sdt Garam 1/2 sdt Gula 1 sdt terasi bakar/ goreng 1/2 sdt kaldu bubuk 1 buah jeruk limau (optional) Referensi: https://cookpad.com/id/resep/25372348?ref=search&search_term=sambal+rampai https://lampung.idntimes.com/food/dining-guide/deretan-kuliner-khas-lampung-bikin-anak-rantau-rindu-kampung-halaman-00-jf67w-6cdvc1?utm_source=chatgpt.com

avatar
Ghinai
Gambar Entri
Sop Matahari
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sop Matahari adalah salah satu kuliner tradisional khas Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Hidangan ini terkenal karena bentuknya yang unik menyerupai bunga matahari yang sedang mekar. Bagian "kelopak" dibuat dari telur dadar tipis, sedangkan bagian tengahnya berisi daging ayam cincang dan berbagai sayuran seperti wortel, jamur, dan jagung yang kemudian disiram kuah kaldu hangat yang gurih. Sop Matahari bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi masyarakat Solo yang diwariskan secara turun-temurun. Kuliner ini memiliki keterkaitan erat dengan budaya Keraton Surakarta dan sering disajikan dalam acara-acara penting, terutama pesta pernikahan adat Jawa. Dalam tradisi jamuan pernikahan Solo, Sop Matahari menjadi salah satu hidangan istimewa yang melambangkan penghormatan kepada para tamu. Secara filosofis, bentuk bunga matahari melambangkan keceriaan, kehangatan, harapan, dan kehidupan yang cerah. Karena itulah Sop Matahari sering hadir dalam acara pernikahan...

avatar
Hasnaila
Gambar Entri
Kue Mento
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Kue Mento adalah salah satu makanan tradisional khas Kabupaten Sumenep di Pulau Madura. Sekilas, kue ini mirip dengan dadar gulung, tetapi memiliki cita rasa gurih karena berisi tumisan ayam, wortel, dan kadang pepaya muda yang dibumbui rempah-rempah khas. Kue mento biasanya disajikan dengan kuah santan kental serta taburan bawang goreng sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang gurih, lembut, dan harum. Kue mento telah menjadi bagian dari warisan kuliner masyarakat Sumenep selama bertahun-tahun. Beberapa sumber menyebutkan bahwa makanan ini merupakan hasil akulturasi budaya dari kue mento yang berasal dari Keraton Jepara, kemudian berkembang dan memiliki ciri khas tersendiri di Sumenep, baik dari bentuk maupun cara penyajiannya. Pada masa lalu, kue mento sering disajikan untuk tamu penting dan menjadi hidangan dalam acara-acara khusus. Saat ini, kue mento sangat identik dengan bulan Ramadan karena banyak dijual sebagai menu berbuka puasa atau takjil di Sumenep. Meski demikian, ku...

avatar
Hasnaila