Tari ini, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu. Sumber: http://www.kebudayaanindonesia.com/2014/09/kebudayaan-provinsi-gorontalo.html
Aliyawo adalah senjata tradisional masyarakat Gorontalo yang digunakan pada waktu perang panipi oleh para prajurit kerajaan dalam merebut kekuasaan. Senjata ini dipakai oleh empat kerajaan yakni kerajaan Limboto, Suwawa, Gorontalo, dan Gowa. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/10/senjata-tradisional-gorontalo/
Senjata tersebut dipegang oleh para penjaga istana kerajaan dan pasukan berkuda setiap kerajaan di Gorontalo. Badi dibuat dari bahan logam/besi putih dansarungnya (taâupo) terbuat dari kayu kuning. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/10/senjata-tradisional-gorontalo/
Lirik: Pati ya lo dude hi lo hu o yo to to i le ngi Pati ya lo dude hi lo hu o yo to to i le ngi Du lolo i to mo hulunga po lame'a sembo lodi di Dila bolo poti landhingo homo'o du henga aba lo Dila bolo poti landhingo homo'o du henga aba lo La to ei pa ti ya lo la to ei du dehi lo ya ya ya ya La to ei wayu walo la to ei po bu walo ya ya ya ya Source: http://www.lagu-daerah.com/2015/04/lirik-lagu-daerah-gorontalo-1.html
Lirik: Utiliyotimo ngoli mongowala o mo ngo wombu Dahayimu batanga yilo wali popohunawa to u mo po nu Tahuli upi o talo dahayi bo lo tu ma pa lo Lipundho indha ni hulondhalo toloma wawu bongu lalo Diyalu utola'u o le mu harata u to dunia Boto'o pi yo hu ha le mu salama ti lo ba tanga Dila po titilang ga to bolomo de hu to pa ngato Bopongo to ta lo hi hi la wo lo pi yo hu tanggu liyo Source: http://www.lagu-daerah.com/2015/04/lirik-lagu-daerah-gorontalo-1.html
Kain karawo dibuat dengan teknik sulam. Mengutip situs resmi Pemerintah Gorontalo, kain karawo dikerjakan pada kain dengan menggunakan benang polos maupun warna-warni. Proses pembuatan dengan cara mengiris dan mencabut benang dari serat kain yang sudah jadi. Lalu disulam dengan jarum dan aneka ragam benang sesuai motif yang diinginkan. "Istilahnya cabut benang. Bisa juga dengan benang emas," Istimewanya pembuatan kain ini dilakukan secara manual, dengan menggunakan tangan. Tak heran jika dalam pembuatannya memakan waktu yang lama. Selain waktu, pengerjaan kain karawo juga membutuhkan banyak tenaga. Paling tidak diperlukan tiga orang dengan tugas yang berbeda. Orang pertama bertugas membuat pola. Caranya dengan menggambar di atas kertas grafik. Kemudian orang kedua bertugas sebagai pengiris atau pengurai benang pada kain yang akan dibuat sulaman karawo. Ini dilakukan sesuai pola y...
Kue pusu adalah kue yang sangat dikenal oleh warga Gorontalo, karena kue tersebut sudah ada sejak dulu kala, bahkan para informan mengatakan sejak mereka lahir kue tersebut sudah ada. Adapun kue pusu tersebut terbuat dari bahan berupa : - Tepung - Kelapa muda = Ulimu - Garam = watingo - Daun pisang = dungo lambi - Gula merah = pahangga - Bambu = bunggo - Bawang putih = piamoputih Cara membuatnya: Tepung dicampur dengan kelapa muda, gula merah kemudian ditambah dengan garam dan bawang putih secukupnya, setelah selesai dicampur semuanya, maka bambu ( bunggo) disiapkan terlebih dahulu. karena sebelum adonan tadi di masukkan ke dalam bunggo atau bambu maka terlebih dulu diisi daunnya, karena daun pisang itu menjadi sebagai pembungkus kue pusu apabila kuenya sudah masak. Adapun untuk pengisian kue pusu pada bunggo atau bambu harus juga disiapkan bambu khusus, untuk memasukkan adonan yang sudah jadi itu, supaya dala...
Danau Limboto merupakan sebuah danau yang terletak di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo Indonesia. Dulunya, danau ini bernama Bulalo lo limu o tutu, yang berarti danau dari jeruk yang berasal dari Kahyangan. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, keberadaan danau seluas kurang lebih 3.000 hektar ini disebabkan oleh sebuah peristiwa ajaib yang terjadi di daerah itu. Peristiwa apakah yang menyebabkan terjadinya Danau Limboto? Ikuti kisahnya dalam cerita Asal Mula Danau Limboto berikut ini! Dahulu, daerah Limboto merupakan hamparan laut yang luas. Di tengahnya terdapat dua buah gunung yang tinggi, yaitu Gunung Boliohuto dan Gunung Tilongkabila. Kedua gunung tersebut merupakan petunjuk arah bagi masyarakat yang akan memasuki Gorontalo melalui jalur laut. Gunung Bilohuto menunjukkan arah barat, sedangkan Gunung Tilongkabila menunjukkan arah timur. Pada suatu ketika, air laut surut, sehingga kawasan itu berubah menjadi...
Hulondhalo lipu'u pilo tu tuwa olau Lipu'u ilo ponu'u, di la tao lipatau Lipu'u Hulondhalo teto wa'u bilandhalo Wa'u ma lo malolo mooto la hu londhalo Tilongka bilahu'i diyo bune dutu lali yo Llimutu bula lali yo amani ta wuliyo Hulondhalo ma tola'u lipu'u o toli angu u Dilata o li pa ta u de tunggu lo ma te wa u Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/04/lirik-lagu-daerah-gorontalo-1.html