Tari Tanggai merupakan tarian adat dari palembang, ada beberapa versi lirik lagu yang di bawakan untuk mengiringi tarian ini Berikut ini versi liriknya: Lemah Lembut,Lemah Lembut Tangan Gemulai,Gemulai Jari – Jari Yang Menari Halus Semampai Lemah Lembut,Lemah Lembut Tangan Gemulai,Gemulai Jari – Jari Yang Menari Halus Semampai Anak Dara Yang Manis Bidadari Rupawan Sedang Asyik Manari Tari Tanggai Anak Dara Yang Manis Bidadari Rupawan Sedang Asyik Manari Tari Tanggai
Pakaian tradisional masyarakat Sumatera Selatan biasa disebut dengan nama Aaesan Gede. Baju adat ini terinspirasi dari zaman kerajaan Sriwijaya yang dulunya berjaya di daerah Sumatera Selatan.
Rumah Limas Merupakan rumah tradisional khas Provinsi Sumatera Selatan. Dari namanya, jelaslah bahwa rumah ini berbentuk limas. Bangunannya bertingkat-tingkat dengan filosofi budaya tersendiri untuk setiap tingkatnya. Tingkat-tingkat ini disebut masyarakat sebagai bengkilas. Apabila Anda bertamu ke salah satu Rumah Limas di wilayah Sriwijaya ini, Anda akan diterima di teras atau lantai dua saja. Rumah Limas sangat luas dan seringkali digunakan sebagai tempat berlangsungnya hajatan atau acara adat. Luasnya mulai dari 400 hingga 1000 meter persegi. Bahan material dalam membuat dinding, lantai, serta pintu menggunakan kayu tembesu. Sementara untuk tiang rumah, pada umumnya menggunakan kayu unglen yang tahan air . Berbeda dengan rangka rumah yang terbuat dari kayu Seru. Kayu ini cukup langka. Kayu ini sengaja tidak digunakan untuk bagian bawah Rumah Limas, sebab kayu Seru dalam kebudayaannya dilarang untuk diinjak atau dilangkahi. Nilai...
Tari Tanggai merupakan tarian adat dari palembang, ada beberapa versi lirik lagu yang di bawakan untuk mengiringi tarian ini Berikut ini versi liriknya: Lemah Lembut,Lemah Lembut Tangan Gemulai,Gemulai Jari – Jari Yang Menari Halus Semampai Lemah Lembut,Lemah Lembut Tangan Gemulai,Gemulai Jari – Jari Yang Menari Halus Semampai Anak Dara Yang Manis Bidadari Rupawan Sedang Asyik Manari Tari Tanggai Anak Dara Yang Manis Bidadari Rupawan Sedang Asyik Manari Tari Tanggai
Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah de...
Engkak Ketan Engkak Ketan adalah salah satu jenis kue basah khas nusantara yang cukup digemari di daerah Sumatera Selatan dan Lampung karena rasanya yang enak. Kue ini banyak ditemui pada saat acara adat, hidangan syukuran, dan juga hidangan saat lebaran. Engkak ketan dibuat dengan cara dipanggang berlapis – lapis dengan menggunakan loyang. Telur dan mentega merupakan bahan dasar dalam pembuatan kue ini. Sekilas engkak ketan terlihat seperti lapis legit dengan tekstur kenyal. Berikut adalah cara pembuatan resep engkak ketan : Bahan : 1. 15 butir telur ayam (untuk ukuran Loyang 22 x 22cm) 2. Satu kg gula pasir 3. Susu kental manis 1 kaleng 4. Tujuh sendok makan terigu 5. Tiga sendok makan mentega cair 6. 0,5 kg tepung ketan rose brand 7. Lima gelas santan kental Cara pembuatan: 1. Campurkan tepung ketan, santan dan terigu aduk biasa sampai semua bahan menyatu. 2. Kocok telur dan gula hingga mengembang dan berubah warna putih....
Sebambangan begitulah orang-orang yang tinggal di kawasan Oku Timur menyebut acara pernikahan yang biasa di lakukan oleh suku komering di kabupaten OKU Timur. Sebenarnya adat ini berasal dari daerah lampung, karena notabene suku komering dan suku lampung adalah 1 nenek moyang, yang mana bisa di lihat dr bahasa yang lebih dr 90% mempunyai kosakata yang sama. Ritual acara pernikahan suku komering ini bisa di bilang ritual yang unik, dan menarik, ritual ini di mulai dengan pihak lelaki yang meminta izin kepada orang tua pihak perempuan untuk membawa sang gadis yang akan di nikahi nya ini, seperti kisah2 di film jika orang tua dr gadis ini menyetujui maka pihak laki-laki membawa gadis ini untuk pulang kerumah sang laki-laki untuk di kenalkan dengan keluarga, tapi di sini acaranya penuh skenario, dlam acara ini seolah olah si gadis dan si pemuda seolah-olah tidak di izinkan oleh orang tua gadis seolah olah kawin lari padahal yang sebenarnya orang tua mengizinkan anak gadis nya di b...
Kutau merupakan salah satu jenis permainan rakyat di Dusun Taba Pingin, Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Permainan ini merupakan salah satu jenis beladiri yang lebih dikenal dengan nama Silat Kuntau. Silat Kuntau dimainkan oleh dua orang atau lebih pada perayaan adat oleh remaja laki-laki. Permainan dilakukan tanpa peralatan, akan tetapi biasanya diiringi oleh musik gamelan, gendang, kentongan atau lainnya. Sebelum dilakukan pertunjukan Silat Kuntau, dipersiapkan tempat duduk untuk tamu terhormat dan penonton umum. Setelah semuanya siap, dua pemain dipanggil ke arena pertunjukan dan diperkenalkan kepada penonton, baik nama maupun asalnya. Setelah diperkenalkan, kedua pemain saling bersalaman dan segera pasang aksi. Masing-masing mencari kelengahan lawannya dan dipimpin oleh seorang wasit. Keduanya juga berusaha saling memukul, dimana pukulannya berupa pukulan semu yang tidak menyakit...
Permainan Cak Ingking Gerpak adalah permainan yang dilakukan dengan cara melompat satu kaki, dilanjutkan dengan melompat dua kaki secara bergantian pada petak-petak yang telah ditentukan. Sebenarnya jenis permainan ini ada hampir di seluruh nusantara, akan tetapi dengan nama yang berbeda-beda. Permainan bisa dilakukan kapan saja di setiap waktu luang, khususnya siang hari. Pemain biasanya berusia 6-13 tahun dengan jumlah yang tidak terbatas. Saran bermain berupa tempat terbuka yang sudah digambar petak-petak dan pecahan tembikar atau potongan papan kecil. Gambar petak-petak tersebut terdiri dari 7 petak dan seperti badan manusia. Permainan ini terdiri dari 5 tahap: 1. Pemain pertama menaruh atau melempar uncak (pecahan tembikar) pada petak satu. Kemudian melompat menggunakan satu kaki pada petak dua dan tiga. 2. Uncak ditaruh di punggung telapak tangan dan masuk setiap petak dengan menggunakan satu kaki. Pada petak ketujuh pemain berhe...