monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
233 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Kematian dan Pemakaman Masyarakat Sumba
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Kematian dan pemakaman menurut adat Sumba berkaitan dengan kebiasaan menurut aliran kepercayaan Marapu. 1. Saat Wafat. Bila seorang Bangsawan wafat, tidak diperkenankan untuk menangis dan belum boleh memberitahu keluarga lain. Jika wafat di rumah sakit, maka almarhum dibawa ke kampungnya untuk diadakan acara Memanggil. Salah satu orang tua harus melakukan pemanggilan dengan menyebutkan nama orang yang wafat sebanyak empat kali. Jika tidak menjawab, maka dikatakan sudah wafat. Ungkapan wafat bagi orang Sumba adalah jika yang wafat seorang bangsawan perempuan, dikatakan " Namberanyaka mbalu, Nanjorunyaka Au " artinya tempayan airnya pecah, balai-balai dapurnya roboh. Jika yang wafat seorang bangsawan laki-laki maka dikatakan " Na Njorunyaka Njara, Na mbatanyaka Landu " artinya Jatuh dari Kuda, patah jambul di kepalanya. 2. Pa Hadangu artinya "Membangunkan" Kepercayaan Marapu berkeyakinan bahwa yang wafat sudah kembali ke negeri leluhur, karena itu Jenaza...

avatar
Atis Umbu Kora Iki
Gambar Entri
Kampung Wunga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Dalam cerita turun temurun bahwa penduduk SUMBA tiba di ini melalui tanjung sasar dimana waktu itu pulau flores dan sumbawa masih menjadi satu. Kampung Wunga menjadi sejarah dalam perkembangan zaman bahwa disana pernah terjadi yang disebut musyawarah dimana nenek moyang menetapkan nama-nama kabihu (suku) serta segala sesuatu yang berkaitan dengan tata hidup dan kehidupan termasuk pembagian tempat kediaman. Dalam Musyawarah ini ditetapkan Umbu Pati Walu Haharu atau Umbu Njata Walu Njongu dan kabihu-kabihu (kelompok suku) tetap tinggal di Haharu dan sekitarnya. Umbu Harandapa Walu Mandoku dan kelompok kabihunya (kelompok suku) menuju ke sebelah timur dan selatan tanjung sasar sedangkan Umbu Mbulungu Mbo'u, Umbu Sebu Ana Wula atau Umbu Reri Ana Ladu, Umbu Bobu Pola Kawata, Anda Mangu Langu atau Mete Mangu Ndolu bersama kelompok Kabihunya menuju ke sebelah barat. Kemudian datanglah beberapa kelompok orang melalui Kodi di ujung barat pulau sumba melalui tanjung keroso se...

avatar
Atis Umbu Kora Iki
Gambar Entri
Tari Kataga
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Sejarah Tari Kataga   Konon pada jaman dahulu di Sumba pernah terjadi perang antar kampung atau suku yang disebut dengan perang tanding. Dalam perang tanding tersebut, siapa yang menang harus membawa pulang kepala musuh yang kalah sebagai simbol kemenangan mereka. Kepala tersebut kemudian digantung di Adung pelataran/ Talora. Apabila ada pihak ketiga melakukan perjanjian damai pada kedua pihak, maka tengkorak kepala tersebut bisa dibawa pulang kembali oleh pihak musuh sebagai tanda perdamaian.   Setelah perjanjian perdamaian tersebut selesai, biasanya para prajurit yang ikut dalam perang tanding akan memperagakan cara mereka berperang, bagaimana mereka menyerang, menangkis, menghindar, hingga memotong kepala lawan. Namun setelah tradisi perang tanding sudah dihilangkan, maka mereka menjadikan gerakan tersebut menjadi sebuah gerak tari yang saat ini disebut dengan Tari Kataga. Kataga sendiri berasal dari kata katagahu yang berarti kegiatan memoto...

avatar
Atis Umbu Kora Iki
Gambar Entri
TARI KANDINGANG TARIAN TRADISIONAL DARI SUMBA TIMUR, NTT
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Tari Kandingang adalah salah satu tarian tradisional dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini biasanya dimainkan oleh para penari perempuan dengan menggunakan rumbai-rumbaian yang terbuat dari ekor kuda sebagai atribut menarinya. Tari Kandingang ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Pulau Sumba, khususnya daerah Sumba Timur. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, perkawinnan, penyambutan dan acara budaya lainnya.   Asal Mula Tari Kandingang   Tari Kandingang merupakan salah satu tarian yang tumbuh dan berkembang di daerah Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini dulunya sering ditampilkan untuk upacara adat besar masyarakat Sumba Timur seperti pernikahan dan penyambutan tamu penting atau bangsawan. Kini Tari Kandingang sudah mulai jarang ditemukan seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern.   Pertunjukan Tari Kandingang   Dala...

avatar
Atis Umbu Kora Iki
Gambar Entri
Tari Kabokang
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Tari Kabokang  adalah salah satu tarian tradisional dari  Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) . Tarian ini biasanya dimainkan oleh para penari wanita yang menari dengan gerakan anggun dan sangat khas. Tari Kabokang merupakan tarian tradisional yang cukup terkenal di Sumba Timur, dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, penyambutan tamu dan pertunjukan seni.   Asal Usul Tari Kabokang   Tari Kabokang merupakan salah satu tarian tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah Sumba Timur, NTT. Awalnya tarian ini merupakan tarian sakral yang sering digunakan masyarakat untuk menyambut kedatangan raja atau bangsawan. Tari Kabokang ini menggambarkan rasa suka cita dan penghormatan masyarkaat terhadap raja atau bangsawan yang datang ke sana.   Pertunjukan Tari Kabokang   Dalam pertunjukannya, Tari Kabokang biasanya ditampilkan oleh 4-6 orang penari wanita. Dengan berpakaian busana khas dan d...

avatar
Atis Umbu Kora Iki
Gambar Entri
Tari Woleka
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Tari Woleka  adalah tarian tradisional sejenis tarian selamat datang atau penyambutan khas Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) . Tarian ini biasanya ditarikan oleh beberapa penari pria dan wanita dengan gerakan sangat khas. Tari Woleka merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, festival budaya dan pertunjukan seni.   Asal mula Tari Woleka   Tari Woleka ini merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Asal mula Tari Woleka ini masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa sumber mengatakan bahwa tarian ini awalnya ditampilkan untuk menyambut dan mengiringi para tamu penting atau bangsawan yang datang ke sana.   Pertunjukan Tari Woleka   Tari Woleka ini biasanya dimainkan oleh para penari pria dan wanita. Ju...

avatar
Atis Umbu Kora Iki
Gambar Entri
Tarian Kayawara
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Kayawara artinya tarian pembatas, yaitu tarian yang membatasi antara saat dimulainya dan diakhirinya suatu acara budaya. Kayawara adalah salah satu tarian adat Mamboro yang pada mulanya dipentaskan pada acara-acara ritual, seperti pada acara pembuatan rumah adat dan Samboru Adung (kayu ukir bersejarah yang dipajangkan didepan rumah adat kampung). Dua orang penari laki-laki dan satu penari perempuan, menari dengan serasi mengikuti irama gong. Para penari memakai pakaian adat Mamboro dengan perangkat lengkap.

avatar
Atis Umbu Kora Iki
Gambar Entri
Pasola
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Nusa Tenggara Timur

Tradisi Pasola adalah permainan perang-perangan tradisional yang disebut Pasola. Pasola adalah permainan perang dua kelompok 'pasukan' berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana. Secara etimologis, Pasola berasal dari kata 'sola' atau 'hola' yang bermakna tombak kayu atau lembing. Setelah mendapat imbuhan 'pa' menjadi 'pasola' atau 'pahola', maka artinya menjadi permainan ketangkasan menggunakan lembing. Menurut cerita setempat, tradisi unik ini lahir dari kisah percintaan janda cantik jelita bernama Rabu Kaba. Sebelum menerima status janda, Rabu Kaba adalah istri sah dari Umbu Dula, satu di antara tiga bersaudara pemimpin warga Waiwuang. Dua saudara lainnya bernama Ngongo Tau Masusu dan Yagi Waikareri. Seperti diceritakan dalam situs http://sumbaisland.com, ketiga bersaudara ini kemudian berpamitan kepada warga Waiwuang untuk pergi melaut. Namun, ternyata mereka pergi ke daerah selatan Pantai Sumba Timur untuk mengambil padi. Setelah sekian lama, te...

avatar
Farrihnabhan
Gambar Entri
Pasola
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Nusa Tenggara Timur

Tradisi Pasola adalah permainan perang-perangan tradisional yang disebut Pasola. Pasola adalah permainan perang dua kelompok 'pasukan' berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana. Secara etimologis, Pasola berasal dari kata 'sola' atau 'hola' yang bermakna tombak kayu atau lembing. Setelah mendapat imbuhan 'pa' menjadi 'pasola' atau 'pahola', maka artinya menjadi permainan ketangkasan menggunakan lembing. Menurut cerita setempat, tradisi unik ini lahir dari kisah percintaan janda cantik jelita bernama Rabu Kaba. Sebelum menerima status janda, Rabu Kaba adalah istri sah dari Umbu Dula, satu di antara tiga bersaudara pemimpin warga Waiwuang. Dua saudara lainnya bernama Ngongo Tau Masusu dan Yagi Waikareri. Seperti diceritakan dalam situs http://sumbaisland.com, ketiga bersaudara ini kemudian berpamitan kepada warga Waiwuang untuk pergi melaut. Namun, ternyata mereka pergi ke daerah selatan Pantai Sumba Timur untuk mengambil padi. Setelah sekian lama, te...

avatar
Farrihnabhan