Kue Tat (Buak Tat dari Lampung) Kue dalam bahasa Lampung pesisir disebut Buak. Ada berbagai macam Buak di Lampung, salah satunya adalah Buak Tat. Buak Tat lebih terlihat seperti Nastar, kue kering yang berbentuk setengah bundar dan berisi selai nanas. Namun, berbeda dengan Nastar, Buak Tat berukuran lebih besar. Bisa dibilang, buak tat adalah nastar versi besar. Buak tat atau tar piring adalah pie yang bagian tengahnya diisi dengan selai nanas. Biasanya permukaannya berbentuk motif ukiran. Ukurannya besar, seloyang penuh. Kue ini dipotong-potong dulu sebelum disajikan. Kulitnya berwarna kuning keemasan dan terasa lembut, sementara selainya berwarna cokelat dan terasa manis sedikit asam. Bagi warga Lampung pesisir, buak tat adalah kue istimewa. Pasalnya, kue ini biasa hadir saat acara pernikahan adat, sunatan, atau Lebaran. Buak tat yang sudah dipotong sering disajikan sepiring dengan lapis legit basah khas Lampung. &n...
Kue Cucur Lampung Mungkin kue Cucur sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pasalnya Kue tersebut menjadi Kue khas di beberapa daerah di Indonesia, Lampung adalah salah satunya. Kue Cucur Khas Lampung sedikit berbeda dibanding Kue Cucur dari daerah lain. Selain rasanya yang manis, Kue cucur khas Lampung lebih sedikit berminyak dan terdapat tiga lubang di tengahnya dengan warna yang kecoklatan. Kue cucur tersebut biasanya dihidangkan baik pada saat acara adat, hari raya maupun menjadi jajanan setiap harinya.
Bahan-bahan bahan tempoyak 300 gram daging durian 2 sdm garam bahan bumbu 7 buah bawang merah iris 2 buah bawang putih iris 20 biji cabe rawit iris/ulek minyak goreng secukupnya untuk menumis 1 batang serai geprek 2 sdm gula pasir 1/2 sdt penyedap Langkah Membuat tempoyak campur durian dengan garam aduk rata lalu simpan dalam toples bersih diamkan semalaman untuk dipakai esok hari.atau bisa juga beli yg siap pakai Atau jika tidak suka terlalu asin bisa langsung pakai buah durian yang masih segar tanpa harus di fermentasi dulu Tumis bumbu lalu masukan serai masak sampai layu dan wangi lalu masukan tempoyak/daging durian beri garam gula dan penyedap aduk2 sampai warnanya sedikit kecoklatan seperti selai.matikan api sajikan dengan nasi panas Sumber: https://cookpad.com/id/resep/917529-sanga-cabe-tempoyak
Bahan : Ikan gabus 1/2 kg Nasi 3 sdm daun pisang secukupnya Bumbu : bawang merah 5 buah bawang putih 5 siung cabai merah 4 buah salam 2 helai sereh 2 batang garam 2 sendok Cara membuat : 1. Ikan dibersihkan dan di potong-potong, lumuri dengan garam dan nasi,simpan dalam toples yang di tutup rapat selama tiga hari dan dikenai sinar matahari 2. Bumbu di haluskan dan campurkan dengan ikan yang sudah disimpan tadi. 3. Campuran di bungkus menggunakan daun pisang dan dipanggang. Sumber : Tim Komunitas Bambu. 2016. Mustika Rasa Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno . Komunitas Bambu. Depok
Sambal Mattah menjadi salah satu sambal khas dari Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, sambal ini disajikan dikala masyarakat membuat menu ikan. "Sambal mattah menjadi sambal khas daerah ini, selain rasanya enak, sambal ini dijadikan menu pembangkit selera, karena sambal mattah disajikan bersama menu bakar ikan," kata masyarakat Kelurahan May Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Desta Yulia (32) sekitar 278 Km dari Bandarlampung di Way Mengaku, Minggu. Dia menjelaskan, sambal ini menjadi kegemaran masyarakat Lampung Barat. "Rasanya yang khas membuat sambal ini sangat di gemari masyarakat, hampir setiap hari menu sambal ini dibuat untuk pelengkap makan lauk seperti ikan," kata dia. Dikatannya, sambal mattah terbuat dari tomat mentah yang masih hijau yang ditambah bumbu pilihan, sehingga rasa yang dihasilkan menggugah selera. Kemudian, lanjut dia, terasa kurang bila mengkosumsi ikan tanpa ada sambal mattah. "Bila mengkosumsi ikan ber...
Sambal halipu atau siput sawah termasuk menu makanan khas yang digemari masyarakat Lampung Barat saat Ramadhan, karena rasanya enak dan harganya pun cukup murah. "Setiap Ramadhan, sambal halipu menjadi makananh yang khas, karena rasanya yang enak dan berkhasiat," kata Sakdiah, salah satu warga kota Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (14/8/2010). Ia menyebutkan lauk siput itu murah meriah, yakni Rp 4 ribu/ bungkus. "Makanan ini murah meriah, namun enak. Di bulan Ramadhan ini sambal halipu menjadi menu wajib saat makan sahur, juga saat berbuka, karena mampu meningkatkan selera makan," katanya. Halipu atau siput sawah banyak ditemukan di area persawahan, sehingga tidak sulit mencarinya. Bentuk siput itu mirip dengan keong mas, yang membedakannya adalah cangkang halipu berwarna hitam. Masyarakat Lampung Barat juga biasa mengolah siput sawah itu dengan disantan atau ditumis, tetapi mereka lebih menyukainya dijadikan sam...
Kalau datang ke Liwa, Kabupaten Lampung Barat jangan lupa untuk mencicipi menu masakan khas daerah setempat yakni Gulai Taboh Dalom. Mengapa disebut taboh? Taboh menurut bahasa Lampung berarti santan. Menu itu terbuat dari bahan utama ikan gabus atau ikan nila. Sajiannya bisa utuh satu ekor ikan yang telah dipanggang atau dipotong dadu. Bumbu yang harus disiapkan untuk menu sajian taboh itu adalah santan, bumbu dapur, cabai merah, bawang merah dan bawang putih serta tomat, daun bawang dan daun kemangi. Rasanya lezat apalagi disantap masih hangat dan ditemani sambal terasi serta lalapan. Menurut Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Ujang Misran, Sabtu (19/9/2015), Taboh dahulunya merupakan sajian khusus para raja dan tamu. "Masyarakat asli Liwa sendiri menyantap menu itu hampir setiap hari. Rasanya kurang nikmat makan tanpa sajian gulai taboh," katanya. Jika kita bertandang ke Lampung Barat, menu itu bisa dinikmati di sebuah Rumah Mak...
Bekasom adalah makanan unik khas daerah pesisir di Kabupaten Lampung Barat. Bahannya terbuat dari telur ikan palau kerap yang dicampur dengan beberapa ramuan tertentu dan difermentasikan selama tiga hari. Makanan yang konon dapat membangkitkan selera ini hanya disajikan pada saat-saat ada upacara adat sepeti Nayo (hajat besar) atau penyambutan tamu kehormatan saja sebagai simbol kekerabatan dan kebersamaan. Sumber: http://uun-halimah.blogspot.co.id/2015/04/bekasom.html
Satu lagi komoditas andalan dihasilkan dari bumi Lampung. Yakni, kopi stroberi. Topografi Lampung Barat yang berbukit-bukit, didukung iklim yang sejuk menjadikan kopi tumbuh subur di kabupaten ini. Produksi kopinya mencapai 42 ribu ton per tahun. Dan itu merupakan kopi organik. Kondisi di atas memacu petani setempat untuk berkreasi menciptakan berbagai olahan minuman kopi. Alhasil, lahirlah kopi stroberi yang nikmat ini, menyanding kopi luwak yang telah termasyur. Salah satu petani yang pertama kali mengolah kopi stroberi ini adalah I Gusti Made Suryanata. Ide awalnya, keinginan Made untuk menawarkan buah tangan khas Lampung Barat. Jadilah, kopi stroberi ini menjadi alternatif oleh-oleh khas kabupaten ini. Menurut Made, dirinya memproduksi kopi stroberi sejak tahun 2005. Ia memiliki kebun kopi dan stroberi sendiri. Secara rutin, kopi diberi pupuk kompos maupun buatan. Pemeliharaan tanaman seperti pemangkasan cabang, perlindungan hama dan penyakit menj...