PAKAIAN ADAT TRADISIONAL KALIMANTAN TENGAH Untuk pakaian adat tradisional pengantin pria di Kalimantan Tengah memakai celana panjang sampai lutut, selempit perak atau tali pinggang dan tutup kepala. Perhiasan yang dipakai adalah inuk atau kalung panjang, cekoang atau kalung pendek dan kalung yang terbuat dari gigi binatang. Pengantin wanita memakai kain berupa rok pendek, rompi, ikat kepala dengan hiasan bulu enggang, kalung dan subang.
Seperti halnya tari belian bawo, tari tradisional balean dadas merupakan tari tradisional dari Kalimantan Tengah yang awalnya dipergunakan untuk meminta kesembuhan kepada tuhan bagi masyarakat yang sakit. Para penari Balean Dadas dengan memakai pakaian adat dayak yang khas penuh warna seperti hitam, putih, merah, hijau, dan kuning melakukan tarian Balean Dadas untuk memohon kesembuhan kepada Ranying Hatala langit (Tuhan) bagi mereka yang sakit. Selain itu, biasanya seorang dukun perempuan atau Balean Dadas ikut dalam tarian ini. Namun pada saat ini tarian Balean Dadas telah dimodernisasi dan menjadi sebuah tarian pertunjukan yang ditampilkan pada acara-acara penyambutan atau peresmian.
Tiwah adalah upacara ritual kematian tingkat akhir bagi masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya dayak pedalaman penganut agama Kaharingan sebagai agama leluhur warga dayak. Tiwah bagi suku dayak sebagai prosesi untuk melepas rutas atau kesialan bagi keluarga almarhum yang ditinggalkan dari pengaruh-pengaruh buruk yang menimpa dan juga bertujuan untuk melepas ikatan status janda atau duda bagi pasangan yang telah berkeluarga di mana, secara adat, mereka diperkenankan untuk menentukan pasangan hidup selanjutnya ataupun tetap memilih untuk tidak menikah lagi. Ritual Tiwah merupakan prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad, yang diperkirakan hanya tinggal tulangnya saja, dari liang kubur menuju sandung dengan tujuan untuk melempangkan perjalanan roh atau arwah yang bersangkutan menuju Lewu Tatau (Surga dalam bahasa Sangiang) sehingga bisa hidup tenteram dan damai di alam Sa...
Sampek Sampek merupakan alat musik tradisional sejenis kecapi dan hampir mirip dengan alat musik Japen khas Provinsi Kalimantan Tengah. Alat musik ini berasal dari kebudayaan suku Dayak yang banyak tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Sampek umumnya dimainkan secara tunggal atau solo sebagai pengiring nyanyian-nyanyian khas masyarakat Dayak. Terkadang, alat musik ini juga dimainkan bersama dengan alat musik lainnya di dalam pertunjukan kesenian musik di upacara-upacara adat khas suku Dayak.
Lemang adalah makanan yang menurut sejarah pertama kali dibuat oleh bangsa Melayu. Penyebaran masyarakat suku Melayu yang begitu masif hingga ke Indonesia membuat makanan satu ini terdapat di bagian utara Indonesia. Seperti di Kalimantan yang cukup banyak dihuni oleh penduduk Melayu sehingga membuat sebagian orang mengira lemang adalah makanan khas Kalimantan Tengah. Selain suku Melayu, suku Dayak juga menjadikan lemang sebagai panganan yang disajikan pada pesta-pesta adat mereka. Lemang merupakan makanan sejenis lontong atau ketupat yang dibuat dari bahan baku beras ketan. Pengolahan dari beras ketan hingga menjadi lemang melewati proses pematangan yang unik, yakni dimasak dalam seruas bambu. Sebelum dimasukkan ke dalam bambu, terlebih dahulu beras ketan digulung dengan daun pisang atau daun bambu. Selain di provinsi Kalteng, lemang juga banyak ditemui di provinsi Kalimantan Selatan. Lemang biasanya disajikan bersama lauk asin ataupun tidak, tergantung selera ...
SEKILAS ======== Baram, adalah tuak khas Kalimantan Tengah, dan Baram ini juga menjadi salah satu unsur penting dalam ritual penghormatan roh. Setiap daerah pasti memiliki minuman keras khasnya seperti tuak bagi orang Batak atau Sake bagi orang Jepang. Khusus buat orang Dayak Ngaju dikenal dengan nama Baram. Saat ini orang seringkali memiliki konotasi negative terhadap “BARAM”. Padahal Baram ini memiliki filosofi yang mendalam baik dalam proses pembuatannya maupun penggunaanya. Akibat konotasi yang negative ini dengan semerta-merta industry rumahan pembuatan BARAM ini ditutup oleh fihak kepolisian bahkan tidak sedikit yang diseret ke pengadilan, namun anehnya minuman keras produk luar negeri bisa dengan bebasnya beredar di pasaran?? Kali ini melalui tulisan ini, saya hendak mencoba meluruskan pandangan mengenai BARAM sehingga kelestarian pengolahan baram ini bisa tetap terjaga. Setiap DAS di Kalimantan memiliki resep pembuatan baram yang berbeda-b...
Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. Dimasak dengan mempergunakan kenceng , kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu, dan dibungkus dawen tewu . Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat. Sumber: http://humabetang.web.id/artikel-dayak/2013/berbagai-jenis-makanan-masakan-dayak-ngaju
Sebuah tarian Suku Dayak Siang yang dianggap sacral, dan ditampilkan hanya pada peristiwa pesta-pesta adat dan upacara Totoh / Bopura. Tarian ini mengandung maksud ditarikan secara massal mengelilingi Sangkai Lunuk yang didirikan ditengah rumah betang. Tarian ini bermakna menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pencipta langit dan bumi. *Sangkai lunuk adalah pohon lunuk – pohon beringin yang didirkan dari dalam daun-daunan lunuk diikat dengan kuat ditengah-tengah rumah betang Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2017/10/20/macam-seni-tarian-suku-dayak-siang/
Tomitoto adalah tarian suku Dayak Siang yang ditampilkan pada saat pelaksaan upacara adat dan pesta Tiwah. Nama tarian ini diambil dari bunyi suara alat tetabuhan, yaitu yang disebut Ketambung. Semula tarian ini hanya dibawakan oleh Pisur (Imam). Kemudian dalam perkembangannya dapat ditarikan secara massal oleh orang yang hadir. Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2017/10/20/macam-seni-tarian-suku-dayak-siang/