lebaran
68 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kue Tradisional Clorot Khas Purworejo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Berkunjung ke kota Purworejo rasanya tak lengkap kalau belum mencicipi kuliner khas kota yang terletak di sebelah barat kabupaten Kulon Progo ini. Diantara makanan khas di  Purworejo , ada satu yang unik yaitu  Clorot .  Clorot  ini merupakan makanan semacam "jenang" yang terbuat dari tepung beras dicampur gula merah, santan kelapa, sedikit garam, dan daun pandan sebagai aromanya. Adonan dimasukkan wadah yang terbuat dari janur kuning yang diulin membentuk kerucut mirip mainan terompet daun kelapa kemudian dikukus.  Clorot  sering disajikan pada acara hajatan maupun saat lebaran. Saat ini pembuat  Clorot  masih dapat ditemukan di  Pasar Grabag Kecamatan Grabag  sekitar 30 km dari pusat kota  Purworejo ....

avatar
OSKM_16318138_Rasyid Abyan
Gambar Entri
Pancen
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Menurut cerita turun-temurun, pancen adalah suatu adat kebiasaan masyarakat jawa dari zaman dahulu. Pancen merupakan penghormatan yang diperuntukkan untuk arwah keluarga yang meninggal. Menurut kepercayaan mereka, arwah keluarga yang telah meninggal akan pulang ke rumah di waktu-waktu tertentu. Dan untuk menghormati arwah dari anggota keluarga tersebut, dibuatkanlah makanan dan minuman kesukaan arwah selama masih hidup. Hal-hal yang disajikan antara lain : Nasi, Lauk pauk, Teh, Kopi, Air Putih, Rokok, Kinang, Dll. Kegiatan ini biasanya diadakan pada saat menjelang lebaran idulfitri, lebaran kecil atau 7 hari setelah lebaran idulfitri, 3,7, 40,100, dan 1000 hari setelah kematian seorang angota keluarga. Adat kebiasaan ini masih aktif dilakukan oleh beberapa kerabat saya di sekitar Solo. Mereka sudah mengetahui bahwa arwah tidak bisa kembali lagi ke dunia, tapi masih sulit meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah dilakukan...

avatar
OSKM_16518295_Garin Ichsan Nugraha
Gambar Entri
Tradisi Lopis Raksasa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Lopis Raksasa Pekalongan   Tradisi Lopis Raksasa di Kota Pekalongan adalah tradisi yang dilakukan pada bulan Syawal, yaitu h+7 lebaran. Tradisi ini hanya dilakukan di daerah Krapyak saja. Biasanya tradisi ini juga diikuti oleh walikota Pekalogan, beliau yang memulai memotong lopis tersebut. Lalu, lopis tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar. Selain itu, Tradisi Lopis Raksasa masih dilaksanakan setiap tahunnya sampai sekarang. Lopis Raksasa terbuat dari beras ketan putih yang dibungkus oleh daun pisang, lalu dikukus selama kurang lebih seminggu dengan berat kurang lebih 1.400 kg. Lopis ini biasanya lebih  tinggi daripada tinggi manusia pada umumnya. Sehingga, memiliki bentuk lingkaran yang lebar dan memanjang keatas dengan diameter sekitar 200-an dan tinggi 230-an. Karena berat dan ukuran dari lopis ini yang berbeda dari biasanya, membuat lopis ini disebut sebagai Lopis Raksasa.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_19918114_Afra ''Aini Khairunnisa Sheila
Gambar Entri
Bakdo Gecil (Gecilan)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Konon,  lebaran dirayakan untuk anak yang sudah meninggal juga bagi bayi-bayi yang meninggal sebelum sempat dilahirkan(keguguran).Dirayakan lima hari setelah Idulfitri. Tradisi ini masih dilakukan sampai sekarang, di daerah Surakarta dan sekitarnya.   Bagi para orang tua yang anaknya meninggal pada malam bakdo gecil atau disebut juga lebaran ketupat, mereka membuat sesaji yg di gantung menggunakan lidi dari janur sisa membuat ketupat. Adapun makanan yang dijadikan sesaji biasanya ketupat, buah, kue surabi, lepet, tapak belo( lopis), juga makanan yang biasa disukai anak-anak. Mereka membuat tusukan makanan sesuai jumlah anak(keluarga) yg meninggal saat masih kecil.   Selain sesaji yg berupa makanan yg di tusuk di lidi janur, para orang tua juga membuat pancen(sesaji) di tampah kecil atau nampan berupa nasi beserta sayur dan lauk pauk, makanan( jajanan) juga buah-buahan, tidak lupa doa dipanjadkan untuk arwah anak mereka yg sudah meninggal du...

avatar
OSKM18_16018050_Diaswara Lintang Prasasti
Gambar Entri
"Puntuk" Menuju Puncak
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan. Salah satu wujud dari kebudayaan adalah tradisi, suatu tata kelakuan dalam suatu kelompok masyarakat tertentu yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Kabupaten Kebumen banyak memiliki tradisi yang unik di setiap daerahnya. Salah satunya adalah tradisi "puntuk" yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Dilihat dari namanya, puntuk secara bahasa berarti bukit kecil atau gundukan tanah. Orang dahulu menamai tradisi ini karena tempat acaranya berada di bukit. Puntuk merupakan tradisi yang dilaksanakan pada saat hari kedua lebaran idul fitri atau sehari setelah melaksanakan salat ied. Pada pagi hari setelah subuh sebelum matahari terbit, orang-orang desa berbondong-bondong menaiki bukit sambil membawa bekal makanan. Setelah sampai di puncak semua orang berkumpul. Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh seorang tetua desa atau kyai. Selanjutnya, orang-orang makan makanan yang telah mereka bawa. Tak...

avatar
OSKM_16918194_FTMD ITB_2018
Gambar Entri
Tradisi Selepas Lebaran di Pati
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Indonesia merupakan negara dimana mayoritas rakyatnya menganut agama Islam. Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dirayakan di hampir seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah pun memiliki tradisinya masing-masing dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Akan tetapi, fokus bahasan disini bukanlah Hari Lebaran itu, melainkan suatu rangkaian tradisi yang biasa dilaksanakan sesudah Hari Lebaran. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah di Pulau Jawa, salah satunya ialah di Kabupaten Pati. Masyarakat Kabupaten Pati mengenal istilah bernama Bodo Kupat atau Lebaran Ketupat. Ketupat memang merupakan makanan yang biasa dihidangkan saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Akan tetapi, untuk Kabupaten Pati sendiri, ketupat tidak dihidangkan tepat saat perayaan Lebaran. Tujuh hari setelah Lebaran, masyarakat Pati akan merayakan “Lebaran” untuk kedua kalinya dan di hari itulah ketupat akan dihidangkan. Hal tersebut dilakukan karena...

avatar
OSKM18_16518028_Linta Rahmatul Ula
Gambar Entri
Opor Ayam
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Opor ayam adalah masakan khas Indonesia yang merupakan ayam berkuah santan. Resep ini menggunakan ayam yang sudah direbus diberi kuah kental bersantan dan dimasak dengan aneka rempah-rempah seperti kunyit, serai, kencur, dan sebagainya. Resep ini biasa dihidangkan saat merayakan Lebaran dalam tradisi Jawa Tengah bersama dengan ketupat. Saat ini, opor ayam masih belum diketahui asal usulnya dan hanya disebut-sebut "resep warisan leluhur."   Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Opor_ayam https://makanan-indonesia.weebly.com/home/opor-ayam   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16818190_Ghea Amira Firhan
Gambar Entri
jenang khas jawa
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

jenang khas jawa adalah jenis jajanan atau panganan khas jawa yang bentuknya menyerupai madu mongso dan dodol,rasanya lembut manis dan kenyal,mempunyai warna coklat karena adanya bahan pemanis yang berasal dari gula merah atau gula jawa asli.Hampir disetiap sudut daerah JAWA banyak dijual oleh-oleh khas jawa yaitu jenang khas jawa.Buat kalian yang rumahnya luar daerah jawa dan ingin mencicipi bagaimana rasanya jenang khas jawa dapat membuat sendiri di rumah Jenang khas jawa sendiri awalnya memiliki rasa original yaitu wijen gula merah,namun sekarang sudah mulai banyak yang membuat variasi rasa seperti rasa jahe,durian,nangka,wijen,susu,strowbery dan masih banyak lagi aneka rasa lainya. Jenang kas jawa juga sudah menjadi jajanan wajib yang harus ada di meja ruang tamu saat hari raya lebaran. Kebanyakan orang yang dari luar daerah jawa masih sulit untuk membedakan antara jenang dengan madu mongso, sedikit perbedaan yang terdapat pada jenang dan madu mongso adalah kalau jenan...

avatar
OSKM_16618375_Putri ITB_2018
Gambar Entri
Ngider
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ada sebuah tradisi khas yang dilakukan masyarakat Wonogiri setiap datangnya Lebaran. Tradisi lama yang telah turun-temurun dijaga hingga kini. Sebuah tradisi bernama Ngider . <> Ngider hampir sama dengan Halal Bihalal. Yakni bersilaturahmi sembari saling meminta dan memberi maaf. Cuma bedanya Ngider dilakukan dengan disertai memberikan bingkisan. “Bingkisan biasanya berupa makanan kecil, kadang-kadang jajanan pasar seperti jadah ketan, tape singkong atau wajik klethik,” tutur Kasmi (56) warga Gemawang, Ngadirojo, Ahad. Sementara di Giriwoyo acara Ngider diikuti makan bersama. Seorang warga akan mengunjungi tetangganya seraya membawa bingkisan. Setelah ngobrol dan bersenda-gurau bingkisan tersebut dimakan bersama-sama. “Itu nikmatnya berlebaran, kita bisa makan bersama-sama tetangga, supaya tidak lekas kenyang, bingkisan yang dibawa bukan berisi makanan besar seperti nasi dan lauk-pauk, tapi makanan kecil seperti snack , kue kering,...

avatar
Deni Andrian