jawa tengah
2.768 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lompat Jawa
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Sebenarnya permainan Lompat Jawa ini tidak jauh bedanya dengan  permainan 10m pat tinggi. Hal yang membedakan adalah posisi karet yang dibentuk menjadi bidang segi panjang, segi empat ataupun segi tiga. Bahkan terkadang disejumlah daerah posisi karet yang harus dilewati dengan cara meloncat berbentuk silang.  Tingkat kesulitan dari permainan ini adalah konsentrasi untuk mengingat langkah dan jalan saat melewati rintangan karet. Karena bilamana antara melewati saat pergi dan pulang berbeda maka pemain tersebut has mengganti petugas untuk menjaga atau memegang karet.  Permainan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan tersebut, justru di daerah tertentu juga diikuti oleh anak-anak laki-Iaki. Karena selain menurut mereka permainan yang membutuhkan strategi, taktik maupun konsentrasi tersebut sangat menantang dan mereka yang mampu melakukannya dianggap sebagai anak pintar. Permaian biasanya dilakukan oleh tiga orang anak atau lebih. Dua anak bertugas sebagai p...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kelom Awi
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan kelom awi (bambu) tidak jauh bedanya dengan permainan atau  mainan egrang atau jajangkungan maupun kelom batok. Cara memainkannya  adalah mengatur keseimbangan serta ketahanan tubuh ..    Kelom atau pijakan dibuat dari bagian pangkal bambu. Umumnya bamboo  yang digunakan adalah bambu dengan diameter besar, semisal awi (bamboo)  gombong. Ujung batang bambu di dipotong sesuai keinginan, biasanya antara 5  hingga 10 senti meter. Bagian tengah diberi lubang untuk memasang tali sebagai  pegangan. Cara memainkannya tidak jauh berbeda dengan permainan egrang ataupun  jajangkungan, yang membedakan adalah, pad a permainan kelom awi tumbuan  selain pada bagian kaku (pijakan) juga pada tangan ( tali pegangan). Karena tali  selain berpungsi sebagai pegangan juga sebagai kendali mengatur naik turunnya  kaki.    Seperti halnya permainan egrang atau jajangkungan, kelom awi dimainkan  sebagai adu ketahanan, fis...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Urug
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Masyarakat Kampung Urug menganggap bahwa mereka berasal dari keturunan Prabu Siliwangi, raja di kerajaan Pajajaran Jawa Barat. Bukti dari anggapan tersebut di antaranya menurut seorang ahli yang pernah memeriksa konstruksi bangunan rumah tradisional di Kampung Urug, beliau menemukan sambungan kayu tersebut sama dengan sambungan kayu yang terdapat pada salah satu bangunan di Cirebon yang merupakan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Pajajaran.   Salah seorang keturunan Prabu Siliwangi yang dianggap leluhur kampung Urug bernama Embah Dalem Batutulis atau Embah Buyut Rosa dari Bogor. Mereka tidak berani menyebut Embah Buyut Rosa, katanya "teu wasa bisi kasiku" (tidak berani takut kena bencana). Asal-usul Kampung Urug berdasarkan latarbelakang sejarahnya memiliki beberapa versi. Perbedaan tersebut bukan terletak pada siapa dan darimana Ieluhur mereka itu, akan tetapi terletak pada masalah tujuan atau motivasi yang menjadi penyebab berdirinya Kampung Urug.   Kata Uru...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Turih Oncom
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan ini digemari anak-anak usia 5 sampai 10 tahun, pelaku dari permainan ini hanya 5 orang. Tempat yang diperlukan agak luas dan rata dengan ukuran 2 x 2 m2 atau 3 x 3 m2 yang membentuk bujur sangkar.  Permainan ini merupakan hiburan segar sambil berolah raga. Pelaku permainan ini tidak merupakan kelompok lawan dan kawan, tetapi merupakan permainan kecekatan perorangan. Untuk menentukan siapa penghuni sudut dan siapa yang menjadi kucing, mereka mengadakan undian terlebih dahulu melalui hompimpah atau suten, yang kalah undian menjadi kucingnya dan menempati tengah-tengah arena, yang menang menempati tiap sudut A-B-C-D. Yang menjadi kucing berusaha menempati posisi sudut-sudut itu. Permainan ini melatih anak-anak bereaksi dengan cepat, melatih sifat sportif serta jujur. 

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Ucing Pengpeun
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki atau perempuan, dilakukan di tempat terbuka, jumlah peserta dapat sampai 10 orang anak. Merupakan permainan perorangan, dimana yang menjadi kucing matanya ditutup dan berada di tengah-tengah lingkaran mangsanya. Sambil bernyanyi mereka mengelilingi kucingnya, dan apabila selesai bernyanyi yang menjadi kucing harus menerka mangsanya, dan apabila terkaannya benar ia berbalik jadi mangsanya, begitu seterusnya.  Permainan ini melatih untuk ketepatan menerka dan kejujuran, permainan ini merupakan hiburan dan tersebar di Jawa Barat. 

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Galah Burulu
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Ucing pegat atau galah burulu adalah permainan jenis "kucing-kucingan" dan salah seorang yang menjadi kucing menjadi yang menjaga garis agar tidak ada yang lewat garis tersebut. Anak yang lain berebut melewati garis jaga tersebut. Apabila tertangkap atau tangan 'kucing mengenai tubuhnya maka akan gantian menjadi 'kucing'. Dibutuhkan fisik yang kuat karena yang menjadi kucing akan berlarian mengikuti garis kesana-kemari karena kalau keluar dari garis maka akan dinyatakan tidak sah.  Jenis permainan galah burulu tidak jauh berbeda dengan galah asin baik media permainan maupun aturan bermain. Hal yang membedakan adalah awal permainan yang sebelumnya diawali salah seorang yang setelah diundi atau hom pimpah salah seorang dinyatakan sebagai penjaga awal garis.  Setelah ada yang bertugas sebagai penjaga pertama, para pemain yang bisa mencapai 20 orang anak ini secara bersama-sama berusaha masuk dan melewati garis yang dijaga. Biasanya penjaga akan menangkap t...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kelom Geulis khas Tasikmalaya
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Selain  Nasi Tutug Oncom , produk tradisional dan bersejarah lainnya yang berasal dari Tasikmalaya adalah kerajinan tangan. Banyak kerajinan tangan tradisional yang dibuat oleh masyarakat Tasikmalaya dari dulu hingga kini, seperti anyaman bambu, anyaman mendong, payung geulis, tikar dan  Kelom Geulis .   Produk kerajinan tersebut harus bersaing ketat dengan berbagai produk modern. Misalnya saja  Kelom Geulis  yang sekarang terus dikembangkan, baik dari segi desain maupun kualitasnya tanpa menghilangkan ciri khasnya sehingga dapat bersaing dengan sandal-sandal modern.   Apa itu kelom geulis? Kata  kelom  menurut sebagian masyarakat berasal dari bahasa Belanda yaitu  kelompen  yang berarti sandal kayu. Sedangkan istilah  Kelom Geulis  berasal dari bahasa Sunda yang berarti sandal kayu cantik.  Kelom Geulis  biasanya dipakai pada acara tertentu atau resmi.   Keunikan bentuk&...

avatar
Hanifah P. Darmawanti
Gambar Entri
Rumah Adat Citalang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Rumah Adat Citalang merupakan salah satu contoh bentuk rumah tradisional masyarakat Purwakarta. Rumah yang masih dipertahankan keasliannya ini berada di Gang Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta tepatnya pada posisi koordinat 06° 32' 371" Lintang Selatan dan 107° 27' 822" Bujur Timur. Lingkungan sekitar rumah adat Citalang berupa perkampungan yang tidak begitu padat. Keletakan rumah berada pada lahan di sebelah selatan jalan kampung. Meskipun statusnya sebagai jalan kampung, namun jalan ini sudah diaspal lumayan bagus. Di kanan dan kiri pekarangan rumah berupa pekarangan rumah masyarakat sedangkan di depan dan belakang berupa kebun. Bangunan rumah berada tepat di tengah lahan pekarangan yang luasnya 1.350 m2. Sisi depan pekarangan (utara) berpagar besi, sedang tiga sisi lainnya berpagar tanaman. Gerbang masuk tepat berada di tengah-tengah sisi utara. Posisi demikian ini lurus dengan pintu rumah. Halaman sekeliling rumah dimanfaatkan u...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Rumah Adat Hasan Maulani
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Rumah Adat Hasan Maulani terletak di Kampung Wage, Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi. Secara astronomis terletak pada koordinat 6º59’22” LS dan 108º30’48” BT. Rumah adat ini terletak di tengah permukiman warga yang relatif mudah dihangkau. Kendaraan roda empat tidak bisa menjangkau lokasi ini, hanya sampai di jalan beraspal yang melalui kampung ini. Selanjutnya dilanjutkan kaki sekitar 150 m. Sedang kendaraan roda bisa sampai ke rumah adat ini. Beberapa bangunan di sekitar rumah adat adalah masjid yang berada di sebelah barat laut rumah adat dan pondok pesantren di sebelah timur laut rumah adat. Rumah adat ini merupakan rumah yang pernah ditinggali oleh Hasan Maulani. Tokoh ini hidup sezaman dengan Pangeran Diponegoro sekitar abad ke-19. beliau berasal dari Cirebon. Beliau merupakan tokoh yang penting dalam peng-Islaman di daerah ini dan juga merupakan tokoh yang anti-kolonial. Beliau menetap di daerah ini dan menyebarkan agama Islam dengan mem...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17