Permainan ini melatih ketangkasan, keterampilan membuat mainan sendiri, serta sportifitas. Alat yang diperlukan adalah biji buah enau. Dipilih biji yang agak besar lalu di bagian perutnya dibuatkan dua lubang kecil. Bisa dibor. Dulu anak-anak melubanginya pakai pecahan kaca yang runcing, diputar-putar hingga biji enau itu berlubang. Itulah biung-biung. Belakangan biji enau digantikan dengan tutup botol kecap atau botol lainnya. Tutup botol dipipihkan dengan cara memukulnya dengan martil. Di bagian tengah kemudian diberi dua lubang kecil dan dimasukkan benang. Kedua ujung benang disatukan. Cara memainkannya adalah dengan cara membuat pilinan pada tali benang. Ujung benang direntangkan dengan tangan kiri-kanan sementara biung-biung di tengah. Diputar terus hingga menciptakan pilinan pada benang. Jika sudah cukup banyak pilinan, perlahan-lahan ditarik merentang, dikendurkan lalu ditarik lagi. Biung-biung di tengah bentangan benang akan ikut berputar bolak-balik. Biung- biung yang bagus a...
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 1.130 km persegi. Selain menjadi objek wisata populer, Danau Toba juga memiliki nilai sejarah yang penting bagi suku Batak yang mendiami sekitar danau ini. Danau Toba dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan yang memberikan pemandangan indah dan udara yang segar. Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, memancing, atau menikmati pemandangan danau dari tepi pantai. Di sekitar danau juga terdapat beberapa pulau kecil yang dapat dijelajahi. Salah satu destinasi populer di Danau Toba adalah Pulau Samosir, sebuah pulau vulkanik di tengah-tengah danau. Pulau ini terkenal dengan keindahan alamnya dan juga sebagai pusat budaya suku Batak. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa tradisional, museum, dan makam raja-raja Batak di Pulau Samosir. Untuk mencapai Danau Toba, wisatawan dapat menggunakan transportasi dar...
Negara Indonesia terdiri dari suku bangsa yang memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda-beda. Budaya dan masyarakat tidak dapat dipisahkan karena masyarakat sebagai pendukung dan pelaku kebudayaan tidak dapat hidup sendiri-sendiri melainkan saling ketergantungan satu sama lain. Hal inilah yang berlaku dalam kebudayaan Batak yang memiliki falsafah Dalihan na tolu sebagai patron utama dalam menjalani kehidupan. Suku Batak terdiri dari lima rumpun besar. Batak Toba adalah salah satu rumpun yang memegang teguh adat istiadat sebagaimana akan dikaji dalam artikel ini sesuai konsep falsafah Dalihan na tolu. Namun, pada masa kini banyak generasi muda yang tidak mengetahui apa itu Dalihan na tolu, Sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seolah terlupakan dan tidak berarti. Oleh sebab itu artikel ini bertujuan untuk menerangkan nilai-nilai yang terdapat pada falsafah Dalihan na tolu, agar menumbuhkan rasa kecintaan terhadap budaya bagi generasi muda Suku Batak Toba yang menjadi bagian...
Sumatera utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kebudayaan yang beragam, kekayaan suku-suku serta adat istiadat di dalamnya. Provinsi ini menjadi jendela yang memperlihatkan betapa kaya dan indahnya warisan budaya Indonesia dengan keberagaman budaya yang ada dan selama ini telah hidup bersama kehidupan masyarakat di sana. Suku Batak, yang terdiri dari kelompok etnis Toba, Karo, Simalungun, Angkola, Mandailing, dan Pakpak merupakan salah satu suku terbesar dan paling terkenal di provinsi Sumatera Utara. Setiap etnis dalam suku batak ini tentunya memiliki kebudayaan masing-masing yang sangat khas dan menarik untuk diketahui orang banyak. Salah satunya adalah tradisi “Mangongkal Holi” yang merupakan salah satu tradisi unik masyarakat Suku Batak Toba. Mangongkal Holi adalah salah satu tradisi membongkar kembali makam (udean) orang yang sudah lama meninggal untuk diambil sisa tulang-belulang (holi-holi) dan dipindahkan ke tugu (tambak). Ini merupakan salah satu bu...
Menurut sumber dari Abang Sepwan Sinaga pada Acara "Merayakan Gastronomi Indonesia" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tanggal 3 Februari 2024, Itak Nihintang Ni Andalu merupakan makanan khas Pulau Samosir yang proses pembuatannya diangkat menggunakan Alu (alat tumbuk padi). Kenapa bentuknya bulat? Karena nama prosesnya Manggalapang, jadi harus ada kesatuan doa antara orang yang menumbuknya dengan beras yang ditumbuknya. Nah, Itak Nihintang Ni Andalu biasanya diberikan sebagai penghormatan kepada Boraspati Ni Tano (Dewa Kesuburan). Jadi, penyajian Itak Nihintang Ni Andalu umum digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dalam upacara membangun rumah dan menebar benih padi, atau misalnya meminta berkat agar kita dilindungi oleh yang Maha Kuasa. Itak Nihintang Ni Andalu ada dua jenis, yang pertama berwarna kuning, dan yang kedua berwarna coklat. Itak Nihintang Ni Andalu yang berwarna kuning rasanya manis karena berbahan dasar pisang, sedangkan Itak Nihintang Ni An...
Menurut Narasumber kami, Ibu Hotni br. Simbolon pada acara MERAYAKAN GASTRONOMI INDONESIA di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tanggal 03 Februari 2024, makanan Itak Sipitu Barimbing merupakan salah satu hidangan manis yang terbuat dari tepung beras mentah dengan kunyit dan pisang, lalu ditumbuk dan dibentuk seperti jengger ayam. Itak Sipitu Barimbing merupakan makanan khas dari Pulau Samosir.
Naskah ini berisi petunjuk di dalam penggunaan rambu siporhas . Rambu Siporhas biasa digunakan untuk peramalan dalam konteks berperang, dan naskah ini merupakan salah satu koleksi dari Museum aan de Stroom di kota Antwerp, Belgia . Diduga, naskah ini diperoleh dari Hans Christoffel , dia yang membunuh Raja Si Singamangaraja XII . Wichelboek 'pustaha laklak' | AE.1922.0001.1007 | Toba-Batak [volk] | Sumatra [eiland] Verwervingsdatum : 1958 | Formaat : breedte: 22.8 cm | hoogte: 14 cm | diepte: 6.3 cm Het boek is gemaakt van een met rijstwater behandelde strook bast van de alimboom, in harmonika gevouwen tot 56 bladen. Met zwarte, in water onoplosbare kleurstof, werden rijen schrifttekens aangebracht, op enkele bladzijden ook half-mens-half-dier-figuren, naast magische motieven. Van alle Batak-groepen zijn de Toba veruit de meest talrijke ; op het schiereiland Samosir, in het Tobameer, hielden zij hun oorspronkelijke cultuur lange tijd ongeschonden. In het dagelijks leven sp...
Pagar ni Huta (Pangulubalang) di Desa Hutaraja, Kabupaten Samosir ini dibuat oleh keturunan dari Ompu Sipungka Batu yang bertujuan untuk menjaga kampung agar terhindar dari segala bentuk gangguan yang membahayakan warga kampung serta kejahatan yang dapat membuat kampung menjadi rusak dan tidak terkendali. Menurut sumber yang kami peroleh ketika Tim Survey Batakologi melakukan ekspedisi, Pangulubalang sendiri diartikan sebagai tumbal dari pengawal raja yang setia kepada raja dan memberikan hidupnya untuk menjaga kampung. Pada saat kunjungan Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Pagar ni Huta ini "dipercantik" dengan menambahkan oranamen patung yang berpasang-pasangan (ornamen patung di depan berjenis kelamin pria dan di belakang berjenis kelamin wanita) serta diberi pembatas agar Pagar ni Huta tetap terjaga dan tidak sembarang orang dapat menyentuh Pagar ni Huta.