HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Warung Tegal
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Halo para pembaca semua!. Kalo bahas tentang budaya Indonesia pasti gak akan ada habisnya ya kan. Nah salah satunya ada warung makan tradisional yang udah ga asing lagi, apalagi buat anak kost seperti saya ini. Ya, apalagi kalau bukan warteg. Warteg atau Warung Tegal menurut wikipedia adalah salah satu jenis usaha gastronomi yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Nah karena harga yang terjangkau itu, Warteg akrab dengan masyarakat kecil dan anak-anak kost seperti saya ini. Makanan yang dijual di warteg itu pada umumnya adalah masakan dan lauk pauk sehari-hari masyarakat Indonesia. Ada, tahu, tempe, sayur-sayuran, dan lauk pauk seperti ikan dan ayam. Warteg tentu saja berasal dari daerah Tegal di Jawa Tengah. Konon awalnya, warteg berasal dari Desa Sidapurna dan Sidakaton yang ada di Kabupaten Tegal. Dan dari desa Krandon yang ada di Kota Tegal. Seiring dengan perkembangan jaman, warteg ga cuma ada di Tegal aja nih. Warteg juga berkembang ke seluruh p...

avatar
Oskm18_fsrd_galih
Gambar Entri
Gereja Blenduk
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Gereja Blenduk Semarang  merupakan gereja yang dibangun pada 1753 ini merupakan salah satu landmark di kota lama. Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras. Bentuknya lebih menonjol . Lokasi bangunan ini berada di Jalan Letjend Suprapto No 32 Kota Lama Semarang dan bernama Gereja GPIB Immanuel. Bangunan gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal yang secara vertikal terbagi atas tiga bagian. Jumlah lantainya adalah dua buah. Bangunan ini menghadap ke Selatan. Gereja ini masih dipergunakan untuk peribadatan setiap hari Minggu. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda .

avatar
Oskm18_16918171_hilman
Gambar Entri
Budaya Lek-Lekan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...

avatar
OSKM18_16918290_Zufar Zufar Taufiqurrahman Fattah
Gambar Entri
NASI TUMPENG
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Nasi tumpeng adalah salah satu makanan yang berasal dari daerah Jawa dan sekitarnya. Hal unik dari nasi tumpeng ini adalah nasi nya yang dibentuk kerucut. Umumnya yang digunakan adalah nasi kuning yaitu nasi putih yang dicampur dengan rempah-rempah seperti jahe dan kunyit. Lauk pauk dari nasi kuning tidaklah tentu, dapat disesuaikan berdasarkan daerah masing-masing. Nasi tumpeng biasa digunakan untuk peristiwa penting seperti syukuran atau bahkan untuk perkumpulan keluarga. Biasanya potongan pertama dari tumpeng yaitu puncak nya diberikan kepada seseorang yang paling penting atau berperan dalam persitiwa tersebut. Tumpeng disajikan diatas wadah yang bernama nyiru berbentuk bundar yang terbuat dari anyaman bambu dan telah dialasi daun pisang yang biasanya dibuat dengan motif segitiga. Lauk pauk nasi tumpeng biasanya antara lain ayam goreng, perkedel, telur, timun, tempe kering, kacang panjang dan lain lain sesuai keinginan. Biasanya ada lomba merias tumpeng untuk memperingati...

avatar
OSKM18_16918028_Naufal Rifqi Shani
Gambar Entri
Warak Ngendhog
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Warak Ngendog adalah mainan anak-anak yang dulu sangat populer di kota Semarang dan sekitarnya, dan biasa dijual saat megengan atau pasar malam/dugderan menjelang bulan suci ini. Bentuk fisiknya adalah hewan berkaki empat dengan leher panjang, berbulu keriting (bisa juga lurus atau acak-acakan) dengan aneka warna khususnya merah, putih, kuning, hijau dengan sudut-sudut tubuh dan kepala yang lurus, dan kenapa disebut ngendog (bertelur), karena kadang ditaruh sebutir telur dibawah ekornya yang lurus atau disela-sela empat kakinya. Nah, disini muncul interpretasi eksistensi makhluk imajiner ini dengan keragaman penduduk kota Semarang pada khususnya. Nah, bentuk fisik warak ngendog ini ada yang digambarkan seperti kambing, kuda, kerbau, barongsai atau bahkan badan anjing. Sementara kepalanya ada yang menyerupai kepala kambing, naga jawa, naga cina, dan sebagainya. Sementara bulu-bulunya juga punya banyak versi... ada yang keriting, lurus, berombak ataupun bersisik. Disebutkan dalam buk...

avatar
Oskm18_16418053_zenieth
Gambar Entri
Warak Ngendhog
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Warak Ngendog adalah mainan anak-anak yang dulu sangat populer di kota Semarang dan sekitarnya, dan biasa dijual saat megengan atau pasar malam/dugderan menjelang bulan suci ini. Bentuk fisiknya adalah hewan berkaki empat dengan leher panjang, berbulu keriting (bisa juga lurus atau acak-acakan) dengan aneka warna khususnya merah, putih, kuning, hijau dengan sudut-sudut tubuh dan kepala yang lurus, dan kenapa disebut ngendog (bertelur), karena kadang ditaruh sebutir telur dibawah ekornya yang lurus atau disela-sela empat kakinya. Nah, disini muncul interpretasi eksistensi makhluk imajiner ini dengan keragaman penduduk kota Semarang pada khususnya. Nah, bentuk fisik warak ngendog ini ada yang digambarkan seperti kambing, kuda, kerbau, barongsai atau bahkan badan anjing. Sementara kepalanya ada yang menyerupai kepala kambing, naga jawa, naga cina, dan sebagainya. Sementara bulu-bulunya juga punya banyak versi... ada yang keriting, lurus, berombak ataupun bersisik. Disebutkan dalam buk...

avatar
Oskm18_16418053_zenieth
Gambar Entri
Budaya Lek-Lekan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...

avatar
OSKM18_16918290_Zufar Zufar Taufiqurrahman Fattah
Gambar Entri
Pasar Kembang Weleri
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pasar Kembang Weleri merupakan salah satu tradisi tahunan yang berasal dari Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah berupa hadirnya penjual dan pembeli bunga yang berasal dari penjuru daerah untuk melakukan tradisi jual-beli bunga tersebut menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pasar Kembang ini tentunya berbeda dengan pasar kembang lain karena setiap daerah bahkan kecamatan pun memiliki tradisi sendiri. Pasar Kembang Weleri ini biasanya dibedakan menjadi 2, yaitu Pasar Kembang Cilik dan Pasar Kembang Gedhe. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah waktu pelaksanaan. Pasar Kembang Cilik diadakan pada H-2 Hari Raya Idul Fitri, sedangkan Pasar Kembang Gedhe diadakan pada H-1 Hari Raya Idul Fitri. Selain perbedaan waktu, perbedaan lain adalah jumlah penjual pembeli dimana pada Pasar Kembang Gedhe jauh lebih ramai dan sesak daripada Pasar Kembang Cilik. Pasar Kembang dimulai malam hari sampe pagi keesokan harinya. Bunga yang dijual berbagai macam dari mulai bun...

avatar
OSKM18_16518330_RIFQI SYAHRI RAMADHANI
Gambar Entri
Makam Suroponolawen
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Makam atau Candi yang terletak di Desa Pagiyanten, Kabupaten Tegal ini merupakan peninggalan abad ke 14 yang berbentuk areal pemakaman atau bisa disebut Makam Suro. Pemakaman ini posisinya ada di sebelah barat laut Gapura Desa Pagiyanten. Jadi agak susah ditemukan jika kita tidak bertanya kepada warga sekitar karena tidak adanya papan petunjuk arah. Komplek pemakaman ini luasnya kurang lebih 20 x 20 meter dengan dikelilingi oleh pagar batu bata dengan ketinggian pagar sekitar 120cm. Komplek makam ini pun terdiri dari beberapa sekat atau area. Yang setiap area terdapat pintu masuk yang lebarnya hanya sekitar 80 cm. Adapun area-area tersebut antara lain: a. Area pertama merupakan selasar depan bagunan utama yang merupakan tanah lapang yang ditumbuhi banyak pepohonan. Di area ini ada bangunan yang Nampak kurang terawat yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan ziarah, seperti tikar dari pandan, kayu-kayu, dan lain sebagainya. b. Area kedua merupakan lahan kosong yang berisi jalan se...

avatar
Oskm18_16418195_annisa