8.382 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
ngabuburit
Ritual Ritual
Jawa Barat

Bismillahirrahmaanirrahim. ngabuburit berasal dari bahasa sunda, yaitu burit yang berarti petang, sedangkan kata nga + bu(suku kata pertama kata dasar) berarti melakukannya secara berulang, sehingga dapat kita simpulkan bahwa ngabuburit berarti mengunggu waktu petang. ngabuburit sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat jawa barat, dahulu kala ibu-ibu di jawa barat biasa keluar dari rumah setelah ashar untuk berkunjung ke rumah tetangga sambil menganyam dan bersenda gurau, dan anak-anak bermain di luar rumah sembari menunggu para ayah pulang dari ladang, adapun ketika ramadhan tiba maka orang-orang akan menghabiskan waktu mereka setelah ashar di masjid-masjid atau di surau-surau demi menambah pahala ibadah mereka, baik dengan mambaca al-qur'an, belajar hadits, maupun kegiatan ibadah lainnya. hal ini terus berlanjut di setiap bulan ramadhan hingga saat ini dan dilakukan bukan hanya di jawa barat, tapi di seluruh pelosok negeri, menjadi tradisi yang mendar...

avatar
OSKM18_19918093_Ikbar farabi
Gambar Entri
Kisah Bagal Buntung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Dalam cerita pewayangan ditataran Pasundan ada tokoh karakter wayang bernama Bagal buntung. Penampilannya dicirikan dengan salah satu kakinya yang buntung/cacat dan Bagal Buntung ingin hidup seperti manusia normal. Panakawan Bagal Buntung adalah salah satu karakter panakawan Cirebon dalam bentuk wayang kulit gagrak Cirebon. Wayang Kulit Cirebon, hidup dan berkembang bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di Cirebon yang dibawa para Wali. Berdasarkan sejarah dalam babad Cirebon, Pakeliran wayang Kulit pertama di Cirebon dilakukan oleh Sunan Panggung atau Sunan Kalijaga sebagai dalang dan diringi gamelan sekaten Cirebon. Dari pengaruh ajaran agama yang dibawa Wali Sanga itulah sehingga muncul tambahan tokoh panakawan menjadi sembilan yakni : Semar, Curis, Bitarota, Ceblok, Dawala, Cungkring, Bagong, Bagal Buntung dan Gareng. Kehadiran sembilan panakawan ini didasarkan pada lambang Wali Sanga, hal ini disebabkan masyarakat Cirebon percaya bahwa awal keberadaan agama I...

avatar
OSKM18_16818144_Fernanda Fernanda Daffa Ezra Agira Tama
Gambar Entri
Budaya masyarakat jawa
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Petanan atau dalam bahasa Indonesia mencari kutu adalah salah satu kebiasaan orang Jawa yang mulai ditinggalkan. Pada zaman dahulu, petanan sering dilakukan pada waktu senggang atau saat beristirahat. Petanan lebih sering dilakukan oleh kaum wanita, sambil saling mengobrol atau bercerita. Petanan sebenarnya bukan sekedar aktivitas mencari kutu, akan tetapi juga merupakan interaksi sosial antara orang tua dengan anak, atau seseorang dengan tetangganya. Petanan sangat menjaga keakraban antara individu satu dengan individu lainnya, karena interaksi yang telah dilakukan itu. "Kemajuan zaman sedikit demi sedikit telah menggerus adat atau kebiasaan orang Jawa seperti petanan. Orang Jawa pada zaman dahulu menjaga kebersihan kepalanya dengan melakukan aktivitas seperti petanan. Akan tetapi orang Jawa zaman sekarang lebih memilih pergi ke salon atau spa untuk menjaga kebersihan rambut mereka. Alasan orang zaman sekarang lebih memilih pergi ke salon dan spa karena masalah waktu dan merasa me...

avatar
Dwinamaulia1
Gambar Entri
Budaya masyarakat jawa jarikan
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Jarikan dalam bahasa Indonesia adalah memakai jarik. Jarik sendiri adalah sebuah kain bercorak batik yang biasanya dipakai dengan cara dililitkan dipinggang sampai menutupi kaki. Jarik biasanya dipakai oleh kaum wanita. Akan tetapi, pada acara-acara adat tertentu, kaum pria di Jawa juga memakai jarik. Jariakan sebenarnya mengajarkan kesopanan dalam berpakaian untuk wanita Jawa. Motif jarik pada zaman dahulu, sangat menentukan status sosial orang Jawa. Ada motif-motif jarik tertentu, yang pada zaman dahulu hanya boleh di pakai oleh raja dan ratu di keraton. Seiring perkembangan zaman, kini semua orang bebas memakai motif jarik yang diinginkan. Akan tetapi, jumlah orang pemakai jarik di zaman sekarang mulai sedikit. Pemakai jarik yang biasanya adalah orang lanjut usia, kini lebih memilih memakai baju daster atau rok, coba perhatikan gambar di atas. Terlihat gambar nenek yang memakai daster dan jarikan. Penyebab semakin sedikit orang jarikan karena memakai jarik yang terlalu rumit dan me...

avatar
Oskm18_16818016_dwinamaulianoorfatma
Gambar Entri
Budaya Banian
Ritual Ritual
Jawa Barat

BUDAYA BANIAN Acara Kumpul Keluarga Besar di Tasikmalaya Banian balerasal dari bahasa Arab yaitu Bani/ Banu (بني/ بنو) yang artinya adalah keluarga, klan, atau keturunan. Maka arti Banian adalah berkumpulnya sebuah keluarga besar. Acara ini biasanya diadakan untuk saling mengenal antara keluarga yang memiliki keturunan yang sama. Pada mulanya acara ini diadakan oleh para bangsawan Sukapura - Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Pangandaran, dan Banjar - untuk mempertemukan cabang keluarga mereka. Seiring dengan berkembangnya waktu, acara banian tidak hanya diadakan oleh keluarga bangsawan namun juga oleh keluarga dari kalangan biasa namun masih dengan tujuan yang sama, yaitu untuk saling mengenal antar keluarga dengan keturunan yang sama. Acara banian ini menjadi salah satu rangkaian acara saat Idul Fitri di Tasikmalaya dan sekitarnya. Acara ini selain untuk mempererat hubungan keluarga, biasanya acara ini pula menj...

avatar
Oskm18_19718302_saza
Gambar Entri
Si Manis dari Cililin
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Tidak lengkap rasanya bila tidak membeli wajit Cililin sebagai makanan oleh – oleh khas Kabupaten Bandung Barat ketika berkunjung kesana. Tetapi wajit Cililin memang tidak sepopuler dodol Garut, padahal wajit dan dodol memiliki beberapa kemiripan seperti rasanya yang manis karena di dalamnya terdapat gula aren. Bentuknya yang mngerucut dan dibungkus oleh daun jagung yang sudah kering sehingga tampak cantik dan indah. Bahan dasarnya pun terbuat dari beras ketan, gula aren dan sedikit vanili untuk menambah aroma wangi dari wajit. Dari segi pembuatan wajit Cililin masih menggunakan alat dan cara yang tradisional sehingga citarasanya masih terjaga hingga sekarang. Membuat wajit cukup mudah yaitu dengan cara mencampurkan semua bahan seperti beras ketan dan gula aren serta air lalu dipanaskan dan diaduk hingga wajit mengental. Perlu tenaga yang besar untuk mengaduk wajit dan waktu yang cukup lama sehingga diperlukan kesabaran.   Konon, pada zaman dahulu wajit hanya...

avatar
OSKM18_16018225_Salma Salma Aqilah Zahroh
Gambar Entri
Gerakan Tari 'Ronggeng Menor'
Tarian Tarian
Jawa Barat

Seni rakyat Jawa Barat yang unik dan potensial namun sering mendapat perlakuan kurang adil dari kaum intelektual maupun masyarakat. Bahkan sering dianggap sebagai seni rendahan dan kampungan. Oleh karena itu kita harus mengubah cara pikir mereka dengan membuktikan bahwa seni rakyat itu sangat bernilai, menarik, dan bukan seni murahan. Saya disini akan menjelaskan tentang gerakan-gerakan dalam tari ‘Ronggeng Menor’ Berikut gerakannya : Mincid orang-orang bubuka (memakai topeng) Dimulai langkah kaki kanan, langkah dobel bergantian dengan kaki kiri. Tangan memegang selendang menutup muka. Badan berputar kearah kiri dan kanan, maju, goyang sambil mundur. Posisi kaki adeg-adeg. Tutup buka selendang di depan muka ke arah samping kanan dan kiri. Berputar ke kiri, seblak selendang sambil maju.   Gerak kombinasi variasi Posisi badan miring ke kiri, besot tangan kanan dan kiri, kemudian kedua tangan pasan...

avatar
OSKM_16618294_rayhan khashib
Gambar Entri
Budaya Miteumeuyan Nganjang ka Leuwi
Ritual Ritual
Jawa Barat

"Miteumeuyan Nganjang ka Leuwi". Tradisi dan budaya ini mengawali dibukanya sekaligus memperkenalkan wisata alam Leuwi Kenit di aliran Sungai Cikarang tepatnya di Kampung Cigaruwetan RT 05 RW 10 Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.   Sebenarnya itu kegiatan ritual sederhana, di lokasi wisata warga berkumpul membaca doa dan tradisi membakar kemenyan yang dipimpin oleh sesepuh Desa untuk memohon perlindungan dan keselamatan semua yang mengunjungi lokasi Leuwi Kenit. Konon katanya kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt, yang telah memberikan keindahan alam dan kami mengembangkan potensi alam, serta memperkenalkan pada warga sekitar agar tetap menjaga alam. #OSKMITB18

avatar
Oskm18_16518091_cahya
Gambar Entri
Almustafa (Alat Musik Sereset Tina Awi Paeh)
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Almustafa ( Alat Musik Sereset Tina Awi Paeh) adalah alat musik tradisional unik yang terbuat dari sebilah bambu yang diukir dan diberi kawat ,alat musik ini diciptakan oleh Sachroni,S.Pd yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat, ia sudah berkecimpung di dunia musik sejak kelas 5 SD atau pada tahun 1978, saat itu dimulai dengan mencoba membuat alat musik berupa angklung dan calung sendiri, kemudian membuat grup calung sendiri, dan akhirnya terus berkembang menjadi sanggar. Alat musik Almustafa sendiri diciptakan tahun 2012 dan telah dipamerkan di pameran seni nasional pada tahun 2013, cara memainkannya sama dengan biola yaitu dengan menggunakan gesekan, Keunikan alat musik ini terbuat dari bambu, dan memiliki suara yang lebih nyaring dibandingkan biola, Yang melatarbelakangi pembuatan alat musik tersebut adalah karena begitu tingginya harga biola dan ingin mengkreasikan bambu sehingga menjadi alat musik perpaduan biola yang terbuat dari bambu.   Narasumber: Meta Sesri O...

avatar
OSKM18_16818100_Salma