Bahasa Kluet, kata king-kingan berarti kejar-kejaran. Namun permainan itu dilakukan dalam air sambil berenang dan menyelam. Usia pemain antara 9-12 tahun. Biasanya permainan dilakukan di sungai pada sore hari setelah usai menggembala ternak, membantu orang tua atau sehabis sekolah. Kelompok pemain terdiri dua regu dengan jumlah anggota sama masing-masing ± 5 orang. Penentuan lawan berdasar kelrampilan, perimbangan kekuatan atau besar badan. Lawan tidak boleh saling bertukar. Aturan permainan adalah : Pengejar berusaha memegang lawan. Jika berhasil memegang lawan, maka berteriak sebagai pemberitahuan bahwa berhasil memegang lawan. – Jika telah berhasil mengejar/memegang, maka berganti dikejar. – Pegangan lawan tidak boleh terlalu kuat karena membahayakan. – Kepala tidak boleh dipegang. – Pemain yang bukan lawan tidak boleh dipegang. – Pemenangnya adalah peserta yang tidak terkejar/terpegang atau peserta y...
Letep adalah sejenis permainan membidik sasaran atau menembak dengan menggunakan letep atau sumpit yang dibuat dari bambu kecil. Permainan ini dapat dilakukan dengan berdiri, berlutut, duduk atau tiarap. Peserta permainan berumur 10 – 12 tahun dengan jumlah tak terbatas. Peralatan berupa sumpit dan anak panah + 10 buah. Peralatan dapat disediakan oleh panitia atau peserta. Sasaran dapat berupa buah jeruk atau benda lain yang sebentuk/seukuran dan mudah ditancapi anak panah. Cara membidik atau menembak bisa bersama atau sendiri- sendiri. Pemenang ditentukan banyaknya anak panah yang menancap pada sasaran tempat masing-masing. Sumber :http://www.wacana.co/2010/06/permainan-tradisional-aceh-king-kingan-lehong-dan-letep/
Meuen peh kayee (permainan dengan cara memukul kayu). Peralatan ini ada juga yang terbuai dari rotan, pelepah rumbia dan aur yang telah kering. Permainan ini ada juga yangmenamakan meuen siuigket (menyungkit). Permainan ini tidak terikat sama sekali dengan waktu kecuali malam hari. Istilah-istilah yang dipergunakan dalam permainan yaitu boh sungket adalah bola pertama dalam memulai permainan dengan menyungkit anak yang telah diletakkan di atas lubang yang telah disediakan dengan gagangnya sekuat mungkin ke arah lawan. Boh Peh adalah bola kedua dimana anak diumpamakan sebagai bola sesudah dilambungkan ke atas kemudian dipukul sekuat mungkin ke arah lawan. Sedangkan boh jeungki adalah bola ketiga, dimana anak diletakkan di atas lubang yang berukuran 5 cm, panjang 10 cm, luas 5 cm secara membujur yang sebagian berada di dalam lubang dan sebagian lagi berada di atas dan kemudian dipukul bagian atas sampai naik setelah anak ini naik dari atas lubang diusahakan...
Kotak jengkrik terbuat dari kayu dan pegangan dari kuningan. Kotak ini digunakan untuk sarana permainan adu/melaga jengkrik. Permainan tradisional Aceh ini pada umumnya dilakukan remaja laki-laki yang berusia 8-16 tahun pada saat pagi dan sore hari pada musim selesai panen padi Sekelompok remaja, musim selesai penen ini juga disebut rnusetn peupok darut kleng atau musim adu jengkrik. Para pemain masing-masing berkumpul pada tempat yang telah disepakati. Tempat ini biasanya pada balai/gubuk yang ada di sawah bahkan adakalanya langsung di pemantang-pemantang sawah atau tempat mereka mendapatkan jengkrik. Sistem adu jengkrik ini dilakukan oleh remaja, bukanlah usaha peternakan, tapi merupakan rekreasi yang bersifat temporer. Dalam penyelenggaraan permainan ini jumlah pesertanya tak dibatasi, makin ramai pesertanya makin meriah acaranya. Satu-satunya perlengkapan yang penting adalah kotak jengkrik. Sebagai sarana adu dan kelengkapan lainnya adalah bunga ru...
Kata sepangkal berarti saling menjatuhkan. Permainan tradisional ini dilakukan oleh anak berumur antara 10 – 15 tahun di daerah Alas. Peserta terdiri dari dua regu yang saling berhadapan. Masing-masing regu terdiri dari 5-11 orang. Setiap anggota regu berhadapan dengan anggota regu yang lain dengan kekuatan besar badan atau umur yang hampir sama. Maka dapat disebut satu lawan satu. Biasanya permainan itu dilakukan pada sore hari sehabis membantu kerja orang tua atau sehabis sekolah atau sewaktu akan mandi di sungai. Kedua regu menunjuk seorang wasit yang disegani kedua regu. Permainan itu dilakukan di pinggir sungai. Pada garis besarnya teknis permainan satu lawan satu, saling menjatuhkan dengancara menarik atau mendorong untuk dapat menceburkan dalam sungai. Regu yang menang adalah regu yang dapat lebih banyak menjatuhkan dan memasukkan dalam sungai anggota regu lawan. Sumber :http://www.wacana.co/2010/11/permainan-tradisional-aceh-sepangkal/
Gatok/katok adalah suatu permainan dengan mempergunakan biji pinang tua sebagai alat dan mempergunakan jari tangan sebagai pelenting buah pinang. Permainan dilaksanakan di lapangan yang relatif sempit dimana dibuat 3 buah lubang di tanah yang masing-masing berjarak 1 meter. Setiap peserta I biji pinang. Peserta pemain anak laki- laki umur 8-12 tahun. Permainan ini dilakukan pada waktu senggang atau pada sore hari. Peserta pemain aniara 3 – 5 orang. Cara bermain; Dari lubang A buah permainan dibuang ke arah lubang C, giliran ditentukan dengan mengukur jarak buah permainan dengan lubang C, dan yang dianggap pemenang (sekaligus memperoleh giliran I) adalah buah yang terdekat dengan lubang C. Tetapi bila lebih dari sebuah yang masuk ke dalam lubang C, maka buah yang terakhirlah yang merebut giliran 1. Jika ketiga-tiganya masuk lubang, maka masing-masing memperoleh angka 1 dan seterusnya secara bergiliran sehingga mencapai angka 10 dan ini sudah dianggap gam...
Matahari merangkak naik di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (26/6/2017). Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Lokasi istana itu di sisi kanan jalan lintas jalan Kuala Simpang – Rantau, Aceh Tamiang. Memasuki kompleks kerajaan Islam Melayu terbesar di Aceh Tamiang itu suasana tampak hening. Sebuah mobil sedan warna hijau terparkir di depan istana. Kompleks ini terdiri dari dua bangunan, yaitu bangunan utama istana dan pendopo kerajaan. Bangunan utama ini bergaya Belanda, dibangun dari beton dengan atap genting, khas tempo dulu. Persis di samping istana terdapat satu bangunan semi permanen. Di situlah pendopo. Di sana sang raja kerap memimpin pertemuan kenegaraan. “Misalnya bertemu panglima perang dan petinggi kerajaan, para datuk dan raja-raja kecil lainnya juga ketemu di pendopo dengan raja,” kata Tengku Muhammad David yang akrab disapa Iboy, cucu keturunan Raja Sulong, raja terakhir Kerajaan Benua Raja. Iboy, putra dari Tengk...
Istana Benua Raja adalah bangunan bersejarah peninggalan kerajaan Benua Tunu. Letaknya tidak jauh dari Kuala Simpang. Tepatnya ada di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga kini istana menjadi kediaman ahli waris dan terawat dengan baik. Istana dijadikan cagar budaya Pengaruh kebudayaan Belanda dapat terlihat dari arsitektur bangunan istana. Tepat disamping istana terdapat pendopo semi permanen tempat raja biasa memimpin pertemuan kenegaraan. Dalam bangunan utama istana terdapat enam ruangan, pada sisi dan belakang bangunan istana terdapat kompleks kandang kuda peliharaan raja dan kolam buaya putih kesayangan raja. Namun berdasarkan komunikasi langsung dengan ahli waris bahwa situs ini belum dikelola oleh pemerintah setempat. Menariknya juga hingga kini sepeninggal Raja Sulong ke-17 pada tahun 2007 ada beberapa peninggalan kerajaan masih disimpan dengan baik oleh ahli waris seperti baju kebesaran, stempel (cap sikuerung), senjata kebanggan keraja...
Lokasi Istana Karang Aceh Istana Karang berada di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, tepat di pinggir jalan lintas Medan-Banda Aceh. Istana Karang Aceh Istana Karang ini dulunya adalah istana tempat tinggalnya raja Tamiang. Aceh Tamiang merupakan nama Kerajaan Tamiang. Kerajaan melayu yang masih punya hubungan kekeluargaan dengan kerajaan kesultanan Deli di Medan Sumatera Utara. Istana Karang adalah sebuah istana peninggalan Kerajaan Karang di Aceh Tamiang. Meskipun namanya istana karang, tetapi istana ini dibangun dari beton dan bergaya bangunan Belanda. Sejarah Istana Karang Aceh Berdasarkan sejarahnya, Tamiang pada masa lalu terpecah dua hingga menjadi dua kerajaan yakni Kerajaan Karang dan Kerajaan Benua Tunu. Tapi kedua kerajaan itu tetap tunduk pada Negeri Karang. Meskipun bernama istana karang, tetapi istana ini tidak dibangun menggunakan batu-batu karang seperti Istana Karang yang ada di Cirebon melainkan dari...