Jamu kunir madu, merupakan variasi dari jamu kunir asem diperuntukkan untuk anak-anak atau juga bisa orang yang kurang suka dengan rasa asem. Jamu kunir atau kunyit merupakan bagian dari 8 jenis jamu gendong yang memiliki rasa manis-asam. Jamu ini menggambarkan manusia yang baru lahir dalam keadaan fitrah yang terasa manis hingga rasa asam yang menggambarkan masa praremaja, mulai merasakan dunia yang sesungguhnya. Dan kata "kunir" diambil dari resepresntasi warna kulit penduduk indoensia yang berwarna sawo matang atau semu kuning. Jamu kunir madu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Untuk versi instant nya mungkin masih belum ada. namun cukup mudah untuk menemukannya di orang yang berjualan jamu di pasar tradisional atau yang berkeliling. Jamu ini memiliki banyak khasiat diantara nya : Mengurangi peradangan Mengurangi resiko kanker Mencegah alzheimer Baik untuk hati Untuk mendapatkan berbagai khasiat dari jamu kunir madu ini, tidak susah untuk membuatn...
Apabila kamu berkunjung ke kota Gandrung atau Banyuwangi pada bulan-bulan tertentu, maka sobat IowaJournalist akan dapat menyaksikan yang namanya tradisi khas Suku Osing, nama tradisi tersebut adalah Koloan Selametan. Tradisi khas suku Osing ini akan dilakukan ketika ada anak dari Suku Osing yang akan melakukan khitan atau sunatan. Filosofi dari adanya tradisi ini adalah menggembleng anak Suku Osing agar dapat mempunyai mental yang kuat dan siap untuk di khitan. Tradisi ini pada umumnya dilakukan dengan cara meneteskan darah ayam ke kepala sang anak yang akan di sunat dengan cara disembelih ayamnya. Ayam yang akan dipergunakan untuk ritual ini bukanlah ayam sebarangan. Melainkan ayam jago yang memiliki warna merah dan masih perjaka. Unik bukan? Upacara tradisi ini dapat menjadi jendela baru bagi pengalaman hidupmu karena kamu tidak akan dapat menemukan di kota-kota lainnya sobat Iowa.
Daul dug dug merupakan kesenian yang banyak ditemui di 4 Kabupaten yang ada di Pulau Madura. Daul dug dug sendiri merupakan perpaduan alat musik saronin, kendang, kesrek serta dug dug itu sendiri, yang bentuknya mirip dengan tong, namun dengan bentuk yang lebih besar, yang dimainkan bersamaan oleh para penabuhnya sehingga menimbulkan bunyi yang sangat khas. Selain itu, gerobak atau alat pengangkut daul dug dug sendiri guna mengitari kota dibentuk sedemikian rupa, ada yang berbentuk kereta kencana, bahkan ornamen Buta Kala. Dengan berjalannya waktu, di Kabupaten Sampang terlahir sebuah daul dug dug keni’ atau daul dug dug mini, yang pada awalnya diperuntukkan untuk para anak-anak serta untuk mengenalkan dan memupuk rasa cinta mereka terhadap kesenian dan kebudayaan tradisional.
Upacara Tugel Kuncung atau Tugel gombak juga merupakan salah satu upacara tradisional yang diselenggarakan oleh masyarakat Tengger di Desa Wonokerso, kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Upacara ini diadakan untuk anak laki-laki yang berumur empat tahun, yang siap untuk melakukan khitan. Proses pertama yang dilakukan adalah memotong rambut dahi dari anak laki-laki yang mengikuti jalannya upacara, untuk mendapatkan berkat dan kesejahteraan dari Tuhan. Sementara itu, Tugel Gombak adalah upacara untuk anak perempuan. Upacara ini wajib bagi masyarakat Tengger dan yang akan selalu diadakan sekali dalam seumur hidup. Sebelum upacara, masyarakat menggelar doa bersama di Pura setempat. Lalu, dukun yang memimpin upacara ini akan memotong rambut para peserta inisiasi. Masyarakat setempat percaya bahwa Tugel Kuncung dan Tugel Gombak dilakukan untuk melempar nasib buruk jauh dari remaja pubertas, dan diharapkan mereka akan terhindar dari berbagai rintangan dalam hidup dan memiliki kemak...
Bersih Desa merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari kewajiban setiap keluarga untuk menyumbangkan makanan. Bersih desa dilakukan oleh masyarakat dusun untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat yang mengganggu. Maka sesaji diberikan kepada danyang, karena danyang dipercaya sebagai penjaga sebuah desa. Dengan demikian, upacara bersih desa diadakan di makam danyang. Di desa yang mempunyai pengaruh muslim kuat, upacara bersih desa diadakan dilaksanakan di Masjid. Adapun isinya adalah doa-doa dalam Muslim. Sementara, di beberapa desa yang tidak memiliki makam danyang, upacara bersih desa diadakan di rumah kepala desa maupun di Pendopo Kantor Kepala Desa. Bersih desa juga dimaknai sebagai ungkapan syukur atas panen padi, maka upacaranya dilakukan setelah panen padi berakhir. Bersih desa biasanya diadakan pada bulan Sela atau Syawal, yaitu bulan ke-11 Kalender Jawa. Untuk tanggal, setiap desa berbeda pelaksanaannya, namun...
Alalabang merupakan tradisi yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Tradisi ini merupakan tradisi lisan berpantung dengan menggunakan sajian topeng dalang. Kesenian yang menyajikan sastra lisan dari satu rumah ke rumah yang lain. Bentuk keseniannya bermacam-macam ada yang menyanyi tanpa iring-iringan musik, ada juga melantunkan syair-syair agama dengan pukulan 3 buah gendhang rebana, dan ada berupa rombongan anak-anak kecil, 2 anak di depan berpakaian pengantin sedang yang lainnya bertindak sebagai penyanyi cilik. Masing-masing wilayah mempunyai bentuk alalabang yang berbeda. Lebih-lebih rombongan alalabang, akan banyak menyedot penonton, ketika para rombongan itu membawakan sebuah kesenian topeng dalang
Klebun merupakan rumah tradisional yang ditempati oleh pamong desa di Kabupaten Pamekasan. Kompleks rumah ini terletak di perbukitan yang penuh dengan tanaman jeruk. Bangunan yang berada di dalam kompleks ini ada langgar, kamar mandi, dapur, tempat cuci, kantor, pendopo, rumah tinggal lenglin, lumbung, rumah tinggal anak, tempat memandikan anak, pelatara. Tipologi rumah klebun atap yang dipakai adalah pigun dan dindingnya bata putih. Adapun bentuk pintu pada bangunan tersebut pintu depan terbuka dan belakang tertutup. Dari susunan ruangan di tribun depan berupa campuran dari belerang yang tertutup dengan satu pintu. Fungsi tiap-tiap ruangan teras depan (emperan) untuk menerima tamu atau tempat duduk tamu dan teras belakang untuk tempat tidur. Dalam ruangan ada 4 tiang utama penyangga atap rumah yang berbentuk pigura. Apabila keluarga ini anaknya sudah kawin, maka didirikan rumah disamping timur yang tdk berdampit. Kemudian belakang rumah berjejer ada dapur, lumbung, langgar dan kamar...
Adat perkawinan dalam Adat Tumper di lakukan sehubungan dengan adanya kepercayaan masyarakat Osing Banyuwangi yang melarang melakukan perkawinan antara sepasang pengantin yang berstatus sebagai anak sulung di lingkungan keluarganya masing-masing. Apabila perkawinan tetap di lakukan maka di percaya dapat berakibat pasangan pengantin baru itu akan banyak mengalami halangan dan rintangan dalam mengarungi hidupnya. Akan tetapi, apabila di sebabkan oleh sesuatu hal kemudian perkawian antara pasangan yang berstatus anak sulung tetap harus di lakukan maka untuk mencegah sesuatu hal-hal yang tak di inginkan, maka semua adat di lakukan dalam upacara Adat Tumper saat upacara berlangsung.
Alkisah dahulu kala terdapat sebuah desa yang terpencil jauh dari Negeri Majapahit. Di sana hidup seorang brahmana bernama Begawan Tunggulmanik. la tinggal bernama cucunya yang sangat tampan bernama Damarwulan. “Cucuku, pergilah engkau ke Kota Raja Majapahit,” kata Begawan Tunggulmanik kepada Damarwulan pada suatu pagi. Damarwulan menyambut permintaan kakeknya dengan penuh keraguan. Namun Begawan Tunggulmanik menyarankan supaya Damarwulan menemui pamannya yang bernama Logender yang menjabat sebagai patih di Kerajaan Majapahit. Damarwulan dengan berat hati meninggalkan desanya tercinta. Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya Ia tiba di Kota Raja Majapahit dan sampai di kediaman Patih Logender. “Hhm…, jadi kamu yang bernama Damarwulan?” tanya Patih Logender. “Ya, Paman,” jawab Damarwulan dengan hormat. Kemudian Ia menceritakan asal-usulnya dengan jelas. Kehadiran Damarwulan tidak disukai oleh kedua anak lakilaki Patih Logender yang bernama Layang Kumitir dan Layang Seta. N...