Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa Semar bertuliskan "hong wilahing sekaring bawana" yang maknanya kurang lebih adalah Tuhan Yang Disembah Yang Maha Indah di alam Jagad raya. Salam Aksara Jawa http://kaligrafijawa.com https://www.facebook.com/kaligrafihanacaraka/photos/a.574746259368933.1073741826.570405613136331/656744981169060/?type=3
Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa gambar wayang Dewaruci dengan tulisan "Sangkan paraning Dumadi" yang bermakna hakekat asal usul penciptaan. Salam Aksara Jawa http://kalighrafijawa.com kaligrafijawa OLShop
Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa gambar Bung Tomo bertuliskan "Rawe-rawe rantas malang-malang putung". Salam Aksara Jawa http://kaligrafijawa.com Kaligrafijawa OLShop
Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa Ajur Ajer model kufi, yang berarti senantiasa berbaur dan beradaptasi dengan lingkungan atau alam dimana dia berada dalam hubungan yang selalu harmoni. Salam Aksara jawa http://kaligrafijawa.com Kaligrafijawa OLShop
Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa gambar kereta kencana bertuliskan "Ngelmu iku kalakone kanthi laku" yang artinya bahwa ilmu itu diperoleh dengan amal atau praktek atau dengan mengalami, bukan hanya teori saja. Salam Aksara Jawa http://kaligrafijawa.com Kaligrafijawa OLShop
Tari Likok Pulo adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Aceh, Indonesia. "Likok" berarti gerak tari, sementara "Pulo" berarti pulau. Pulo di sini merujuk pada sebuah pulau kecil di ujung utara Pulau Sumatera yang juga disebut Pulau Breuh, atau Pulau Beras. Tarian ini lahir sekitar tahun 1849 , diciptakan oleh seorang ulama tua berasal dari Arab yang hanyut di laut dan terdampar di Pulo Aceh . Tari ini diadakan sesudah menanam padi atau sesudah panen padi, biasanya pertunjukan dilangsungkan pada malam hari bahkan jika tarian dipertandingkan dapat berjalan semalam suntuk sampai pagi. Tarian dimainkan dengan posisi duduk bersimpuh, berbanjar, atau bahu membahu. Seorang pemain utama yang disebut cèh berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh rapa'i berada di belakang atau sisi kiri dan kanan pemain. Sedangkan gerak tari hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan , tangan , dan kepala . Gerakan tari pada prinsipnya ialah ge...
Nasi bakepor merupakan makanan khas dari Kutai di zaman kerajaan. Saat ini, kita tidak masuk kasta raja untuk menikmati nasi ini. Nasi Bakepor merupakan makanan khas dari Kutai Kartanegara. Menu ini dulu menjadi hidangan untuk para raja Kutai di zaman kerajaan. Saat ini, kita tidak perlu menjadi raja untuk menikmati nasi ini. Hajjah Ainun Djariah Asli Amin adalah pelopor sekaligus pelestari nasi bakepor. Karena kiprahnya, makanan langka di Bumi Etam, Kalimantan Timur, ini masih bisa dinikmati. Adapun resep adalah sebagai berikut : Bahan: 300 gr nasi putih 2 lbr daun salam 1 lbr daun pandan, potong-potong 1 sdt garam 10 lbr daun kemangi 50 gr ikan gabus asin, goreng matang, suwir-suwir 1/8 bh jeruk nipis, ambil airnya 2 bh cabai rawit Cara membuat: Masukkan nasi ke dalam panci anti lengket. Masak dengan api kecil bersama daun salam, daun pandan dan garam, sambil sekali-sekali diaduk hingga rata. Angkat, tam...
BARONGKO adalah makanan penutup khas daerah Bugis-Makassar yang dibuat dari buah Pisang Kepok matang yang dikukus dengan daun pisang. Dahulu pada masa pemerintahan kerajaan di Sulawesi Selatan, Barongko merupakan makanan penutup yang mewah, dan hanya disajikan untuk Raja-raja, dan disajikan pada moment-moment tertentu, seperti acara perkawinan, ulang tahun, dan lain-lain. Pada kesembatan kali ini, saya akan berbagi Resep Barongko khas Makassar untuk anda : Bahan : 10 buah pisang raja atau pisang tanduk 200 gr tepung ketan 25 gram tepung kanji 850 ml santan cair dari 1/2 butir kelapa 350 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa 100 ml air panas 1 sdt garam halus gula secukupnya 1/2 sdt vanili daun pisang secukupnya untuk membungkus Cara Membuat : Siapkan...
Makassar yang merupakan salah satu kota di Sulawesi Selatan menyimpan kenikmatan kuliner yang unik. Jajanan khas ini sangat menarik untuk dinikmati bagi siapapun. Rasanya tak lengkap jika datang ke kota Makassar tidak menikmati Pisang Epe atau pisang press. Dimana pisang epe memiliki ciri khas diolah dengan dipress terlebih dahulu sebelum disajikan. Tentu bagi orang Makassar tidaklah aneh menikmati cemilan dengan nama Pisang Epe ini. Dalam pengolahannya pisang epe yang sudah dibakar dan pres ini, disuguhkan dengan taburan kelapa dan disiram kinca gula merah dan duren. Hmmm... rasanya dijamin akan membuat lidah anda bergoyang karena nikmatnya. Lezatnya pisang epe sudah terkenal ke berbagai pelosok tanah air. Bahkan orang dari luar daerah Makassar juga menyukai panganan ini . Apalagi bila dinikmati pada malam hari. Jadi bagi Anda yang suka camilan, tidak ada salahnya menc...