HARI PAHLAWAN
384 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Randai Minangkabau #daftarsb19
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Barat

Randai adalah salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama, dan silat menjadi satu. Randai dipimpin oleh satu orang yang biasa disebut Panggoreh, yang mana selain ikut serta bergerak dalam lingkaran, legaran ia juga memiliki tugas yang sangat penting lainya yaitu mengeluarkan teriakan khas misalnya "hep ta taih" untuk menentukan cepat atau lambatnya tempo gerakan dalam tiap gerakan. Tujuannya agar Randai yang dimainkan terlihat rempak dan menarik serta indah dimata penonton Randai tersebut. Biasanya dalam satu group Randai memiliki panggoreh lebih dari satu, yang tujuannya untuk mengantisipasi jika panggoreh utama kelelahan atau kemungkinan buruk lainnya, karena untuk menuntaskan satu cerita Randai saja bi...

avatar
Thenty Kalby
Gambar Entri
Pedoman Inventarisasi Kepercayaan Komunitas Adat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Sesuai dengan tema penulisan, kajian ini berupaya untuk menelusuri dan mengetahui hubungan budaya antara Minangkabau dengan Kerinci (salah satu Rantau Minangkabau) yang telah terjalin erat sejak beberapa abad yang silam. Sebagian besar leluhu masyarakat Kerinci, berasal dari Minangkabau dan adat yang digunakan pun mirip dengan adat Minangkabau. Salah satu kemiripan budaya antara masyarakat Minnagkabau dan Kerinci adalah dalam hal sistem kekerabatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Pengetahuan tentang sistem kekerabatan kedua masyarakat, sangat membantu dalam memahami lebih jauh hubungan budaya yang telah terjalin sejak lama antara keduanya. Oleh karena itu, kajian inidifokuskan pada sistem kekerabatan pada masyarakat Minangkabau dan masyarakat Kerinci. Kajian tentang hubungan budaya antara Minangkabau dan Kerinci yang difokuskan sistem kekerabatan ini sesungguhnya masih jauh dari kesempurnaan atau boleh dikatakan masih perlu ditela’ah lagi.Penulis menyadari bahwa ma...

avatar
Monica91
Gambar Entri
Minangkabau dan Kerinci: Hubungan Budaya dan Sistem Kekerabatan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Sesuai dengan tema penulisan, kajian ini berupaya untuk menelusuri dan mengetahui hubungan budaya antara Minangkabau dengan Kerinci (salah satu Rantau Minangkabau) yang telah terjalin erat sejak beberapa abad yang silam. Sebagian besar leluhu masyarakat Kerinci, berasal dari Minangkabau dan adat yang digunakan pun mirip dengan adat Minangkabau. Salah satu kemiripan budaya antara masyarakat Minnagkabau dan Kerinci adalah dalam hal sistem kekerabatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang sistem kekerabatan kedua masyarakat, sangat membantu dalam memahami lebih jauh hubungan budaya yang telah terjalin sejak lama antara keduanya. Oleh karena itu, kajian inidifokuskan pada sistem kekerabatan pada masyarakat Minangkabau dan masyarakat Kerinci. Kajian tentang hubungan budaya antara Minangkabau dan Kerinci yang difokuskan sistem kekerabatan ini sesungguhnya masih jauh dari kesempurnaan atau boleh dikatakan masih perlu ditelaah lagi. Kajian ini diharapkan bisa dila...

avatar
Monica91
Gambar Entri
Adat Salingka Koto, Nagari
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Masyarakat Koto Gadang VI Koto, adalah masyarakat yang terbuka dalam menerima dan menyikapi perkembangan zaman, sebagaimana masyarakat Minangkabau pada umumnya, bak mamang adat mengatakan “ sakali aia gadang, sakali tapian barubah. Sekali air bah terjadi, tepian mandi akan beralih. Namun tepian akan tetap terletak di tepi sungai. Artinya yang bersifat instrumental dapat berubah, namun yang bersifat fundamental tidak berubah. Di bidang silang sengketa, kearifan lokal yang melahirkan kepercayaan penuh, adil dan bijaksana atas segala keputusan yang dimusyawarahkan dalam sidang ninik mamak, indak ado ranggah nan ka malatiang, ribuk nan ka mandingin, tidak ada ranting yang akan menimpa, angin ribut yang menyebabkan dingin. Kedua belah pihak yang bersengketa, setelah ditelusuri secara bersama-sama dan mendalam, akhirnya dapat menerima dengan ikhlas keputusan yang diambil. Perpaduan antara sistem nilai adat dengan syariat Islam membentuk sebuah konfigurasi kebudayaan. Tradisi agama...

avatar
Monica91
Gambar Entri
Sikoira
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Sikoira adalah kerang di Mentawai dengan cangkang putih. Kerang ini bisa diperoleh di hutan bakau di pantai atau di muara sungai. Para perempuanlah yang bisa mencari dengan membawa sampannya. Mereka biasa mencari pagi hingga sore hari, kadang bermalam bersama-sama di hutan bakau, membuat api unggun dan menikmati sikoira. Sumber: https://travel.tempo.co/read/1108563/menjajal-kuliner-tradisional-nan-ekstrim-di-kepulauan-mentawai/full&view=ok

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sibeu Sikunene’
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Minuman ini sangat istimewa karena aroma dan rasanya mirip mint dan menyegarkan. Terbuat dari rebusan akar kayu pohon Sibeu Sikunene’. Akar kayu yang besar dipotong dan potongan-potongan kecilnya direbus bersama air. Ini minuman sehari-hari di pedalaman Siberut. Sumber: https://travel.tempo.co/read/1108563/menjajal-kuliner-tradisional-nan-ekstrim-di-kepulauan-mentawai/full&view=ok

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Deta (Destar)
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Barat

Sumber: Ensiklopedi Musik dan Tari Daerah Sumatera Barat   Deta (destar)adalah jenis tutup kepala dari selembar kain persegi empat, berukuran 80 x 80cm. Ada yang terbuat dari kain hitam yang kemudian dihiasi dengan benang emas dan batik yang berwarna keputih-putihan kemerah-merahan, kehitam-hitaman dan lain-lain. Pemakaian deta ini tidak terbatas pada tua atau mudanya usia seseorang. Biasanya deta berwarna hitam digunakan dalam bersilat dan deta batik digunakan pada perhelatan dan pakaian sehari-hari.   Hampir setiap daerah di Sumatera Barat orang memakai deta. Walaupun dernikian pada setiap daerah terdapat perbedaan baik mengenai nama, cara meikat/jenis ikatan, lipatan, maupun tinggi rendahnya.   p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Helvetica Neue'} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Helvetica Neue'; min-height: 14.0px}

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Galemang Kambi (Meremas Kelapa)
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Barat

Sumber: Ensiklopedi Musik dan Tari Daerah Sumatera Barat   Galemang Kambi, nama sebuah lagu instrumentalia musik Talempong, di daerah Talang Maua Kabupaten 50 Kota. Galemang Kambi adalah istilah Talang Maua Kabupaten 50 Kota yang berarti meremas kelapa pada waktu beralek, bukan untuk keperluan sehari-hari dalam sebuah rumah tangga, seperti baralek (perhelatan) perka­ winan, dalam menegakkan penghulu atau alek yang agak besar sifatnya.   Biasanya dalam menegakkan penghulu disembelih satu atau dua ekor kerbau sesuai dengan syarat pengangkatan masing-masing p'enghulu. Untuk masakan ini diper­ gunakan banyak kelapa dan karena itu dikerjakan secara bersama oleh ibu-ibu sambil bergurau, sehingga tidak merasa letih.   p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Helvetica Neue'} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Helvetica Neue'; min-height: 14.0px}

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Gandang Lasuang (Gendang Lesung)
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Barat

Sumber: Ensiklopedi Musik dan Tari Daerah Sumatera Barat   Gandang lasuang termasuk salah satu musik tradisionil di Kecamatan Pariaman.   Satu-satunya yang masih berkembang sekaraRg terdapat di Kenegarian Sikapak, Keca­ matan Pariaman, Kabupaten Padang/Pariaman, sedang di Kenegarian lain telah mulai lenyap.   Alat musik ini terdiri dari sebuah saluang, terletak di atas dua potong batang pisang panjang 30 em; lima buah telempoang terletak pada rumah-rumah telempong dan sebuah gandang (dol). Lasu!illg ini berbentuk sepotong kayu dari batang eempedak hutan yang jantan, Iebar sepull}h ern dan tebal lima em. Pada pertengahan panjang lasuang terdapat sebuah lobang lasuang.   Musik gandang lasuang timbul dari pekerjaan wanita-wanita yang menumbuk tepung pada lasuang kayu untuk membuat kue waktu perhelatan perkawinan, adakalanya berjurnlah sampai enam orang. Mereka menumbuk seeara berganti-ganti sambil berkelakar, sehingga tidak merasa letih. K...

avatar
Nicky Ria Azizman