Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan, Raja yang sangat makmur dan kaya raya. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki, akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir, kemudian Siboru Sandebona kebingungan, lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri. Begitulah setelah lahir, bayi ini diberi nama Sipiso Somalim. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau, dia hanya duduk tenang, namun ke...
Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri, yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. Anak mereka hanya seorang, anak wanita, yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu "judi rampah" dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. Akhirnya meninggal dunia. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana, menyusul pula beru Sembiring meninggal. Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu, tiada berayah tiada beribu. Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam, selalu di...
Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2.127,25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan, Sumatera Utara. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi, sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. Maka tidak heran, jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar, yang terletak di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Air yang bening dan tenang, serta bunga-bunga anggrek yang indah, yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. Menurut masyarakat setempat, sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah, Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama ‘Kawar’. Dahulu, daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. Mata pencaharian utama penduduknya...
Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren, dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. Di Sumatera, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan, di antaranya ‘nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk, dan bagot’. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur, terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut, misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal, yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna, setelah tumbuhan kelapa. Salah satunya adalah tuak(nira). Selain sebagai minuman sehari-hari, tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. Dalam tradisi orang Batak, tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu, seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Pada up...
Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. Menurut kisahnya, di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. Setelah dewasa, sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa, seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. Setelah perkawinannya, sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. Suatu...
Opak merupakan makanan khas yang sudah menjadi identitas Kampung Seni Yudha Asri sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Makanan ini hampir kita bisa jumpai disetiap keluarga di Kampung Seni dan mayoritas masyarakatnya pun bisa membuatnya. Bahan dasar opak terdiri dari beras, gula pasir, daun pandan, kelapa dan bahan-bahan lain. Proses pembuatannya tergolong sederhana namun perlu keahlian khusus. Untuk membuat opak yang benar-benar enak, harus melalui proses yang panjang, pertama kita harus menyiapkan beras yang sudah di cuci bersih, kemudian dimasak terlebih dahulu sehingga berbentuk nasi, setelah masak, nasi tersebut di masukan ke "Dulang" yang selanjutnya dihaluskan menggunakan "Halu". Setelah semuanya sudah halus dan bumbu sudah tercampur dengan baik, barulah dibuat opak dengan berbentuk bulat dengan menggunakan alas tikar yang terbuat dari jerami, atau oleh masyarakat setempat disebut "Samak Lampit". Setelah semua opak sudah terbentuk, kemudian di jemur sampai kering. Ji...
*.Bahan :.* *Tepung beras yang baru 1 liter *Gula merah 400 gram *Garam 1/2 sendok teh *Air 100 ml *Kemiri (dihaluskan) 5 butir *Minyak untuk menggoreng *.Cara membuat :.* 1. Rebus gula dan air hingga berambut, angkat. 2. Siramkan air gula ke atas tepung beras, aduk rata. Tambahkan garam dan kemiri, uleni hingga halus. 3. Panaskan minyak goreng, bentuk adonan seperti resep donat kentang kecil. Goreng sampai kecoklatan. RM/Toko yang Menyediakan: Cake Shop Ali Agrem Buhun Cake Shop Address: Jl. Soekarno Hatta No.4, Cibuntu, Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat 40212 Phone: 0896-1794-5845
*.Tambahkan.* varian Wingko Babat yang Anda ketahui di halaman ini. Dengan menambahkan berarti Anda disarankan *.membuat halaman baru .* ##jenis_Wingko_Babat ##jenis_Wingko_Babat *.bukan.* mengubah total daftar (baca: halaman) yang sudah ada ##Wingko_Babat diganti menjadi ##Wingko_Babit Tolong ingat kembali bahwa langkah selanjutnya adalah menyunting halaman baru yang baru saja Anda buat. Kami harap Anda tidak meninggalkan halaman ini dengan ''link'' halaman-halaman baru yang kosong. Untuk keterangan lebih lengkap silahkan tentang prosedur pengisian data, silahkan lihat di [[Instruksi Tambah Data|sini]]. Terakhir, Jika validitas data yang Anda miliki lebih bermutu dari daftar yang sudah ada, tinggalkan pesan di tab penyuntingan untuk konfirmasi perubahan total yang mendesak. Lihat tata cara meninggalkan pesan di [[Instruksi Tambah Data|sini]]. Selamat mencoba. ##Wingko_Babat_Dyriana Kembali ke #Daftar Makanan Minuman
Rendang pada umumnya berbahan dasar daging sapi. Digodok dalam kuali bersama santan kelapa yang diberi bumbu antara lain cabe merah, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, daun salam dan batang serai. Rendang juga memiliki filosofi, yang tersirat dalam bahan-bahannya. Daging Berasal dari daging sapi. Daging merupakan lambang dari Ninik Mamak yang merupakan para pemimpin suku adat di Sumatera Barat. Kelapa Orang Minang sering menyebutnya dengan Karimbia, yang merupakan lambang dari cerdik pandai (kaum intelelek). Cabai Cabai (lado) merupakan lambang alim-ulama yang pedas dan tegas dalam mengajarkan agama. Bumbu Pemasak (bumbu) dapat diartikan sebagai lambang keseluruhan masyarakat Minang. TEMPAT RUMAH MAKAN: Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta Selatan, +(021) 78840042 Restoran Sederhana, Pasar Bendungan Hilir Los H Blok A 47/51 Jakarta Pusat, +(021) 5736810 / 570504...