Tari topeng yang memadukan seni musik, tari dan teater ini mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Sunda. Para penarinya menggunakan topeng mirip topeng Banjet (Karawang), hanya saja pada tari topeng Betawi menggunakan bahasa Betawi. Tari Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung. Asal usul sejarah tari topeng – Tarian Topeng, salah satu ciri khas budaya tari di Indonesia. Jakarta merupakan hasil perpaduan antara budaya masyarakat ada di dalamnya. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Cina seperti Jaipong yang mengunakan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta boleh dikatakan daerah yang paling dinamik kerana mempunyai seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamik selain seni tari lama. Tari Topeng adalah visualisasi gerak, yang dibuat nenek moyang tanpa melalui konsep. Ada pengaruh budaya Sunda, namun memiliki ciri khasnya berupa selancar. Para penarinya menggunak...
Halo apa kabar para budaya-ers? Kalian pasti sering mendengar wayang kulit khas Jawa kan? Nah, apakah kalian pernah mendengar mengenai wayang kulit khas betawi? Ya, memang banyak yang belum mengetahui mengenai wayang kulit ini terlebih di zaman modern saat ini. Wayang kulit khas betawi ini memiliki bentuk fisik boneka wayang yang strukturnya lebih kasar dibandingkan wayang kulit jawa. Lalu menggunakan musik kita mirip gamelan, tapi bukan gamelan, namanya ambang kromong. Cerita yang disajikan dalam wayang kulit ini biasanya cerita masyarakat betawi sehari-hari dengan mengambil nilai hikmahnya, bukan seperti wayang kulit Jawa yang mengambil cerita dari kita ramayana maupun lainnya.
Halo kawula muda budaya-ers! Tahukah kamu mengenai golok? Dan apakah sebenarnya itu golok? Hmm...mungkin kawula muda hanya mengetahui bentuk golok dari internet maka mungkin kamu bisa menanyakan kepada orangtua ataupun kakek-nenekmu untuk memperlihatkan apa itu golok,mungkin saja mereka masih menyimpan benda tersebut. Golok merupakan salah satu senjata tradisional masyarakat Betawi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik untuk mencari makanan di hutan ataupun melindungi diri dari musuh. Dahulu setiap lelaki betawi selalu membawa golok kemanapun ia pergi, hal ini bertujuan sebagai alat pelindung dari para musuh atau serangan hewan buas. Namun saat ini kaum lelaki betawi sudah tidak pernah membawa golok ketika mereka pergi karena dianggap kurang praktis.
Sebuah sayur dijadikan simbol dalam suatu pernikahan, memang ada? Tentu ada dan sayur besan adalah jawabannya. Masyarakat Betawi tidak hanya menjadikan masakannya sebagai pelengkap menu makanan di dapur saja. Masakan Betawi mempunyai peran penting yakni sebagai simbol dalam prosesi adat dan salah satunya adalah sayur besan. Sayur ini digunakan sebagai salah satu syarat dalam prosesi pernikahan di masyarakat Betawi. Sayur besan mempunyai arti yakni melambangkan dua keluarga yang menyatu dalam ikatan kekeluargaan lewat pernikahan. Bahan utama dari sayur ini adalah terubuk. Terubuk adalah sejenis tebu yang dikonsumsi bunganya. Bunganya tertutup oleh kulit dan bagian dalamnya lonjong putih berbutir-butir seperti telur ikan. Terubuk sendiri adalah tanaman musiman yang sekarang keberadaannya sudah langka. Selain terubuk, sayur ini juga diisi oleh bahan pelengkap seperti soun, kentang, petai, dan ebi lalu menggunakan santan sebagai kuahnya. Tekstur sayur ini sangat lembut, harum,...
Budaya betawi mengenal cara yang bertingkat-tingkat untuk sampai pada tahap berumah tangga. Tahap-tahap itu pada saat ini memang jarang atau tidak lagi dilakukan, karena berbagai halangan. Tahap-tahap tersebut adalah: a. Ngedelegin , mencari calon menantu perempuan yang di lakukan oleh Mak Comblang. b. Ngelamar , pernyataan meminta pihak lelaki kepada pigak perempuan. c. Bawa Tende Putus , pernyataan atau kesepakatan kapan pernikahan akan dilaksanakan. d. Ngerudat , rombongan keluarga pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan, seraya membawa serah-serahan seperti roti budaya, pesalin, sie, dan lain-lain. e. Akad Nikah , ikrar yang di ucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapsn wali pengantin perempuan. f. Kebesaran , upacara kedua mempelai duduk di...
Ada yang masih ingat dengan minuman yang satu ini? Es segar khas daerah betawi ini memang sudah jarang ditemukan. Es khas Betawi ini biasanya dijumpai oleh pedagang keliling yang lewat disekitar rumah atau dijalan-jalan disekitar perkampungan atau pinggir kota juga acara-acara khas adat Betawi. Selendang Mayang berbahan dasar tepung beras dan daun suji sebagai pewarna alami. Selendang Mayang biasa disajikan dengan Es dan kuah santan dan air gula yang menggugah selera. Selain rasa yang sejuk menyegarkan, Selendang mayang juga memiliki warna yang menarik. Maka itu panganan ini sangat digemari oleh semua kalangan terutama anak-anak.
Panganan Khas betawi ini cukup populer. Dimana hampir setiap perayaan adat betawi kembang Goyang ini harus selalu ada dan makanan ini merupakan makanan Khas Betawi. Mengapa disebut kembang Goyang? Selain karena berbentuk seperti Bunga atau kembang juga ketika akan menggorengnya, kembang Goyang ini harus digoyang-goyangkan terlebih dahulu agar dapat lepas dari cetakan yang berbentuk kembang. Kembang Goyang terbuat dari tepung beras, telur, garam, gula, dan santan ini mempunyai rasa yang gurih dan digemari oleh seluruh keluarga.
Roti Buaya merupakan Simbol Khas Adat Betawi dimana Roti Buaya biasa dijadikan simbol pernikahan adat betawi untuk seserahan kepada sang mempelai wanita dari mempelai pria. Biasanya Roti Buaya ini diberikan dua pasang. Ukurannya pun bermacam-macam dari yang berukuran mini hingga berukuran seperti buaya aslinya. Roti Buaya dijadikan simbol karena dalam adat Betawi Buaya digambarkan sebagai diri mempelai Pria, dimana biasanya buaya hanya menikah satu kali seumur hidupnya yang dianggap mempunyai arti kesetiaan dan arti kemapanan. Roti buaya pada awalnya dibuat seperti membuat roti tawar yaitu tidak ada rasa, namun pada era modern saat ini banyak dimodifikasi roti buaya menjadi rasa manis, coklat, vanila, dan berbagai macam kreasi rasa lainnya.
Siapa yang tak tahu Ondel-Ondel? Ya Ondel-ondel merupakan kesenian atraktif dari Betawi yang merupakan sepasang Boneka Besar yang berukuran sekitar 2.5 Meter dan lingkar 80 cm. Ondel-ondel dibuat dari anyaman bambu yang dibentuk seperti sangkar yang dapat dioperasikan dengan cara dipikul oleh orang yang ada didalamnya. Ondel-ondel biasanya ada sepasang yaitu pria yang berwarna merah dan wanita yang berwarna putih. Pada awalnya Ondel-Ondel berfungsi sebagai penangkal bala yang juga diberikan sesajen-sesajen. Namun seiring perkembangan pemikiran tersebut ditinggalkan dan Ondel-ondel biasanya diadakan untuk perayaan-perayaan yang berhubungan dengan adat Betawi, seperti pernikahan, perayaan Ulang Tahun Jakarta juga diadakan saat ada festival-festival kebudayaan, serta acara-acara lain seperti peresmian atau pembukaan gedung dan lainnya yang biasanya diiringi oleh musik khas Betawi.