Sambal Lecet Bahan: 10 bh cabai merah 6 siung bawang merah 3 siung bawang putih 5 bh cabai rawit 2 bh tomat merah ½ sdt terasi ½ sdt garam ½ sdt gula pasir Cara membuat : Bungkus semua bahan dalam daun pisang, lalu bakar sampai matang. Haluskan. Siap untuk disajikan. Selamat mencoba. Sumber: http://resep-selera-nusantara.blogspot.com/2010/03/sambal-lecet.html
Gulai Iga Kemba’ang Bahan: 350 ml santan kental 500 gr iga sapi 100 gr kelapa sangrai, haluskan 1 lbr daun salam 100 gr daun pakis 1 sdt garam 1 bh asam kandis 3 sdm minyak untuk menumis Haluskan bumbu : 1 sdt ketumbar 2 cm kunyit 6 bh bawang merah 3 siung bawang putih 5 bh cabai merah 2 cm kunyit 2 cm jahe Cara Membuat : Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, asam kandis, hingga harum, lalu masukkan iga sapi masak sampai iga berubah warna. Masukkan santan cair masak sampai iga empuk. Tambahkan santan kental, kelapa sangrai, masak hingga berminyak. Terakhir masukkan daun pakis masak sebentar hingga daun pakis matang. Sajikan. Selamat mencoba. Alamat & Kontak Penjual: Rumah Makan Inga Raya Street pantai pariwisata, Jl. Bencoolen, Ps. Bengkulu, Sungai Serut, Kota Bengkulu, Bengkulu 3811...
Bahan : 1 ekor ikan tongkol, potong jadi 5 bagian 2 btg serai memarkan 2 cm jahe memarkan ½ sdt garam ¼ sdt lada 500 ml santan dari 1 btr kelapa 20 lembar daun kemangi 6 sdm minyak untuk menumis Haluskan : 8 bh bawang merah 4 siung bawang putih 3 cm kunyit 6 bh cabai merah Cara Membuat : Lumuri ikan tongkol dengan air jeruk nipis, garam, lada, diamkan selama 15 menit sampai bumbu meresap ke dalam ikan. Bakar ikan di atas bara api sampai matang. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, jahe, hingga matang dan harum. Masukkan ikan tongkol, aduk perlahan supaya ikan tidak hancur. Masukkan santan, garam, lada, masak sampai mendidih dan kental, lalu tambahkan daun kemangi, aduk rata. Sajikan. Selamat mencoba. Alamat & Kontak Penjual: Rumah Makan Inga Raya Street pantai pariwisata, Jl. Bencoo...
Bahan: 600 gr daging has dalam 250 ml santan kental Haluskan bumbu : 4 sdt ketumbar 1 sdt asam jawa 2 cm kunyit, bakar 8 bh bawang merah 4 siung bawang putih 1 sdt garam 2 sdt gula merah Cara membuat: Aduk rata bumbu, daging dan santan kental. Diamkan selama 2 jam. Tusuk tiap 4 potong daging dengan tusuk sate. Bakar sambil diolesi dengan bumbu perendam di atas bara api sampai daging matang. Sajikan sate dengan sambal kecap. Selamat mencoba. Untuk 6 orang Sumber: http://resep-selera-nusantara.blogspot.com/2010/03/pancah-daging-bengkulu.html
Resep Opor Sayur Ayam Cincang Khas Bengkulu Bahan: 3 sdm minyak goreng 3 lembar daun salam 4 cm lengkuas 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan 300 gr dada ayam, cincang 1 buah wortel, potong panjang 2 cm 500 ml santan encer dari ½ butir kelapa 200 santan kental dari ½ butir kelapa 50 gr buncis, potong 2 cm 1 sdm bawang goreng Garam, gula secukupnya Bumbu Halus: 5 butir bawang merah 3 siung bawang putih 1 sdm ketumbar, sangrai ½ sendok teh jinten ¼ sendok teh bubuk pala 4 butir kemiri 2 cm jahe ½ sendok teh merica butir Cara Membuat : Panaskan minyak, tumis bumbu halus daun salam, lengkuas, serai hingga harum. Masukkan ayam cincang, aduk hingga ayam berubah warna. Tambahkan wortel dan tuangi santan encer. Masak hingga mendidih sambil diberi garam dan gula. Masukkan santan kental dan buncis, m...
Masakan khas Bengkulu ini tidak banyak dijumpai pada kuliner Nusantara. Udang galah termasuk udang yang digemari. Dimasak dengan bumbu khas Bengkulu sehingga mempunyai aroma seperti rempah-rempah. Dilansir dari situs resepkoki.co , berikut resep lengkapnya: Bahan: 500 gr udang galah 4 butir cengkih 2 buah kablet 300 ml air 2 sdm kelapa parut muda 1 sdt garam Minyak goreng untuk menumis Bumbu Halus: 8 bh cabai merah 5 siung bawang merah 3 siung bawang putih 2 cm kunyit 1 cm jahe 1 cm lengkuas 1/2 sdm ketumbar 1/4 sdt pala Cara Membuat: 1. Campur udang dengan bumbu halus, aduk rata, diamkan selama 10 menit, sisihkan. 2. Panaskan minyak ke dalam wajan, tumis bumbu halus bersama garam dan kelapa parut hingga harum. 3. Masukkan udang, masak hingga udang berubah warna, tuang air, aduk rata. 4. Masukkan kablet...
Adat istiadat Suku Serawai Kabupaten Seluma mencakup tata cara perkawinan. Dimana tata cara tersebut sudah jarang dilaksanakan dikarenakan tergerus zaman. Namun masih ada sebagian masyarakat yang menjalaninya. Adapun tata cara dan tahapan tersebut adalah sebagai berikut: a. Perkenalan Bujang Gadis Perkenalan bujang gadis terjadi dirumah si gadis, apabila bujang ingin berkenalan dengan si gadis, bujang harus kerumah si gadis dan terlebih dahulu diterima oleh orang tua sang gadis, untuk mengenali lebih dekat gadis pujaanya, bujang harus merayu orangtuanya dengan bahasa yang halus ”perambak” selain dengan kata-kata yang halus harus pula merendahkan diri. Apabila bujang sudah mendapatkan hati sang orang tua maka orang tua tersebut akan segera “membangunkan” anak gadisnya, yang biasanya sudah terlebih dahulu mengintip dari balik kain pintu. Gadis akan segera keluar apabila dia ada hati dengan tamunya, tetapi apa...
Asal muasal dari kata Serawai ada 2 (dua) pendapat yaitu ; (1) Serawai maksudnya cabang dua buah sungai yaitu sungai Musi dan sungai Seluma yang dibatasi oleh suatu bukit yaitu bukit capang. (2) Serawai asal kata dari seram yang artinya celaka (celako) ini dihubungkankan dengan anak raja dari hulu, karena menderita penyakit menular lalu dibuang (dihanyutkan) ke sungai dan terdampar di manna. Anak raja inilah yang mendirikan sebuah kerajaan. Kerajaan tersebutlah yang dikenal dengan Kerajaan Serawai. Kerajaan Serawai terpisah dari kerajaan Bengkulu. Kerajaan ini ditemui diantara daerah sungai Jenggalu sampai ke muara Bengkenan, kerajaan ini akhirnya terpecah-pecah menjadi kerajaan kecil yang disebut margo (marga). Mereka bersatu atas dasar satu kesatuan, satu keturunan dan satu rumpun bahasa. Sedangkan dilihat dari struktur masyarakat maka yang mendiami daerah Seluma terdiri dari ; Suku Serawai dan Suku Pendatang (Suku Jawa, Suku Minang, Suku Bal...
Kesenian dendang ini dalam pemakaiannya ada 2 macam, yaitu : 1. Bedendang nunggu buak masak. Kegiatan dendang ini masih dimulai dari dendang beledang juga yang berakhir sampai dendang rampai. tetapi tanda berhentinya dilihat dari tarinya. dendang seperti ini, tarinya hanya sebatas tari redok saja. sesudah makan juadah, habislah dendang ini. 2. Bedendang Mutus Tari. Kegiatan masih dimulai dari dendang beledang hingga dendang rampai. sebagai bukti mutus tari, harus ditutup dengan tari rendai yang diawali tari kain panjang, terus keredok, diselesaikan dengan tari orang empat ( mengempatkan). bila upacara tersebut sudah selesai, maka dibuktikanlah dengan Jambar . orang dulu menyebut Jambar ini sebagai denda membuka tari kain panjang, lalu kerendai, karena tari ini adalah tari besar. sampai sekarang orang masih banyak sekali yang berdendang mutus tari itu dengan kata berdendang dari awal sampai akhir. karena tiap awalan pasti ada akhiran, j...