HARI PAHLAWAN
174 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
SI PAHIT LIDAH
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing. Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna. Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.  Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meski...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Benteng kuto besak
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru.   Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah de...

avatar
Rangga Sinatra
Gambar Entri
Tempoyak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Tempoyak   Tempoyak dibuat dar isi durian. Isi durian ini dipisahkan dari bijinya dan ditambah dengan sedikit garam dan disimpan selama tiga hingga lima hari di dalam suhu kamar. Tempoyak biasanya tidak dimakan begitu saja tetapi selalu dibuat sambal atau dimasukkan ke dalam masakan seperti gulai tempoyak ikan patin. Tempoyak dikenal di Indonesia (terutama di Palembang, Sumatera dan Kalimantan). Di Indonesia Tempoyak sangat populer dikalangan masyarakat Sumatera bagian timur ,Menurut sejarah karenakan jumlah produksi buah durian sendiri sangat melimpah sehingga kalau dibuang sayang,masakan khas dari wilayah ini seperti Pindang Ikan Patin juga menggunakan tempoyak. Di Malaysia Tempoyak turut dirakamkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan harian bagi penduduk Terengganu, semasa melawat Terengganu (sekitar 1836), dengan menyatakan bahawa makanan kegemaran mereka adalah "... tempoyak dan pekasam dan petai dan jering dan sebagainya...." Car...

avatar
Muhammad Ariefin
Gambar Entri
Theater Palembang " Dul Muluk"
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Selatan

Palembang Juga mempunyai seni pertunjukan tradisional yang di sebut " Dul Muluk". Melihat dari namanya , Sepintas seperti nama orang, Ya Dul muluk memang nama orang, seni theater ini pertama kali di pelopori oleh seorang pedagang keturunan arab yang menjadikan seorang pangeran bernama Abdul Muluk Jauhari anak dari sultan Abdul Hamid syah sebagai inspirasi untuk seni theater nya. Karena semakin hari peminat dul muluk ini semakin banyak, maka pedagang arab ini sering di undang untuk mengisi acara pernikahan , khitanan, dan potong rambut,, cerita yg di bawakan nya pun masih tentang petualangan Abdul Muluk. Semakin berjalan nya waktu, seni theater ini tidak hanya membawakan cerita tentang Abdul Muluk,  banyak cerita rakyat palembang yang biasa di pentaskan untuk mengisi tema seni theater ini, seperti cerita Si Pahit Lidah dan Mata empat, Legenda pulau Kemaro, Putri kembang Dadar, dan masih banyak lagi.

avatar
Nanang_tris
Gambar Entri
Samsam
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Samsam adalah makanan yang terbuat dari Ikan air tawan yang sudah di fermentasi, tapi tidak sembarang ikan air tawar, hanya untuk ikan tawar yang bersisik, cara membuatnya pun sangat mudah. Caranyya siapkan 1 kg ikan , di cuci bersih dan taburi dengan garam 3 sendok, kemudian di beri nasi sebanyak 1 centong nasi Setelah bahan-bahan di jadikan 1 masukkan dalam wadah dan tutup rapat diamkan 3 hari. setelah 3 hari ikan bisa di goreng, dan langsung bisa di santap sebagai lauk, dengan sambal terasi, atau sambal jokjok (sambal khas suku komering).

avatar
Nanang_tris
Gambar Entri
Tempoyak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

  Tempoyak sebenarnya dapat disebut sebagai bumbu masakan. Tempoyak yang terbuat dari buah durian yang difermentasikan ini berasal dari Palembang. Namun, beberapa masyarakat juga mengklaim bahwa tempoyak adalah makanan khas daerah mereka, seperti Jambi, Lampung, dan Lampung. Tempoyak sendiri dalam penggunaannya dipakai untuk memasak ikan. Salah satu ikan populer yang biasa dimasak dengan tempoyak adalah ikan patin. Ikan patin banyak dijual di pasar tradisional, baik patin sungai (air tawar) maupun patin laut. Namun, banyak juga masyarakat yang memodifikasi masakan tempoyak dengan menggunakan ikan teri atau jenis ikan-ikan lainnya. Adonan tempoyak dibuat dengan memisahkan daging durian dengan bijinya. Kemudian menambahkan sedikit garam. Ada pula yang menambahkan cabai rawit agar proses fermentasi berlangsung lebih cepat. Setelah itu, adonan disimpan ke dalam wadah tertutup dan pada suhu ruang. Bisa juga dimasukkan ke dalam lemari es, namun proses fermentasi aka...

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
Guritan Besemah
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Selatan

Guritan Besemah adalah salah satu jenis sastra daerah masyarakat Besemah yang eksistensinya ditampilkan dalam bentuk “teater tutur”. Artinya, ia dituturkan secara monolog oleh seorang tukang cerita dalam bahasa Besemah dengan lagu tertentu dan memakai alat (bantu) yang disebut sambang yang dililit dengan kain (digetang) dan ditopangkan di bawah dagu, dan kadang-kadang pada kening penutur. Pada masa lalu guritan dituturkan pada malam hari di rumah warga dusun yang ditimpa musibah kematian, sejak hari pertama setelah jenazah dikebumikan sampai 3 malam berturut-turut. Penuturnya selalu laki-laki, biasanya berumur 50-an tahun ke atas. Tangan kanan penutur memegang pertengahan sambang atau agak ke bawah dan tangan kiri diletakkan di atas sambang, kemudian keningnya ditempelkan di atas tangan kiri itu. Penutur guritan tidak memandang penonton (audience) ketika sedang menuturkan cerita, ia memejamkan mata sebagai bentuk ekspresinya yang dalam. Lakon-lakon (judul) guri...

avatar
Sobatbudayajakarta
Gambar Entri
Guritan “Bunga Ndie”
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Selatan

“Aku dide nurutkah pantun, Aku dide nurutkah rimbay, Kalu aku nurutkah pantun, Kalu aku nurutkah rimbay, Pandak aghi kurangan malam, Ndi siyang kewalik malam, Ndi malam kewalik siyang Siyang kewalik malam pule.   Abis taghuk alay-alayan, Abis taghuk alay di utan, Dipungkak dilate-late, Dicencang diayau-ayau, Bukan dipungkak lawan tanggay, Bukan dicencang lawan lading, Dipungkak lawan rupuk-an, Dicencang lawan angan-angaaan…   Ude ku (e)ndap kutinggikan, Ude kujauh kudampingkan, Ude kutimbang dalam ati, Ude kubanting li bepikir, Bulat ndi ayik dipembetung, Tunggang ndi ayik di teladas Kire diadang dik teadang Kire dipempang dek tepempang Adangan gunung kan kutempur Adangan tandang kan kutetas Adangan kate dek terambat Nurutkah kendak ngan serile Nunggangi mangsud dalam ati   Idup ini untang-untangan Aku kepingin tau nasip...

avatar
Sobatbudayajakarta
Gambar Entri
Permainan Cak Ingking Gerpak
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Selatan

Permainan Cak Ingking Gerpak adalah permainan yang dilakukan dengan cara melompat satu kaki, dilanjutkan dengan melompat dua kaki secara bergantian pada petak-petak yang telah ditentukan. Sebenarnya jenis permainan ini ada hampir di seluruh nusantara, akan tetapi dengan nama yang berbeda-beda. Permainan bisa dilakukan kapan saja di setiap waktu luang, khususnya siang hari. Pemain biasanya berusia 6-13 tahun dengan jumlah yang tidak terbatas. Saran bermain berupa tempat terbuka yang sudah digambar petak-petak dan pecahan tembikar atau potongan papan kecil. Gambar petak-petak tersebut terdiri dari 7 petak dan seperti badan manusia. Permainan ini terdiri dari 5 tahap: 1.  Pemain pertama menaruh atau melempar  uncak  (pecahan tembikar) pada petak satu. Kemudian melompat menggunakan satu kaki pada petak dua dan tiga. 2.  Uncak  ditaruh di punggung telapak tangan dan masuk setiap petak dengan menggunakan satu kaki. Pada petak ketujuh pemain berhe...

avatar
Sriutanti