Istilah Posuo berasal dari kata suo yaitu sebuah bilik rumah yang ditempati para anak gadis untuk melaksanakan Posuo atau pingitan. Posuo (pingitan) merupakan prosesi adat bagi gadis remaja yang telah aqil balik dalam memasuki masa dewasa sekaligus mempersiapkan diri untuk berumah tangga. Kegiatan ini dilakukan selama 8 hari 8 malam atau dapat pula dilaksanakan selama 4 hari 4 malam s/d 7 hari 8 malam yang di pandu oleh seorang Bhisa. Tujuan dilaksanakannya prosesi ini adalah untuk mengajarkan kepribadian, etika, akhlak serta hal-hal yang berhubungan dengan keagamaan. Bagi gadis remaja yang telah dipingit dan keluar ruangan, maka resmilah disebut Kalambe atau wanita yang telah dewasa dan diupacarakan dalam mataana kariaa. Festival Posuo (Pingitan) adalah tradisi pingitan bagi gadis remaja Buton sebelum memasuki usia dewasa. Pada masa lampau, sejak terbentuknya struktur pemerintah kerajaan/kesultanan di Buton dilaksanakan selama 40 hari. Setela...
Pakaian balahadada merupakan pakaian kebesaran yang dikenakan oleh kaum laki-laki buton baik bagi seorang bangsawan maupun bukan bangsawan. Pakaian dengan warna dasar hitam ini dijadikan sebagai perlambang keterbukaan pejabat atau sultan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan masyarakat demi pencapaian kesejahteraan dan kebenaran hukum yang diputuskan dengan jalan musyawarah untuk mufakat. Kelengkapan pakaian balahada terdiri atas destar, baju, celana, sarung, ikat pinggang, keris, dan bio ogena atau sarung besar yang dihiasi dengan pasamani diseluruh pinggirannya. Bukan hanya balahadada saja yang diketahui sebagai pakaian adat suku buton dan diketahui juga ada beberapa macam pakaian adat suku buton misalnya pakaian ajo bantea, ajo tandaki, pakeana syara, kambowa, kaboroko, dan kombo. Pakaian balahadada merupakan pakaian kebesaran bagi seorang laki-laki suku buton baik bagi seorang bangsawan maupun bukan bangsawan. Hal ini disebabkan karena pada masa lampau pakaian...
Kabuto adalah makanan khas Masyarakat Muna dan Buton Kepulauan di Sulawesi Tenggara yang tergolong unik. Dikatakan unik lantaran bahan dasar menu makanan yang mirip bahasa jepang itu adalah ubi kayu atau singkong yang telah dikeringkan dan dibiarkan berjamur. Semakin lama disimpan dalam keadaan kering maka akan makin enak rasa dan aroma makanan ini kala disantap. Apalagi bila dicampur kelapa parut dan ditambah menu ikan asin goreng sebagai lauknya.. tambah mantap. Cara menyiapkan makanan inipun tergolong sangat praktis dan simpel. Singkong yang telah kering tadi dipotong-potong dan beri air secukupnya lalu dimasak sampai benar-benar matang selama kira-kira satu jam. Sambil menunggu sang Kabuto benar-benar masak, kita bisa menyiapkan kelapa parut sebagai campuran utamanya. Bisa juga dengan menyiapkan ikan asin goreng sebagai pendamping atau lauk untuk makanan khas masyarakat Muna-Buton ini. Dilihat dari kandungan gizinya, Kabuto termasuk makanan yang kan...
Ikan parende adalah jenis makanan yang cukup terkenal di Buton. Wilayah perairan Buton yang cukup panjang, sangat kaya akan berbagai jenis ikan. Namun, untuk membuat ikan parende, masyarakat di sana biasanya menggunakan ikan kakap merah. Melihat sajiannya, masakan ikan parende lebih mirip sop ikan yang biasa ditemui di daerah Jawa. Mungkin yang menjadi spesial untuk menu ikan parende, yakni memilih ikan kakap merah. Pada tradisi zaman dulu, ikan kakap merah merupakan makanan masyarakat kelas atas. Tidak heran jika para nelayan Buton, jika mendapatkan tangkapan ikan kakap merah diserahkan kepada sultan. Namun, sekarang ikan parende dengan ikan kakap merah, sudah menjadi makanan masyarakat umum. Selain itu, ikan Parende pun bisa dari jenis ikan lainnya. Bahan yang perlu dikumpulkan untuk pembuatan ikan parende, yakni: ikan kakap merah 500 gram dipotong menjadi enam bagian 1.500 ml air putih, dua batang daun sereh satu lembar daun salam...
Ikan parende adalah jenis makanan yang cukup terkenal di Wakatobi. Wilayah perairan Wakatobi yang cukup panjang, sangat kaya akan berbagai jenis ikan. Namun, untuk membuat ikan parende, masyarakat di sana biasanya menggunakan ikan kakap merah. Melihat sajiannya, masakan ikan parende lebih mirip sop ikan yang biasa ditemui di daerah Jawa. Mungkin yang menjadi spesial untuk menu ikan parende, yakni memilih ikan kakap merah. Pada tradisi zaman dulu, ikan kakap merah merupakan makanan masyarakat kelas atas. Tidak heran jika para nelayan Wakatobi, jika mendapatkan tangkapan ikan kakap merah diserahkan kepada sultan. Namun, sekarang ikan parende dengan ikan kakap merah, sudah menjadi makanan masyarakat umum. Selain itu, ikan Parende pun bisa dari jenis ikan lainnya. Bahan yang perlu dikumpulkan untuk pembuatan ikan parende, yakni: ikan kakap merah 500 gram dipotong menjadi enam bagian 1.500 ml air putih, dua batang daun sereh satu lembar d...
Pelaksanaan acara adat di desa Wabula dilakukan dua kali dalam setahun oleh lembaga adat, antara bulan Februari dan bulan Juli. Desa Wabula merupakan salah satu desa di Pulau Buton yang masih menjalankan tradisi serta mematuhi norma-norma dalam adat. Salah satu aturan adat yang masih dipertahankan adalah di berlakukannya "buka-tutup" dalam mengakses sumber daya alam. Masyarakat adat Wabula rupanya sudah lebih dulu mengenal konservasi berbasis lokal, yang telah diturunkan dari para leluhur. Upacara adat ini juga diselenggarakan dalam rangka mensyukuri hasil panen. Diselenggarakan dengan melantunkan syair-syair dan menari. Video penyelenggaran Upacara Adat Wabula: https://www.youtube.com/watch?v=Fbucuo95NRc https://www.youtube.com/watch?v=dNpwBXfOvcQ Sumber: https://news.detik.com/foto-news/d-2107200/pesta-adat-di-wabula-buton/2#share_top https://student.cnnindonesia.com/inspirasi/20160113111829-327-103945/pulau-buton-destinasi-ba...
Festival Pekande-kandea adalah tradisi masyarakat Buton, yang pada zaman dahulu dilaksanakan untuk menyambut para pejuang kembali dari medan pertempuran. Dalam bahasa Buton sering juga disebut Bongkaana Tao (merupakan acara pembukaan tahun sebagai doa kesyukuran terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen/rezeki yang diperoleh selama satu tahun). Juga dapat dilaksanakan setelah melaksanakan hajatan (pesta syukuran) sesuai dengan ketentuan adat istiadat, misalnya melaksanakan Kawia (pernikahan), Posipo (peringatan 7 bulan kehamilan), Tandaki (bagi anak laki-laki yang memasuki akil baliq), Posusu (bagi anak perempuan yang memasuki usia remaja), dan Posuo (remaja putri yang beranjak dewasa). Bahkan pada acara-acara peringatan meninggalnya seseorang pun, kadang diakhiri dengan Pekande-kandea walaupun dalam skala kecil. Pekande-kandea yang berarti makan bersama dengan duduk bersila berhadap-hadapan antara penjaga talang dengan pengunjung/tam...
Tari Waindorigi berasal dari Takimpo, Kecamatan Pasarwajo. Tarian ini diilhami cerita yang menceritakan masyarakat Takimpo sebelum adanya Kerajaan Buton masa silam, di Liwu Takimpo Lipuogena oleh tokoh-tokoh adat mengamanatkan La Manuncama untuk menjadi duta (utusan) adat menuju Wabula. Dalam kesepakatan tokoh Sara Takimpo, La Manuncama dalam perjalanan menuju Wabula didampingi oleh seorang wanita berparas cantik yang bernama Wa Indorigi. Di hari yang ditentukan berangkatlah mereka menggunakan perahu yang bernama Wasilomata dengan dikawal 20 orang perempuan dan 20 orang laki-laki. Di saat pelayarannya, rombongan La Manuncama tersebut bernyanyi dan menari dengan gerakan-gerakan dasar di atas perahu yang pada dasarnya memberikan semangat dan pemujaan kepada wanita yang bernama Wa Indorigi. Di pertengahan jalan, rombongan tersebut dihempas gelombang besar yang hampir menenggelamkan mereka. Untungnya di saat itu juga La Manuncama memanjatkan...
Puncak Siontapina ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Adat yang disebut Kaombo dengan tujuan agar hutan yang berada di sekitar Puncak Siontapina tetap terpeliharan dan terjaga keasliannya. Sanksi adat menanti untuk mereka yang melanggar, yakni berupa denda atau menanam kembali pohon yang ditebang dengan beberapa pohon yang lain, bahkan ada sanksi berat untuk mereka yang tertangkap tangan melakukan pengrusakan hutan yaitu diasingkan ke daerah lain. Wasiat inilah yang masih terus dijalankan oleh para pengikutnya yang tersebar di Wasuamba, Labuandiri, Kamaru dan Lawele. Sumber: http://greatbuton.blogspot.co.id/