Tumpeng Rasulan merupakan tumpeng dengan nasi uduk dan lauk pauk ingkung, ayam yang bentuknya seperti bersujud. Bahan: 300 g beras, cuci bersih 600 ml air Ayam bumbu rempah: 1 ekor ayam ukuran kecil 350 ml air 2 lembar daun salam 3 cm lengkuas, memarkan 2 tangkai serai, memarkan 5 lembar daun jeruk purut 1 butir jeruk nipis, ambil airnya Minyak secukupnya untuk menggoreng Bumbu yang dihalukan: 6 butir bawang merah 3 siung bawng putih 1 sdt ketumbar 4 cm kunyit 1 sdt lengkuas parut 3 cm jahe Garam secukupnya Tumis kedelai hitam: 100 g kedelai hitam siap pakai (triskan jika dalam kaleng) 1 sdm minyak untuk menumis 1 sdt garam 1 sdt cincangan hakus bawang putih 1 sdm irisan miring cabai merah tanpa isi...
Tumpeng tumbuk merupakan jenis tumpeng yang biasanya disajikan pada saat ulang tahun, terutama saat usia 64 tahun. Orang yang sudah mencapai usia 64 tahun, dianggap telah melebih usia Nabi Muhammad SAW waktu wafat, sehingga ulang tahun ini dianggap spesial. Jenis tumpeng ini biasanya dihias dengan kepangan kacang panjang dari puncak ke dasar, yang melambangkan umur panjang. Biasanya tumpeng ini di pakai saat berulang tahun, terutama pada ulang tahun ke 64 disebut juga dengan tumbuk ageng. Umur 64 dilambangkan sebagai umur yang istimewa, karena angka 8 menurut Jawa dan Cina merupakan angka keramat. Jadi perkalian antara 8 x 8 hasilnya 64. Tumpeng ini juga dihiasi dengan kacang panjang yang dikepang dari puncak ke alas tumpeng yang melambangkan panjang umur. --- Tumpeng merupakan sarana yang sangat penting dalam perayaan maupun dalam berbagai upacara pada masyarakat Jawa. Mulai acara perayaan kelahiran sampai pada peringatan ha...
Wisanggeni adalah tokoh pewayangan Jawa dalam wiracarita Mahabarata. Wisanggeni dapat dipastikan merupakan tokoh asli carangan pujangga Jawa, sebab nama tokoh tersebut tidak terdapat di kitab Mahabarata di India. Lakon yang menceritakan tentang Wisanggeni cukup sedikit, meliputi kelahiran, pernikahan, dan kematiannya. Wisanggeni adalah manusia setengah dewata. Ayahnya seorang manusia bernama Raden Arjuna dan ibunya seorang Betari bernama Dresanala. Kelahiran Wisanggeni dapat dikatakan sebagai peristiwa yang tidak diinginkan. Menjelang kelahirannya, Batara Brahma, ayah dari Betari Dresanala merasa resah sebab tidak sepatutnya seorang manusia mempersunting seorang dewi. Ia pun melakukan segala cara untuk membunuh si jabang bayi. Namun usahanya sia-sia. Raden Arjuna dapat mempersunting Betari Dresanala sebab ia memenangkan sayembara yang dicetuskan oleh Batara Guru. Sayembara tersebut ialah barang siapa dapat mengalahkan raksasa Niwatakawaca, ia dapat mempersunting sang Dewi....
Gelung Kembang Adalah gelung yang penuh dengan hiasan kembang yang distilir. Pemakai jenis gelung ini antara lain adalah Dewi Uma, istri Batara Guru. Sumber: http://www.hadisukirno.co.id/artikel-detail.html?id=Gelung_Wayang Proses Perancangan Buku Vector Ragam Hias Wayang Gagrak Surakarta [https://media.neliti.com/media/publications/167294-ID-proses-perancangan-buku-vector-ragam-hia.pdf] Kekayaan Ragam Hias Dalam Wayang Kulit Purwa Gagrak Surakarta (Sebagai Inspirasi Desain Komunikasi Visual [http://research-dashboard.binus.ac.id/uploads/paper/document/publication/Proceeding/Humaniora/Vol.%201%20No.%202%20Oktober%202010/24%20DKV%20-%20Lintang%20Widyokusumo.pdf]
Serat Sasangka Jati merupakan pelajaran dari sang guru sejati kepada siswanya, terdiri dari tujuh bagian meliputi : Hasta Sila, Paliwara, Gumelaring Dumadi, Tunggal Sabda, Dalan Rahayu, Sangkan Paran, dan Panembah. Dalam perkembanganya Serat tersebut menjadi pegangan utama aliran Pangestu. Sejarah Pangestu bermula dari wahyu yang diterima oleh R. Soenarto, yang kemudian dituliskan dalam bahasa jawa oleh R. Tumenggung Hardjoprakoso dan R. Tri Hardono Soemodiharjo, dan kemudian dihimpun dalam suatu buku yang diberi judul Serat Sasangka Jati yang berarti “tujuan yang sejati”. Menurut Serat tersebut hakekat manusia terdiri atas tanah, air, api dan udara yang disebut roh suci. Selanjutnya juga dikenal empat nafsu manusia yaitu ; Luwamah, Amarah, Sufiah dan Mutmainah. Selain itu ada terdapat pengendali keempat nafsu diatas yaitu Pangaribawa, Prabawa dan Kemayan. Inti dari Serat Sasangka Jati terdiri dari dua masalah, yaitu ; pertama tentang Sikap Hidup Orang Jawa,...
Rumah Jawa lebih dari sekedar tempat tinggal. Masyarakat Jawa lebih mengutamakan moral kemasyarakatan dan kebutuhan dalam mengatur warga semakin menyatu dalam satu kesatuan. Semakin lama tuntutan masyarakat dalam keluarga semakin berkembang sehingga timbullah tingkatan jenjang kedudukan antar manusia yang berpengaruh kepada penampilan fisik rumah suatu keluarga. Lalu timbulah jati diri arsitektur dalam masyarakat tersebut. Rumah Jawa merupakan lambang status bagi penghuninya dan juga menyimpan rahasia tentang kehidupan sang penghuni. Rumah Jawa merupakan sarana pemiliknya untuk menunjukkan siapa sebenarnya dirinya sehingga dapat dimengerti dan dinikmati orang lain. Rumah Jawa juga menyangkut dunia batin yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat Jawa. Bentuk dari rumah Jawa dipengaruhi oleh 2 pendekatan yaitu : Pendekatan Geometrik yang dikuasai oleh kekuatan sendiri Pendekatan Geofisik yang tergantung pada kekuatan alam lingkungan Kedua pendekatan itu akhirnya m...
Joglo Semar Tinandu (semar diusung/semar dipikul) diilhami dari bentuk tandu. Joglo ini biasanya digunakan untuk regol atau gerbang kerajaan, dengan ciri- ciri : Denah berbentuk persegi panjang Pondasi bebatur, yaitu tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Diatas bebatur dipasang umpak yang sudah diberi purus wedokan, umpak ini nantinya akan disambung dengan tiang saka Memakai 2 saka guru sebagai tiang utama yang menyangga atap brunjung dan 8 saka pananggap yang berfungsi sebagai penyangga yang berada diluar saka guru Bagian bawah tiap saka diberi purus lanang untuk disambung ke purus wedokan dan diperkuat dengan umpak Terdapat 2 pengeret sebagai penyangga balok tandu Memiliki tumpang 3 tingkat yang ditopang balok tandu Atapnya memiliki 4 jenis empyak yaitu empyak brunjung, empyak cocor pada bagian atas dan empyak penanggap serta empyak penangkur dibagian bawah. Pada atap terdapat molo Menggunakan usuk rigereh, usuk yang pada bagian atas bersandar pada dud...
Joglo Lambang Sari merupakan joglo dengan sistem konstruksi atap menerus. Bentuk ini paling banyak dipakai pada bangunan tradisional jawa. Bentuk joglo yang menggunakan lambangsari, dengan ciri- ciri : Bentuk denah persegi panjang Memakai pondasi bebatur, yaitu tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Diatas bebatur ini dipasang umpak yang sudah diberi purus wedokan Terdapat 4 saka guru sebagai penahan atap brunjung yang membentuk ruang pamidangan yang merupakan ruang pusat dan 12 saka pananggap yang menyangga atap pananggap (tiang pengikut), masing-masing saka ditopang oleh umpak menggunakan sistem purus Memakai blandar, pengeret, sunduk, serta kilil. masing- masing blandar dan pengeret dilengkapi dengan sunduk dan kili sebagai stabilisator Menggunakan tumpang dengan 5 tingkat. Balok pertama disebut pananggap, balok ke dua disebut tumpang, balok ke tiga dan empat disebut tumpangsari, dan balok terakhir merupakan tutup kepuh yang berfungsi sebagai balok tum...
Sirkulasi udara pada Rumah Joglo Mangkurat dirancang dengan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Rumah joglo yang biasanya mempunyai bentuk atap yang bertingkat-tingkat, semakin ke tengah, jarak antara lantai dengan atap yang semakin tinggi dirancang bukan tanpa maksud, tetapi tiap-tiap ketinggian atap tersebut menjadi suatu hubungan tahap-tahap dalam pergerakan manusia menuju ke rumah joglo dengan udara yang dirasakan oleh manusia itu sendiri. Saat manusia berada pada rumah joglo paling pinggir, sebagai perbatasan antara ruang luar dengan ruang dalam, manusia masih merasakan hawa udara dari luar, namun saat manusia bergerak semakin ke tengah, udara yang dirasakan semakin sejuk, hal ini dikarenakan volume ruang di bawah atap, semakin ke tengah semakin besar. Seperti teori yang ada pada fisika bangunan. Efek volume sebenarnya memanfaatkan prinsip bahwa volume udara yang lebih besar akan menjadi panas lebih lama apabila dibandingkan dengan volume udara yang kecil. Saat manusia...