Jembatan Panus merupakan jembatan penghubung wilayah Bogor dan Batavia pada masa kolonial. Jembatan yang memiliki lebar lima meter dan panjang 100 meter ini, pernah mempunyai peran sebagai jalur perlintasan, hingga peran jembatan tersebut tergantikan. Jembatan Panus ini merupakan jembatan yang melintasi sungai Ciliwung. Jembatan Panus dibangun pada tahun 1917 oleh seorang insinyur bernama Andre Laurens, julukan "Jembatan Panus" diberikan berdasarkan nama "Stevanus Leander" yang adalah seorang warga yang tinggal di samping jembatan tersebut. Namun untuk memudahkan lafal, nama itu disingkat menjadi "Panus". Pada masa pemerintahan Belanda, jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan penghubung antara Depok dengan Bogor dan ke Batavia. Dengan menggunakan getek, masyarakat memanfaatkan jalur perlintasan ini untuk mencapai tempat yang mereka tuju. Sebagian warga dibantaran sungai Ciliwung masih ada yang memanfaatkan untuk keperluan mandi dan mencuci karena dibawah terdapat mata a...
Lagu ini merukan lagu pujian yang bercerita tentang kehidupan nabi Muhammad Lirik : nabi urang sarerea, kanjeng nabi anu mulya, muhammad jenganana arab quraisy bangsana ramana sayid abdulloh, ibuna siti aminah, dilahirkeun di mekah, wengi senen taun gajah robiul awal bulanna, tanggal ka dua belasna, april bulan masehina, tanggan ka dua puluhna #OSKMITB2018
Gedung Merdeka yang sebelumnya bernama Gedung Societeit Concordia dikenal oleh dunia sebagai tempat diselenggarakkannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dulunya gedung ini hanya sebuah kedai kopi kecil yang sering digunakan para meneer dan Noni Belanda anggota Societeit Concordia sebagai tempat nongkrong. Pada 1895 anggota Societeit Concordia memiliki gedung khusus dimana pribumi dan sembarang orang tidak bisa masuk begitu saja. Kemudian gedung mulai diperluas menjadi lebih megah dengan fungsi sebagai ruangan umum. Gedung ini sempat dijadikan tempat pesta ataupun tempat perkawinan. Pada 1921 Wolff Schoemaker merombak gedung ini dengan gaya art deco yang menunjukkan struktur dan fungsi gedung. Gedung semakin terlihat kokoh dengan pilar-pilar besar di depan pintu masuk. Pada 1940 gedung ini mengalami perubahan gaya arsitektur menjadi International Style sehingga gedung menampilkan kesan menarik dan tidak kaku.  ...
Permainan loncat tinggi, atau sering dikenal dengan luncat tali atau jika di bahasa Indonesiakan adalah lompat tali. Loncat tinggi (dalam bahasa Sunda) merupakan suatu permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak pada jaman dahulu. Permainan yang sangat digemari oleh kalangan anak-anak. Permainan tradisional ini merupakan suatu permainan yang menjadi suatu ciri khas kebudayaan Indonesia, khusunya Jawa Barat. Luncat tali atau yang sering dikenal dengan loncat tinggi merupakan suatu permainan yang cara bermainya itu dengan melompati tali yang tali tersebut di pegang oleh 2 (dua ) orang pemain lainnya. Dan tali itu sedikit- demi sedikit di naikan ke atas hingga terus bertambahnya level permainan. Permainan ini dimainkan oleh 3 (tiga) orang atau pun lebih. Menggunakan tali yang panjang yang biasanya tali tersebut berbahan dari karet yang di buat seperti kepangan rambut, atau di satu-satukan satu persatu sehingga menjadi panjang. Cara permainan ini yakni ada 2 (dua) orang y...
Wajah Baru Harta Karun Pusaka Cirebon Benda-benda pusaka peninggalan kerajaan di Jawa Barat dan Cirebon kini sudah tersimpan di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon. Museum ini diresmikan pada tanggal 10 Juni 2017 oleh Presiden Joko Widodo dan Sultan Arief Natadiningrat, S.E. Pemilihan tempat museum ini didasarkan karena Cirebon merupakan pusat peradaban kerajaan tertua. Maka dari itu, museum ini didirikan di Cirebon. Museum ini didirikan dengan maksud untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan budaya yang dimiliki khususnya Cirebon. "Museum ini didirikan untuk menjaga dan melestarikan benda-benda peninggalan pusaka" ujar Abdi Dalem Keraton. Museum pusaka tersebut merupakan museum keraton pertama yang bernuansa modern di Indonesia. Tampak dari luar, bangunan ini berdiri kokoh diselimuti oleh cat putih. Sedangkan di bagian dalamnya, museum dilengkapi fasilitas modern seperti pendingin ruangan, audio visual, ruang kafetaria, dan ruang cindera mata. Te...
Ciduh bari berasal dari bahasa sunda. Ciduh berarti ludah, dan bari berarti basi atau bekas kemarin. Artinya air ludah ketika bagun pagi sebelum melakukan aktivitas makan, minum, gosok gigi, dan lainnya. Ini merupakan suatu pengobatan sederhana yang bisa diterapkan kepada luka atau benjolan-benjolan yang tidak terlalu parah. Nenek saya dulu sering menerapkannya ketika saya saya kecil dan dahi saya terbentur benda keras. Nenek saya langsung mengoleskan jarinya ke dalam tenggorokannya dan mengoleskan ludah basinya ke benjolan di dahi saya. Selain benjolan nenek saya sering juga menerapkannya bekas luka, benjolan seperti bisul, jerawat dan lain-lain. Hasilnya pun cukup signifikan, benjolan di dahi saya pun tidak lama kemudian langsung mengempis dan bisul-bisul atau jerawat pun bisa berangsur-angsur sembuh dengan pengolesan yang rutin. Untuk mengatahuinya secara lebih ilmiah, saya melakukan penelusuran di internet. Situs itu memaparkan bahwa air ludah ini bermanfaat untuk...
Tunggul Kawung merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kota Bogor. Dahulu kala, Kota Bogor disebut dengan Tunggul Kawung. Kata Tunggul Kawung berasal dari dua kata yaitu Tunggul = Akar/Cikal bakal dan Kawung = Tanaman. Tarian ini menggambarkan jiwa semangat Kota Bogor, hal tersebut dapat dilihat dari gerakan penari yang cenderung aktif dan penuh semangat. Walaupun demikian, tarian ini dilakukan oleh dua orang wanita (atau boleh berkolompok dengan jumlah anggota lebih dari dua orang). Salah satu penari membawa bedug (alat musik yang dipukul atau biasa dipakai sebagai penanda waktu shalat) dan penari kedua membawa ceng-ceng (alat musik yang dipukul antara satu sama lainnya). Dengan tambahan instrumen bedug dan ceng-ceng ini, tarian Tunggul Kawung akan semakin meriah. #OSKMITB2018
Kebiasaan Sederhana Orang Sunda Kebiasaan Membungkuk Saat Lewat di Hadapan Orang Lain Orang-orang yang berbudaya Sunda memiliki suatu kebiasaan yang unik, yaitu membungkuk saat lewat di hadapan orang lain sambil berkata, “Punten,” yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya permisi. Lawan bicaranya, biasanya akan menjawab dengan “Mangga,” yang artinya silakan. Biasanya, seseorang membungkuk saat lewat di hadapan orang yang lebih tua. Kebiasaan membungkuk ini bertujuan untuk lebih menghormati dan berperilaku lebih sopan saat lewat di hadapan orang lain, terutama orang yang lebih tua. Kebiasaan ini sering saya lihat dan saya alami sejak kecil sehingga tanpa saya sadari kebiasaan itu saya lakukan juga. Hal ini sangat lumrah dilakukan oleh orang Sunda, maka jangan heran apabila dilewati oleh seseorang dan orang tersebut berjalan agak membungkuk saat lewat hadapan anda. Kebiasaan Menunjuk dengan Jempol Kebiasa...
Sejak dahulu, budaya Betawi selalu menjadi cerminan kota Jakarta, Depok dan wilayah sekitarnya. Dan salah satu keunikan budaya Betawi adalah Wilayah Setubabakan. Setubabakan terletak di Jagakarsa, Jakarta Selatan ini memiliki ciri khas Betawi yang mudah terlihat karena penghuni-penghuni disana mempertahankan berbagai aspek budaya Betawi. Salah satunya rumah betawi yang yang dihias dengan pintu-pintu kayu dan teras diwarnai hijau yang menunjukan ciri-ciri budaya Betawi. Penduduk disana selalu menjaga keunikan adat Betawi dengan mempertahankan desain rumah mereka walaupun diluar wilayah mereka penduduk lain sudah menggunakan desain rumah modern. Tentunya ini menjadi keunikan tersendiri mengingat Jakarta dan sekitarnya sudah menjadi kota modern. Di sisi lain, hal ini merupakan pembuktian bahwa mulai dari pakaian, rumah, tradisi dan adat lainnya, penduduk Setubabakan sangat menjunjung tinggi adat budaya mereka. OSKMITB2018