Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Alat musik yang berkembang di Tatar Pasundan ini dibunyikan dengan cara digoyangkan untuk menghasilkan berbagai nada. Bahan baku utama untuk membuat angklung adalah bambu sehingga proses pembuatan angklung memerlukan waktu yang cukup banyak. Berikut adalah langkah - langkah pembuatan angklung : 1. Pemilihan Bambu Untuk membuat angklung tidak sembarang bambu bisa dipakai, hal tersebut akan berefek pada nada yang akan dihasilkan angklung nantinya. Bambu yang dipakai haruslah berumur minimal 4 tahun hingga 6 tahun. Dipotong dari 2 -3 jengkal dari permukaan tanah ketika musim kemarau agar bambu tidak memiliki kandungan air yang banyak. Lalu, disimpan kembali selama 1 minggu agar tidak memiliki kandungan air dalam bambu tersebut. Setelah seminggu, bambu dipotong dengan berbagai ukuran yang diperlukan. Kemudian, bambu disimpan selama 1 tahun untuk mencegah bambu dari hama. Proses ini bisa d...
Bermain merupakan hal yang biasanya dilakukan anak anak. Sebelum ada permainan pada beragam perangkat modern seperti sekarang, anak anak biasanya bermain dengan teman sebaya,membuat alat bermain dari barang bekas ataupun dari bahan yang tersedia di alam, dan bisa juga didukung dengan lagu. Lagu ini biasanya berisi lirik yang berhubungan dengan permainan,diulang ulang, lalu dinyanyikan saat permainan berlangsung sehingga membuat suasana menjadi riang. Salah satu permainan tradisional sunda yang menggunakan lagu adalah Meuncit Reungit. Anak anak biasanya bernyanyi sambil menghangatkan badan di depan kumpulan sampah yang dibakar, atau kebetulan ada orang yang sedang membakar sisa2 sampah plastik pada waktu malam hari menjelang maghrib atau isya sebelum mereka berangkat mengaji atau sholat ke masjid. Lagu sebagai berikut Di dieu meuncit r eungit Di dinya meuncit domba Di dieu beuki leungit Di dinya beuki loba Ka ditu meuncit domba Ka dieu meuncit...
Sebagian masyarakat umumnya masih memandang perguruan yang memfokuskan diri pada tenaga dalam seperti Nampon, Satria Nusantara, Prana Sakti, Sinlamba, dan banyak perguruan sejenis lainnya yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, sebagai ilmu yang sarat hal mistik dan di luar nalar manusia. Karena itu, keberanian Nampon menyeminarkan fenomena tenaga prana dari sudut pandang ilmu fisika dan menghadirkan guru besar fisika teoretis ITB Prof Pantur Silaban, merupakan hal yang amat positif. NAMPON dan sejenisnya adalah salah satu kekayaan asli budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan digali eksistensinya.
Wajit Kacang Hijau Wajit merupakan salah satu dari berbagai macam makanan tradisional khas Indonesia khususnya daerah Jawa Barat Kabupaten Sumedang. Wajit memiliki tekstur yang lembut dan kenyal hampir sama seperti dodol, yaitu makanan tradisional khas Garut yang sangat terkenal. Namun, yang membedakan antara wajit dengan dodol adalah bentuknya. Dodol umumnya memiliki bentuk yang panjang, sedangkan wajit biasa dibentuk seperti kerucut. Wajit memiliki rasa manis yang mendominasi. Ada banyak jenis wajit di Sumedang, setiap kecamatan memiliki ciri tersendiri, yang membedakan antara wajit satu dengan yang lain biasanya dari bahan pokoknya. Umumnya wajit berbahan dasar dari beras, ketan, santan, gula, dan diberi pewarna makanan untuk mempercantik tampilannya. Berbeda dengan wajit pada umumya, di daerah Tanjungsari Kab.Sumedang, penduduk disana membuat wajit berbahan dasar kacang hijau. Sehingga wajit ini disebut Wajit Kacang Hijau. Wajit kacang hijau adalah oleh-oleh khas...