Pancoran Mas adalah nama sebuah kecamatan yang berada di Kota Depok. Dulunya Pancoran Mas adalah tempat dimana para petapa bersemedi. Wajar tempat seperti itu dijadikan sebagai tempat untuk bersemedi karena suasana tenang dan banyak di tumbuhi oleh pepohonan. Salah satu faktor yang menjadikan Pancoran Mas menjadi tempat bersemedi para petapa yaitu keberadaan setu di daerah itu tepatnya di Jalan Aulia Pancoran Mas, RT 05/07 dan RT 05/18, Kelurahan Pancoran Mas. Setu tersebut memiliki sumber mata air yang orang depok bisa sebut dengan "Pancoran". Selain menjadi tempat para petapa bersemedi dulunya setu ini juga dipakai untuk berziarah para peziarah yang dianggap warga sekitar tempat keramat. Asal nama Pancoran Mas diambil dari para petapa yang sedang bertapa di sekitar setu tersebut dan melihat pancuran air pada siang hari yang terkena matahari dan menghasilkan pantulan warna yang terlihat keemasan di mata para petapa. Sampai sekarang daerah sekitar setu tersebut di sebut sebaga...
Salah satu ikon Kota Cimahi adalah Leuwigajah. Ya, sebuah kelurahan di kecamatan Cimahi Selatan ini terkenal dengan patung gajahnya. Namun, belum semua masyarakat Cimahi tahu betul mengapa daerah tersebut dinamakan Leuwigajah. Leuwigajah sendiri berasal dari dua kata, yaitu "'leuwi"' yang berarti lubuk dan "gajah" yang berarti gajah. Asal-usul Leuwigajah pun tidak terlepas dari sejarah gajah yang telah lama dijadikan sebagai binatang perang di kerajaan. Dikutip lewat official account Info Cimahi dari buku Sejarah Cimahi berdasarkan Babad Batulayang, dahulu Dalem Batulayang, yaitu Dalem Abdul Rohman ditugaskan membantu VOC di Palembang. Jabatannya selanjutnya diserahkan kepada adiknya. Tahun 1770, Abdul Rohman kembali pulang ke Batulayang membawa oleh-oleh seekor gajah besar. Oleh karena itu, beliau akhirnya dipanggil Dalem Gajah. Selama hidup, gajah tersebut sering dimandikan di sebuah leuwi di daerah Cimahi Selatan. Oleh karena itulah daerah tersebut akhirnya dikenal luas sebag...
Seblak Yola-yola merupakan kedai makanan seblak yang berada di pinggiran Jl. Mayor Oking, Cibinong. Lebih tepatnya kedai angkringan ini berada di depan persis SMAN 1 Cibinong. Seblak Yola-yola yang berada di Jl. Mayor Oking ini memiliki nama beken tersendiri supaya dapat diingat dan menjadi ciri khas tersendiri dibanding kedai seblak yang lainnya, yaitu 'Seblak Mayat', kenapa bisa 'mayat'? Karena 'mayat' sendiri merupakan singkatan dari 'Mayor Oking'. Walaupun seblak sendiri berorisinil dari Bandung, Seblak Yola-yola memiliki ciri khas tersendiri, yaitu pada kuah seblaknya yang begitu khas rasanya. Selain kuahnya, banyak varian rasa yang ditawarkan seperti, seblak makaroni, seblak kwetiaw, seblak mie, seblak mie bakso, dan masih banyak yang lainnya. Menu andalan dari Seblak Yola-yola yaitu seblak spesial, dimana seblak tersebut merupakan beberapa campuran dari menu yang ada. Harga dari Seblak Yola-yola relatif terjangkau, berkisar sekitar Rp5.000-...
Masyarakat Jawa Barat memiliki berbagai upacara adat sunda. Upacara-upacara tersebut ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur dan mohon kesejahteraan dan keselamatan lahir batin dunia dan akhirat. Salah satunya adalah Upacara Turun Taneuh. Upacara Turun Taneuh merupakan upacara adat yang di laksanakan saat bayi menginjakkan kakinya ke tanah untuk pertama kali. Upacara ini biasanya diselenggarakan saat bayi sudah mulai besar dan mulai bisa merangkak atau berjalan. Upacara ini bertujuan agar bayi tersebut mengetahui keadaan dunianya dan untuk mengetahui ketika besar bayi tersebut akan menjadi apa. Prosesi upacara ini cukup menarik. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah barang barang yang harus disiapkan, diantaranya adalah kain panjang untuk menggendong, tikar atau taplak putih, padi segenggam, perhiasan emas (kalung, gelang, cincin), uang yang terdiri dari uang lembaran ratusan, rebuan, dan puluh ribuan. Prosesi dimulai dengan menginjakkan kaki bayi ke kain putih ya...
Ngarasulkeun Ngarasulkeun adalah kegiatan atau upacara yang dilaksanakan dalam rangkaian pesta khitanan atau pernikahan. Kegiatan ini ditemukan di Kampung Cijoged, Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan Ngarasulkeun merupakan rangkaian kegiatan sebelum acara pesta khitanan dan pernikahan yang dilakukan oleh keluarga yang mempunyai acara dengan maksud agar acara yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adapun kegiatan Ngarasulkeun pada umumnya dilakukan 1 (satu) hari sebelum pesta diadakan. Tata cara Ngarasulkeun adalah sebagai berikut : Pemilik acara akan mengundang ustaz atau tokoh agama untuk memimpin acara Ngarasulkeun yang biasanya dilakukan pada waktu sore hari yaitu setelah Sholat Ashar atau Sholat Maghrib. Pemilik acara mengundang para tetangga dan kerabat dekat untuk hadir pada acara Ngarasulkeun. Pada acara Ngarasulkeun umumnya pemilik acara akan menghidangkan 1 ekor bakakak dan j...
Salat rebo wekasan atau bisa disebut dengan salat tolak bala merupakan salah satu ritual yang dilakukan di salah satu daerah di Garut, Bayongbong, Sukamenah. Asal usul ritual ini disebutkan dalam suatu kitab karangan Abdul Hakim kudus, yang dimana dalam kitab tersebut menjelaskan bahwa turun pada tiap tahun ratusan ribu malapetaka dan puluhan ribu bahaya pada setiap hari rebu atau rabu terakhir pada bulan safar. Bahkan ritual ini tidak ada pada saat masa Rasulallah, demikian juga pada masa khalifah para sahabat setelah Rasulallah. Salat ini dilaksanakan pada hari rabu terakhir pada bulan safar, kira-kira pukul 6.30 sebanyak empat rakaat seperti salat biasa. Surat yang dibaca setelah surat Al-Fatihah adalah Al-Kautsar sebanyak 17, surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali, Surat Al-Falaq 1 kali, dan surat An-Nas 1 kali. Setelah melaksanakan salat, kita membaca doa salat rebo wekasan sebanyak tiga kali.
Sayur Asem adalah salah satu makanan khas dari Jawa Barat. Sayur Asem merupakan ciri khas orang Sunda. Biasanya dihidangkan bersama lauk pauk yang lain seperti tempe, tahu, ikan asin, sambal, dan lauk utamanya, yaitu gepuk. Dinamakan sayur asem karena rasanya yang sangat khas, yaitu rasa asam dari asam jawa dicampur dengan gula merah, sehingga menimbulkan rasa yang sangat segar yang dapat menambah selera makan. Sayur Asem ini terdiri dari sayur mayur, yaitu: Labu siam Daun melinjo Jagung muda Kacang panjang Buah melinjo Cara membuatnya sangat mudah, Pertama, haluskan bawang merah, bawang putih, gula merah, garam, dan asem jawa. Potong lah sayuran sayuran yang sudah disebutkan sebelumnya. Masaklah air hingga mendidih bersama lengkoas dan daun salam, lalu masukanlah sayuran yang sudah dipotong Kemudian masukan bumbu yang sudah dihaluskan. Aduk agar bumbu meresap kedalam sayuran. Makanan siap untuk disaj...
Kampung Naga merupakan sebuah perkampungan yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya. Perkampungan ini masih menjaga berbagai sifat arsitektur dan penataan bangunan yang terbentuk oleh generasi nenek moyangnya. p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 11.0px 'Helvetica Neue'; color: #000000; -webkit-text-stroke: #000000} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 11.0px 'Helvetica Neue'; color: #000000; -webkit-text-stroke: #000000; min-height: 12.0px} span.s1 {font-kerning: none} Diantara hal yang paling mencolok dari perkampungan ini adalah sawah yang mengelilingi perkampungan ini di sebelah selatan. Persawahan-yang masih dimiliki oleh penduduk asli-ini masih menjadi ladang mata pencaharian bagi masyarakat Kampung Naga. Selain itu, disebelah barat hutan tropis membatasi perkampungan ini, serta Sungai Ciwulan yang di sebelah timur dan hutan yang terletak di seberang sungai. Hutan yang terletak ini dipercayai sebagai tempat tinggal beberapa m...
Acara Lamaran Pernikahan tentunya selalu disertai dengan prosesi "seserahan" dimana pihak calon mempelai pria memberikan barang-barang berupa: alat ibadah, kosmetik, perhiasan, tas atau sekedar buah-buahan kepada pihak calon mempelai wanita. Prosesi ini merupakan simbol bahwa calon mempelai pria sudah mampu menafkahi calon mempelai wanita. Kegiatan ini sudah menjadi ciri khas dari acara lamaran pernikahan di seluruh Indonesia. Begitu pula di Kampung Muara. Selain "seserahan", ada prosesi lain yang harus dilakukan saat lamaran yaitu "bawaan". Tidak jauh berbeda dengan "seserahan", "bawaan" dilakukan dengan memberikan barang-barang dari pihak calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai wanita. Yang membedakan kedua kegiatan tersebut adalah jenis barang yang diberikan. Pada prosesi "bawaan", calon mempelai wanita boleh meminta perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, dll. dari pihak calon mempelai pria sesuai kemampuan mereka untuk menunjang kehidupan kedua calon mempelai...