Budaya Indonesia
563 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Aek Natonang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Anda tentunya sudah tidak asing dengan kata Danau Toba Tapi bagaimana dengan kata Danau Aek Natonang?Pernah dengar? Ya,danau ini terletak berdekatan dengan Danau Toba dan lebih tepatnya terletak diatas dari Danau Toba itu sendiri (sebenarnya di atas pulau Samosir). Nama Aek Natonang memiliki arti "Aek" yang artinya air dan "Natonang" yang artinya yang tenang.Bila digabungkan maka artinya adalah air yang tenang dan kata ini juga merujuk pada makna lain dari sebuah danau itu sendiri. Untuk mencapai objek wisata ini, maka anda harus menempuh waktu sekitar 20 menit lebih dari Pelabuhan Tomok menggunakan kendaraan bermotor.Akan tetapi akses untuk menuju objek wisata ini masih kurang baik karena kurangnya pengelolaan terhadap objek wisata ini dari pemerintah daerah setempat. Tapi setelah Anda sampai di tempat ini, Anda akan merasa sedang berada di atas gunung karena suasananya yang memang adalah suasana pegunungan. Perlu Anda ketahui bahwa Danau Toba sendiri terlet...

avatar
OSKM18_16018083_Agung Bakkara
Gambar Entri
Marmoncak, Bela Diri Khas Suku Batak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Utara

Suku Batak adalah sebuah suku yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara. Selain memiliki keragaman budaya seperti lagu daerah, rumah adatalat musik, dan bahasa daerah, Suku Batak juga memiliki bela diri khas suku tersebut yang disebut dengan Marmoncak.  Marmoncak adalah suatu bela diri khas yang digunakan oleh leluhur Suku Batak pada zaman dahulu kala dalam menghadapi kehidupan mereka sehari hari baik dalam bidang hiburan,melatih pernafasan, maupun dalam menghadapi tantangan dalam kehidupannya, serta untuk menjaga kesehatan tubuh layaknya berolahraga. Pada umumnya, seni bela diri ini lebih identik dengan pengobatan dan pernafasan dalam penyatuan darah manusia dengan Tuhan hingga dapat menguasai tenaga dalam dan tenaga murni. Tenaga tersebut dibagi atas 3 yaitu tenaga benua atas, benua tengah, dan benua bawah. Setiap manusia pada zaman dahulu diwajibkan untuk mempelajari ilmu pengobatan dan ilmu perbintangan. Marmoncak Batak ini dirangkai dengan langkah langkah dan jurus jur...

avatar
OSKM18_19818117_Aldo
Gambar Entri
Makanan Ikan Mas Holat yang Lezat dan Bergizi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Berbicara tentang Sumatera Utara (Sumut) tidak melulu hanya membahas tentang Medan. Karena di Sumut terdapat banyak daerah lain yang menarik untuk dibahas. Sumut merupakan salah satu provinsi yang penduduknya terdiri dari beberapa macam suku, ras dan agama. Keanekaragaman inilah yang membuat jenis kuliner di Sumut berlimpah, begitu banyak jenis kuliner yang akan kita jumpai bila kita berkunjung ke barat Indonesia ini. Salah satu kuliner khas asal Sumut, lebih tepatnya dari Tapanuli ini tidak terlalu terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan Sumut pada umumnya, namun memiliki cita rasa yang khas dan tentunya nilai gizi yang tinggi. Makanan tersebut bernama  Holat. Holat merupakan masakan khas Batak Mandailing. Bisa jadi, di luar suku Batak Mandailing akan kedengaran asing dengan makanan ini. Holat adalah makanan yang terdiri atas ikan mas –umumnya menggunakan ikan mas, namun banyak varian daging lain yang dapat digunakan untuk makakan Holat...

avatar
OSKM18_16018051_Riswansyah Imawan
Gambar Entri
PARTUTURAN
Ritual Ritual
Sumatera Utara

PARTUTURAN Indonesia, negeri yang memiliki banyak kekayaan. Ragam suku, agama, bahasa dan lainnya menjadi suatu aspek yang membuat negeri ini semakin elok dan kaya. Ragam suku, ragam pula budaya atau tradisi yang dimiliki. Nah, kali ini saya akan berbagi penjelasan mengenai sebuah tradisi dari suku batak. Tradisi “Partuturan” atau sering disebut dengan cara kita memanggil atau menyapa orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi, dalam suku batak, kita memiliki panggilan untuk orang yang ada di sekitar kita baik yang lebih tua ataupun muda. Semakin baik kita mengerti “Partuturan”, semakin sopanlah cara kita untuk berkomunikasi dengan semua orang di sekitar kita.             Nah, berikut ini cara kita “Martutur” : Opung : Panggilan untuk orangtua ibu bapak kita Pak tua  : Panggilan untuk saudara laki –laki bapak yang lebih tua Mak tua : Panggilan untuk ist...

avatar
OSKM18_16318177_Cindy
Gambar Entri
Uniknya Cita Rasa Ayam Sira Pege
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Ayam Sira Pege adalah salah satu makanan khas Batak yang saat ini sudah jarang ditemui. Makanan yang berasal dari daerah Tapanuli ini berbahan dasar ayam yang dipanggang yang disajikan dengan garam, jahe, cabe rawit dan bawang merah. Cara membuatnya juga sangat sederhana yaitu daging ayam yang sudah dipanggang kemudian dipotong kecil-kecil. Begitu juga dengan bahan-bahan lainnya juga dipotong kecil-kecil. Cara menyantap makanan ini cukup unik yakni ayam dan bahan-bahan lainnya yang terpisah kemudian dicomot satu-satu dan dikumpulkan di tangan lalu disantap sekaligus. Karena itulah, Ayam Sira Pege memiliki cita rasa yang sangat unik. Rasa asin dan pedas bercampur di mulut, ditambah rasa juicy dari daging ayam panggangnya serta rasa hangat dari jahe yang kemudian muncul ditenggorokan. Makanan ini menjadi salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16718306_ai
Gambar Entri
Tarian Ndikkar (Suku Batak Karo)
Tarian Tarian
Sumatera Utara

Memiliki budaya bela diri pencak silat yang khas, masyakarat Batak Karo memasukan unsur ini ke dalam sebuah tarian yang disebuat Tarian Ndikkar . Pada awalnya tarian ini memang dibuat agar masyakarakat setempat lebih mudah mempelajari ilmu bela diri sebagai pertahanan. Tarian Ndikkar memiliki gerakan lambat dan lembut dengan beberapa hentakan yang keras serta cepat seperti sedang bertarung. Para penarinya juga dibuat menari dengan tangan kosong, tanpa adanya aksesoris atau properti tangan. Sedangkan untuk kostumnya, penari tari Ndikkar akan mengenakan kostum adat batak berwarna hitam degan tali pengikat yang juga berwarna senada. Selain itu penggunaan sarung motif bebas yang dililitkan pada pinggang sebagai pelapis celana panjang menambah kesan kuat pada penarinya. OSKM18

avatar
Oskm18_16418257_jhon Arlanto Sinulingga
Gambar Entri
Gotong dan Bulang
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba dan Raja Dolog Silou Tuan Ragaim  Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dad Indonesia memiliki beragam budaya, salah satunya budaya Batak yang ada di Sumatera Utara. Budaya batak yang akan dibahas kali ini adalah Simalungun. Simalungun memiliki pakaian adat, namun yang akan kita bahas kali ini adalah penutup kepala, yaitu : " Gotong " untuk pria dan " Bulang " untuk wanita. Dan pada zaman dahulu raja-raja inilah yang memakai gotong tersebut :  1. Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba. 2. Raja Dolog Silou Tuan Ragaim Purba Tambak. 3. Raja Sidamanik Tuan Ramahadim Damanik Bariba. 4. Raja Raya Tuan Gomok Saragih Garingging. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. Dan bulang untuk parinangon (wanita).   Dan sekarang biasanya digunakan saat acara adat, yang paling sering yaitu digunakan saat acara pe...

avatar
OSKM18_16018197_Monica Christania Damanik
Gambar Entri
MANGALUA
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Kawin Lari ( Mangalua ) Pada umumnya Perkawinan orang batak ada yang diakui  1.    Kawin dengan Adat 2.    Kawin Lari ( Mangalua )   Saat ini banyak orang-orang muda yang terlalu malas untuk melalukan perkawinan adat Batak. Karena adatnya yang sangat ribet. Para pemuda pemudi saat ini lebih memilih resepsi daripada kawin adat. Dalam adat batak juga ada yang namanya Kawin Lari ( Mangalua ) biasanya terjadi karena pihak keluarga laki-laki yang disebut Panitua dengan pihak keluarga perempuan (Panitua), tidak ada kesepakatan antara jumlah Mahar (Tuhor) yang diserahkan keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan maka di suruh lah kawin lari (Mangalua), karena kedua pemuda-pemudi sudah saling mencintai. Dalam perkawinan dengan adat harus ada Mahar (Tuhor) yang disepakati terlebih dahulu. Dalam budaya batak mahar yang diberikan dari laki-laki ke perempuan menentukan status sosial. Semakin besar mahar yang diberika...

avatar
Healthy Febriana
Gambar Entri
'Ihan' Ikan Batak yang Terancam Punah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Ikan adat Batak yang biasa disebut Ihan ( Neolissochilus thienemanni ), adalah ikan endemik Sumatera Utara. Biasa ditemukan di Danau Toba atau sekitar sungai-sungai Sumatera Utara. Habitatnya di air dingin, jernih, dan cukup mengalir deras. Ihan konon menurut leluhur saya (Bapak dan Opung-Opung) adalah makanan para raja dan sesembahan (upa-upa) kepada Tuhan yang diberikan oleh Hula-hula (pihak pemberi istri) kepada Boru (pihak penerima istri). Dalam prosesi adat perkawinan, pemberian ini sebagai balasan pemberian makanan oleh Boru. Tujuannya agar si penerima mendapat berkat dari Tuhan berupa kesehatan dan panjang umur, mendapat banyak keturunan, dan mudah rezekinya. Pada perkembangannya saat ini, keberadaan Ihan sebagai ikan yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat Batak sudah digantikan oleh ikan dari genus Tor (deke jurung-jurung) bahkan saat ini ikan mas lah yang dijadikan upa-upa atau syukuran pada acara adat Batak. Sewaktu Bapak saya masih kecil, menurut belia...

avatar
OSKM18_16818024_Ancilla