tahun baru
427 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ma’raga atau A’raga #SBM
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Selatan

Ma’raga atau A’raga, Sepak Raga dari Sulawesi Selatan Di Sulawesi Selatan, salah satu permainan rakyat yang dilombakan dan memeriahkan perayaan tujuh belasan adalah  Ma’raga  orang Bugis menyebutnya atau  A’raga  dalam bahasa Makassar.  Ma’raga  atau  A’raga  adalah permainan ketangkasan dengan menggunakan bola dari anyaman rotan yang disebut dengan  raga . Ada beberapa sumber menyebutkan bahwa permainan ini berasal dari Melayu, namun ada juga yang menyebutkan dari Nias Sumatera Utara. Penyebarannya dari Barat ke Timur diperkirakan melalui perdagangan antar pulau dan melalui penyebaran agama Islam di Nusantara. Pada mulanya  Ma’raga  dilakukan di kalangan bangsawan saja, kemudian berkembang di kalangan masyarakat luas. Menjadi permainan dan atraksi hiburan di kala senggang untuk membangkitkan suasana senang dan gembira bagi pemain dan penonton, atau konon bagi muda-mudi dijadik...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Jeppeng (Tari Zapin Bugis)
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Jeppeng begitu orang Bugis menyebutnya. Tarian ini masih bisa kita jumpai di Pare-Pare 10 tahun yang lalu, yang ditarikan oleh anak anak, dan mendapat aplaus yang meriah ketika ditampilkan di Festival Zapin Nusantara II di Johor Bahru Malaysia tahun 2008. Seiring dengan waktu penari jeppeng khas masyarakat Bugis semakin susah untuk di temukan. Padahal beberapa tahun lalu sempat masuk Musium Rekor Indonesia dengan Penari Jeppeng terbanyak. Tahun lalu ketika Festival Zapin di Riau hanya di hadiri oleh dua orang Penari. Semoga kedepannya tarian ini tetap bertahan dan menjadi kebanggaan masyarakat Pare-Pare.

avatar
Anggrawansyah
Gambar Entri
Menre Bola Baru #SBM
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Menre Bola Baru (Upacara Adat Bugis Naik Rumah)    Dalam budaya masyarakat Bugis ketika sebuah keluarga akan membangun rumah atau pindah ke rumah baru terdapat serangkaian upacara adat yang harus dijalankan, mulai saat persiapan bahan-bahan untuk membangun rumah, ketika rumah akan dibangun/didirikan, lalu ketika rumah tersebut siap untuk ditinggali, bahkan saat rumah tersebut sudah dihuni. Rangkaian upacara adat tersebut adalah sebagai berikut : Tahap Upacara Makkarawa Bola. Makkarawa Bola terdiri dari dua kata yaitu Makkarawa (memegang) dan Bola (rumah), jadi makkarawa bola bisa diartikan memegang, mengerjakan, atau membuat peralatan rumah yang telah direncanakan untuk didirikan dengan maksud untuk memohon restu kepada Tuhan agar diberikan perlindungan dan keselamatan dalam penyelesaian rumah yang akan dibangun tersebut. Tempat dan waktu upacara ini diadakan di tempat dimana bahan–bahan itu dikerjakan oleh Panre (tukang) karena bahan–bahan i...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Tari Kipas Pakarena #SBM
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Pakarena berasal dari bahasa Makassar  karena  yang artinya main. Dengan mendapatkan prefiks  pa  yang menandakan pelaku, jadi  pakarena  berarti si pemain. Kata  karena  dalam konteks ini diartikan sebagai tari sehingga  pakarena  bisa diartikan penari. Tidak diketahui dengan jelas kapan Pakarena ini mulai ditarikan untuk dan siapa yang menciptakannya, namun yang pasti kesenian ini sempat menjadi tarian resmi istana pada masa Raja Gowa ke-16. Kehadiran tari pakarena seringkali dikaitkan dengan mitologi To Manurung (orang yang turun dari langit) yang berkembang pada masyarakat suku Makassar. Ada dua versi menyangkut hal ini, yang pertama adalah pada saat kerajaan Gowa Purba mengalami chaos dari 9 kelompok pendukungnya. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan seorang sosok pemimpin yang dapat menyatukan mereka. Hingga akhirnya terdengarlah kabar kedatangan seorang puteri yang turun dari langit dan menyatakan kemampuan dalam menye...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Lipa’ Sabbe #SBM
Motif Kain Motif Kain
Sulawesi Selatan

Lipa Sabbe ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia pada tahun 2016.  Lipa’ Sabbe yang sering dikenakannya adalah mas kawin pemberian suaminya, dan dia merawatnya dengan hati-hati sebagaimana dia merawat keutuhan keluarganya. Lipa’ Sabbe adalah pusaka yang harus terus dijaga sebagaimana dia harus menjaga apa yang dianggap penting dalam hidup. dimana kegigihan para penenun Lipa’ Sabbe Sengkang yang menolak menyerah untuk menenun ketika benang sangat sulit didapatkan pada masa penjajahan Belanda.  Sumber : https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsulsel/7-warisan-budaya-takbenda-indonesia-di-film-athirah-yang-harus-kamu-ketahui/

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
La Upe
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Alkisah, di sebuah kampung di daerah Sulawesi Selatan, Indonesia, ada seorang anak yatim bernama La Upe. Ia tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah kecil di pinggir kampung. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih kecil. Ketika ia berumur sepuluh tahun ayahnya menikah lagi seorang janda dari kampung lain yang bernama I Ruga. Sang Ayah berharap agar La Upe mempunyai ibu yang dapat merawat dan menyayanginya. Namun, harapannya berbeda dari kenyataan. Setiap hari I Ruga menyiksa dan memukul La Upe ketika ia pergi ke sawah. Sejak bersama ibu tirinya, hidup La Upe sangat menderita. Ia tidak pernah lepas dari siksaan dan perintah yang berat dari ibu tirinya. Setiap hari, ia disuruh pergi ke sungai untuk memancing ikan. Jika pulang tanpa membawa hasil, ia disiksa dan dipukul dengan tongkat. Begitulah yang dialami La Upe setiap hari tanpa sepengetahuan ayahnya. Pada suatu hari, La Upe disuruh oleh ibu tirinya ke sungai untuk memancing ikan. Setelah mempersiapkan pancing dan umpan yang bany...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Tanah Luwuk
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Alkisah, pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaaan Luwu. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja atau datu yang bernama La Busatana Datu Maongge, atau sering dipanggil Raja Luwu atau Datu Luwu. Ia adalah seorang raja yang adil, arif dan bijaksana, sehingga rakyatnya hidup makmur dan sentosa. Datu Luwu mempunyai seorang putri yang cantik jelita dan berperangai baik, namanya Putri Tandampalik. Berita kecantikan dan perangai baiknya tersebar sampai ke berbagai negeri di Sulawesi Selatan.   Pada suatu hari, Raja Bone ingin menikahkan putranya dengan Putri Tandampalik. Ia pun mengutus beberapa pengawal istana ke Kerajaan Luwu untuk melamar sang Putri. Sesampainya di istana Luwu, utusan tersebut disambut dengan ramah oleh Datu Luwu. “Ampun, Baginda! Kami adalah utusan Raja Bone,” lapor seorang utusan sambil memberi hormat kepada Datu Luwu. “Kalau boleh aku tahu, ada apa gerangan kali...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Jempang #SBM
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Jempang, Penutup Alat Vital Anak Di zaman dulu, anak anak bertelanjang. Nantilah mereka dewasa baru berpakaian. Tentu dahulu, belum ada celana dalam dan pampers. Meski demikian, kemaluan anak, terutama anak perempuan tetap ditutup. Untuk itu orang Bugis Makassar kuno membuat  Jempang . Jempang,  pada dasarnya adalah benda keras (bukan kain) yang berbentuk segitiga untuk menutup area vital anak. Pada kondisi terdesak,  Jempang  terbuat dari batok kelapa yang dibersihkan. Lalu sisi kiri kanannya diikat melingkari perut. Sehingga tergantung dan menutup kemaluan. Bagi orang orang tertentu,  Jempang  terbuat dari perak, emas atau gabungan keduanya. Jempang  pada gambar diatas, terbuat dari perak dan ditengahnya dari emas. Di bagian atasnya terdapat silinder, tempat memasukkan tali. Yang kemudian tali itu dililitkan melingkar di perut anak. Meski fungsinya hanya sebagai alat penutup kemaluan anak,  Jempang  kadang dibuat dengan...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Putri Berias
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Konon ceritanya di daerah Terawas, hiduplah seorang putri yang cantik luar biasa. Rambutnya yang panjang terurai, bulu mata yang lentik, mata yang bersinar seperti bintang, kulit halus bak pualam, membuat setiap orang yang melihatnya terkagum- kagum. Selain cantik putri tersebut juga pandai menari. Anehnya setiap tarian yang dibawakannya adalah tarian dengan gerakan- gerakan berias. Oleh sebab itulah putri itu dinamakan Putri Berias.(Puteri Berhias) Kecantikan Putri Berias, kelembutan dan gemulainya ketika menari, tersohor sampai ke telinga raja. Sehingga bagindapun tertarik untuk melihat putri yang cantik tersebut. Disampaikannyalah niatnya tersebut kepada Hulubalang. “Hulubalang, aku ingin sekali melihat Putri Berias itu. Menurut orang, dia cantik luar biasa. Apakah benar dia adalah putri yang turun dari kayangan. Katanya dia sangat pandai menari” Kata Raja suatu hari. “Betul baginda, aku juga mendengar demikian” Jawab Hulu...

avatar
Hamzahmutaqinf