Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Sulawesi Selatan Musi Rawas
Putri Berias
- 13 November 2018

Konon ceritanya di daerah Terawas, hiduplah seorang putri
yang cantik luar biasa. Rambutnya yang panjang terurai, bulu
mata yang lentik, mata yang bersinar seperti bintang, kulit halus
bak pualam, membuat setiap orang yang melihatnya terkagum-
kagum. Selain cantik putri tersebut juga pandai menari. Anehnya
setiap tarian yang dibawakannya adalah tarian dengan gerakan-
gerakan berias. Oleh sebab itulah putri itu dinamakan Putri
Berias.(Puteri Berhias)
Kecantikan Putri Berias, kelembutan dan gemulainya
ketika menari, tersohor sampai ke telinga raja. Sehingga
bagindapun tertarik untuk melihat putri yang cantik tersebut.
Disampaikannyalah niatnya tersebut kepada Hulubalang.
“Hulubalang, aku ingin sekali melihat Putri Berias itu.
Menurut orang, dia cantik luar biasa. Apakah benar dia adalah
putri yang turun dari kayangan. Katanya dia sangat pandai
menari” Kata Raja suatu hari.
“Betul baginda, aku juga mendengar demikian” Jawab
Hulubalang takzim.
”Aku sangat ingin melihat purti itu Hulubalang. Dapatkah
Hulubalang membawa putri yang cantik itu ke istana?” Nada Raja
sangat penasaran. Hulubalang berfikir sejenak. Beliau mencari
akal bagaimana caranya agar dapat membawa Purti Berias itu ke
hadapan raja.
”Bagaimana kalau kita adakan pesta rakyat. Kita undang semua
pejabat kerajaan tetangga. Kita suguhkan dengan tari-tarian yang
berasal dari pelosok negeri. Termasuk Putri Berias kita undang
untuk menari di sini” Kata Hulubalang kemudian.
”Aha...!! Tepat sekali Hulubalang. Aku sangat setuju!” Suara raja
gembira.
Singkat cerita, raja pun memerintahkan rakyatnya
mempersiapkan panggung yang besar untuk para penari.
Diumumkanlah ke pelosok negeri bahwa akan ada pesta rakyat.
Hari yang ditunggu-tunggupun tiba. Banyak undangan kerajaan
yang datang. Pendududuk dari pelosok negeri pun berduyun-
duyun untuk menyaksikan pesta yang sangat meriah dialun-
alun kerajaan. Tari-tarian yang indah pun ditampilkan oleh dara-
dara yang manis dari pelosok negeri.Tepuk tangan gemuruh
melihat penampilan mereka yang elok. Tak ketinggalan Putri
Berias pun ikut meramaikam pesta tersebut.
Seperti biasa sebelum tampil Putri Berias akan berias sehari
semalam sambil membaca berbagai mantra agar
penampilannya maksimal;
“Ooiii….matraku, mantra bepuyang..
Puyang sunting dusun lame
Wajahku bak petri bayang
Karne becahaye bak bulan purname..”
Demikian kata Putri Berias. Maka wajahnya berubah menjadi
semakin bersinar karena mantranya. Semua yang melihat kecil,
tua, muda, akan suka dan kagum padanya.
.Tibalah giliran Putri Berias yang tampil. Ketika Putri Berias
muncul dengan lenggak-lenggok, lemah gemulai, semua mata
terpukau melihatnya. Putri berias menari dengan indah. Tarian
Putri Berias berbeda dengan gerakan tari pada umumnya.
Gerakan gerakan menyisir rambut, memotong kuku, memakai
bedak, dan lain sebagainya diperagakannya dengan gerakan-
gerakan yang indah. Tidak saja karena gerakan tariannya yang
elok, namun parasnya yang cantik membuat orang tidak
percaya kalau dihadapan mereka adalah manusia yang tengah
menari.
“Cehk…cehk…cehk….Cacam!! Tidak salah kata orang.
Purti Berias ini memang cantik luar biasa” Baginda berdecak
kagum.
“Waaw!! Luar biasa…cantik sekali…” Kata seorang
tamu.
“Ayah…aku ingin penari itu jadi istriku Ayah…” Kata
seorang pangeran yang datang undangan pada perhelatan itu.
“Kalau dia tidak mau putraku? Bagaimana? Apakah kau
dapat menerima? Kata Baginda”
Lalu ada lagi seorang pangeran menyampaikan hasratnya
kepada ayahandanya..
“Bak, alangkah anggon deretu bak . Ku egam nian
ngen ye Bak. Ye pecak ian nari. Baak…bak..cepat bak, ku nak
minta kawin..!” Kata seorang pangeran yang langsung jatuh
cinta melihat Putri Berias.
”Nak...kutuju ian men ie galak jadi soma nga. Tapi
mun ie dak agam ngan ngah...ape ngah dak kecik ati nak?”
Jawab seorang tamu ragu.
Ternyata tidak satu dua yang jatuh hati dengan putri berias.
Banyak raja dan pangeran terpukau dan tertarik padanya.
Akhirnya, ketika ada kesempatan. Sang raja menyampaikan
keinginan anaknya. Tapi apa jawab Putri Berias?
“ Saya akan terima lamaran tersebut, silahkan
pangeran datang ke Bulan” jawab Putri Berias. Tahulah raja,
kalau Putri Berias menolak lamarannya. Mana mungkin manusia
sanggup ke Bulan?. Hari berganti hari, bulan berganti bulan,
tahun berganti tahun. Putri Berias belum juga punya suami.
Namun kecantikannya tidak pernah berkurang. Hingga akhirnya
Putri Berias pulang kembali ke kayangan. Sehingga manusia
hanya bisa menikmati kecantikannya di muka bumi, dengan
memandang bulan. Wajah Putri Berias, persis ketika bulan
purnama.Terang bercahaya.

Sumber:

http://rimbakungku.blogspot.com/2016/10/putri-berias-cerita-rakyat-dari-musi.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu