Konon ceritanya di daerah Terawas, hiduplah seorang putri
yang cantik luar biasa. Rambutnya yang panjang terurai, bulu
mata yang lentik, mata yang bersinar seperti bintang, kulit halus
bak pualam, membuat setiap orang yang melihatnya terkagum-
kagum. Selain cantik putri tersebut juga pandai menari. Anehnya
setiap tarian yang dibawakannya adalah tarian dengan gerakan-
gerakan berias. Oleh sebab itulah putri itu dinamakan Putri
Berias.(Puteri Berhias)
Kecantikan Putri Berias, kelembutan dan gemulainya
ketika menari, tersohor sampai ke telinga raja. Sehingga
bagindapun tertarik untuk melihat putri yang cantik tersebut.
Disampaikannyalah niatnya tersebut kepada Hulubalang.
“Hulubalang, aku ingin sekali melihat Putri Berias itu.
Menurut orang, dia cantik luar biasa. Apakah benar dia adalah
putri yang turun dari kayangan. Katanya dia sangat pandai
menari” Kata Raja suatu hari.
“Betul baginda, aku juga mendengar demikian” Jawab
Hulubalang takzim.
”Aku sangat ingin melihat purti itu Hulubalang. Dapatkah
Hulubalang membawa putri yang cantik itu ke istana?” Nada Raja
sangat penasaran. Hulubalang berfikir sejenak. Beliau mencari
akal bagaimana caranya agar dapat membawa Purti Berias itu ke
hadapan raja.
”Bagaimana kalau kita adakan pesta rakyat. Kita undang semua
pejabat kerajaan tetangga. Kita suguhkan dengan tari-tarian yang
berasal dari pelosok negeri. Termasuk Putri Berias kita undang
untuk menari di sini” Kata Hulubalang kemudian.
”Aha...!! Tepat sekali Hulubalang. Aku sangat setuju!” Suara raja
gembira.
Singkat cerita, raja pun memerintahkan rakyatnya
mempersiapkan panggung yang besar untuk para penari.
Diumumkanlah ke pelosok negeri bahwa akan ada pesta rakyat.
Hari yang ditunggu-tunggupun tiba. Banyak undangan kerajaan
yang datang. Pendududuk dari pelosok negeri pun berduyun-
duyun untuk menyaksikan pesta yang sangat meriah dialun-
alun kerajaan. Tari-tarian yang indah pun ditampilkan oleh dara-
dara yang manis dari pelosok negeri.Tepuk tangan gemuruh
melihat penampilan mereka yang elok. Tak ketinggalan Putri
Berias pun ikut meramaikam pesta tersebut.
Seperti biasa sebelum tampil Putri Berias akan berias sehari
semalam sambil membaca berbagai mantra agar
penampilannya maksimal;
“Ooiii….matraku, mantra bepuyang..
Puyang sunting dusun lame
Wajahku bak petri bayang
Karne becahaye bak bulan purname..”
Demikian kata Putri Berias. Maka wajahnya berubah menjadi
semakin bersinar karena mantranya. Semua yang melihat kecil,
tua, muda, akan suka dan kagum padanya.
.Tibalah giliran Putri Berias yang tampil. Ketika Putri Berias
muncul dengan lenggak-lenggok, lemah gemulai, semua mata
terpukau melihatnya. Putri berias menari dengan indah. Tarian
Putri Berias berbeda dengan gerakan tari pada umumnya.
Gerakan gerakan menyisir rambut, memotong kuku, memakai
bedak, dan lain sebagainya diperagakannya dengan gerakan-
gerakan yang indah. Tidak saja karena gerakan tariannya yang
elok, namun parasnya yang cantik membuat orang tidak
percaya kalau dihadapan mereka adalah manusia yang tengah
menari.
“Cehk…cehk…cehk….Cacam!! Tidak salah kata orang.
Purti Berias ini memang cantik luar biasa” Baginda berdecak
kagum.
“Waaw!! Luar biasa…cantik sekali…” Kata seorang
tamu.
“Ayah…aku ingin penari itu jadi istriku Ayah…” Kata
seorang pangeran yang datang undangan pada perhelatan itu.
“Kalau dia tidak mau putraku? Bagaimana? Apakah kau
dapat menerima? Kata Baginda”
Lalu ada lagi seorang pangeran menyampaikan hasratnya
kepada ayahandanya..
“Bak, alangkah anggon deretu bak . Ku egam nian
ngen ye Bak. Ye pecak ian nari. Baak…bak..cepat bak, ku nak
minta kawin..!” Kata seorang pangeran yang langsung jatuh
cinta melihat Putri Berias.
”Nak...kutuju ian men ie galak jadi soma nga. Tapi
mun ie dak agam ngan ngah...ape ngah dak kecik ati nak?”
Jawab seorang tamu ragu.
Ternyata tidak satu dua yang jatuh hati dengan putri berias.
Banyak raja dan pangeran terpukau dan tertarik padanya.
Akhirnya, ketika ada kesempatan. Sang raja menyampaikan
keinginan anaknya. Tapi apa jawab Putri Berias?
“ Saya akan terima lamaran tersebut, silahkan
pangeran datang ke Bulan” jawab Putri Berias. Tahulah raja,
kalau Putri Berias menolak lamarannya. Mana mungkin manusia
sanggup ke Bulan?. Hari berganti hari, bulan berganti bulan,
tahun berganti tahun. Putri Berias belum juga punya suami.
Namun kecantikannya tidak pernah berkurang. Hingga akhirnya
Putri Berias pulang kembali ke kayangan. Sehingga manusia
hanya bisa menikmati kecantikannya di muka bumi, dengan
memandang bulan. Wajah Putri Berias, persis ketika bulan
purnama.Terang bercahaya.
Sumber:
http://rimbakungku.blogspot.com/2016/10/putri-berias-cerita-rakyat-dari-musi.html
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...