Pacco merupakan makanan khas Palopo yang terbuat dari olahan ikan mentah, warga Palopo percaya dapat menambah stamina. Olahan ikan mentah inipun bisa dibuat menjadi menu makanan khas daerah seperti yang ada di kota palopo sulawesi selatan. Olahan ikan bandeng mentah menjadi salah satu oleh-oleh khas yang bisa anda bawa pulang saat berkunjung ke kota Palopo. Menu olahan ikan mentah tidak hanya harus dimasak untuk dikomsumsi melainkan Ikan mentah pun bisa diolah menjadi menu makanan khas daerah. Proses mengolah Ikan mentah pun tak serumit yang dibayangkan dan membutuhkan bumbu tersendiri seperti buah patikala buah kecapi jeruk nipis lombok biji kacang goreng dan pastinya Ikan bandeng mentah. Cara membuatnya : Daging Ikan terlebih dahulu dipisahkan dari tulang dan kepala sehingga dipotong sesuai keinginan. Dan direndam dengan campuran cuka serta patikala untuk menghilangkan rasa amis dan menambahkan bumbu seperti lombok kacang buah kecapi serta kacang ya...
“Tappi” (keris) dan “Kawali” (badik) adalah dua senjata tajam (parEwa matareng) yang berbeda fungsi pemakaiannya, meskipun dinilai sama-sama bukan peralatan utama dalam peperangan. Pada beberapa Kerajaan di Sulawesi Selatan semisalkan Bone, Gowa, Soppeng, Sidenreng, Tanete dan lainnya, menempatkan Tappi pada strata Senjata Agung dan bahkan dijadikan sebagai regalia. Maka setiap rumpun keluarga Bangsawan mewariskan “tappi” kepada setiap pelanjut generasinya yang dipandang paling berkompeten dalam rumpung itu. Olehnya itu, Tappi dinilai bukan sebagai senjata, melainkan lambang kehormatan suatu rumpun keluarga Bangsawan pada zaman dahulu. Sebagai perlambang yang memanifestasikan suatu kaum maupun suatu Kerajaan, Tappi bahkan dijadikan sebagai perlambang pangkat/jabatan. Tatkala seorang Raja atau pejabat adat berhalangan untuk hadir dalam suatu undangan perhelatan, kerap mengirim Tappi-nya ke acara tersebut sebagai syarat kehadirannya. Bahka...
Dalam catatan hariannya yang bertarikh 3 Dzulqaidah 1354 Hijriah , La Wahide DaEng Mamiru Pabbicara Tana Tengngana Belawa menuliskan : “Tellu ompona uleng Suleka’ida//Rilalengna taung 1354 hijerrana Nabitta // uwalai papparingerrang lao risEsE alebbirengna DatuE ri Belawa // MakkedaE ; Aja’ naita batii’ LimaE passabareng naengkai Datu MakkarungngE // Iyanaritu : Natonangi atempongeng nasaba’ tudangengna // NawElai ade’maraja naggau’ sama’ mariawataba’ // Mappuada wEkkadua tennanrupai ada rimulangna // MarEngkalinga ada tennatongengi pangaderengna // Malimangna, napakariawai To PanritaE // NarEkko siengkangni iyalima pangkaukengngE // Natunaini alebbirengna // NariwElai ri Joana // Namallajang cEro’ riyabusunginna” (Pada tanggal 3 bulan Dzulqaidah // dalam tahun 1354 Hijrahnya Nabi kita // kujadikan peringatan terhadap sisi kemuliaan Sang Datu di Belawa // Bahwa ; Janganlah sampai terjadi hingga dilihat oleh ke...
Accera Kalompoang merupakan upacara adat untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa. Inti dari upacara ini adalah allangiri kalompoang , yaitu pembersihan dan penimbangan salokoa (mahkota) yang dibuat pada abad ke-14. Mahkota ini pertama kali dipakai oleh Raja Gowa, I Tumanurunga, yang kemudian disimbolkan dalam pelantikan Raja- Raja Gowa berikutnya benda-benda kerajaan yang dibersihkan di antaranya: tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang besi tua ( lasippo), keris emas yang memakai permata ( tatarapang), senjata sakti sebagai atribut raja yang berkuasa ( sudanga), gelang emas berkepala naga ( ponto janga-jangaya), kalung kebesaran ( kolara) , anting-anting emas murni ( bangkarak ta‘roe), dan kancing emas ( kancing gaukang) . Upacara adat yang sakral ini pertama kali dilaksanakan ol...
Bangunan balla jambu ( milik raja ) merupakan sebuah rumah tua milik raja yang terletak di bulutana kec. Tinggimoncong keb.gowa .di sebut balla jambu karena tiang utamanya di buat dari batang kayu jambu. Ciri khas lain rumah ini ada pada atapnya yang terbuat dari cippe . Dahulu kala terdapat mitos di sekitar rumab in , bahwa tidak boleh terdapat lebih dari tujuh rumah di bulu tana. Balla jambu termasuk tujuh generasi di gowa yg salah satunya balla lompoa ( rumah gallarang atau rumah adat ).
Pa'bissu sering di iringi tarian pamingki dan beberapa tarian tradisional lainnya . Untuk pa'bissu suatu budaya yang kini masih di pegang erat oleh sekompok masyarakat bissu untuk menghormati leluhur. Tarian ini sangat menakjubkan karena dengan menggunakan sebelah keris dan menangcapkan di leher . Dengan tarian dan musik yang khas, tarian itu menjadi sajian yang mengandung nilai budaya yang kental . Pa'bissu ini juga banyak di pergunakan masyarakat petani pada awal mengolah lahannya.
Silsilah keturunan Arung Palakka Arung palakka merupakan anak dari La Pottobune (arung Tanah Tengang Datu Lompulle) seorang bangsawan tinggi di kerajaan Soppeng, sedangkan ibunya bernama We Tenri Sui' Datu Mario ri Wawo yang merupakan putrid raja Bone ke XI yang bernama La Tenriruwa Sultan Adam dan istrinya bernama We Baji Labae ri Mario Riwawo, yang merupakan anak dari We Tenri Pakkua (raja bone ke VI) istrinya bernama La MakkaroddaMabbeluwa (datu Soppeng ri lau), yang dilahirkan oleh Latenri Sukki dan istrinya Lateri Songke, bapak Latnri sukki adalah Latenri Bali dan ibunya bernama Berrigau. Berrigau anak dari La Saliyu ibunya We Tenriroppo. Bapak La Saliyu adalah Lapanttingki dan ibunya Pattanra Wanua, Patanra Wanua adala seorang anak dari perkawinan Manurung'e ri'matajang dengan Manurung'e Ri Tiro.. dengan demikian La Tenritatta (Arung Palaaka ) merupakan cucu dari Manurung'e Ri Matajang berada pada cucu lapisan ke sepuluh. 2. Persekutuan Kerajaan Bone dengan...
Ungkapan dalam bentuk lagu peranan Orang ara dalam pembuatan Pinisi di Bulukumba, Sulawesi-selatan, Indonesia. "Ricaddi caddiku iji // Nakujannang ribantilang // Anjama Lopi // Kasossoranna manggeku // Pasangngi pinangkakannu // Pauang anak riboko // Nakatutui // Sosorang kapanritanna". (Artinya : Sejak Aku kecil // Telah menetap di bantilang // Mengerjakan perahu // Sebagai warisan orang tuaku // Teman sebayamu // Kabarkan pada generasimu // Agar dipelihara // Warisan keahliannya.) Dahulu kala lagu tersebut didengdangkan dengan menggunakan iringan Tennong, dan pada pembuatan Film Pinisi oleh PUSTEKKOM DEPDIKBUD tahun 1992, juga dengan kecapi. (Tempat pembuatan perahu Pinisi di Pantai Mandala Ria, Desa Lembanna, Kab. Bulukumba) Apabila lirik lagu tersebut disimak maka dapat dipahami sebagai pesan yang diamanatkan kepada generasi muda bahwa warisan sebagai ahli perahu (Bira, Ara, dan Tanah beru) memang telah dimiliki sejak dahulu. Topada Salam...
Salah satu minuman khas Makassar (jamunya orang Makassar) biasanya orang menyebutnya Sarabba’ yang menjadi teman asyik disaat bersantai di malam hari. Sarabba hasil racikan asli warga Makassar bisa Anda temukan di kawasan sungai cerekang.Tidak hanya dikenal sebagai minuman hangat saja, namun konon katanya saraba dipercaya bisa membangkitkan stamina tubuh yang lesu dan menghilangkan masuk angin. Mungkin hal ini dikarenakan jahe dan telur yang dipakai saat meracik minuman hangat ini. Biasanya saraba dinikmati bersama dengan sajian pisang epe, atau pisang bakar yang dilelehi gula merah cair. Nah bagi Anda yang tidak sempat berkunjung ke kota makassar untuk bahan sarabba’ sendiri itu tidak terlalu banyak, seperti : Air putih 5 gelas belimbing Gula merah 375 gr Jahe 375 gr Santan 150 ml Susu kental manis secukupnya Garam 1 sdt Merica bubuk 2-3 sdt Biji pala 1 b...