Di tahun 1708 seorang lelaki priyayi bertapa di Wanasepi, perbukitan angker yang kini jadi bagian wilayah Desa Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Saat itu, matahari mulai tenggelam di sebelah barat. Kanvas langit berwarna keemasan, terlihat suatu garis cahaya tak biasa tegak lurus menyentuh daratan menembus rindang hutan belantara. Pertapa itu memahaminya sebagai wangsit, lantas ia berjalan bertelanjang kaki menuju titik garis cahaya itu. Pertapa berdarah biru itu bernama Raden Malik Gandakusuma yang kelak tersohor sebagai Yudanegara II Bupati Banyumas ke-7. Ia dirundung resah, wilayah Banyumas tengah mengalami kisruh politik. Menenangkan batin di Wanasepi ia mencari petunjuk spiritual, cara mengatasi kekisruhan yang telah membawa dampak kesengsaraan rakyat. "Raden Gandakusuma meneruskan perjalanan menuju hutan. Sampai kemudian ia sampai di mata air berwarna keemasan sebab pantulan cahaya senja," kata Juru Pelihara Sendang Mas, Triyono Indra W (37) pada Me...
Kerajaan Pasir Luhur / Kadipaten Pasir Luhur dinyatakan sebagai kerajaan Galuh yang merdeka karena tidak dibawah kekuasaan kerajaan lain baik Sunda (Pajajaran) maupun Majapahit. Pasir luhur dan Pajajaran terdapat hubungan kekerabatan, Pasir Luhur berada di posisi lebih tua dibandingkan dengan Pajajaran. Sejarah mengenai Babad Pasir Luhur dan Silsilanya ada 21 Versi Babad Pasir yang masih bertahan namun banyak teks Babad Pasir Luhur yang hilang, rusak atau tidak lolos seleksi alam karena tidak terpelihara dengan baik, tidak mendapat tanggapan pembaca, dan tidak disalin ulang. Pelacakan kembali terhadap teks-teks Babad Pasir Luhur dari berbagai scriptoria akan menambah khasanah karya-karya historiografi tradisional dari masyarakat Banyumas. Versi Tembang Versi Kedua adalah Versi Hardjana (1985) yang diterbitkan oleh Balai Pustaka Dan versi-versi lainnya. Versi Gancaran atau Prosa meliputi empat Versi, yaitu (1) Versi Kedhungrandhu, dengan judul Babad Pasir...
Cerita ini adalah versil lain dari Lutung Kasarung yang banyak didengar di daerah Sunda. Cerita Lutung Kasarung ini merupakan cerita versi Pasir Luhur. Tidaklah penting mana yang benar antara kedua versi tersebut, yang jelas, cerita-cerita ini untuk menghibur dan dipetik pelajarannya. Di Jawa Barat pada jaman dahulu kala ada sebuah Kerajaan Hindu yang besar dan cukup kuat, yaitu berpusat di kota Bogor. Kerajaan itu adalah Kerajaan “Pajajaran”, pada saat itu raja yang memerintah yaitu Prabu Siliwangi. Beliau sudah lanjut usia dan bermaksud mengangkat Putra Mahkotanya sebagai penggantinya. Prabu Siliwangi mempunyai tiga orang putra dan satu orang putri dari dua Permaisuri, dari permaisuri yang pertama mempunyai dua orang putra, yaitu Banyak Cotro dan Banyak Ngampar. Namun sewaktu Banyak Cotro dan Banyak Ngampar masih kecil ibunya telah meninggal. Maka Prabu Siliwangi akhirnya kawin lagi dengan permaisuri yang kedua, yaitu Kumudaningsih. Pada waktu Dewi Kumuuda...
Kawanan monyet hidup harmonis di kawasan pemukiman warga di Banyumas. Di balik itu, ada legenda monyet di sana merupakan jelmaan santri nakal dari Kyai Saka. "Legenda dulu santri (dari) Kiai Saka Tunggal kategori nakal. Emosi Kiai akhirnya mengutuk satri menjadi monyet, seperti tipikal monyet yang susah diatur, sering mengganggu, dan suka mencuri," ujar Imam Masjid Saka Tunggal, Sulam (48) Banyumas saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/8/2017). Masjid itu terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah. Banyak kawanan monyet yang setiap hari mendatangi lokasi masjid dan rumah warga di dekatnya. Dia menjelaskan, selama ini masyarakat di sekitar Masjid Saka Tunggal memang hidup berdampingan dengan monyet tanpa ada masalah. Sebab masyarakat memaklumi akan adanya tabiat monyet di sana. Di tempat itu, kata Sulam, ada sekitar 500 monyet yang membetuk koloni-koloni baru di hutan pinus dan menyebar sekitar...
TRADISI unggah-unggahan menjadi warisan budaya adiluhung Tanah Banyumas yang berbasis agraris. Pengikut adat Bonokeling meluruhkan nafsu sebagai manusia agar kembali fitri. Inilah bagian dari kearifan masyarakat adat Jawa kuno yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk modernitas. Ratusan perempuan berbalut kemban dengan selendang putih melingkari pundak duduk bersimpuh di bawah terik surya. Dalam keheningan, satu per satu membasuh tangan, kaki, dan wajah mereka sambil mengucap mantra. Mereka bersiap menjalankan ritual unggah-unggahan, mendoakan leluhur, membersihkan batin sebelum Ramadhan, tiga pekan lalu. Mereka berjajar rapi, di kompleks makam Bonokeling, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Sosok Bonokeling, menurut Tetua Komunitas Adat Bonokeling, Sumitro, konon adalah tokoh spiritual dari Kadipaten Pasir Luhur (sekarang wilayah Karanglewas, Banyumas). Wilayah ini dulu merupakan bagian dari Kerajaan Padjadjaran. Kedatangan Bonokeling ke Pekuncen dalam rangka pembukaan w...
Sungai terpanjang di Pulau Sumatera adalah Batang Hari. Kata batang artinya sungai. Namun, orang sudah biasa mengatakan Sungai Batang Hari. Bagian terpanjang Sungai Batang Hari dan muaranya memang terletak di Provinsi Jambi, sebagian kecil bagian hulunya di Provinsi Sumatera Barat. Pada zaman dahulu, ketika penduduk Negeri Jambi sudah mulai banyak dan mereka memerlukan seorang raja yang bisa memimpin mereka, menyatukan negeri-negeri kecil supaya menjadi satu negeri yang besar, mereka mengadakan sayembara. Barang siapa yang ingin menjadi Raja Negeri Jambi, harus sanggup menjalani ujian, yaitu dibakar dengan api yang menyala berkobar-kobar, direndam dalam sungai selama tiga hari, dan digiling dengan kilang besi yang besar. Penduduk setempat tidak ada yang sanggup menjalani ujian it. Tokoh-tokoh terkemuka dari desa Tujuh Kuto, Sembilan Kuto, Batin Duo Belas, semuanya menyerah pada ujian keempat, yaitu digiling dengan kilang besi. Tokoh-tokoh masyarakat Negeri Jambi pada waktu i...
Cerita rakyat merupakan cerita turun-temurun yang disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi. Seperti halnya di banyak daerah di nusantara, Blora juga memiliki cerita rakyat yang terpelihara hingga kini. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat menjadi norma-norma susila yang berlaku di masyarakat. Desa Bleboh kecamatan Jiken dipercaya sebagai desa asal Nyi Rondho Kuning Cerita Nyi Rondho Kuning adalah salah satu cerita rakyat dari desa Bleboh kecamatan Jiken. Cerita Nyi Rondho Kuning diawali dengan kisah pencarian pusaka kerajaan Pajang yang hilang oleh lima orang pangeran. Lima pangeran tersebut adalah pangeran Jatikusumo dan pangeran Jatikusworo yang mencari pusaka tersebut ke arah utara. Sedangkan tiga pangeran yang lain adalah Giri Anom , Giri Jati dan Giri Kusumo yang mencari ke arah timur. Di awal cerita, disebutkan pangeran Jatikusumo dan...
Jaman dulu tersebutlah kisah ada suatu padepokan kecil yang bernama SENTONO, yang dipimpin oleh Blacak Ngilo. Blacak Ngilo adalah bekas prajurit Majapahit yang melarikan diri disaat terjadi perang saudara memperebutkan kekuasaan. Pada mulanya padepokan ini sangat termasyur , sehingga banyak orang berbondong-bondong ke Sentono untuk nyantrik dan berguru ke Blacak Ngilo. Dengan Arif dan bijaksana Blacak Ngilo mengajarkan berbagai macam ilmu, mulai dari cara bercocok tanam, budi pekerti, spiritual dan olah kanuragan. Daerah Sentono terletak di tepi aliran Bengawan solo, sehingga strategis untuk pertanian. Sehingga tak mengherankan jika Sentono dan sekitarnya mengalami perkembangan yang luar biasa hebat. Bahkan Blacak Ngilo oleh para pengikutnya di perlakukan bak seorang Raja. Tapi lama-kelamaan perangai BLACAK NGILO mulai berubah. Dia mulai sewenang-wenang terhadap para pengikutnya. Masyarakat di haruskan untuk menyetorkan separoh lebih dari hasil panennya. Tak hanya itu, dia juga...
Kedung Putri adalah suatu situs budaya yang pada masa lalu sampai sekarang banyak menyimpan misteri, bahkan berbau mistik yang konon menurut cerita tempat ini sering dipakai mandi oleh Citro Wati putri raja Purwocarito yang cantik Jelita. Kedung Putri terletak di sebelah utara Kecamatan Randublatung, kurang lebih 10 km dari pusat kota Randublatung, tepatnya di hutan petak 52 RPH Gumeng BKPH Temanjang, KPH Randublatung. Secara administrative turut wilayah Desa Tanggel Kecamatan Randubaltung Kab. Blora. Begitu kentalnya muatan mistik di lokasi ini menjadikannya cukup terkenal di Randublatung. Legenda Kedung Putri dimulai pada jaman dulu dimana terdapat suatu daerah yang bernama Negara Purwocarito (sekarang Desa Gumeng) yang dipimpin oleh seorang raja bernama Dian Gondo Kusumo dengan permaisuri Loro Girah, Pasangan raja dan permaisuri ini dikarunia 3 orang anak yaitu Citro Menggolo, Citro Kusumo dan Citro Wati. Masing-masing keturunan raja Dian Gond...