Anak
688 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Suit : gajah, orang, semut
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

suit merupakan permainan anak kecil yang dilakukan oleh dua anak. ini seperti permainan suit: gunting, kertas, batu. Pada permainan ini, gajah menang terhadap orang, orang menang terhadap semut, dan semut menang terhadap gajah. Biasanya, anak-anak melakukan suit ini jika ingin menentukan siapa yang akan melakukan apa, contohnya: ada anak-anak ingin bermain ucing sumput dan ingin menentukan siapa yang menjadi ucing maka mereka melakukan suit ini; yang kalah menjadi ucing

avatar
Oskm18_16418311_rifani
Gambar Entri
Tatarucingan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

TATARUCINGAN      Tatarucingan adalah suatu permainan yang berasal dari daerah jawa barat. Tatarucingan itu, jika dalam bahasa indonesia biasa kita kenal atau kita sebut dengan "tebak-tebakan", tetapi cara mainnya ya tentu menggunakan bahasa sunda dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti menghibur, memberi nasihat, memuji, dan bahkan menghina.      Tatarucingan dapat dimainkan oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa, asalkan tebak-tebakan yang digunakan harus pas penggunaannya. Misalnya ketika kita sedang melakukan percakapan dengan orang yang lebih tua dan ingin memberikan tebak tebakkan, maka kitapun harus memberikan tebak-tebakan yang tentu sopan, soalnya bagaimanapun kita harus tetap memperhatikan etika dan etiket yang ada.     Tatarucingan dapat dimainkan ketika kita sedang melakukan percakapan yang tak formal dengan siapapun asalkan penggunaannya pas, bercanda gurau dengan teman...

avatar
OSKM18_16218078_Hilmy Zhafir
Gambar Entri
Babadotan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Babadotan adalah permainan anak yang sangat sederhana. Nama Babadotan sendiri didapatkan dari jenis tanaman yang digunakan untuk memainkan permainan ini yaitu tanaman Bandotan atau dalam Bahasa Sunda disebut Babadotan.  Untuk memainkan permainan ini digunakan hanya beberapa benda yang mudah dicari saja yaitu: 2 buah paku, karet, batu, dan juga bunga babadotan yang belum mekar dan berbentuk seperti ulat.  Untuk memainkannya pertama tama pasangkan paku pada bidang datar dengan jarak kira kira 10 - 15 cm. Setelah itu renggangkan karet dikedua paku tadi sehingga paku tadi terhubung oleh karet. Terakhir simpan tanaman babadotan tadi di kedua ujung karet dengan posisi saling berhadapan, untuk memainkannya pemain harus menggosok paku dengan batu sehingga tanaman tersebut maju dan saling menghampiri karena getaran dari karet. Saat batu digosok oleh kedua pemain maka tanaman babadotan akan saling menghampiri dan akhirnya saling menjatuhkan, pemain dianggap kalah apabila...

avatar
OSKM18_16018235_arsyi
Gambar Entri
Budaya Pamali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Budaya Pamali sudah tidak asing di telinga masyarakat Bandung. Mungkin tidak banyak orang mengerti apa maksud dari kata "Pamali" sendiri. Setelah melakukan wawancara pada masyarakat sekitar yang rata-rata berumur 30-50 tahun, ternyata kata Pamali sendiri tidak memiliki deskripsi yang tetap. Beberapa orang menyebutkan Pamali merupakan suatu tindakan yang tidak baik untuk dilakukan. "Pamali itu artinya sebuah larangan menurut orang tua jaman dulu ga boleh ngelakuin yang ga boleh dilakuin karena kalo dilakuin nanti ada resikonya." Ada juga yang menyebutkan Pamali merupakan suatu hal yang tabu untuk dilakukan. Anak-anak yang terlahir di tanah Sunda sudah terbiasa untuk ditegur oleh orang tua jika melakukan suatu hal yang mereka anggap "Pamali". Contoh kecilnya, kita tidak diperbolehkan duduk di depan pintu. Orang tua menyebutkan jika kita duduk di depan pintu, maka kita akan sulit mendapatkan jodoh. Masih banyak hal lain yang idsebut sebagai "Pamali" seperti, tidak menghabiskan...

avatar
OSKM2018_19718193_Giofella Adesta
Gambar Entri
Lagu " Abdi Teh "
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Lagu  Abdi Teh  merupakan lagu yang dinyanyikan untuk pemanggilan arwah anak-anak. Sebenarnya saya sendiri baru mengetahui lagu ini dari film karya Risa Sarasvati  berjudul  Danur . Dari film tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa lagu ini merupakan lagu berbau mistis. Hal ini pun dapat dibuktikan ketika saya tidak sengaja menonton channel youtube Risa Sarasvati  yang bernama  Zona Angker  di mana pada salah satu chapternya menayangkan  Risa Sarasvati  sedang mencoba berkomunikasi dengan arwah anak-anak di sebuah bangunan tua dengan menyanyikan  Abdi Teh .  Mengapa saya bisa percaya bahwa  Risa Sarasvati  dapat berkomunikasi dengan arwah anak-anak? Jawabannya karena  Risa Sarasvati  sendiri merupakan seorang indigo, sebuah kelebihan yang didapat seseorang untuk melihat arwah-arwah. Jadi, jangan bermain-main dengan lagu ini kalau kalian tidak ingin berurusan dengan  mereka . :) #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16218139_nicholas Moniaga
Gambar Entri
Anjang-anjangan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Anjang-anjangan merupakan permainan yang mengikuti kehidupan orang yang lebih tua, mungkin anak-anak sunda biasa menyebutnya mamah-mamahan (pura pura menjaid mamah/ibu). Permainan ini biasanya terdapat anak menjadi ibu, ada juga yang menjadi anak. Tapi, jika tidak cukup orang untuk melakukan peran tersebut, permainan anjang-anjangan dapat dilakukan dengan menggunakan suatu barang, misalnya boneka. Jadi, nanti akan ada boneka yang menjadi ibu dan boneka lain menjadi pemeran yang lain. Jika menggunakan barang seperti itu, anjang-anjangan dapat dilakukan oleh 2 orang saja. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918026_Farah Hafizhah N
Gambar Entri
Batu Tujuh
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan batu tujuh merupakan permainan tradisional Indonesia yang sering dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini juga biasa disebut bete tujuh atau tujuh batu pahlawan. Untuk bermain permainan ini dibutuhkan setidaknya 3 pemain. Berikut cara bermain batu tujuh. 1. Menentukan satu pemain yang jaga dengan cara hompimpa atau dengan cara lain. 2. Menyusun tujuh batu secara bertumpuk. 3. Pemain yang tidak jaga memegang masing-masing satu batu. 4. Pemain yang tidak jaga melempar batu yang sudah dipegang tadi ke tumpukan batu. 5. Jika tumpukan batu runtuh maka pemain yang jaga harus secepatnya menyusun kembali batu-batu tersebut sementara pemain yang tidak jaga berlari mencari tempat untuk bersembunyi. 6. Setelah pemain yang jaga menyusun batu, ia harus mencari dan menyentuh serta menjaga tumpukan batu tadi agar tidak diruntuhkan oleh pemain yang tidak jaga. Sementara itu, pemain yang tidak jaga berusaha untuk meruntuhkan kembali tumpukan batu tersebut. 7. Jika pemain yang jaga dapa...

avatar
OSKM18_16518211_Dhanurangga Al Fadh
Gambar Entri
Cerita Sejarah Dibalik Gunung Tangkuban Perahu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kota Bandung atau yang kita juga kenal sebagai Kota Parahyangan atau juga dikenal dengan nama Parij Van Java karena keindahannya pada jaman dahulu seperti Kota Paris di tanah Jawa. Bandung juga mempunyai beberapa cerita rakyat yang sangat terkenal. Seperti salah satunya adalah Sangkuriang. Sangkuriang menceritakan kisah tentang seorang putri yang bernama Dayang Sumbi, anak Raja Sungging Perbangkara. Dayang Sumbi adalah seorang putri yang sangat cantik jelita. Banyak sekali raja-raja yang jatuh cinta karena kecantikan Dayang Sumbi sehingga mengakibatkan peperangan antara raja-raja tersebut. Merasa dirinya menjadi bahan sumber perperangan bagi raja-raja tersebut, akhirnya Dayang Sumbi memutuskan untuk pergi ke hutan dan menjalani hidupnya disana. Pada suatu hari, ketika Dayang Sumbi sedang bertenun, pintalan benang tenunnya jatuh dan ia sangat malas untuk mangambilnya sehingga terucaplah kata-kata "Barangsiapa yang mengambil pintalan benang tenunku. Kalau dia perempuan, maka a...

avatar
Oskm18_19718395_amanda
Gambar Entri
Hong Kotokolet
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Hong kotokolet atau yang biasa disebut juga hong-hongan merupakan permainan petak umpet yang sering dimainkan pada malam hari sekitar tahun 1970-1980an. Biasanya permainan ini dimainkan saat anak-anak kembali dari mesjid setelah menunaikan ibadah sholat maghrib. cara memainkan permainan ini hampir serupa dengan petak umpet pada umumnya, yaitu dengan menentukan satu orang pemain yang bertugas untuk berjaga dan mencari pemain lain yang bersembunyi. saat pemain yang berjaga berhasil menemukan pemain lain yang bersembunyi ia akan mengucapkan "hong kotokolet!" secara lantang. Umumnya permainan ini dimainkan di daerah pedesaan sehingga mereka akan bersembunyi di balik rerumputan, kandang ayam, atau bahkan bangunan yang terbengkalai. Tentunya permainan ini memiliki tantangan yang bertambah dua kali lipat karena dilakukan di malam hari sehingga pemain yang bersembunyi akan sulit ditemukan karena kurangnya penerangan di daerah pedesaan pada masa itu. Sayangnya, saat ini permainan tersebu...

avatar
OSKM18_16118098_Videla Zannuba Arifah