Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai para pahlawan dan sejarahnya, demikian pula bangsa yang mau melestarikan seni budaya dan adat istadat peninggalan leluhur yang masih memiliki nilai estetika dan etika. Kesenian Menthiet merupakan salah satu budaya asli atau seni khas dari Kebumen. Selain dikenal dengan tempat wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata curug, wisata bukit, wisata geologi, wisata kuliner dan juga wisata bahari yang cukup banyak, di kabupaten Kebumen juga dikenal sebagai wilayah yang masih memiliki seni dan budaya luhur dan masih eksis sampai sekarang. Salah satu kesenian tradisional Kebumen adalah kesenian Methiet, dimana pentas dari kesenian Menthiet pernah digelar oleh Komunitas Aku Cinta Kebumen (ACK) pada acara Kopdar ACK pada 12 September 2010. Sumber : http://facebumen.com/kesenian-menthiet/
Kebumen memiliki bermacam-macam kesenian tradisional asli. Selain Ebleg , Jemblung , Jamjaneng, dan Menthiet, kesenian tradisional asli Kebumen lainnya ialah Cepetan/Cepetan Alas. Kesenian Cepetan merupakan kesenian tradisional bergenre Sendratari. Kesenian ini berasal dari kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Cepetan Alas berasal dari dua kata : Cepetan (bahasa Jawa; kata dasarnya adalah Cepet, nama salah satu jenis mahluk halus di Jawa) dan Alas (bahasa Jawa yang berarti Hutan). Kesenian tradisional Cepetan muncul di kecamatan Karanggayam pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia. Kesenian ini dipopulerkan oleh Lauhudan, seorang tokoh dari Karanggayam. Sendratari ini menggambarkan sebuah peristiwa pembukaan lahan pemukiman di daerah Karanggayam. Alkisah pada masa Jepang berkuasa di Indonesia, rakyat mengalami penderitaan baik sandang, pangan, dan papan yang luar biasa. Hal ini dialami juga oleh masyarakat Karanggayam....
Semarang Night Carnival (SNC) adalah event tahunan yang diselenggarakan untuk menyambut hari jadi Kota Semarang. Event ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011 oleh Disbudpar Kota Semarang. Setiap tahun, event ini diikuti oleh ratusan peserta karnaval dari berbagai sekolah dengan berbagai kreasi kostum yang unik dan menarik. Event ini biasanya diadakan pada minggu pertama bulan Mei sebagai salah satu agenda memperingati hari jadi Kota Semarang. Sumber : http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri mengatakan, diangkatnya festival BKB merupakan upaya untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan di Kota Lunpia. Melalui festival itu, Masdiana ingin menyuguhkan wisata air bagi warga dan wisatawan. Potensi wisata air di Sungai BKB itu sangat besar sehingga digelarkan Festival Banjir Kanal Barat. Acara ini sudah menjadi agenda rutin tahunan sejak beberapa tahun terakhir. Festival BKB tahun ini akan berbeda dibanding sebelumnya. Masdiana menyebutkan, lokasinya dipindah ke dekat Madukoro karena lokasi yang lama terjadi pendangkalan. Pasalnya, nantinya akan ada lomba perahu hias yang merupakan acara inti dari festival. Selain perubahan lokasi, pada 2018 ini juga tidak dilakukan penerbangan lampion sebagaimana tahun sebelumnya. Acara tersebut kemudian diganti dengan penyalaan lentera di atas air (water lantern). Dalam pelaksanaannya nanti, Disbudpar bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semara...
Pasar Imlek Semawis merupakan event tahunan yang diselenggarakan pertama kali tahuun 2004 untuk menyambut ditetapkannya Imlek sebagai hari libur nasional. Kurang lebih selama sepekan, event ini diadakan di daerah Pecinan, Kota Semarang. Beragam pertunjukkan dan kuliner yang unik bisa ditemui di sini, misalnya: pertunjukan barong sai, pertunjukan wayang potehi, aneka lampion dan kuliner khas peranakan Tionghoa bisa dinikmati di sini. Pasar Imlek Semawis biasanya diadakan selama sepekan menjelang perayaan Imlek. Sumber : http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/
Acara tahunan ini diselenggarakan untuk memperingati pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang. Meski secara historis masih menjadi perdebatan, namun masyarakat Tionghoa meyakini bahwa Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo pernah mendarat di Semarang pada bulan keenam penanggalan Imlek. Puncak acara berupa arak-arakan duplikat patung Cheng Ho dari Klenteng Tay KAk Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong. Selain itu juga, acara ini juga dimeriahkan berbagai pertunjukan barongsai dari warga keturunan Thionghoa di Semarang Sumber : http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/
Festival Kota Lama pertama kali diadakan pada tahun 2011. Event ini menarik untuk dikunjungi karena venue-nya yang special. Selama beberapa hari, Kota Lama yang dipenuhi oleh bangunan bersejarah peninggalan jaman colonial Belanda akan menjadi lebih semarak karena adanya banyak pameran dan acara. Acara ini biasanya diselenggarakan pada bulan September Sumber : http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/
Bagi yang menggemari bidang seni dan budaya, acara ini wajib dikunjungi. Event ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Semarang di komplek Taman Budaya Raden Saleh. Selama penyelenggaraan, pengunjung bisa menikmati berbagai acara misalnya pameran seni, workshop penulisan, pementasan sastra dan teater dan lain-lain. Ribuan hasil karya seni seperti lukisan, mural, patung, dll bisa ditemukan di acara ini. Sumber : http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/