jawa tengah
3.394 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bedoyo Ketawang
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Di Surakarta, tarian yang paling penting untuk menghormati dewi laut selatan adalah Bedoyo Ketawang. Tarian ini menampilkan Sembilan orang penari perempuan yang semuanya belia dan keturunan bangsawan atau raja. Tarian ini mengisahkan pertemuan antara Ratu Kidul dan Senopati. Sang Ratu dipujikan dengan diberi sesajen berupa pakaian  dengan pola batik dan makanan khas kesukaannya. Bila tarian dilaksanakan dengan tepat, penarinya bersih jasmani (tidak menstruasi) dan hatinya tenang, Sang Ratu biasanya muncul dengan memasuki tubuh salah seorang penari. Sang penari yang kerasukan, dibawa ke Proboyekso (kediaman pribadi raja), dimana putri belia itu disetubuhi oleh Susuhunan dalam suatu ritual yang mengingatkan rayuan asmara antara Senopati dan Ratu Kidul.Raja bisa langsung melihat siapa putri penari yang harus diambil, sebab ada semacam cahaya kehijau-hijauan yang menyala redup dari vaginanya, sesuatu yang mengingatkan kita pada simbol “gua garba yang bercahaya” seoran...

avatar
Aze
Gambar Entri
Maesa-Lawung
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Salah satu ritual Keraton Surakarta yang menarik dalam konteks ini adalah Maesa-Lawung , suatu upacara yang mengisahkan penusukan seekor banteng oleh seorang pangeran dari Puri Mangkunegaran atas Jasa Sri Susuhunan. Sasaran upacara tersebut adalah sang dewi maut Batari Durga yang dianggap memiliki keraton gaib di Alas Krendowahono di sisi utara Surakarta. Sebagai ratu dengan tenaga luar biasa yang tercermin dalam pepatah Jawa: nagari mawi tata, desa mawi cara , dimaksudkan untuk menjinakkan sang dewi agar kekuatan di bawah kendalinya tidak lolos, sehingga berdampak fatal bagi kerajaan dan masyarakat (semacam “tsunami” dari dunia gaib). Makna kultus ratu Kidul dan Batari Durga yang merupakan pertalian antara penegakan kedaulatan kerajaan  dan perempuan dengan daya gaib yang luar biasa sudah sangat jelas. Kita harus berpaling dari dunia gaib ke dunia riil dan dari dunia mitos kepada sejarah untuk menyaksikan realitas peran perempuan perkasa yang membawa Jawa ke...

avatar
Aze
Gambar Entri
Ritual Kalahayu
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ritual ini bergerak dari awal ketakutan masyarakat Jawa dulu di Surakarta, yang menganggap adanya gerhana matahari merupakan pertanda keburukan dan awal dari bencana. Oleh karena itu, pada saat dulu, ritual kebudayaan ini awalnya diadakan dengan rasa takut karena tidak ingin ada bencana di tempat itu. Namun sekarang, Ritual Kalahayu menjadi gelaran kebudayaan yang menjadi suatu ritual yang menyenangkan karena saat itu Bumi, Bulan dan Matahari berada di satu garis yang sejajar, dan dengan adanya ritual ini, masyarakat Surakarta berharap adanya berkah bagi masyarakat dengan tambahan ritual syukuran terhadap Tuhan yang Maha Esa. sumber :https://blog.danabijak.com/mitos-menjadi-ritual-di-solo/

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Gamyong
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Gamyong pada awalnya merupakan tari rakyat yang dipentaskan oleh penari jalanan. Pementasan tari jalanan ini disebut dengan Tledek. Salah seorang penari tledek bernama Sri Gamyong cukup banyak dikenal oleh masyarakat Surakarta pada waktu itu yaitu pada zaman Sinuhun Pakubowono IV (1788 s.d 1820). Sejak itulah tarian yang ia tarikan disebut dengan tari Gamyong. Pada awalnya, tari gambyong digunakan pada upacara ritual pertanian yang bertujuan untuk kesuburan padi dan perolehan panen yang melimpah. Dewi Padi (Dewi Sri) digambarkan sebagai penari-penari yang sedang menari. Dan kini tari gambyong dipergunakan untuk memeriahkan acara resepsi perkawinan dan menyambut tamu-tamu kehormatan atau kenegaraan. Dan pihak keraton Mangkunegara Surakarta pun telah menata ulang dan membakukan gerakan tari gamyong hingga yang saat ini kita dapat saksikan yaitu dengan menampilkan gerakan yang  mampu menampilkan karakter tari yang luwes, kenes, kewes, dan tregel. Sebelum tarian gamy...

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Beksan Wireng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Beksan Wireng yaitu tari yang menggambarkan perang atau latihan perang yang temanya Keprajuritan. Tari Wireng merupakan tarian untuk pria dengan gerakan tari bersumber dari gerakan pencak silat . Di Yogyakarta tari Wireng disebut dengan Beksan. Ciri-ciri tari Wireng / Beksan Wireng antara lain : - Para penarinya semua laki-laki - Jumlah penari selalu genap - Terdiri dari 3 bagian, yaitu pembuka (maju beksa), inti (inti beksa) dan penutup (mundur beksa), dimana masing - masing bagian ditandai dengan berubahnya tempo gendhing pengiringnya. Kata Wireng sendiri berasal dari kata Wira (perwira) dan ‘Aeng’ yaitu prajurit yang unggul, yang ‘aeng’, yang ‘linuwih’. sumber :http://www.tradisikita.my.id/2016/02/12-tari-tradisional-jawa-tengah.html

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Kete / Kethek Ogleng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari kethek ogleng merupakan tari tradisional dari Jawa Tengah atau tepatnya berasal dari desa Tokawi,kecamatan Nawangan,Kabupaten Pacitan. Tari Kethek Ogleng tersebut sudah ada sejak tahun 1962, yang merupakan hasil karya dari seorang petani  berumur 18 tahun yang bernama Sutiman. Sutiman yang kini memiliki sanggar seni krido wanoro terus mengembangkan tarian kethek ogleng ini. Menurut Sutiman kata “ Kethek Ogleng ’’ diambil dari nama binatang yaitu kera dalam bahasa jawa “ KETHEK ”, Sedangkan Ogleng diambil dari gamelan yang berbunyi “gleng-gleng” Tari Kethek Ogleng pertama kali dimainkan di tempat orang punya hajat perkawinan tepatnya akhir tahun 1963.  Pentas tersebut terlaksana atas permintaan Kepala Desa Tokawi pada Waktu itu D.Harjo Prawiro. Penari Kethek ogleng mengenakan kostum serba putih yang menyerupai Hanoman dalam cerita pewayangan. Adapun gerakan tari menyerupai hewan kethek / monyet hanoman....

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Prawiroguno
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Prawiroguno adalah tari tradisional dari Jawa Tengah yang  menggambarkan seorang prajurit yang sedang berlatih diri dengan perlengkapan senjata berupa pedang untuk menyerang musuh dan juga tameng sebagai alat untuk melindungi diri. Dalam tari Prawiroguno terdiri dari 6 bagian yaitu maju beksan, beksan, sekaran, perangan, sekaran dan mundur beksan. sumber :http://www.tradisikita.my.id/2016/02/12-tari-tradisional-jawa-tengah.html

avatar
Aze
Gambar Entri
Acar Mentimun Tanpa Cuka Jawa Tengah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Acar Mentimun Tanpa Cuka Jawa Tengah   (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)  

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Manten Kaji
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Manten kaji dimulai tahun 1930-an yang diselenggarakan oleh salah satu keluarga orang terkaya di Semarang yang memiliki berbagai usaha. Manten kaji berfungsi sebagai perekat sosial dan budaya dalam masyarakat. Manten kaji terbentuk sebagai akulturasi kebudayaan Arab, Jawa, Cina, Melayu dan Eropa, sesuai dengan latar belakang terbentuknya Kota Semarang. Manten kaji adalah tata cara pernikahan sepasang mempelai khas Semarangan. Dinamakan manten kaji karena busana yang dikenakan mempelai pria menyerupai gamis atau jubah yang sering dipakai oleh mereka yang baru pulang menunaikan ibadah Haji. Pengaruh Arab terlihat jelas pada sorban yang dinamakan, begitu pula dengan kopiah alfiah yang dikenakan oleh mempelai pria seperti orang yang pulang haji. Baju mempelai pria model gamis beludru berlengan panjang. Tata rias Pengantin Semarangan model cengge (pengaruh budaya China) dengan bedak yang sangat tebal. Selop kedua mempelai serta sanggul Jawa mendapat pengaruh dari Kasunanan Surakarta...

avatar
Sri sumarni