Si Gembul Kaya Protein Papua merupakan pulau yang terletak di timur Indonesia. Papua menyimpan sejuta kekayaan budaya,tradisi,cara berburu serta kulinernya yang sangat unik.Ulat sagu merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat Papua. Ulat sagu memiliki nama Latin Rhynchophorus ferruginesus. Ulat sagu merupakan larva yang berasal dari kumbang merah yang hidup pada batang sagu yang telah membusuk. Tubuh ulat sagu bewarna putih kekuningan dengan kerut-kerut lipatan melingkari tubuhnya. Kepalanya kecil berwarna cokelat.panjang tubuhnya bisa mencapai 5 cm dan leher bagian tengahnya mencapai 2 cm. Ulat sagu juga memiliki rahang kerucut yang tajam. Rahang tersebut digunakan untuk menggali dari tangkai daun sampai mahkota. Ulat terkenal dengan kandungan protein yang tinggi yaitu sekitar 9,34 %. Selain itu juga mengandung asam amino esensial seperti asam aspartate 1,84%, asam glutamate 2,72 %, tirosin 1,87%, lisin 1,97% dan methionine 1,07%. Ulat sagu juga memiliki beberapa manfaat d...
Pesta Bakar Batu Sebuah budaya memang tidak akan pernah lepas dari tradisi. Secara turun temurun tradisi di berbagai tempat di Indonesia diajarkan kepada generasi yang lebih muda agar dapat terus dilakukan bahkan dilestarikan. Salah satu tradisi yang berakar dari budaya Papua adalah pesta bakar batu.Sesuai dengan namanya,Pesta Bakar Batu ada memasak dan mengolah makanan untuk pesta tersebut, suku-suku di Papua menggunakan metode bakar batu.Tiap daerah dan suku di kawasan Lembah Baliem memiliki istilah sendiri untuk merujuk kata bakar batu. Masyarakat Paniai menyebutnya dengan gapii atau Â'mogo gapiiÂ', masyarakat Wamena menyebutnya kit oba isago, sedangkan masyarakat Biak menyebutnya dengan barapen. Namun tampaknya barapen menjadi istilah yang paling umum digunakan.Tradisi ini merupakan agenda penting masyarakat Papua sebagai tanda syukur, bersilaturahim (mengumpulkan sanak saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan (kelahiran, p...
Si Gembul Kaya Protein Papua merupakan pulau yang terletak di timur Indonesia. Papua menyimpan sejuta kekayaan budaya,tradisi,cara berburu serta kulinernya yang sangat unik.Ulat sagu merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat Papua. Ulat sagu memiliki nama Latin Rhynchophorus ferruginesus. Ulat sagu merupakan larva yang berasal dari kumbang merah yang hidup pada batang sagu yang telah membusuk. Tubuh ulat sagu bewarna putih kekuningan dengan kerut-kerut lipatan melingkari tubuhnya. Kepalanya kecil berwarna cokelat.panjang tubuhnya bisa mencapai 5 cm dan leher bagian tengahnya mencapai 2 cm. Ulat sagu juga memiliki rahang kerucut yang tajam. Rahang tersebut digunakan untuk menggali dari tangkai daun sampai mahkota. Ulat terkenal dengan kandungan protein yang tinggi yaitu sekitar 9,34 %. Selain itu juga mengandung asam amino esensial seperti asam aspartate 1,84%, asam glutamate 2,72 %, tirosin 1,87%, lisin 1,97% dan methionine 1,07%. Ulat sagu juga memiliki beberapa manfaat dia...
Buah merah Khas Papua Tanaman buah merah adalah tanaman khas atau endemik yang tumbuh di pulau Papua. Minyak buah merah (MBM) dianggap sebagai minyak fungsional karena selain dapat dikonsumsi sebagai diet juga dapat digunakan sebagai agen pencegah berbagai penyakit, diantaranya sebagai antikanker. Buah merah mengandung asam oleat dan linoleat serta betakaroten dan tokoferol dalam jumlah tinggi. Berikut beberapa khasiatnya adalah mencegah : 1. Kanker hati dan tumor otak 2. Tumor payudara 3 . Stroke Buah merah termasuk tanaman yang mudah tumbuh di mana saja, bahkan di pada tanah yang kurang subur tanaman ini dapat tumbuh. Tanaman ini dijumpai tumbuh liar pada berbagai kondisi tanah di daerah Papua, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 2.300 m di atas permukaan laut. Ta...
Setiap tempat punya ritualnya sendiri dalam menunjukkan rasa kehilangan ketika ditinggal salah satu anggota keluarga untuk selamanya. Ada yang mengadakan doa dan syukuran, sampai melakukan tradisi ekstrem yang bikin merinding seperti yang dijalani oleh Suku Dani di Papua. Ya, begitu ada orang dekat yang meninggal mereka akan langsung memutuskan salah satu ruas jarinya. Bagi kita ritual ini mungkin ekstrem, tapi menurut masyarakat suku Dani, nggak ada cara yang lebih baik untuk mengungkapkan rasa kehilangan selain melakukan ritual berbahaya ini. Rasa sakit yang diterima bagi mereka melambangkan hati dan jiwa yang juga tercabik karena kehilangan. Berbicara soal prosesi, sebenarnya nggak ada yang terlalu khusus dalam ritual Iki Palek ini. Asalkan bisa putus maka cara apa pun sah dilakukan. Biasanya orang-orang di sana menggunakan semacam kapak atau pisau tradisional.Nggak hanya memakai alat, bahkan kadang ada juga yang memakai gigi alias digigit sampai putus. Soal rasa sakit, j...
Yokal Yokal adalah pakaian adat yang berasal dari Papua yang khusus diperunttukkan untuk kaum perempuan papua yang telah berkeluarga.Berbeda dengan Sali, Yokal diperuntukkan kepada kaum perempuan papua yang telah berkeluarga, jadi ketika masyarakat di Papua menyebutkan nama Yokal dan Sali, itu berarti ditujukan kepada perempuan yang telah berkeluarga dan yang belum berkeluarga, Warna Warna yang terdapat pada pakaian adat Yokal, warna menyolok berupa cokelat tanah dan kemerahan, sedangkan warna Sali hanya terdiri dari satu warna saja yakni warna cokelat khas dibuat dari kulit pohon. Bentuk Berbentuk melingkar memanjang dan digulung tertata rapi secara horizontal dan telah melalui masa dianyam sedemikian rupa sehingga menghasilkan kain – kain yang bertekstur halus.  ...
Papeda merupakan makanan khas dari Maluku dan Papua. Papeda merupakan bubur sagu dengan campuran ikan tongkol atau mubara dengan bumbu kunyit. Papeda memiliki tekstur yang lengket dan kenyal dikarenakan berasal dari sagu. Cara pembuatan papeda pun sangat praktis dan mudah. Berikut ini resep membuat papeda Bahan Papeda: 1/4 tepung sagu 2 siung bawang putih 4 gelas air Garam (secukupnya) Kaldu Ayam (secukupnya) Langkah langkah : Didihkan 3 gelas air Campur tepung sagu, kaldu ayam, garam, dan bawang putih yang telah di blender halus dengan segelas air, lalu aduk di mangkok. Kemudian tuang air yang sudah mendidih ke dalam campuran tepung sagu tadi secara perlahan. Jangan lupa untuk selalu mengaduknya hingga kental. Jadi lah papeda
Lagu ini digunakan untuk memuji Tuhan. Liriknya adalah sebagai berikut: (VERSE 1) Surga katai merising Katai boyo weamea Iminohi yemambe yeidu we yau Nawana surga mahikai Merising pampam tonana Jau ira to surga Mahikai REEF: Katai Merising (2x) Katai Merising Pampam tonana ya Katai Merising (2x) Jau ira to surga Mahikai Yang artinya adalah Surga tempat yang tenang tempat yang Dia janjikan ku tinggal menunggu merinduNya disana tempat yang senang senang kekal selamanya ku pergi ke surga yang tenang tempat yang tenang (2x) tempat yang tenang kekal selamanya tempat yang tenang (2x) ku pergi ke surga yang tenang Bahasa asli dan terjemahannya dua-duanya dapat dinyanyikan. Biasanya digunakan untuk kesaksian di tempat ibadah Kristen. OSKMITB2018
Tari Aya Nende terdapat di daerah Mimika bagian yang berbatasan dengan daerah Asmat, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Daerah ini didiami oleh suku Mimika. Tari ini memiliki empat urutan tari, sebagai berikut : Bagian 1 : Kepala adat memasuki pentas, kemudian memanggil istri-istri para pemburu dalam bahasa daerah : "Ajendei dendera suma waee". Bagian 2 : Sekelompok wanita sebagai istri para pemburu menyambut kedatangan para pemburu (suami mereka). Bagian 3 : Para pemburu menyerahkan hasil buruan kepada para istri. Bagian 4 : Inti upacara, ucapan terima kasih kepada nenek moyang mereka. Pertunjukan tari ini ditarikan oleh sekelompok wanita dan pria, yang dilakukan pada sore dan malam hari selama semalam suntuk. Para penari mengenakan pakaian yang terdiri dari : 1. Tauri, yaitu seperti rok yang bahannya terbuat dari daun kelapa atau pucuk sagu. 2. Tumii, yaitu gelang kaki dan gelang tangan yang terdiri dari pucuk daun kelapa atau pucuk sagu. Tari Aye Nende...