Adat Nusantara
353 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Adat Upacara Siraman Adat Jawa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Siraman Tradisi Siraman merupakan upacara adat khas Semarang dimana calon pengantin wanita harus dimandikan dan disucikan dengan air bunga 7 rupa. Tradisi ini dilakukan dengan cara menguyurkan dan memandikan calon pengantin perempuan agar dirinya bisa suci sebelum prosesi pernikahan digelar. Usai Siraman selesai biasanya calon pengantin perempuan akan dibopong oleh ayahnya atau keluarganya guna dirias untuk acara sungkeman meminta doa restu kepada pihak ayah dan ibunya agar pernikahannya bisa lancar dan berkah.   https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Jawi Jangkep Pria Suku Jawa
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

  Jawi Jangkep Jawi Jangkep merupakan pakaian resmi yang dipakai oleh kaum pria suku Jawa. Terdiri dari baju atasan yang memiliki motif bunga-bunga sedangkan yang bagian bawah adalah berupa Jarik dengan memiliki motif atau corak batik yang dipakai dengan melilitkan bagian atas di pinggang, aksesoris penutup kepala adalah Blangkon. Blangkon terbuat dari kain dengan beragam corak, ada yang polos ada juga yang memiliki corak batik. Seperti pakaian adat lainnya, keris juga di sematkan pada pakaian ini dan biasanya keris di selipkan di bagian belakang, selain itu dilengkapi dengan alas kaki, sepatu sandal.   https://www.silontong.com/2018/05/01/pakaian-adat-tradisional-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Blangkon Batik Khas Jawa Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Blangkon Blangkon adalah semacam penutup kepala tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Jawa, terutama di Jawa Tengah. Dikaji lebih jauh, Blangkon bukan sekedar sebagai penutup kepala. Tetapi Blangkon memiliki filosofis, sekaligus merupakan simbol status bagi pemakainya. Tulisan Blangkon namun biasa disebut “Belangkon” oleh banyak orang.    https://www.silontong.com/2018/05/01/pakaian-adat-tradisional-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Pakaian Kuluk Blangkon Jawa
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Kuluk Persis halnya penutup kepala yang bernama Blangkon, Kuluk juga merupakan penutup kepala bagi pria Jawa. Kuluk adalah kopiah kebesaran yang biasanya berbentuk kaku dan tinggi, digunakan oleh pengantin pria dalam momen tertentu di upacara pernikahan adat Jawa. Pada zaman dahulu, Kuluk juga dipakai oleh raja-raja pada acara tertentu. Bagi Anda yang merasa sebagai raja, silahkan pakai Kuluk   https://www.silontong.com/2018/05/01/pakaian-adat-tradisional-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Upacara Mahesa Lawung
Ritual Ritual
Jawa Tengah

  Wangi kemenyan menguar dengan tajam, berpadu dengan aroma sesaji yang diletakkan di tengah Alas Krendhowahono. Usai mendaraskan doa, para abdi dalem lantas mengubur kepala kerbau lengkap dengan kaki dan jeroannya. Upacara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung pun ditutup dengan kenduri bersama.   Siang itu, di Alas Krendhowahono yang terletak di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sedang dilangsungkan upacara adat Mahesa Lawung. Menurut ceritanya, tradisi yang bertujuan untuk menyelaraskan alam dan nasib manusia ini telah ada sejak Wangsa Syailendra dan Sanjaya. Hal ini berdasarkan pada keberadaan arca Durga Mahesa Suramandini. Lantas prosesi ini terus dijalani secara turun – temurun tanpa henti hingga kini. Upacara Mahesa Lawung dilaksanakan setiap tahun pada hari ke – 40 setelah acara Grebeg Maulud. Ritual yang menjadi puncak dari upacara Mahesa Lawung adalah mengubur potongan kepala dan kaki kerbau, lengkap dengan jeroa...

avatar
Aze
Gambar Entri
Bedoyo Ketawang
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Di Surakarta, tarian yang paling penting untuk menghormati dewi laut selatan adalah Bedoyo Ketawang. Tarian ini menampilkan Sembilan orang penari perempuan yang semuanya belia dan keturunan bangsawan atau raja. Tarian ini mengisahkan pertemuan antara Ratu Kidul dan Senopati. Sang Ratu dipujikan dengan diberi sesajen berupa pakaian  dengan pola batik dan makanan khas kesukaannya. Bila tarian dilaksanakan dengan tepat, penarinya bersih jasmani (tidak menstruasi) dan hatinya tenang, Sang Ratu biasanya muncul dengan memasuki tubuh salah seorang penari. Sang penari yang kerasukan, dibawa ke Proboyekso (kediaman pribadi raja), dimana putri belia itu disetubuhi oleh Susuhunan dalam suatu ritual yang mengingatkan rayuan asmara antara Senopati dan Ratu Kidul.Raja bisa langsung melihat siapa putri penari yang harus diambil, sebab ada semacam cahaya kehijau-hijauan yang menyala redup dari vaginanya, sesuatu yang mengingatkan kita pada simbol “gua garba yang bercahaya” seoran...

avatar
Aze
Gambar Entri
Maesa-Lawung
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Salah satu ritual Keraton Surakarta yang menarik dalam konteks ini adalah Maesa-Lawung , suatu upacara yang mengisahkan penusukan seekor banteng oleh seorang pangeran dari Puri Mangkunegaran atas Jasa Sri Susuhunan. Sasaran upacara tersebut adalah sang dewi maut Batari Durga yang dianggap memiliki keraton gaib di Alas Krendowahono di sisi utara Surakarta. Sebagai ratu dengan tenaga luar biasa yang tercermin dalam pepatah Jawa: nagari mawi tata, desa mawi cara , dimaksudkan untuk menjinakkan sang dewi agar kekuatan di bawah kendalinya tidak lolos, sehingga berdampak fatal bagi kerajaan dan masyarakat (semacam “tsunami” dari dunia gaib). Makna kultus ratu Kidul dan Batari Durga yang merupakan pertalian antara penegakan kedaulatan kerajaan  dan perempuan dengan daya gaib yang luar biasa sudah sangat jelas. Kita harus berpaling dari dunia gaib ke dunia riil dan dari dunia mitos kepada sejarah untuk menyaksikan realitas peran perempuan perkasa yang membawa Jawa ke...

avatar
Aze
Gambar Entri
Manten Kaji
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Manten kaji dimulai tahun 1930-an yang diselenggarakan oleh salah satu keluarga orang terkaya di Semarang yang memiliki berbagai usaha. Manten kaji berfungsi sebagai perekat sosial dan budaya dalam masyarakat. Manten kaji terbentuk sebagai akulturasi kebudayaan Arab, Jawa, Cina, Melayu dan Eropa, sesuai dengan latar belakang terbentuknya Kota Semarang. Manten kaji adalah tata cara pernikahan sepasang mempelai khas Semarangan. Dinamakan manten kaji karena busana yang dikenakan mempelai pria menyerupai gamis atau jubah yang sering dipakai oleh mereka yang baru pulang menunaikan ibadah Haji. Pengaruh Arab terlihat jelas pada sorban yang dinamakan, begitu pula dengan kopiah alfiah yang dikenakan oleh mempelai pria seperti orang yang pulang haji. Baju mempelai pria model gamis beludru berlengan panjang. Tata rias Pengantin Semarangan model cengge (pengaruh budaya China) dengan bedak yang sangat tebal. Selop kedua mempelai serta sanggul Jawa mendapat pengaruh dari Kasunanan Surakarta...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
House of Danar Hadi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Pada tahun 2008, Solo memiliki satu destinasi baru yang patut dikunjungi oleh para pelancong apalagi para pecinta batik. Rumah Batik Danar Hadi adalah perpaduan cagar budaya dan museum batik. House of Danar Hadi akan membuat siapapun yang memasukinya terkesima dan teringat akan kemewahan aristokrat Jawa di masa lalu. Bangunan ini adalah bagian dari sejarah kuno Jawa. Di area yang hampir seluas 1,5 hektar ini, terletak satu bangunan utama yang dikenal dengan sebutan nDalem Wuryoningratan yang aslinya merupakan rumah utama keluarga Wuryaningrat. nDalem Wuryoningratan dibangun sekitar tahun 1890-an oleh arsitek Belanda di bawah pengawasan Patih Dalem K.R.A Sosrodiningrat sebagai hadiah pernikahan untuk anaknya, Wuryaningrat, yang mempersunting anak perempuan Sri Susuhunan Pakubuwono XVI. Gaya Kolonial Eropa sangat kental pada eksterior bangunan ini, tetapi tata letak ruangan tetap mengikuti adat dan kebiasaan Jawa; dengan adanya pendhapa yang luas, pringgitan untuk menerima tam...

avatar
Roro