Beberapa puluhan tahun yang lalu tradisi pamali selalu menjadi patokan masyarakat untuk memprediksi cuaca dan hama pengganggu tanaman. Tradisi pamali mengandung dua makna yakni larangan dan akibat. Larangan untuk melakukan kegiatan dalam bentuk apapun di lokasi pertanian atau perkebunan pada saat tradisi pamali dilaksanakan. Akibat yang timbul akan berdampak pada tanaman pertanian jika tidak mengikuti tradisi pamali. Suatu tradisi yang menarik untuk diceritakan kembali karena melemahnya nilai-nilai IMTAQ dan IPTEK pada masa itu menjadikan tradisi pamali ini turun-temurun dari generasi ke generasi. Sehingga sampai pada suatu generasi tradisi pamali ditantang secara keras karena tidak sesuai dengan ajaran islam dan konsep ilmu pengetahuan alam. Tradisi pamali dilaksanakan pada bulan September dan Oktober sebelum masyarakat melakukan aktivitas pertanian di sawah dan ladang. Dalam menentukan kapan tradisi pamali ini dilaksanakan tergantung dari keputusan musyawarah antara...
Bolu Mantoi, demikianlah orang-orang tua di Bima sering menyebut kue tradisional Mbojo yang satu ini. Bolu Mantoi berarti Bolu lama, karena saat ini berkembang banyak sekali kue bolu yang dihasilkan dengan serba cepat melalui peralatan memasak yang kian canggih. Saya masih ingat, nenek saya dulu membuat Bolu ini dengan cetakan dari besi dengan bentuk bulat tetapi dibagian bawahnya lingkarannya agak mengecil. Bolu Mbojo rasanya tidak terlalu manis. Bahan pembuatannya adalah tepung terigu, telur, gula dan sedikit soda agar Bolu mengembang. pembuatan Bolu Mbojo dalam skala kecil dan untuk kebutuhan keluarga dibutukan 2 kilo terigu, 1 kilo gula pasir, 10 butir telur dan satu setengah sendok soda. “ Tapi kalau dibuat untuk kebutuhan hajatan atau dijual, maka kebutuhan bahan lebih banyak lagi. Bolu Mbojo masih tetap dijual di pasar Amahami Kota Bima. Kadang juga dijual dalam kemasan plastic dengan harga Rp.10.000. Di Pasar Amahami, Bolu Mbojo dijual dengan harga Rp.5.000 unt...
Penganan tradisional ini sangat sederhana dan berbahan dasar jagung dan kelapa parut dengan sedikit garam. Jago Sombu dijual di pasar Raya Ama Hami Kota Bima. Ina Sei, penjual Jago Sombu hanya duduk setengah jam menjajakan Jago Sombu dan langsung diserbu para pembeli. Jika kita kesiangan ke pasar Ama Hami, maka bisa dipastikan kita tak akan dapat membeli Jago Sombu. Penganan ini cukup diminati karena tidak manis dan cukup gurih disantap dengan kelapa parut yang ditabur di dalam Jago Sombu. Harga Jago Sombu cukup murah meriah yaitu Rp.1.000 untuk satu bungkus Jago Sombu menggunakan daun pisang. Jago Sombu sangat higienis menggunakan bahan jagung, kelapa parut dan dibungkus daun pisang. Menurut Ina Sei, Jagung yang sudah tua direbus dulu dengan afu atau kapur supaya kulit luar jagung terkelupas. “ Rebusannya setengah matang saja untuk mengeluarkan kulit dan putik hitam di jagung. “ Papar Ina Sei. Kemudian direbus lagi sampai masak. Jago Sombu kemudian ditaburi kelapa p...
Di tengah maraknya obat kimia, obat tradisional ternyata tidak ketinggalan daya tariknya. Praja Keta misalnya, walaupun obat tradisional ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, sampai sekarang peminatnya masih tetap ada. Terbukti dengan masih banyaknya penjual Praja Keta di pasar ataupun di kampung. Duama Heyo, salah satu pembuat Praja Keta mengaku “Praja Keta ini masih banyak yang cari, yang buatpun masih banyak” akunya. Praja Keta merupakan obat tradisional yang berbentuk pil, bahannyapun sederhana, yaitu beras ketan hitam dan beras biasa yang dicampur dengan air. Walaupun bahannya sederhana, tapi tidak dengan khasiatnya. Praja Keta cocok untuk semua penyakit, baik penyakit yang berat maupun yang ringan seperti asma, kencing manis, penyakit mata, sariawan, dll. Duama Heyo menjelaskan bahwa “Praja keta ini cocok untuk semua penyakit, kalau panas dalam atau sariawam, tinggal kunyah 1 atau 2 biji, biasanya langsung sembuh” jelasnya. Jika dibanding...
Menu sayur ini sudah menjadi menu sehari-hari bagi warga Bima. Rasanya asam-asam pedas dan sangat pas disuguhkan dengan nasi panas dan empal daging Rusa. Ya… sayur Saronco Wua Parongge atau dikenal dengan sayur asam klentang. Bahan utama sayur ini adalah buah kelor. Karena pohon kelor banyak terdapat di wilayah Bima. Disamping daun, buah kelor juga bisa diramu menjadi sayur. Bagi masyarakat Bima, sayur buah kelor bisa dibuat sayur santan dengan daging Rusa, tulang Rusa maupun diramu dalam bentuk sayur asam yang dikenal dengan Saronco Wua Parongge. Dalam bahasa Jawa buah kelor disebut klentang. Buah kelor berbentuk segi tiga memanjang yang disebut klentang (Jawa). Sedang getahnya yang telah berubah warna menjadi coklat disebut blendok (Jawa). Pengembangbiakannya dapat dengan cara stek.Buah kelor diketahui mengandung alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor ini biasanya disayur asam sebagai sayur yang lezat bagi orang Bima.Bahan-bah...
Menu sayur ini sudah menjadi menu sehari-hari bagi warga Bima. Rasanya asam-asam pedas dan sangat pas disuguhkan dengan nasi panas dan empal daging Rusa. Ya… sayur Saronco Wua Parongge atau dikenal dengan sayur asam klentang. Bahan utama sayur ini adalah buah kelor. Karena pohon kelor banyak terdapat di wilayah Bima. Disamping daun, buah kelor juga bisa diramu menjadi sayur. Bagi masyarakat Bima, sayur buah kelor bisa dibuat sayur santan dengan daging Rusa, tulang Rusa maupun diramu dalam bentuk sayur asam yang dikenal dengan Saronco Wua Parongge. Dalam bahasa Jawa buah kelor disebut klentang. Buah kelor berbentuk segi tiga memanjang yang disebut klentang (Jawa). Sedang getahnya yang telah berubah warna menjadi coklat disebut blendok (Jawa). Pengembangbiakannya dapat dengan cara stek.Buah kelor diketahui mengandung alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor ini biasanya disayur asam sebagai sayur yang lezat bagi orang Bima.Bahan-bah...
da sebuah dongeng di masa silam. Dongeng ini datangnya dari tanah Donggo yang tinggi. Pasalnya ada seorang gadis yang sangat cantik di Donggo Kala. Tidak ada orang yang tahu anak siapa si gadis itu. Namanya La Hila. Tapi La Hila dibesarkan oleh seorang nenek yang bernama Wa’i Kimpi. Dengan penuh ketabahan Wa’i Kimpi membesarkan La Hila. Dia jaga dan rawat La Hila layaknya seperti anak kandungnya sendiri. Kasih sayang Wa’i Kimpi tiada pupus untuk La Hila. Kecantikan La Hila tiada bandingannya. Wajahnya yang bulat, putih dan bersih. Hidungnya yang mancung. Bibirnya yang manis dan tipis. Lehernya yang indah, jika meminum sesuatu kelihatanlah aliran air dan makanannya.Jika ingin mengeringkan rambutnya, maka disiapkanlah tujuh buah galah untuk menjemur rambutnya. Perangai La Hila cukup baik dan bersahaja. Tutur katanya sangat halus. Tingkah lakunya sungguh sopan. Semua orang di kampung itu senang melaihat La Hila. Seperti ungkapan, La Hila adalah kuncup dan bung...
Mpa’a Ngge’e terdiri dua kata, yaitu Mpa’a dan Ngge’e. Mpa’a berarti bermain, Ngge’e artinya “Tinggal”, dalam pengertian “Tempat Tinggal” dalam hal ini “Rumah”.Jadi Mpa’a Ngge’e adalah jenis dolanan yang meniru cara Ibu bersama Putri-putrinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti Mbako Ro Lowi (Memasak), atau sedang menyuguhkan hidangan untuk Orang tua dan keluarga. Sedangkan Kali Amba terdiri dari dua kata “Kali” dalam hal ini adalah “Bagai” atau ‘Seperti”, Amba berarti “Pasar”. Jadi Mpa’a Kali Amba berarti permainan yang bertemakan kegiatan jual beli seperti dipasar. Mpa’a Ngge’e dominan dimainkan oleh sekelompok anak-anak putri, kehadiran anak laki-laki terbatas jumlahnya. Usia pemain antara 6-12 tahun. Biasanya permainan ini dilakukan pada waktu senggang, dikala anak-anak beristirahat. Berlangsung di halaman rumah...
Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Permainan yang ditampilkan cukup beragam, Ada kesenian yang berfungsi sebagai hiburan dan ada pula berupa olahraga guna mengadu ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Permainan anak-anak berupa kesenian biasa disebut dengan istilah “dolanan”. Semua jenis permainan anak-anak baik jenis dolanan maupun jenis olahraga oleh masyarakat Mbojo dinamakan “Mpa’a Rompije Dambe To’i” (permainan anak-anak). Semua jenis Mpa’a Rompije yang tumbuh dan berkembang dikalangan anak-anak, pada dasarnya merupakan hasil tiruan mereka dari apa yang dilakukan oleh para orang tua dan masyarakat. Dengan demikian semua jenis Mpa’a Rompije itu, berpedoman pada nilai dan norma budaya Mbojo. Dengan kata lain Mpa’a Rompije merupakan media pelestarian dan pengembangan budaya bagi anak-anak. Salah satu dari permainan atau Mp’a Ro Mpije itu adalah Puri-puri Kalo.Permainan ini terdiri dari kata Puri-pu...