Salah satu makanan Madura yang sangat digemari adalah Nasi Jagung / Nasek Empog . Seperti sagu yang menjadi makanan sehari hari di kawasan Indonesia Timur , Nasi Empok adalah perpaduan antara nasi dan jagung yang sangat mudah dijumpai di Madura. Makanan ini biasanya disajikan dengan sambal goreng manisah atau labu siam, sayur tewel (nangka muda), urap-urap, trancam, tempe atau tahu bumbu bali, tempe mendol, lento goreng, ikan asin, peyek teri dan sambal untuk menambah selera makan. Berikut ini resep membuat Nasi Empok Bahan : - 300 gram beras dicuci hingga bersih - 75 gram jagung, tumbuk kasar (atau bisa diganti dengan beras jagung) - 450 ml air Cara Membuat : - Didihkan air kemudian masukkan beras dan jagung. - Kemudian diamkan sampai air meresap. Kemudian angkat lalu kukus hingga matang. RM/Toko yang Menyediakan : Warung mbahnom typical cuisine of Madura Diner Address: Jalan Pucangan 3/47, Ke...
Sebuah cerita tentang terjadinya "pegeblug" atau epidemi di sebuah kerajaan. Legenda Calon Arang sangat populer dan menjadi dasar berbagai drama panggungm baik di Jawa maupun di Bali. Menurut cerita, Calon Arang adalah janda yang mempunyai seorang putri cantik. Tak seorang pun berani mengambilnya sebagai istri, karena ibunya dikenal sebagai praktisi ilmu hitam yang kejam. Karena kecewa, Calon Arang menyebarkan bibit penyakit ke seluruh kerajaan, dan hanya bisa ditaklukan oleh Mpu Barada, seorang pendeta dan praktisi ilmu putih.
Pia Janger merupakan pia yang berbeda dari pia kebanyakan. Dikarenakan oleh rasanya yang unik dan sanat lezat. Pia janger dibuat dengan resep tersendiri dan telah melalui berbagai proses dan uji coba. Banyak testimoni yang mengatakan bahwa pia ini merupakan pia terenak yang pernah mereka makan. Entah karena rasanya, atau mungkin harganya yang dapat dikatakan cukup tinggi. Entah apa yang mereka pikirkan tentang pia janger, namun satu hal yang pasti, semua orang yang membelinya tidak pernah kecewa. Jika kecewa, maka pia janger ini mungkin akan sedikit yang mencarinya. Rasa dari pia ini sangat unik dan tidak ada di tempat lain, bagi kebanyakan orang mereka cenderung memilih rasa coklat dan keju. begitupun juga dengan saya, namun ini tidak membuat pia rasa kacang dan kacang hijau terlupakan. rasa dari pia kacang dan kacang hijau memiliki ciri khas tersendiri yang membuat banyak peminat yang meliriknya. Alhasil, keempat rasa ini sungguh tiada duanya. ...
Selain keindahan hamparan pantai yang sangat menakjubkan , terdapat kuliner dengan citarasa tinggi di Bali . Salah satu makanan yang menjadi primadona adalah Sate Lilit nya. Sate khas pulau dewata ini memakai daging ayam segar dengan bumbu yang komplet membuat rasanya jadi gurih dan enak. Batang serai yang jadi tusukannya memberi aroma wangi yang sedap. Sate lilit memiliki keunikan tersendiri. Sate yang umumnya ditemukan berupa potongan-potongan daging yang ditusukkan dengan sebuah tusuk. Sementara, sate lilit lebih menyerupai gumpalan adonan yang membalut tusuk sate. Bagi yang ingin membuat sendiri berikut ini resep pembuatanya : Bumbu Sate : - Cabai merah keriting 3 buah - Bawang merah 3 butir - bawang putih 2 siung - kemiri 1 butir disangrai - kunyit 1cm dibakar - ketumbar 1/4sdt - terasi 1/2sdt di bakar Bahan : - ayam giling 200gram - udang giling 100gram - kucai 2 tangkai dipotong 1/2 cm - gula pasir 1/2 sdt - garam 1/2...
Barong Ider Bumi Barong Banyuwangi hampir mirip perannya dengan barong di Bali. sebagai penolak bala dalam upacara adat bersih desa. Barong diarak keliling desa sambil mengunjungi makam-makam keramat serta sumber mata air desa. Penari Barong acap kali kejiman saat berlangsungnya ider bumi. Barong diiringi musik Gamelan asli Banyuwangi.
Pasti udah tau dong dengan minuman alkohol yang bernama Tuak? Yap! Bir tradisional asli Indonesia! Tuak ini sering disajikan di acara pesta pernikahan adat Batak. Saya sendiri sih belom pernah coba rasanya seperti apa, tapi katanya pahit banget. Warnanya putih agak kuning. Tapi bukan hanya di Sumatera Utara saja yang menganggap tuak sebagai minuman berkhasiat menyehatkan badan karena mengandung efek menghangatkan tubuh, masyarakat suku Toraja, Madura, juga Kalimantan. Tuak ini terbuat dari beras atau fermentasi dari buah enau atau buah yang mengandung gula. Kadar alkoholnya juga tergantung dari setiap daerah yang membuatnya. Di Tana Toraja juga dijadikan sebagai minuman pada ritual-ritual adat. Tuak juga ada di Bali , yang kita kenal yaitu Arak.
Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata 'Ma Hyang ' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa , atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna 'bayangan', hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden . Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir , yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak ( blencong ), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk d...
Candi alas purwo adalah tempat wisata religi dan tempat ibadah bagi umat Hindu,terletak di Gumuk Gadung Dusun Pondok asem Desa Kedungasri. Gumuk Gadung masuk areal Teluk Pangpang yaitu teluk yang mempunyai keindahan luar biasa, Candi Alas Purwo yang merupakan tempat Wisata Religi yang banyak didatangi orang baik orang hindu dari Bali atau dari Kecamatan Tegaldlimo sendiri dan Juga dari Agama lain yang ingin bersemedi di Candi Alas Purwo.
Tari Sang Hyang Jaran ialah tarian asal provinsi Bali yang ditampilkan oleh seorang lelaki atau pemangku (orang suci) yang mengendarai kuda-kudaan yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Dengan diiringi gending sang Hyang Jaran yang dilantunkan oleh paduan suara, sang pemangku menari dengan mata terpejam, berjalan dan berlari-lari kecil dengan kaki telanjang sambil menginjakkan kakinya pada bara api batok kelapa yang berada di tengah arena. Disebutkan bahwa sang penari tidak merasakan sakit saat menginjak bara api karena saat ia menari, sang pemangku telah dirasuki oleh roh tunggangan dewa setelah dilakukan upacara. Tarian ini dapat ditemukan di kawasan Bali, di kabupaten Badung, Gianyar, Denpasar dan Bangli. Masyarakat desa mengadakan penampilan tari Sang Hyang Jaran saat kondisi alam memprihatinkan. Tarian ini bertujuan untuk menolak bala, dengan memohon perlindungan agar terhindar dari bencana dan wabah penyakit.