Anak
688 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
2_Lodang
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Lodang yang terdapat di Kabupaten Kuningan di pergunakan sebagai pelengkap tabuhan untuk mengiringi pertunjukkan Sintren. Waditra yang di pergunakannya terdiri dari : Goong Buyung atau Goong Lodong Keprak dan Kentung di tambah beberapa buah Lodang Cara membunyikan Lodang yaitu bagian pangkalnya di pukulkan kepada lantai atau tanah atau bantalan dad papan agak tebal. Bunyi Lodang tersebut sebagai pemben pangkat lagu, juga sebagai pengatur irama tabuhan pengiring penyanyi Sintren.  Tabuhan tersebut terus berbunyi mengiringi pemain Sintren yang berada dalam kurungan hingga is di keluarkan dari kurungan oleh Punduh (pemimpin Sintren).  Lodang yang ada di kabupaten Kuningan berbeda sekali dengan Lodang yang terdapat di Ujung Berung kabupaten Bandung.   Waditranya hampir mirip dengan pertunjukkan Calung Jingjing. Yaitu 1 (satu) set Kendang, 1 (satu) set Goong di lengkapi dengan 4 (empat) buah Tongtong yaitu : Tongtong kesatu berukuran...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Naskah Kuno Cerita Parahyangan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

I. Ndéh nihan Carita Parahiyangan. Énya kieu Carita Parahiyangan téh. Sang Resi Guru mangyuga Rajaputra. Rajaputra miseuweukeun Sang Kandiawan lawan Sang Kandiawati, sida sapilanceukan. Ngangaranan manéh Rahiyangta Déwaraja. Basa lumaku ngarajaresi ngangaranan manéh Rahiyangta ri Medangjati, inya Sang Layuwatang, nya nu nyieun Sanghiyang Watang Ageung. Sang Resi Guru boga anak Rajaputra. Rajaputra boga anak Sang Kandiawan jeung Sang Kandiawati, duaan adi lanceuk. Sang Kandiawan téh nyebut dirina Rahiyangta Déwaradja. Basa ngajalankeun kahirupan sacara rajaresi, ngalandi dirina Rahiangta di Medangjati, ogé katelah Sang Lajuwatang, nya mantenna nu nyieun Sanghiang Watangageung.   Basana angkat sabumi jadi manik sakurungan, nu miseuweukeun pancaputra; Sang Apatiyan Sang Kusika, Sang Garga Sang Mestri, Sang Purusa, Sang Putanjala inya Sang Mangukuhan, Sang Karungkalah, Sang Katungmaralah, Sang Sanda...

avatar
Yeni27naibaho
Gambar Entri
5_Upacara Sepitan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara sepitan/sunatan/khitanan dilakukan dengan maksud agar alat vital pengantin sunat menjadi bersih dari segala kotoran. Dalam kepercayaan Agama Islam, seorang anak yang telah melaksanakan ritual sunatan berarti telah melaksanakan salah satu syarat sebagai umat Islam. Bagi kaum perempuan, Upacara Sepitan dilaksanakan pada saat anak itu berusia bayi agar tidak malu. Dalam tatacara adat, pelaksanaan upacara ini pada laki-laki dilakukan saat menginjak umur 6 tahun. Dalam Upacara Sunatan, selain mengundang paraji sunat, juga mengundang para kerabat dan tetangga pengantin sunat. Pada jama dahulu (sebelum adanya kemajuan tekhnologi kedokteran) upacara sunatan dilaksanakan pagi-pagi sekali dengan cara anak yang akan disunat dimandikan atau direndam di dalam kolam hingga menggigil. Setelah menggigil lalu anak tersebut dipangku dan di bawa ke paraji sunat untuk di lakukan proses sunat. Diantara para tamu yang datang untuk menyaksikan proses ini membawa berbagi tetabuhan, ayam untuk d...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Desa Penyalahan Di Tasikmalaya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Alkisah Rakyat ~ Dahulu kala, disebut desa di Tasikmalaya, hiduplah sepasang suami-istri yang merawat seekor harimau. Harimau yang dinamakan si Loreng itu gagah dan tangkas. Ia juga patuh dan bisa mengerti kata-kata yang disampaikan suami-isteri itu. Ketika suami-isteri itu mempunyai anak, si Loreng-lah yang menjaganya saat mereka pergi berladang. Si Loreng semakin disayangi karena anak itu aman dalam jagaannya.   Suatu hari, saat suami-isteri itu sedang bekerja, si Loreng berlari kencang melintasi pematang sawah menghampiri mereka. Binatang itu menggeram-ngeram panik. Si Loreng mengibaskan ekornya ke badan suami-isteri tersebut, membuat mereka bingung. Mereka sangat terkejut melihat mulut si Loreng yang penuh dengan darah, Sang suami tersentak, teringat bayi mereka di rumah yang seharusnya dijaga oleh si Loreng. "Jangan-jangan, ia telah memangsa anak kita, Bu! Hai, Loreng kau membunuh anakku?" teriak sang suami sambil mencabut goloknya. H...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Daun Jarak
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Sejak zaman dahulu daun jarak sudah digunakan sebagai obat herbal. Tidak heran bila tanaman ini dimasukan dalam jenis tanaman apotik hidup. Daun, buah, bahkan biji jarak dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Tidak heran dahulu para penjajah berebut tanaman ini untuk dibawa ke negara meraka. Daun jarak memiliki khasiat untuk mengobati penyakit gatal-gatal, luka berdarah, jamur pada kulit, rematik, dan bengkak karena luka. Selain itu tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengobati perut kembung pada anak. Sungguh luar biasa tanaman obat dan khasiatnya bisa dijadikan obat alternatif.

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Daun Belindas
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Sejak zaman dahulu daun jarak sudah digunakan sebagai obat herbal. Tidak heran bila tanaman ini dimasukan dalam jenis tanaman apotik hidup. Daun, buah, bahkan biji jarak dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Tidak heran dahulu para penjajah berebut tanaman ini untuk dibawa ke negara meraka. Daun jarak memiliki khasiat untuk mengobati penyakit gatal-gatal, luka berdarah, jamur pada kulit, rematik, dan bengkak karena luka. Selain itu tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengobati perut kembung pada anak. Sungguh luar biasa tanaman obat dan khasiatnya bisa dijadikan obat alternatif.

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Ngikis
Ritual Ritual
Jawa Barat

Di Ciamis, ada prosesi ngikis atau pemasangan pagar di Cagar Budaya Karang Kamulayan. Warga Tatar Galuh Kabupaten Ciamis melaksanakan acara adat Ngikis yang tujuannya untuk membersihkan dan memagari ‘pangcalikan’ atau singgasana Raja Galuh agar bisa membersihkan serta memagari diri di bulan Ramadan.   Upacara Adat Ngikis merupakan warisan budaya tak benda (intangible) yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Karangkamulyan. Upacara Adat Ngikis adalah kegiatan rutin sejak dulu sampai kini yang dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Karangkamulyan menjelang Bulan Suci Ramadhan di Situs Karangkamulyan. Ngikis mempunyai makna filosofis yaitu membersikan diri dari sifat kotor dalam hati serta dalam diri sebelum melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan, dengan syimbol seluruh masyarakat Desa Karangkamulyan membersihkan, menyapu, memagar situs (batu pancalikan) dengan bergotong – royong, menyataan banyu suci dari setiap kabuyutan dan berdo’a ber...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Rarakaan
Ritual Ritual
Jawa Barat

di Ciamis, Jawa Barat, bernama permainan Rarakaan saat anak-anak berusaha melewati jembatan bambu di atas kolam. Sulitnya perjalanan si anak meniti bambu adalah ibarat perjuangan untuk mencapai surga.   Warga berusaha melewati jembatan bambu diatas kolam untuk mendapatkan hadiah dalam permainan Rarakaan di Dusun Bantarkaler, Desa Darmaraja, Ciamis, Jawa Barat. Permainan tradisional tersebut merupakan acara menyambut bulan suci Ramadan 1436 H yang diibaratkan perjuangan untuk mencapai Surga.    Sumber: https://www.wego.co.id/berita/tradisi-di-indonesia-menyambut-bulan-ramadan/

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Bangbaraan
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Bangbaraan merupakan alatmusik tradisional Sunda peninggalan kerajaan sukapura yang dibuat dari bambu bernada seperti ‘karindang’ dan dahulu suka dipakai anak-anak menggembala kerbau. terutama saat digunakan untuk ritual misalin , Misalin merupakan tradisi bersuci dan mengantarkan makanan (pontrang) yang dilakukan setiap kali menjelang Ramadan. Bentuknya seperti bilah angklung. Salah satu ujung ruas di raut sampai memiliki dua sisi, Sebuah lubang dibuat di ujung yang kain, Saat dibunyikan suaranya mirip karinding. Bambunya dipilih yang berkualitas dan tua, Bambunya dijemur selama tiga bulan sebelum dibuat untuk dijadikan celempung atau bangbaraan. Pada kesenian karinding, pemain perlu alat bantu sound system agar suara terdengar keras, Namun bangbaraan tidak perlu alat tersebut, Suara yang dihasilkan dari tiga pasang bangbaraan sudah cukup untuk didengar oleh kita.     Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradision...

avatar
Oase