Membentang dari barat ke timur di tepian Sungai Batang Hari, situs ini belasan kali lebih luas dari Candi Borobudur, dan dianggap sebagai yang terluas di Indonesia. Kompleks percandian ini diperkirakan didirikan antara abad 4 hingga 11, dan diyakini sebagai salah satu pusat pengembangan Agama Buddha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Diperkirakan terdapat minimal 80 reruntuhan bangunan kuno di mana sembilan di antaranya telah dibuka dan dilakukan pelestarian secara intensif, antara lain Candi Vando Astano, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu, Candi Gedong 1, Candi Gedong 2, dan kolam Talaga Rajo. Selain itu juga terdapat kanal-kanal yua yang mengelilingi kompleks ini. Legenda Kompleks Candi Muaro Jambi. Dahulu kala, Raja Datuk Paduka Berhala diminta oleh Putri Pinang Masak untuk membuat kompleks candi setinggi langit dalam semalam. Kesal karena gagal, raja menendang candi hingga berserakan dan membentuk candi-candi kecil. Festival Muaro Jambi Dengan makin ra...
Kampilan merupakan sebuah pedang yang termasuk jenis senjata tebas. Kampilan merupakan senjata tradisional yang dimiliki oleh suku Melayu bagian Timur Jambi. Gagang terbuat dari kayu dibentuk menyerupai kepala naga dan dilengkapi dengan rumbai. Pedang ini pernah digunakan oleh pasukan Selempang Merah dalam menghadapi tentara Belanda di Kuala Tungkal pada masa perang kemerdekaan RI tahun 1949. Untuk menambah semangat dalam perjuangannya selalu disertai dengan menyebut nama Alla "Yaa zal zala liwa ikram."
Selempang Merah merupakan kain berwarna merah yang merupakan tanda pengenal dari pasukan Laskar Selempang Merah, pada permukaan kain diberi rajahan sesuai dengan ajaran Islam, dengan harapan diberi kekuatan dan semangat dalam menghadapi tentara Belanda pada masa perang kemerdekaan RI tahun 1949.
Bingkap merupakan benda yang termasuk salah satu atribut dari Tentara Pelajar Jambi yang digunakan sebagai alat pelindung kaki. Di mana Tentara Pelajar ini pada masa perang mempertahankan kemerdekaan RI sangat berperan dan juga turut berjuang menghadapi Agresi Belanda di Jambi tahun 1948-1949.
Jambi adalah salah satu provinsi yang tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di sana ada sukubangsa yang disebut sebagai Kerinci. Mereka mendiami salah satu kabupaten yang tergabung dalam provinsi Jambi yang namanya sama dengan sukubangsa tersebut, yaitu Kabupaten Kerinci. Melalatoa (1995:402) menyebutkan bahwa mereka adalah keturunan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) karena banyak persamaannya dengan ciri-ciri manusia tipe mongoloid, yaitu tubuh relatif pendek dari rata-rata ukuran tubuh sukubangsa lainnya di Jambi. Kemudian, rambut lurus, kulit putih, dan mata agak sipit. Di kalangan orang Kerinci ada satu tarian yang disebut sebagai rangguk. Rangguk adalah dialek orang Kerinci Hulu. Orang Sungai Penuh menyebutnya “ranggok”, sedangkan orang Pulau Tengah menyebutnya “rangguek”. Adanya berbagai dialek itu akhirnya memunculkan beberapa pendapat mengenai kata “rangguk”. Pendapat pertama mengatakan bahw...
Di setiap rumah Melayu Jambi, masakan tepoyak ikan hampir bisa dipastikan ada. Ia menjadi menu sehari-hari bagi penduduk asli. Namun, rumah makan yang menjual masakan Jambi masihlah jarang. Untuk memasak tempoyak, dapat menggunakan Ikan Patin. Perimbangannya, ikan patin relatif lebih banyak dan harganya lebih murah. Sebetulnya bisa saja menggunakan ikan baung, ikan toman, atau ikan gabus. Hanya saja, harga ikan-ikan tersebut mahal. Apalagi, ikan-ikan tersebut hanya bisa didapat pada musim-musim tertentu. Sementara itu, ttempoyak ikan patin menggunakan bumbu utama tempoyak yang dibuat dari duian yang difermentasikan. Bahan untuk membuat tempoyak ini tidak sulit dicari karena Jambi merupakan penghasil durian. Tempoyak banyak dijual di warung-warung atau di pasar. Selain itu, masakan tempoyak ikan patin juga membutuhkan bahan lain. Sebut saja batang serai, daun salam, asam jawa, daun tangkai kemangi, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan kunyit. Selanjutnya, bumbu ditumis bersam...
Kabupaten Kerinci - Jambi, Indonesia tidak hanya menyediakan pemandangan alam serta pegunungan yang indah tetapi juga sebagai tempat berbagai macam tanaman pertanian yang tumbuh subur di daerah ini. Salah satunya adalah tanaman kentang. Oleh masyarakat sekitar buah kentang ini dapat diolah menjadi makanan ringan yang disebut dodol kentang. Rasa dodol yang terbuat dari kentang ini berasa lembut, manis tetapi tidak terlalu kenyal karena terbuat dari kentang pilihan dari varietas granola yang mempunyai tekstur lembut. Dodol kentang ini sebenarnya bukan makanan khas Kerinci. Namun, berkat campur tangan Pemerintah setempat melalui dinas perindustrian pada akhir 1990-an dodol kentang ini menjadi primadona makanan ringan yang dijadikan makanan khas Kabupaten Kerinci. Pada proses pembuatan dodol kentang ini bahan baku yang digunakan adalah kentang, kelapa, gula, tepung ketan putih, garam, vanili, dll. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah kuali besi, sendok goreng, tungku, pis...