Hari Pendidikan Nasional
142 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Besale
Ritual Ritual
Jambi

Upacara Besale (penyembuhan) merupakan ritual masyarakat Anak Dalam yang bertujuan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit akibat roh-roh jahat. Dalam adat istiadat masyarakat Suku Anak Dalam atau Anak Rimba terdapat banyak kegiatan upacara/ritual yang memiliki tujuan untuk menghormati arwah nenek moyang, mengharapkan keberkahan dan untuk menjauhkan malapetaka. Salah satu upacara adat masyarakat Anak Dalam adalah upacara Besale. Arti Besale bagi masyarakat Anak Dalam adalah membersihkan jiwa seseorang yang sedang sakit akibat roh-roh jahat yang bersemayam dalam diri seseorang tersebut. Menurut hasil penelitian Pusat Penelitian Sejarah Dan Budaya Departemen Pendidikan Kebudayaan Indonesia (1977.127), masyarakat Anak Dalam menganggap jika ada anggota keluarga atau kerabat yang sakit maka itu merupakan pertanda bahwa dewa telah menurunkan malapetaka. Agar dewa menjauhkan malapetaka tersebut, masyarakat Anak Dalam melakukan upacara Besale sebagai wujud memohon ampun. Hal la...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Tauh (Rantau Pandan)
Tarian Tarian
Jambi

  TAUH,  adalah suatu tari yang menggambarkan tentang pergaulan/hubungan muda mudi (Bujang Gadis) pada zaman dahulu sampai sekarang yang diwariskan secara turun temurun. Sampai sekarang masyarakat tidak mengetahui secara pasti pencipta Tari Tauh yang telah mengakar ditengah-tengah masyarakat Rantau Pandan tempat dimana penelitian ini dilakukan. Pada saat sekarang, Tari Tauh sangat populer di Kabupaten Bungo sebagai tari tradisional vang. sangat disukai oleh masyarakat. Tari Tauh biasanya ditarikan ketika menyambut Rajo, Berelek Gedang, dan ketika Beselang Gedang (gotong royong menuai padi).   Jumlah penari Tauh adalah 8 orang (4 wanita dan 4 laki-laki) dan termasuk jenis tari tradisi kerakyatan dengan lama pementasan tergantung kondisi sesuai panjang pantun dan kesanggupan penari dan tidak jarang dari senja hari sampai pagi hari. Adapun musik pengiring ialah Kelintang Kayu, Gong, Gendang dan Biol...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Tulisan Incung
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jambi

Naskah ini ditulis pada tanduk kerbau dengan menggunakan penulisan teknik gores, pada bagian ujung tanduk kerbau ini terdapat ukiran halus. Naskah ini terdiri dari 5 baris, dan juga naskah ini ditulis dengan menggunakan aksara Incung dan bahasa yang digunakan dalam penulisan naksah adalah bahasa Kerinci Kuno. Naskah ini berisikan tentang hal-hal mengenai tata cara pelaksanaan sesaji dan juga naskah ini berisikan mengenai petuah-petuah dan syarat-syarat untuk menjadi pemimpin. Naskah ini dipamerkan pada acara Pameran Gelar Museum Nusantara 2014 "Sabuk Peradaban Nusantara Jejak 1,5 juta tahun" yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.   Pameran diselenggaran pada tanggal 22-24 November 2014 di Jakarta Convention Center. 

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Besale
Ritual Ritual
Jambi

Besale adalah bentuk upacara yang dalam pelaksanaannya duduk bersama-sama memohon kepada Yang Kuasa agar diberikan kesehatan, ketentraman dan dihindarkan dari mara bahaya. Besale biasanya dilaksanakan pada malam hari, dipimpin oleh seorang tokoh yang dihormati dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan dunia ghaib/ arwah. Upacara dilengkapi dengan sesajian dengan bahan sesajian berupa kemenyan, bunga-bungaan sampai seratus macam, sama jenisnya dengan sesajian untuk acara perkawinan. Pada intinya upacara besale merupakan kegiatan sakral yang bertujuan untuk mengobati yang sakit atau untuk menolak bala. Pelengkap besale lainnya berupa bunyi-bunyian dan tarian yang mengiringi proses pengobatan dan tidak dibenarkan dilihat oleh orang luar/ orang terang/ orang kampung/ orang desa.   Sumber : http://www.aman.or.id/wp-content/uploads/2014/05/Kesaksian-Tumenggung-Tarib_Orang-Rimba_pada-Sidang-Gugatan-UU-Kehutanan-ke-MK-1.pdf  

avatar
Desi Natalika
Gambar Entri
Budaya Melangun
Ritual Ritual
Jambi

Jika anggota keluarga ”Orang Rimbo” meninggal dunia merupakan peristiwa yang sangat menyedihkan bagi seluruh masyarakat adat”Orang Rimbo , terutama pihak keluarganya, mereka yang berada di sekitar rumah kematian akan pergi karena menganggap bahwa tempat tersebut tempat sial, selain untuk dapat lebih cepat melupakan kesedihan yang ada dengan meninggalkan tempat mereka tersebut dalam waktu yang cukup lama. Pada jaman dulu melangun bisa berlangsung antara 10 sampai 12 tahun. Namun kini karena wilayah mereka sudah semakin sempit (menjadi kawasan perusahaan, Taman Nasional Bukit XII) dan banyak dijarah oleh orang dari luar masyarakat”Orang Rimbo” , maka masa melangun menjadi semakin singkat yaitu sekitar 4 bulan sampai satu tahun saja. Wilayah melangun merekapun semakin dekat, tidak sejauh dahulu bahkan tidak ada lagi yang pergi melangun. Pada masa sekarang apabila terjadi kematian di suatu daerah, juga tidak seluruh anggota “Orang Rimbo” tersebu...

avatar
Desi Natalika
Gambar Entri
Cawat Kain
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jambi

Kami pada umumnya tidak berpakaian, namun menggunakan cawat kain untuk menutupi aurat kemaluan. Dahulu aslinya kami menggunakan cawat dari kulit kayu terap atau serdang, namun karena cawat dari kulit kayu sering menimbulkan rasa sakit akibat kutu kayu yang masuk ke dalam kulit, sehingga kami meninggalkannya dan beralih dengan bahan kain yang kami beli di pasar melalui masyarakat umum. Jenis kain dan warnanya bebas dan cara memasangnya juga disesuaikan dengan selera dan cara kami. Biasanya perempuan “Orang Rimbo” hanya berpakaian menutupi bagian pinggang saja sedangkan payudara mereka dibiarkan terbuka. Dalam hal penampilan sehari hari, kami memakai pakaian cawat untuk laki laki yang terbuat dari kain sarung, tetapi kalau keluar lingkungan rimba ada juga yang sudah memakai baju biasa, tetapi kebawahnya tetap pakai cawat/ kancut sedangkan yang perempuan memakai kain sarung yang dikaitkan sampai dada. Walaupun masih terbatas, tetapi sudah terjadi interaksi sosial antara kam...

avatar
Desi Natalika
Gambar Entri
Pakaian adat jambi
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jambi

Pakaian tradisional Jambi seperti yang ada di daerah Pulau Sumatera yang lain, juga disebut dengan pakaian Adat Melayu. Pakaian adat melayu Jambi biasanya lebih mewah daripada pakaian yang digunakan sehari-hari karena disulam dengan benang emas dan dihiasi dengan berbagai hiasan untuk kelengkapannya.

avatar
Titahadiyarti
Gambar Entri
Bedil Bambu
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jambi

Permainan bedil bambu dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah nusantara, termasuk Provinsi Jambi. Biasanya dilakukan oleh anak laki-laki pada rentang usia 9-15 tahun. Akan tetapi, tak jarang orang dewasa juga ikut meramaikan permainan ini. Di daerah Jambi, bedil bambu biasanya dimainkan pada siang dan malam hari saat bulan puasa dan waktu Hari Raya Idul Fitri. Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah bedil bambu, bilah bambu, dan lampu teplok. Proses pembuatan bedil bambu dimulai dengan memilih bambu yang tua agar tidak mudah pecah. Kemudian panjang bambu dipotong berkisar 1 - 1,5 meter dengan diameter 10 -15 cm. Bagian ruas dilubangi di bagian dalamnya, kecuali pada bagian pangkal. Pada bagian pangkal tersebut dilubangi bagian atasnya sebesar ibu jari. Pada lubang tersebutlah minyak tanah dan kain dimasukkan. Permainan bedil bambu memiliki sifat edukatif karena mengandung nilai kreativitas untuk menciptakan alat. Selain itu, bedil bambu juga mengandun...

avatar
Friskalaras
Gambar Entri
Maksuba Jambi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jambi

  Resep Kue Tradisional Palembang ( Maksuba ) - Sore saudaraku, sebagaimana kemarin telah kita buat resep Kue Gandus Palembang maka hari ini pun kita belum beranjak dari Kue Khas Palembang juga,Maksuba merupakan kue yang bentuknya sama dengan kue lapis di katakan maksuba karena kue ini merupakan kue asli khas palembang maka nama kue pun sesuai dengan bahasa daerahnya, sebanarnya di Pulau Jawa pun banyak kita dapati kue ini, cuma bedanya adalah dalam bahan dan cara mengolahnya, untuk lebih jelas kita simak saja ulasan di bawah ini : Berikut resep kue maksuba   Bahan-bahannya :   25 butir telur bebek 250 gram Mentega, lelehkan 1 kaleng Susu kental manis 325 gram Gula pasir 1 sendok teh Vanilla   Cara Membuatnya : Hal yang pertama anda lakukan adalah mengecek bahannya apa sudah lengkap semuanya, baru mengolahnya bahan kuenya, Mulanya kocok telur, vanilla, mantega dan gula hingga larut gulanya ( boleh mengoc...

avatar
Endah Kinarya Palupi