Sordam (long flute) adalah salah satu alat musik Batak Toba yang terbuat dari bambu , yang dimainkan dengan cara meniup dari ujungnya (up blown flute) dengan meletakkan bibir pada ujung bambu secara diagonal. S orda m memiliki enam lubang nada, yakni : di bagian atas dan satu di bagian bawah, sedangkan lubang tiupnya merupakan ujung dari bambu tersebut
Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado,Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa,Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya. RM yang menyediakan: Waroeng Manado & Bir Jl. Boulevard Artha Gading Blok A No.9, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240 (021) 45850315
o ina ni keke, mangewi sako mangewang kiwenang, tumeles ba leko o ina ni keke, mangewi sako mangewang kiwenang, tumeles ba leko we ane, we ane, we ane toyo daimo siapa kota rema kiwe we ane, we ane, we ane toyo daimo siapa kota rema kiwe
Dabu dabu lota mate to to hu lo yi nulo O wa tingo o ma li ta ora sawa o la mita’ Tidiyo o limu waw o ba wa ngi Lo Wanu ito mo la melo Yila lango sadiya yi lo ho ho Dabu dabu pa nge li yo Mo o pi yo he u a lo Dabu dabu lota mate bo me la mola lahu O ra sawa mo lo lowo deli deli la mi tiyo’ Dabu dabu liyo lo Hulondha Lo Wanu ito mo la melo Yila lango sadiya yi lo ho ho Dabu dabu pa nge li yo Mo o pi yo he u a lo
o ina ni keke, mangewi sako mangewa ki wenang, tumeles baleko o ina ni keke, mangewi sako mangewa ki wenang, tumeles baleko we ane, we ane, we ane toyo daimo siapa kotare makiwe we ane, we ane, we ane toyo daimo siapa kotare makiwe
o ina ni keke, mangewi sako mangewa ki wenang, tumeles baleko o ina ni keke, mangewi sako mangewa ki wenang, tumeles baleko we ane, we ane, we ane toyo daimo siapa kotare makiwe we ane, we ane, we ane toyo daimo siapa kotare makiwe
Kuliner di Manado memang sangat beragam mulai tinutuan / bubur manado , klapertart dan saguer cap tikus ,dan ada 1 lagi yang wajib dicoba adalah Nasi Jaha . Nasi jaha adalah merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan dasar beras ketan dan santan yang sebelumnya diisi kedalam batang bambu berlapis daun pisang kemudian dibakar. Nasi jaha merupakan salah satu makanan yang lezat karena penggunaan bumbu rempa-rempanya, sehingga menjadi oleh – oleh wajib bila mengunjungi kota ini. Bagi yang ingin membuat sendiri dberikut ini resep pembuatanya : Bahan: - 700 gr beras ketan putih - 100 gr beras - 1 1/2 butir kelapa parut - 6 lembar daun pandan, potong-potong sepanjang 5 cm - 6 batang daun serai, ambil bagian putihnya kemudian memarkan - 10 lembar daun jeruk - 400 ml Air - 3 buah bambu, pilih bambu yang berdinding tipis dengan panjang 60cm dan diameter kira-kira 6cm, dan salah satu ujungnya tertutup atau berbuku. Bum...
Di Kota Manado memang terkenal dengan makanan yang mampu bersaing dengan wilayah lain di Indonesia semisal Bubur Manado . Namun ada satu jajanan khas yang kini mulai dikenal seluruh masyarakat yakni Klappertart. Klappertaart adalah kue yang berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega dan telur. Resep adonan tersebut merupakan pengaruh saat zaman pendudukan Belanda di Manado. Terdapat beberapa macam cara memasak klappertaart. Bila dia dipanggang dan menggunakan roti, maka akan menghasilkan klappertaart dalam bentuk yang padat, bisa dipotong layaknya kue taart pada umumnya. Tetapi ada juga cara memasak yang tidak panggang. Ini akan menghasilkan tekstur yang begitu lembut, seperti memakan custard yang langsung meleleh begitu masuk ke mulut. Kue ini paling nikmat bila disantap dalam keadaan dingin jadi tidak boleh dibiarkan terlalu lama di luar pendingin. Klappertaart termasuk kue yang mengandung kalori yang cukup tinggi. Ada pengusaha klappertaart yang mencari campuran ad...
Siapapun yang datang mengunjungi daerah Minahasa, tentunya akan mengetahui jenis minuman tradisional Minahasa beralkohol tinggi yang lebih dikenal dengan “Cap Tikus”. Minuman yang diproduksi tanpa ada campuran kimia ini memang dihasilkan oleh para petani yang daerahnya banyak dipenuhi pohon “Seho”. Minuman “cap tikus” ini dibuat sendiri oleh orang Minahasa dan orang Sangir dengan cara tradisional. Sebelum dibuat “Cap Tikus”, para petani harus “Batifar” dulu untuk menghasilkan minuman “Saguer” yang diambil dari pohon seho atau aren – dalam bahasa Minahasa disebut “Akel” . Saguer dibuat dengan cara tangkai bunga pohon aren yang sebesar pergelangan tangan orang dewasa, dibersihkan dan dipukul-pukul selama beberapa hari lalu dipotong. Dari potongan ini akan keluar getah warna putih susu yang menetes dengan cepat hingga perlu tempat penampungan yang...