masyarakat adat
268 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Seren Taun Cisungsang
Ritual Ritual
Banten

Cisungsang sebuah daerah yang memiliki luas ± 2.800 km2. Terletak di kaki Gunung Halimun, Desa Cibeber Kabupaten Lebak, kawasan ini dikelilingi oleh 4 (Empat) desa yaitu Desa Cicarucub, Bayah, Citorek, dan Cipta Gelar. Nama Cisungsang pada awalnya berasal dari nama salah satu sungai yang mengalir dari Talaga Sangga Buana. Talaga ini mengalir ke 9 (sembilan) sungai yaitu Sungai Cimadur, Ciater, Cikidang, Cisono, Ciberang, Cidurian, Cicatih, Cisimeut, dan Cisungsang. Wilayah Cisungsang dapat ditempuh dengan waktu 5 jam saja dari kota Rangkasbitung Kab. Lebak atau berjarak ± 175 Km dari pusat kota Provinsi Banten. Kondisi jalan menuju lokati tersebut cukup baik dan dapat ditempuh dengan kendaraan apapun. Kebudayaan Kawasan ini dipimpin oleh seorang Kepala Adat, yang penunjukannya melalui proses wangsit dari karuhun. Dikawasan ini sudah penggantian kepala adat dan telah terjadi 4 generasi yaitu generasi pertama oleh dipimpin oleh Embah Buyut yang berusia ± 350 tahun, generasi kedua...

avatar
henriana hatra
Gambar Entri
Legenda Prasasti Munjul
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Dahulu, perairan Ujung Kulon di sekitar Selat Sunda dikuasai oleh para bajak laut yang menjadi ancaman bagi para nelayan di daerah itu. Kaum perompak itu sering merampas ikan hasil tangkapan para nelayan. Pada masa pemerintahan Raja Purnawarman, terdapat suatu gerombolan bajak laut yang beranggotakan 80 orang. Kelompok bajak laut yang sering beraksi di perairan wilayah Kerajaan Tarumanegara itu dipimpin oleh seorang yang sakti, ia bisa berubah wujud sesuai kehendaknya. Pada suatu hari, gerombolan bajak laut itu sedang merampok perahu yang ditumpangi oleh tiga orang nelayan. Namun, baru saja para perompak itu memindahkan ikan hasil rampasan ke kapal mereka, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah kapal besar berbendera naga sedang menuju ke arah mereka. Kapal besar itu ternyata adalah kapal milik Kerajaan Tarumanegara. Pemimpin bajak laut justru merasa senang karena akan memperoleh harta rampasan yang banyak. Tanpa membuang waktu lagi, ia segera m...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Golok Ciomas
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Bumi Nusantara ini kaya akan budaya, juga kaya akan benda pusaka yang legendaris dan tak tergerus zaman, salah satunya adalah Golok Ciomas. Golok Ciomas adalah salah satu benda pusaka legendaris, khususnya di kalangan masyarakat Banten karena merupakan salah satu senjata andalan para pendekar Banten. Berbeda dengan golok pada umumnya, Golok Ciomas masuk dalam kategori benda pusaka karena bukan sekedar senjata tajam tetapi juga memiliki daya magis yang melekat di balik keindahan dan ketajamannya.   Salah satu keunikan Golok Ciomas adalah waktu pembuatannya. Golok Ciomas hanya dibuat pada bulan mulud menurut kalender Jawa atau bulan Rabi’ul Awal dalam kalender Hijriyah. Melihat sejarahnya, tradisi pembuatan yang diturunkan secara turun-temurun ini demi menjaga kelestarian kearifan lokal warga Pondokkaharu Banten sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi yang telah membawa ajaran islam yang lahir pada tanggal 12 bulan Rabi’ul Awwal. Golok Ciomas memang sangat ind...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Lamak suat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

Lamak Suat merupakan tenunan songket masyarakat Baduy. Biasanya, lamak suat dipakai oleh masyarakat laki-laki suku Baduy dengan mengikatkannya di pinggang, sedangkan bagi kaum perempuan digunakan sebagai selendang (diselempangkan di pundak). Motif yang terdapat pada Lamak Suat adalah kotak-kotak kecil dengan warna benang yang digunakan bebas, namun warna dasar tetap hitam. Panjang dan lebar lamak suat kurang lebih sama seperti panjang dan lebar kain pashmina/ selendang pada umumnya.

avatar
Desty Chartika
Gambar Entri
Baju Kampret & Sarung Samping Poleng
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

Baju kampret merupakan pakaian tradisional masyarakat suku Baduy luar. Sedangkan masyarakat Baduy dalam menyebutnya dengan Elel Anjing. Pakaian tradisional suku Baduy luar dan dalam ini pada dasarnya sama, dibuat dengan sulaman tangan. Namun terdapat perbedaan pada warna dasar dan letak kantong. Warna dasar yang dipakai untuk baju Kampret adalah hitam, sedangkan untuk Elel Anjing adalah putih. Letak kantong pada baju kampret terdapat di dada bagian luar sebelah kiri, sedangkan untuk Elel Anjing letaknya di dada bagian dalam sebelah kiri. Warna dasar hitam menunjukkan bahwa suku Baduy gagah berani, sedangkan warna putih menunjukkan bahwa masyarakat suku Baduy percaya Tuhan itu Maha Suci. Di bagian leher dan kedua pergelangan tangan terdapat 3 baris sulaman benang, warna benang yang digunakan bebas. Sarung Samping Poleng merupakan sarung khas Suku Baduy, sarung ini bermotif kotak-kotak kecil dengan warna dasar hitam dan motif kotak-kotaknya berwarna biru.

avatar
Desty Chartika
Gambar Entri
Loman
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

Loman merupakan ikat kepala khas Suku Baduy luar, ikat kepala ini hanya diperuntukkan oleh laki-laki. Motif nya seperti daun, dengan warna dasar hitam dan motif daun nya berwarna biru. Arti dibalik warna dasar hitam itu sendiri adalah lambang bahwa masyarakat suku Baduy luar gagah berani, dan warna biru pada motif daun melambangkan masyarakat suku Baduy luar memiliki pemikiran yang sejernih air. Sedangkan ikat kepala khas masyarakat suku Baduy dalam dinamakan Telekung. Berbeda dengan warna yang terdapat pada Loman, warna Telekung hanya putih polos.

avatar
Desty Chartika
Gambar Entri
Angklung Gubrak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

Angklung Gubrag Merupakan salah satu kesenian tradisional yang sudah langka, namun masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Kresek – Kabupaten Tangerang masih melestarikan kesenian Angklung Gubrag pada acara khitanan, perkimpoian dan selamatan kehamilan. Pada masa lalu kesenian Angklung Gubrag dilaksanakan pada saat ritual penanaman padi dengan maksud agar hasil panen berlimpah. Instrumen yang digunakan 6 buah angklung menggunakan bambu hitam, masing-masing memiliki nama: bibit, anak bibit, engklok 1, engklok 2, gonjing dan panembal, dilengkapi dengan terompet kendang pencak dan seruling. Di atas angklung dikaitkan pita yang berasal dari kembang wiru, menurut kepercayaan kembang wiru dan air yang berasal dari angklung dipercaya dapat menjadi obat dan penyubur tanaman. Semua pemain berdiri tidak menari kecuali penabuh dogdog lojor menabuh sambil ngibing diiringi beberapa penari perempuan dengan kostum kebaya dan kain.  

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Benderong Lesung
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

Bendrong Lesung merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Cilegon-Banten, yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun di masyarakat hingga saat ini. Awalnya kesenian ini merupakan tradisi masyarakat setempat dalammenyambut Panen Raya. Tujuannya untuk mengungkapkan kebahagiaan atas jerih payah yang dilakukan, dan yang telah membuahkan hasil. Dalam perkembangannya, Bendrong Lesung tidak hanya ditampulkan pada penyambutan Panen Raya, tetapi ditampilkan juga pada acara-acara pesta perkimpoian atau upacara peresmian. Bendrong Lesung memadukan musik Lesung atau Lisung (tempat menumbuk padi) dengan musik lainnya yang dimainkan oleh beberapa orang.  

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Pantung Bambu
Alat Musik Alat Musik
Banten

Pantung Bambu adalah alat musik tradisional khas masyarakat cilegon yang terbuat dari bambu berdiameter rata-rata 10cm, panjang 80cm, beruas dua dengan lubang di tengah dan berlidah disayat dengan tiga buah senar bernada empat tangga nada. Dalam satu grup pantun bambu dibutuhkan paling sedikit tiga pantun yang terdiri dari pantun melodi gendang tapak, pantun bas gendang dan pantun ritme patingtung. Pada awalnya musik pantun di mainkan disaat-saat melepas lelah setelah para petani berkerja disawah, dengan peralatan bambu sederhana dapat menimbulkan irama yang menghibur. Dalam perkembangannya saat alat musik "Pantun" telah di kolaborasi dengan alat musik lainnya seperti musik patingtung, rudat, terbang gede dan sebagainya. Pantun sekarang ini juga digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian.

avatar
Roby Darisandi