Tadulako dalam bahasa daerah Sulawesi Tengah berarti Panglima perang. Tugas Tadulako adalah menjaga keamanan desa dari serangan musuh. Alkisah pada jaman dahulu, Raja Sigi tertarik dengan kecantikan seorang gadis yang tinggal di desa Bulili. Raja Sigi kemudian menikahinya. Setelah menikah, Raja Sigi kemudian tinggal selama beberapa hari di desa Bulili. Tak lama kemudian, Raja berpamitan pergi karena harus mengurus kerajaannya, sementara istrinya yang tengah mengandung ditinggalnya di desa Bulili. "Maaf adinda, kanda tak bisa lama-lama tinggal disini. Kanda harus mengurus kerajaan." kata Raja Sigi pada istrinya. "Tetapi aku tengah hamil kanda. Tak bisakah kanda menunggu hingga bayi kita lahir?" istrinya meminta Raja Sigi untuk lebih lama tinggal. "Maaf adinda, urusan kerajaan tak bisa ditunda." Raja Sigi memberi alasan. Istri Raja Sigi mengalah, walau sebenarnya ia sangat kecewa dengan sikap Raja Sigi yang meninggalkannya dalam k...
Kaledo (Sup Kaledo) adalah salah satu ikon kuliner yang tersohor dari kota Palu, Sulawesi Tengah. Kata Kaledo berasal dari bahasa asli kota Palu, yaitu bahasa Kaili yang terdiri dari dua kata: Ka adalah Keras dan Ledo artinya Tidak (Tidak Keras). Bahan utama yang digunakan untuk membuat kaledo adalah tulang kaki sapi serta iga yang masih memiliki daging. Kaledo memiliki cita rasa asam pedas yang sangat khas dan cara makan yang unik sehingga menjadikan kuliner ini buruan para turis yang berkunjung ke kota Palu. Resep Kaledo Bahan-bahan: Daging dan tulang kaki sapi 1Kg. Cabe Rawit hijau 10-20 buah (tergantung selera pedas). Asam jawa yang mentah 5-7 ruas. 1 batang serai. 1 ruas jahe. Garam secukupnya. Penyedap rasa. Jeruk nipis. Cara Membuat Kaledo: 1. Daging dan tulang sapi dibersihkan dengan cara dicuci hingga bersih. 2. Jerang air secukupnya dalam panci hingga mendidih 3. Masukkan daging dan tulang sapi ke dalam panci tersebut, masak hingga daging tersebut setengah matang d...
Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi yang beribukota Palu ini memiliki banyak sekali kuliner. Salah satunya adalah Sop Kaledo. Sop Kaledo merupakan makanan khas kota Palu yang berbahan dasar daging sapi dan tulang kaki sapi. Sop Kaledo menjadi salah satu makanan wajib yang harus dicicipi saat berkunjung ke kota Palu. Sop Kaledo sendiri memiliki berbagai manfaat, yaitu mencegah anemia, mencegah diabetes, meningkatkan sel darah merah, meningkatkan kesehatan kulit, dan mencegah serangan jantung. Banyaknya manfaat yang didapat dari Sop Kaledo karena makanan ini bahan utamanya yaitu daging sapi dan tulang kaki sapi. Kuliner yang berbahan dasar potongan Kaki Sapi ini, merupakan ikon Kota Palu. Dibalik rasanya yang khas itu, terdapat rangkaian kisah yang menggambarkan perjalanan peradaban etnis Kaili, dari masa ke masa di Lembah Palu. Bagaimanakah perjalanan itu, berikut penuturan seorang budayawan dan pemerhati sejarah Sulawe...
Uta Kelo - Palu Berwisata di wilayah Indonesia tidak melulu berbicara mengenai pemandangan alam yang indah ataupun keramahan dari penduduk lokal, namun juga tentang berbagai macam makanan khas yang menggugah selera. Kuliner Indonesia yang kaya akan rasa, selalu membuat penasaran untuk mencicipi. Di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama di wilayah Kabupaten Donggala terdapat satu makanan dari Khas Suku Kaili yang merupakan suku asli wilayah Sulawesi Tengah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Uta Kelo adalah nama dari makanan yang satu ini dengan daun kelor sebagai bahan utamanya. Kelo sendiri dalam bahasa Indonesia mempunyai arti daun kelor. Daun Kelor mudah sekali ditemukan di desa-desa yang menjadi wilayah tempat tinggal dari Suku Kaili. Uta Kelo terbuat dari campuran daun kelor yang dimasak bersama santan. Sekilas mungkin makanan yang satu ini mirip dengan gulai daun singkong. Uta Kelo dapat disajikan dengan menambahkan bahan pendamping seperti pisang kapok, udang, ataupun t...
Tari Pontanu adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Donggala, Sulawesi Tengah. Tarian ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita dan gerakan dalam tarian ini menggambarkan aktivitas para wanita yang sedang menenun Sarung Donggala, yaitu jenis sarung yang khas dari daerah Donggala. Tari Pontanu merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Sulawesi Tengah, khususnya di daerah kabupaten Donggala. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, festival budaya, bahkan promosi wisata. Asal Mula Tari Pontanu Tari Pontanu ini merupakan tarian yang terinspirasi dari aktivitas para penenun sarung tradisional di daerah Donggala, Sulawesi Tengah. Daerah Donggala sendiri merupakan daerah yang sejak dulu terkenal dengan produksi kain sarungnya yang khas serta memiliki motif dan warna yang indah. Dalam bahasa Kaili sarung Donggala biasa disebut dengan Buya Sabe. Kain sarung ini dulunya masih diproduksi de...
Beberapa daerah di Indonesia menjadikan sagu sebagai salah satu bahan pokok yang digunakan untuk kebutuhan pangan sehari-hari, terutama di wilayah Indonesia bagian timur, sagu lebih dikenal dibandingkan beras yang sudah lekat sekali dengan makanan pokok masyarakat Indonesia. Sagu yang dapat tumbuh tanpa mengenal musim, menjadikan bahan pokok ini dapat diolah kapanpun. Sebagian dari masyarakat Indonesia tentunya familiar dengan Papeda, olahan khas sagu yang menjadi salah satu makanan pokok bagi masyarakat Papua dan wilayah-wilayah lain di bagian timur Indonesia. Jika Papua memiliki Papeda, Palu, kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah ini juga memiliki panganan tradisional yang diolah dari sagu juga. Tabaro Dange namanya, makanan ini terbuat dari sagu dan dijadikan kudapan pilihan bagi masyarakat sekitar. Tabaro Dange memiliki sebutan lain, masyarakat Kota Palu menyebutnya juga dengan nama Jepa. Camilan ini sangat khas karna proses pembuatannya masih tergolong tradisional,...
Berwisata di wilayah Indonesia tidak melulu berbicara mengenai pemandangan alam yang indah ataupun keramahan dari penduduk lokal, namun juga tentang berbagai macam makanan khas yang menggugah selera. Kuliner Indonesia yang kaya akan rasa, selalu membuat penasaran untuk mencicipi. Di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama di wilayah Kabupaten Donggala terdapat satu makanan dari Khas Suku Kaili yang merupakan suku asli wilayah Sulawesi Tengah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Uta Kelo adalah nama dari makanan yang satu ini dengan daun kelor sebagai bahan utamanya. Kelo sendiri dalam bahasa Indonesia mempunyai arti daun kelor. Daun Kelor mudah sekali ditemukan di desa-desa yang menjadi wilayah tempat tinggal dari Suku Kaili. Uta Kelo terbuat dari campuran daun kelor yang dimasak bersama santan. Sekilas mungkin makanan yang satu ini mirip dengan gulai daun singkong. Uta Kelo dapat disajikan dengan menambahkan bahan pendamping seperti pisang kapok, udang, ataupun terong. Rasa khas Uta...
Di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama di wilayah Kabupaten Donggala terdapat satu makanan dari Khas Suku Kaili yang merupakan suku asli wilayah Sulawesi Tengah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Uta Kelo adalah nama dari makanan yang satu ini dengan daun kelor sebagai bahan utamanya. Kelo sendiri dalam bahasa Indonesia mempunyai arti daun kelor. Daun Kelor mudah sekali ditemukan di desa-desa yang menjadi wilayah tempat tinggal dari Suku Kaili. Uta Kelo terbuat dari campuran daun kelor yang dimasak bersama santan. Sekilas mungkin makanan yang satu ini mirip dengan gulai daun singkong. Uta Kelo dapat disajikan dengan menambahkan bahan pendamping seperti pisang kapok, udang, ataupun terong. Rasa khas Uta Kelo terletak pada kombinasi rasa gurih yang dihasilkan oleh santan serta rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai rawit yang menjadi salah satu bumbu utama dalam makanan satu ini. Bagi anda yang belum pernah mencoba olahan daun kelor sebelumnya, pasti akan tertarik dengan olahan ya...
Uta Kelo (Sayur Kelor) adalah salah satu kuliner khas masyarakat Sulawesi Tengah. Kuliner yang satu ini identik dengan kehidupan salah satu suku terbesar yang mendiami kawasan Sulawesi Tengah yaitu suku Kaili. Cita rasanya yang khas dan unik menjadikannya sebagai salah satu identitas kuliner Sulawesi Tengah. Uta Kelo berasal dari bahasa Kaili yang artinya Sayur Kelor. Sesuai dengan namanya, Uta Kelo adalah kuliner yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utamanya. Tanaman Kelor (Merunggai) dapat dijumpai di hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Tanaman ini biasanya tumbuh liar dan dapat tumbuh hingga mencapai 11 meter. Oleh masyarakat, tanaman ini dijadikan sebagai pagar pembatas lahan atau tanaman pekarangan. Daun dan buah tanaman ini dapat diolah menjadi bahan makanan. Uta Kelo adalah kuliner yang berbahan dasar daun kelor dengan kuah santan kental. Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan irisan terung muda, pisang muda, dan lamale (udang halus). Kuah santan yang gurih,...