Batu Belah adalah cerita legenda yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Maluku Utara, Indonesia. Dinamakan Batu Belah karena konon batu tersebut dapat menelan manusia dengan cara terbelah dan kemudian mengatup kembali. Suatu waktu, ada seorang ibu mendatangi dan meminta kepada batu itu agar menelan dirinya. Siapakah ibu itu dan mengapa ia meminta dirinya ditelan oleh batu tersebut? Berikut kisahnya dalam cerita Batu Belah. Pada zaman dahulu, daerah pesisir Tobelo, Maluku Utara, memiliki kekayaan laut yang sangat melimpah. Berbagai jenis ikan hidup di daerah tersebut. Salah satu di antaranya adalah ikan papayana. Jenis ikan ini sangat digemari oleh nelayan setempat karena dagingnya lezat dan mempunyai banyak telur yang enak dimakan. Selain itu, telur ikan papayana dipercaya dapat menjaga keselamatan para nelayan ketika sedang mencari ikan di laut dalam keadaan cuaca buruk. Caranya sangat mudah yaitu menyimpan telur ikan papayana tersebut d...
Empat Sultan di Maluku Utara adalah sebuah cerita yang sangat melegenda di kalangan masyarakat Maluku Utara, Indonesia. Keempat sultan tersebut adalah bersaudara kandung dan merupakan keturunan bidadari dari Kahyangan. Menurut masyarakat setempat, dari merekalah lahir pemimpinpemimpin Maluku. Bagaimana kisahnya sehingga keempat sultan tersebut dikatakan sebagai keturunan bidadari? Lalu, bagaimana mereka bisa diangkat menjadi sultan? Ikuti kisah selengkapnya dalam cerita Empat Sultan di Maluku Utara berikut ini! Alkisah, pada zaman dahulu kala, di daerah Maluku Utara, ada seorang pemuda tampan bernama Jafar Sidik. Tak seorang pun warga yang mengetahui asalusul keluarganya. Ia tinggal sendirian di sebuah rumah kecil di Desa Salero Ternate. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Jafar Sidik mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya ke pasar. Di tengah hutan tempat ia biasanya mencari kayu bakar terdapat sebuah telaga yang berair jernih, sejuk, dan dikelilingi oleh pepohonan y...
Tari soya-soya bukan hanya bagian dari budaya kesultanan Ternate tetapi juga refleksi sejarah perjuangan masyarakat Kayoa, di Kabupaten Halmahera Selatan. Tarian ini sudah ada sejak ratusan tahun silam dimana merupakan sebuah tarian heroik untuk menyambut pasukan selepas bertempur di medan perang. Kata 'soya-soya' sendiri bermakna 'semangat pantang'. Tarian soya-soya merupakan bagian dari budaya Maluku Utara. Anak-anak di wilayah ini sedari masih kecil sudah diajari tarian tersebut, bahkan hingga di kampung-kampung. Berikutnya, bahkan tarian ini pun diajarkan kembali di Sekolah Dasar.
Salah satu makanan Khas Maluku Utara yang sangat terkenal, Getang kenari, atau biasa orang menyebutnya ketam kenari = kepiting kenari, Kepiting kenari adalah satwa darat yang pintar memetik dan mengupas buah kelapa, serta menjadikannya makanan kegemaran mereka. Karena itulah kepiting kenari dianggap lebih gurih dan manis dagingnya dibanding kepiting biasa. Bahan-bahan: * 1 ekor kepiting * minyak goring secukupnya Bumbu yang haluskan: * 2 buah kemiri * 2 siung bawang putih * 1 ruas laos * 1 ruas kunyit * 1/2 ruas jahe Bumbu lainnya: * 10 cabai keriting * 8 siung bawang merah, iris tipis-tipis * 6 lembar daun jeruk * 2 atau 3 sdm minyak goreng * 2 batang daun bawang * 1 batang serai, geprak * 1/2 sdt gula * 100 ml santan yg dicampur 250 ml air * 50 gr kenari * garam secukupnya Cara membuat: * Kepiting dibelah cangkangnya, cuci bersih, potong-potong lalu goreng hingga matang atau be...
BAtu Badaon Kisah ini bermula di daerah Maluku Utara, tepatnya di daerahTobelo. Beratus tahun yang lalu di suatu rumah yang berdindingkan daun rumbia diamlah satu keluarga. Sang ayah seorang nelayan yang siang dan malam hidupnya di atas lautan, mempertaruhkan nyawa untuk menghidupkan anak istrinya. Sang ibu adalah wanita setia dan sangat bijaksana. Mereka memiliki dua orang anak. Yang sulung anak perempuan bernama O Bia Moloku. Kecantikannya melebihi kecantikan ibunya. Sedangkan adiknya yang laki-laki bernama O Bia Mokara. la ganteng, dan berperawakan mirip ayahnya. Pada suatu hari ayah mereka pergi melaut dan seperti biasa sebelum ayah mereka bertolak ke laut, tak lupa ditinggalkannya makanan dan telur ikan pepayana di rurnahya. Beberapa hari setelah kepergian ayahnya melaut, ibunya pergi ke kebun. Sebelum ibunya pergi ia berpesan kepada kedua anaknya. “Hai anak-anakku, jangan kamu makan telur ikan yang ditinggalkan ayahmu ini. Apabila kamu rnemakannya ak...
Orang Ternate mempunyai tradisi makan besar setelah usai shalat Jumat. Biasanya, dari masjid orang bergegas pulang untuk berkumpul makan siang bersama keluarga. Sebagian lagi beramai-ramai mendatangi warung-warung makan bersama teman-teman. Salah satu tradisi makan siang di hari Jumat adalah makan pupeda (di Maluku dan Papua disebut papeda) – yaitu sagu yang dimasak dengan air, bentuknya mirip seperti lem kanji. Pupeda umumnya disantap dengan ikan kuah soru. Yang dimasak untuk kuah soru biasanya adalah ikan asar (diasap dengan api gonofu alias sabut kelapa). Soru berarti asam. Kuahnya bening, dengan tone asam-pedas, serta aroma smokey dari ikan asar. Hmm, mengesankan. Di belakang Pasar Gamalama, ada beberapa warung pupeda yang populer bagi warga Ternate. Di warung-warung itu, selain kuah soru, juga tersedia berbagai lauk-pauk yang disediakan di meja. Begitu juga pupeda dan kasbi (singkong rebus), ubi rebus, dan pisang rebus – semuanya disediakan di meja. Para t...
Bubur Kacang Hijau Sagu Untuk: 10 porsi, 1 porsi: 202 kalori Bahan membuat kacang hijau sagu: • 50 gr tepung sagu • 200 gr kacang hijau, direndam semalaman • 100 gr gula pasir • 100 gr gula merah • 1 potong jahe • Sedikit garam Areh santan kacang hijau sagu: • 600 ml santan • 1 sdm tepung maizena • 2 lbr daun pandan • sedikit garam Cara Membuat kacang hijau sagu: 1. Rebus kacang hijau sampai empuk, beri gula, jahe, dan sedikit garam. 2. Tuang larutan tepung sagu, masak hingga kental dan mendidih, angkat. 3. Masak areh santan, campur semua bahan areh, dimasak hingga mendidih, angkat. 4. Hidangkan bubur kacang hijau dengan areh santan. Alamat & Kontak Penjual: Rumah Makan Gamalama Jl. Pahlawan Revolusi, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara 0813-4000-0378...
Sekilas Tentang Sagu Sagu (pati sagu) adalah salah satu makanan pokok beberapa daerah di Indonesia timur (Papua, Maluku, Sulawesi Utara, dan sejumlah daerah di Nusa Tenggara). Konsumsi sagu sebagai makanan pokok antara lain dalam bentuk makanan tradisional, seperti papeda, kapurung, dan sagu bakar. Saat ini, sekitar 30 persen masyarakat Maluku dan Papua masih menggunakan sagu sebagai makanan pokok dalam menu sehari-harinya, 50 persen menggunakan menu sagu dan umbi-umbian, sedangkan sisanya, terutama yang berada di daerah perkotaan, sudah beralih ke beras. Banyak jenis tanaman sagu yang dapat menghasilkan tepung sagu dan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya Kepulauan Maluku, Papua, Mentawai, Riau, dan Sumatera. Di Riau juga dijumpai sagu yang dikonsumsi masyarakat dalam bentuk butiran yang dikenal dengan nama sagu rendang serta dalam bentuk olahan lain seperti kue bangkit, laksa sagu, dan sagu embel. Selain sebagai makanan pokok, sagu mempunyai pros...
Bahan Kuah Sayur: • 250 gr daging sapi, potong kecil, direbus sampai empuk • 250 gr tahu goreng • 250 gr kacang panjang, dipotong kecil • 500 gr nangka muda, direbus, tiriskan, dipotong dadu besar • 1500 ml santan • 1 papan petai (dikupas,dipotong jadi 2) • 2 btg sereh, dimemarkan • 3 lbr daun jeruk • 4 lbr daun salam • 1 sdt gula pasir • 2 sdm minyak untuk menumis • 2 ltr air Bumbu yang Dihaluskan: • 3 sdm irisan bawang merah • 4 sdm irisan cabai merah • 2 sdm irisan bawang putih • 5 btr kemiri • 1 sdt terasi • ½ sdt ketumbar • 2 sdm irisan laos • 1 sdm garam • 100 gr ebi (rendam air panas) Cara Membuat Kuah Sayur: 1. Rebus daging dengan 2 ltr air sampai empuk, potong dadu, sisakan 500 ml cairan kaldu, sisihkan. 2. Tumis dengan minyak bumbu yang dihaluskan, daun salam, sere...